
Kiper utama Juventus Gianluigi Buffon diperkirakan bisa diturunkan pada lanjutan Serie A melawan Fiorentina, Minggu (25/1/2009) dinihari. Kesehatan Buffon dikabarkan telah membaik setelah sempat terserang flu, sejak satu pekan lalu.
Flu yang diderita Buffon menyebabkannya urung tampil pada laga melawan Lazio, Minggu (20/1/2009) dinihari. Kiper 30 tahun itu pun diragukan turun kala Bianconerri menjamu La Viola, akhir pekan nanti. Hingga kemarin, kesehatan Buffon masih belum menunjukkan perkembangan berarti.
Namun, Goal melansir, Kamis (22/1/2009) bahwa kondisi fisik mantan pemain Parma itu telah membaik secara dramatis dalam kurun waktu 24 jam. Buffon pun kemungkinan bakal ambil bagian dalam laga perdananya setelah dibekap cedera punggung, beberapa waktu lalu.
Buffon dijadwalkan mengikuti sesi latihan hari ini. Kemajuan dan kondisi fisiknya akan dipantau secara cermat oleh staf medis Juve. Pelatih Claudio Ranieri tentunya berharap bintang internasional Italia itu mampu kembali menjadi pusat pertahanan Si Nyonya Tua.
Setelah ditahan 1-1 oleh Lazio, bisa dipastikan Juve bakal mengerahkan segenap kekuatannya demi memperkecil selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara, Internazionale Milan.
Ranieri dipastikan semakin tersenyum lebar kala mengetahui kiper keduanya, Alex Manninger juga telah pulih dari cedera ringan yang dialaminya pada pertandingan pekan lalu. Sementara, defender Olof Mellberg yang sebelumnya juga menderita flu pun dinyatakan cukup fit untuk bertanding, akhir pekan ini.
TRANSLATE
24 Januari 2009
Buffon Tampil Lawan Fiorentina
Trezeguet Siap Beraksi Kembali

Pemain yang sudah menyatakan pensiun dari timnas Prancis ini sudah lama absen karena cedera lutut. Trezgoal (foto) terakhir bermain pada akhir September 2008.
Trezeguet sudah mulai berlatih ringan sejak beberapa pekan terakhir. Ia dinyatakan sudah fit dan bisa berlatih kembali dengan tim utama seperti biasa.
Meski begitu, Trez baru bisa diturunkan pada pekan mendatang, kalau memang dibutuhkan segera oleh pelatih Claudio Ranieri. Ia tak mau terburu-buru diturunkan karena ingin mencapai kondisi seratus persen fit saat kembali bermain nanti.
"Saya merasa sangat sehat dan fit saat ini. Tapi saya masih butuh waktu beberapa hari untuk mencapai kondisi puncak sehingga siap diturunkan oleh pelatih," terangnya.
"Saya sudah bergabung dengan tim sejak minggu lalu tapi masih berlatih ringan. Saya sudah lama absen jadi perlu penyesuaian lagi. Sekarang saya sudah tak sabar untuk kembali merumput," tutupnya.
Jual Iaquinta, Juve Datangkan Quagliarella

TURIN - Wacana baru seputar kepindahan bomber Juventus Vicenzo Iaquinta kembali mencuat. Kabarnya, pemain yang akan dibuang ke Zenit St Petersburg itu bakal digantikan oleh Fabio Quagliarella.
Sejak awal pembukaan jendela transfer musim dingin ini, Juve memang secara terang-terangan menyatakan berniat menjual Iaquinta. Dengan membuka harga 13 juta poundsterling, kubu Bianconerri telah menawarkannya kepada Zenit.
Usut punya usut, ternyata tim asuhan Claudio Ranieri punya niatan lain dibalik keinginan mereka membuang Iaquinta. Ketertarikan terhadap Quagliarella disinyalir jadi alasan utamanya.
Seperti dilansir AP, Sabtu (24/1/2009) salah satu sumber resmi Juve mengungkapkan bahwa klub sedang berupaya mendapatkan dana besar guna menarik Quagliarella. Hal yang paling mungkin adalah dari pejualan Iaquinta ke Zenit.
Ketertarikan kubu Si Nyonya Besar cukup beralasan. Penampilan mantan penyerang Sampdoria itu di Serie A memang tengah bersinar dengan mencetak enam gol dari 19 laga bersama Udinese.
Lagi, Trezeguet Perang dengan Domenech

TURIN - Bintang internasional Prancis David Trezeguet kembali mengibarkan bendera perang kepada pelatih Raymond Domenech. Kali ini, striker Juventus itu menyindir ketidakmampuan Domenech memenangkan satu pun gelar juara sepanjang karirnya sebagai pelatih.
Ketegangan antara Trezeguet dan Domenech bermula ketika pelatih 56 tahun itu tidak menyertakannya dalam skuad Euro 2008 silam. Buruknya performa Les Bleus dalam perhelatan akbar itu akhirnya mendorong Trezeguet mengumumkan pensiunnya dari timnas.
Meski demikian, mantan pemain AS Monaco itu tidak berusaha menyembunyikan jika kehadiran Domenech sebagai pelatih merupakan faktor terbesar pengunduran dirinya dari Tim Ayam Jantan.
Kini, Trezeguet tampaknya mulai merindukan berlaga di pertandingan internasional. Namun, ia menyadari bahwa kecil kemungkinan untuk Domenech memanggilnya kembali. Karena itu, striker 31 tahun ini memilih mengungkapkan kekesalannya terhadap Domenech secara terbuka.
"Saya merindukan timnas Prancis," ungkapnya sebagaimana dikutip Goal, Sabtu (24/1/2009).
"Saya pernah bermain di bawah arahan (Marcelo) Lippi, (Fabio) Capello, (Jean) Tigana, (Didier) Deschamps, dan bahkan (Claudio) Ranieri. Mereka adalah pelatih dengan level tertinggi, karena mereka pernah meraih gelar juara," papar Trezeguet.
"Untuk bisa mejadi bagian dari mereka, Anda harus memenangkan gelar juara. Ketika melihat fakta ini di hadapan Anda, terkadang menjadi sulit untuk menerima sebagian dari keputusannya (Domenech)," tutup pemain berjuluk Trezegol ini.
Juve dapatkan 'New Buffon'

Turin - Juventus akhirnya resmi mendapatkan Mario Kirev. Namun kiper internasional Bulgaria ini tidak langsung memperkuat skuad I Bianconeri di musim ini.
Juve tertarik pada kiper muda ini saat timnas U-21 Bulgaria ini menghadapi Rumania. Usaha Si 'Nyonya Besar' untuk mendapatkan penjaga gawang berusia 19 tahun ini pun akhirnya mencapai kesepakatan dengan Slavia Sofia.
Kirev memang sudah datang ke Turin dan melakukan ujicoba dengan Juventus bulan lalu. Ia melakukan debut di kompleks Vinovo di hari yang sama saat kiper Juve Gianluigi Buffon melakukan latihan setelah absen cukup lama karena cedera.
Namun, bukan berarti Kirev akan langsung masuk memperkuat I Bianconeri. Ia akan dikirim ke klub Swiss, Grasshoppers dengan status pinjaman. Meski demikian Kirev mengaku tetap senang bisa bergabung dengan Juve.
"Saya telah bertemu dengan Gigi Buffon dan saya merasa senang. Saya sangat antusias dan bangga bisa menjadi pemain Juventus. Saya sangat suka klub ini dan ini pengalaman emosional," ungkap Kirev seperti dilansir Channel4.
Kiper Bulgaria ini juga menyatakan dirinya bersedia dipinjamkan ke Swiss. "Tidak apa apa jika saya dikirim ke Grasshoppers dan saya akan menunjukkan kemampuan saya sebelum saya kembali," tegasnya.
Meski demikian, media Italia mengabarkan bahwa Juve mendapatkan Kirev guna melapangkan rencana mereka mendapatkn Diego. Juve ingin memasukan Kirev dalam negosiasi untuk bisa mendapatkan pemain Werder Bremen ini.
Klub Divisi III Ingin Tunda Nedved Pensiun

Turin - Tawaran datang untuk menunda Pavel Nedved pensiun. Adalah klub divisi tiga Italia yang menyatakan siap untuk menampung pemain veteran Juventus ini.
Nedved telah siap gantung sepatu menyusul kontraknya dengan Juventus yang akan berakhir di musim panas ini. Pemain berusia 36 tahun ini telah menolak tawaran kontrak di bayar saat bermain agar tetap bertahan di Turin setahun lagi.
Meski demikian, klub divisi III Italia, Virtus Lanciano mencoba peluang untuk meminang gelandang Republik Ceko ini. Mereka berharap Nedved mau menunda pensiun dan menerima tawaran mereka.
"Jika Nedved ingin meninggalkan pentas besar maka dia akan disambut di Lanciano. Dia pemain besar dan dia punya kualitas bermain untuk waktu yang lama seperti Paolo Maldini," kata Kepala klub Lanciano Valentina Maio seperti dilansi Channel4.
Ada beberapa pemain besar Seri A yang menghabiskan karirnya di klub bawah sepakbola Italia. Salah satunya adalah mantan bintang Lazio, Paolo Di Canio yang bermain di akhir karirnya bersama klub divisi IV, Cisco Roma.
Ranieri Mau Diego untuk Nedved

Turin - Claudio Ranieri tak bisa menyembunyikan ketertarikannya kepada Diego. Pelatih Juventus ini mengaku berminat memboyong playmaker Werder Bremen ini ke Turin. Pengganti Pavel Nedved?
Diego Ribas da Cunha memang sudah lama menjadi incaran 'Si Nyonya Tua'. Meski demikian, belum ada proposal kongkret yang mereka ajukan kepada Bremen untuk memboyong pemain berusia 23 tahun itu ke Turin.
Namun, kini Juve tampaknya lebih serius mendekati bintang internasional Brasil ini. Apalagi Bianconeri sedang berpacu dengan waktu guna mencari pengganti yang ideal bagi Nedved yang telah siap pensiun di akhir musim ini.
Ranieri pun tak mengungkapkan ketertarikannya pada Diego. "Diego? Saya tak berkata iya atau tidak. Diego sangat tangguh, dia pemain luar biasa dan kami tertarik padanya," kata pelatih Juve ini seperti dilansir Goal.
Meskipun suka namun Ranieri mengaku tidak akan mudah untuk mendapatkan Diego. "Membawa pemain baru dan langsung bisa pas tidaklah mudah dan itu tak bisa dikerjakan terburu-buru," ujarnya.
Sementara Bremen sering kali menolak melepas Diego karena tenaganya memang sangat diandalkan pelatih Thomas Schaaf. Namun kalau ada yang menawar minimal 15 juta poundsterling maka mungkin Bremen akan mempertimbangkannya.
23 Januari 2009
Anelka khawatirkan Juventus

Menurut pemain yang pernah membela Arsenal dan Real Madrid itu, lawan yang bakal ditemui nanti yakni Juventus adalah lawan yang sangat berat. Oleh karena itu segenap punggawa Chelsea harus terus waspada.
"Juventus klub besar, kami pasti kesulitan mengahadapi mereka. Klub Italia selalu bermain taktis, itu tantangan terbesar buat kami," ujar Anelka seperti dilansir Channel4, Jum'at (23/1/2009).
Anelka tidak ingin mengumbar angan muluk melawan pasukan Claudio Ranieri. Dia cuma berharap bisa meraih hasil maksimal dengan mencetak beberapa gol kala bermain kandang dan menahan imbang tanpa gol saat melayat ke Olimpico Turin.
"Partai kandang harus kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut bisa jadi modal besar berangkat ke Olimpico dimana kami cuma butuh hasil imbang nantinya," tandas pemain Timnas Prancis itu.
Mengenai kembalinya bomber andalan Bianconerri David Trezegut, Anelka menyebutnya sebagai sebuah bencana.
Del Piero : Mirip dengan 15 tahun lalu

Turin - Menjelang pertandingan Juventus melawan Fiorentina, Alessandro del Piero diingatkan pada gol spektakulernya 14 tahun silam. Ia juga merasakan kemiripan sejarah dengan Bianconeri saat ini.
Pada 4 Desember 1994, dalam laga di Dell Alpi, Juve menampilkan salah satu kebangkitan terbaiknya. Tertinggal 0-2 di babak pertama, mereka menyamakan kedudukan di menit 73 dan 76 melalui Gianluca Vialli.
Puncaknya adalah ketika pertandingan tersisa tiga menit Del Piero mencetak gol kemenangan buat "Si Nyonya Tua". Mereaksi umpan lambung jauh seorang rekannya dari tengah lapangan, Il Pinturicchio berlari memasuki kotak penalti sambil ditempel dua bek lawan.
Beberapa saat sebelum bola menyentuh bumi, Del Piero menyontekkan kaki kanannya. Bola tak jadi ke tanah, melesat lagi, kali itu melewati jangkauan kiper Francesco Toldo, dan baru berhenti bergerak setelah bersarang di jala La Viola. Juve menang 3-2 dan atraksi itu adalah salah satu gol terbaik yang akan selalu dikenang Juventini.
"Kejadiannya berlangsung cepat. Aku tak berpikir banyak dan mungkin sebaiknya begitu,” demikian kenang Del Piero kepada Sky yang dilansir Gazzetta.it.
"Aku hanya berpikir untuk menendang bola, dan itu pasti bisa melewati Toldo. Aku terus berkonsentrasi pada bola karena itu umpan lambung yang jauh," sambungnya.
"Lalu, ketika tendanganku masuk, itulah akhir dunia. Sebuah momen luar biasa buatku dan kami semua. Gol itu berbeda dari yang lain. Anda tak sering melihat yang seperti itu. Keunikannya membuatnya selalu terkenang. Juga, gol itu menjadi lebih penting karena tercipta di sebuah pertandingan penting buat Juventus."
Disebut penting oleh Del Piero karena pertandingan itu turut menjadi jalan bagi anak-anak Turin menjadi juara di akhir musim. Itulah titel Scudetto pertama Juventus setelah berpuasa selama sembilan tahun.
Cerita sukses di musim itu sedang dirasakan lagi oleh Del Piero. Paling tidak, ia merasa ada beberapa kemiripan dengan kondisi saat ini – dan tentu saja ia berharap akhir ceritanya akan sama pula.
"Waktu itu ada pemain-pemain asing yang mapan, beberapa pemain muda yang punya prospek bagus -- dan kenyataannya mereka sudah seperti itu. Juga ada seorang pelatih berpengalaman (Marcello Lippi), dan sebuah tim yang ingin menang. Ya, ada beberapa kesamaan (dengan saat ini)," tukasnya.
Hari Sabtu (24/1/2009) malam besok Juventus menjadi tuan rumah buat Fiorentiina di Olimpico. Di klasemen sementara mereka hanya terpaut tiga poin dari pimpinan kompetisi, Inter Milan.
Gilardino ancam Juve

Sejak 14 Desember, penyerang Fiorentina itu memang mengalami paceklik gol. Tak ayal, koleksi 12 gol Gilardino di Serie A Italia bertahan hingga sekarang ini.
Gilardino sendiri mengklaim sengaja 'menahan' kemampuannya mebobol gawang lawan untuk partai yang disebutnya penting, yaitu melawan Juventus di akhir pekan dalam drama lanjutan Serie A.
"Saya sudah menunggu untuk pertandingan yang sangat penting ini," ungkapnya kepada Corriere dello Sport.
"Saya menyimpan kemampuan saya sampai sejauh ini sehingga nanti bisa mencetak gol saat melawan Juve," sambungnya.
"Saya bekerja keras di Marbella saat libur Natal. Saya tahu saya bakal tidak dalam kondisi terbaik saya saat melawan Lecce, tapi semuanya jadi lebih baik ketika menghadapi Milan dan saya rasa saya akan berada dalam kondisi 100 persen untuk laga melawan Juve," pungkas Gilardino.
