
Pelatih Juventus, Ciro Ferrara, gembira sebab timnya telah mengamankan tiket langsung ke Liga Champions seusai menaklukkan Siena dengan 3-0. Ia merasa kemenangan itu bukan berasal dari dirinya, tetapi berkat semangat dan tanggung jawab para pemain.
“Ini hari yang indah, tapi di atas semua itu saya senang dengan reaksi dan performa skuat,” kata Ferrara yang baru bertugas sebagai pelatih Juve awal pekan ini.
Dalam pertandingan itu, Ferrara sangat dibantu oleh permainan gemilang kapten Alessandro Del Piero. Del Piero tidak hanya mencetak dua gol di pertandingan tersebut, tetapi juga memberikan satu assist bagi gol Claudio Marchisio. Del Piero bahkan bisa mencetak hattrick jika tendangan bebasnya di babak kedua tak tertahan oleh kiper lawan.
“Saya harus memainkannya karena dia perlu membuat saya lebih santai di bangku cadangan," ujar Ferrara sambil bercanda. "Dia memiliki sejumlah peluang mengakhiri pertandingan dan seharusnya mencetak gol. Dia mencetak gol ketiga dengan baik, tapi dia perlu membantu kami semua agar membuatnya lebih mudah."
Keputusan Ferrara memasukkan Del Piero sejak menit awal tersebut memang cukup mengagetkan sebab kapten tim itu sempat mengalami cedera pada saat latihan. Sebelumnya, Del Piero beberapa kali tak dimainkan oleh pelatih sebelumnya, Claudio Ranieri. Pada akhirnya, keputusan Ferrara itu tepat karena Del Piero menjadi pahlawan kemenangan timnya.
“Saya tidak di sini pada laga sebelumnya, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang diminta dari pemain. Yang saya tahu, saya minta kerja keras dari Del Piero baik menyerang maupun membantu pertahanan," tambah Ferrara seperti dikutip Channel4.
Atas sukses ini, Ferrara menolak sebutan bahwa dirinya menjadi penyelamat tim untuk perebutan posisi tiga besar. Ia yakin, tanpa dirinya pun para pemain akan berjuang keras seperti yang sudah ditunjukkan di Stadion Franchi.
“Bahkan jika bukan saya yang berada di bangku pelatih, para pemain merasakan tanggung jawab dan menyadari secara tepat perjudian di sini. Kami harus mendapat akses langsung ke kualifikasi Liga Champions dan mungkin hal lain lebih dari itu," tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Juventus tidak hanya mengakhiri paceklik kemenangan dalam delapan pertandingan terakhirnya, tetapi juga memastikan satu tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Langkah Juve ini terbantu oleh kekalahan AC Milan dari AS Roma dan hasil seri Fiorentina lawan Lecce. Milan dan Fiorentina masih akan bersaing memperebutkan satu tiket langsung ke fase grup Liga Champions pada duel terakhir Serie A, pekan depan. (CH4)
TRANSLATE
26 Mei 2009
Ferrara: Del Piero Permudah Jalan Juve
Pemain Serie A Dominasi Daftar Nominasi Peraih Golden Foot Award

Beberapa pemain Serie A Italia masuk dalam daftar nominasi Golden Foot Award tahun ini, menurut laporan tuttomercatoweb.
Penghargaan prestisius itu diberikan kepada pemain yang banyak menunjukkan performa bagus dan memberikan kontribusi untuk timnya.
Faktor kepribadian dan kontribusi kepada masyarakat juga menjadi pertimbangan penilaian, ditambah masukan dari pakar sepakbola dunia. Penghargaan ini hanya akan diberikan kepada pemain yang berusia minimal 29 tahun.
Pemain Serie A mendominasi daftar ini, merujuk pada enam dari sepuluh pemain yang ada dalam daftar bermain di negeri Pizza. Mereka antara lain Gianluigi Buffon (Juventus), Luis Figo (Inter), Ronaldinho (Milan), Francesco Totti (Roma), David Trezeguet (Juventus) dan David Beckham (Milan).
Ada pun empat pemain lain merupakan perwakilan dari dua kompetisi terbaik lainnya, yakni Liga Primer Inggris yang diwakili Steven Gerrard (Liverpool) dan Ryan Giggs (Manchester United) dan La Liga Primera Spanyol oleh Thierry Henry (Barcelona) dan Raul Gonzalez (Real Madrid).
Penghargaan ini digagas sejak tahun 2003 dan pemain yang terpilih meraih award ini akan membubuhkan jejak kakinya di trotoar juara yang ada di Monaco. Enam orang yang sudah meninggalkan jejak kaki di sana antara lain Roberto Carlos (2008), Alessandro Del Piero (2007), Ronaldo (2006), Andriy Shevchenko (2005), Pavel Nedved (2004) dan Roberto Baggio (2003).
goal.com
Ranieri Diganti, Del Piero Unjuk Gigi

Turin - Performa Alessandro Del Piero mandeg belakangan ini. Tapi dia baru saja membuktikan kalau dirinya cuma tersendat karena Claudio Ranieri.
Berulang kali Del Piero dikesampingkan Ranieri dalam beberapa partai terakhir Juventus. Tak pelak dipecatnya sang allenatore yang digantikan Ciro Ferrara bak jadi berkah buat sang kapten.
Del Piero pun hadir lagi di starting XI dan langsung unjuk gigi. Menghadapi Siena, Minggu (24/5/2009), Del Piero bikin sepasang gol plus sebuah assist dalam kemenangan 3-0 untuk Juve.
Dengan penampilan apik tersebut, Del Piero seperti ingin memberi pesan khusus kepada Ranieri. Jika saja Tinkerman setia dengannya, mungkin saja nasibnya takkan seperti sekarang.
"Saya pikir Ranieri memiliki cara untuk melihat sesuatu, yang mana hanya dia yang bisa memahaminya," ceplos Del Piero di Channel 4, Senin (25/2009).
Del Piero memang tampak tak menutupi rasa heran terhadap keputusan Ranieri yang sudah mengabaikannya. Namun, pemain berusia 34 tahun itu juga tak mau menyalahkan si mantan allenatore.
"Saya selalu berusaha sekuat tenaga. Saya senang sudah bisa bikin dua gol di debut Ferrara, tapi jangan lupa saya sudah bikin 19 gol dengan Ranieri. Ferrara memberi saya kepercayaan diri dan terus menjaga hal itu sepanjang laga."
"Harus diakui bahwa saat tengah berjaya kami semua hebat, tapi dalam waktu-waktu sulit Ranieri tak bisa disalahkan sendirian. Semua pemain yang diturunkan, seperti diri saya sendiri hari ini, harus memberikan yang terbaik. Hal sama terjadi dengan (Nedved) dan Mauro (Camoranesi)," demikian Del Piero.
detik.com
24 Mei 2009
Siena vs Juventus 0-3

Siena - Juventus meraih kemenangan pertamanya dalam delapan pekan terakhir usai menundukkan Siena 3-0. Hasil tersebut membawa Bianconeri duduk di posisi dua, menggeser AC Milan yang ditumbangkan AS Roma.
Tiga poin atas Siena menjadi kemenangan pertama Juventus dalam delapan pertandingan terakhir atau sejak 21 Maret lalu. Penunjukkan Ciro Ferrara sebagai pengganti Claudio Ranieri langsung memberi hasil positif buat Alessandro Del Piero cs.
Yang terasa lebih penting dari pertandingan di pekan ke-37 ini adalah keberhasilan Juventus kembali duduk di posisi dua klasemen menyusul kekalahan Milan atas Roma. Bianconeri dan Rossoneri kini sama-sama punya poin 71, namun "Si Nyonya Tua" unggul head to head atas "Setan Merah" hingga berhak duduk di posisi dua, meski kalah dalam selisih gol.
Dengan kondisi seperti ini, Juventus berpeluang meraih satu tiket langsung ke final Liga Champions musim depan. Di laga terakhirnya pekan depan mereka wajib memetik kemenangan saat menjamu Lazio, peluang yang terhitung besar ketimbang Milan yang disaat bersamaan harus melawat ke Fiorentina.
Jalannya pertandingan
Berlaga di Stadion Artemio Franchi, Minggu (24/5/2009), Gianluigi Buffon lebih dulu dapat ancaman saat dia menghalau tendangan bebas Jarolim. Juventus baru memiliki peluang membuat gol di menit 15 melalui Vicenzo Iaquinta, lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan kiper, sepakan dia terlalu lemah hingga bisa diantisipasi penjaga gawang Gianluca Curci.
Gol pertama Juventus di era Ferrara datang dari sang kapten Alessandro Del Piero dari kebisaannya mengeksekusi tendangan bebas. Dari jarak sekitar 20 meter, sepakan Alex mengarah ke sudut kanan atas gawang tanpa bisa dinatisipasi Curci, sebuah pembuktian dari Alex yang belakangan kerap dibangkucadangkan oleh Ranieri.
Setelah sebuah peluang lainnya gagal berujung gol, Del Piero ikut berperan saat Bianconeri mengubah kedudukan menjadi 2-0. Melepaskan umpan dalam posisi terjepit dua bek lawan, bola yang dilepas Alex dieksekusi dengan sempurna oleh Claudio Marchisio dengan kaki kanannya saat laga babak pertama tersisa enam menit.
Pertandingan babak kedua berjalan lebih lambat dan tak banyak peluang diciptakan kedua kesebelasan. Salah satu kesempatan tersebut kembali datang dari Del Piero yang tendangan bebasnya harus dengan susah payah diantisipasi Curci.
Gol penutup dalam laga tersebut datang di menit 89. Lagi-lagi Del Piero yang jadi pencetaknya setelah dia dengan dingin memperdaya Curci dan mencetak gol yang mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Susunan Pemain:
Siena: Curci, Rossettini (Del Prete 71), Portanova, Ficagna, Rossi, Coppola, Vergassola, Galloppa (Zito 51), Jarolim, Calaio, Maccarone (Ghezzal '63)
Juventus: Buffon; Zebina, Legrottaglie, Chiellini, De Ceglie (Mellberg 80); Camoranesi, Zanetti (Poulsen 70), Marchisio, Nedved; Iaquinta (Trezeguet 82), Del Piero
23 Mei 2009
Del Piero dan Grygera Cedera

Pelatih sementara Juventus, Ciro Ferrara mengkhawatirkan kekuatan timnya menyusul cedera yang dialami kapten Alessandro Del Piero. Juve akan melawan Siena, Minggu (24/5).
Juventus memang masih mempunyai penyerang tajam seperti Vincenzo Iaquinta dan Amauri. Namun, untuk duel krusial di sisa musim ini, Ferrara menilai Del Piero perlu hadir di lapangan.
Sosok sang kapten dibutuhkan untuk menjaga semangat dan motivasi tim dan mengakhiri musim dengan sebaik mungkin. Di dua laga sisa musim, Juve tidak boleh lengah karena peringkat mereka bisa saja digeser oleh Fiorentina. Jika gagal menjaga posisi ketiga hingga akhir musim, "La Vecchia Signora" harus berjuang di Liga Champions musim depan lewat babak kualifikasi.
Masalahnya, kemenangan bukanlah perkara mudah bagi Juventus. Dalam tujuh duel terakhir, Juventus tak pernah menang. Di sinilah sosok kepemimpinan Del Piero dibutuhkan.
Saat ini, Del Piero masih menjalani pemeriksaan medis untuk melihat separah apa cedera paha yang menderanya saat latihan kemarin. Namun, menurut Sky Italia, Del Piero kemungkinan bakal absen dalam duel melawan Siena.
Berita buruk juga datang dari lini belakang "I Bianconeri". Defender Zdenek Grygera juga mengalami cedera kaki. Ia tampak berjalan terpincang-pincang saat sesi latihan Juventus. Belum ada kepastian soal kondisi Grygera.
Pandev tertarik gabung Juve?

Saga masa depan penyerang Lazio Goran Pandev perlahan mulai terjawab. Setelah menolak tawaran kontrak baru dari Biancoceleste, dia dikabarkan akan segera merapat ke Juventus.
Pandev menyatakan penolakkannya langsung kepada presiden Lazio Claudio Lotito. Dia merasa tidak puas dengan isi kontrak yang menyebut dirinya hanya akan dibayar 1,5 juta euro per musim.
Nominal itu tentunya kalah jauh jika dibandingkan dengan tawaran yang diberikan Bianconeri, yakni kontrak berdurasi empat tahun dan bayaran 2,5 juta euro per musimnya.
La Gazzetta dello Sport mengklaim, Jum'at (22/5/2009) bahwa Juve sudah menyiapkan tawaran menggiurkan kepada Lazio. 10 juta euro plus jasa seorang Sergio Almiron, rela diberikan 'Si Kuda Zebra' seandainya klub asuhan Delio Rossi itu mau melepas stiker 25 tahun tersebut.
Selain Pandev juga rupanya juga masih terus menapaki kemungkinan mendapatkan dua punggawa Lazio lainnya. Mereka adalah bek muda Lorenzo De Silvesteri serta 'Si Roberto Carlos asal Serbia' Aleksandar Kolarov.
[okezone]
Ferrara Fokus ke Pertahanan

Pelatih sementara Juventus Ciro Ferrara akan memulai debutnya saat Bianconerri menghadapi Siena. Sebagai langkah awal dia pun bertekad membenahi lini pertahanan Juve.
Wajar tindakan itu langsung diambil Ferrara. Sebab, Si Nyonya Besar 14 kali kebobolan dalam tujuh partai, merupakan sebuah fakta buruk yang tentunya sulit untuk ditampik.
Sebagai mantan bek handal, Ferrara pasti sudah sangat berpengalaman dalam hal ini. Salah satu cara yang diterapkanya demi membangkitkan semangat serta kinerja Giorgio Chiellini dkk adalah dengan mengancam anak-anak asuhnya.
"Tidak untuk pekan ini! Kalian semua harus bertanggung jawab dan mendapatkan kecaman jika gagal," seru Ferrara kepada seluruh pemian belakang La Vecchia Signora seperti disitat Leggo, Jum`at (22/5/2009).
Diyakini, gaya kepelatihan yang dipakai Ferrara mengadopsi gaya mantan pelatih Juve sebelumnya yang kini menangani Timnas Inggris Fabio Capello. Keduanya menuntut para pemin untuk bekerja lebih ulet ketika turun ke lapangan hijua.
zonabola.com
Cannavaro Kembali untuk Menang

Madrid - Fabio Cannavaro mendapat cap 'pengkhianat' dari tifosi Juventus saat ia hengkang ke Real Madrid tiga tahun lalu. Sekembalinya Cannavaro ke pangkuan 'Si Nyonya Tua', ia langsung menjanjikan gelar juara.
Aku datang disini untuk menang," janji Cannavaro kepada para Juventini yang dikutip oleh Channel4. "Aku mengharapkan Juventus yang berbeda tahun depan."
Cannavaro resmi kembali ke Juventus' pada awal pekan ini setelah kontraknya tak diperpanjang Real Madrid. Keputusan tersebut terbilang mengejutkan karena dia sebelumnya dapat resistensi dari Juventini yang menolak kepulangannya ke Stadion Olimpico Turin.
Cannavaro yang merupakan pemain terbaik dunia tahun 2006 itu mengaku kalau dia mungkin akan menemui kesulitan untuk mencapai performa terbaiknya lagi. Namun bek usia 36 tahun itu yakin bahwa ia mampu mencapai tujuannya kali ini untuk mengembalikan kejayaan Juventus di Seri A.
"Ini akan menjadi pekerjaan yang sulit, tapi aku tidak takut dan aku akan melakukan yang terbaik. Tujuanku adalah untuk menang, apa ada yang lain?" sambungnya.
Cannavaro juga menampik kalau comeback-nya kali ini ke ranah Italia selepas tiga tahun berkarir di Spanyol adalah semata-mata karena uang.
"Saya dihargai sembilan juta poundsterling saat pergi ke Real Madrid dan kali ini Juve mendapatkanku gratis. Dulu aku dibayar lebih dan sekarang mendapat lebih sedikit. Perpindahan ini tidak ada hubungannya dengan uang, ini semua tentang kesuksesan," demikian dia.
Ranieri Pergi, Diego Tak Peduli

Juventus berencana untuk mendatangkan Diego musim depan. Kesepakatan transfer diyakini akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
Ada pun yang merekomendasikan Juventus untuk menarik Diego dari Werder Bremen adalah Claudio Ranieri. Namun di saat transfer segera terjadi, Ranieri sudah tidak lagi berada di tempatnya. Fakta tersebut rupanya tidak membuat Diego ambil pusing.
"Ranieri telah pergi dan saya tak tahu apa yang bakal terjadi dengan Juventus sekarang, tapi hal itu tidak mengkhawatirkan saya," ungkap Diego kepada Gazzetta dello Sport.
"Siapa pun yang mendapat kursi pelatih nanti akan tahu bagaimana caranya saya bermain dan tidak ada alasan bagi saya untuk mempertimbangkan ulang keputusan saya."
"Juve adalah klub besar dengan jutaan fans dan gairah di sekeliling tim. Setiap klub seperti itu harus selalu mencari kemenangan dan tidak boleh puas dengan hasil di bawahnya," tutur pemain Brasil itu lagi.
22 Mei 2009
Ferrara gantikan Ranieri

Kabar pemecatan Claudio Ranieri sebagai pelatih Juventus ternyata benar adanya. Bianconeri resmi memecat The Thinker Man dan menunjuk mantan bek Juve, Ciro Ferrara sebagai pelatih baru mereka.
Dalam pengumuman yang dimuat dalam laman resmi Juve tertulis:
“Ciro Ferrara pelatih baru Juventus. Juventus ingin memberitahukan jika mereka telah memecat Claudio Ranieri. Mulai hari ini, tim pertama akan ditangani dan dibimbing Ciro Ferrara. Juventus berterima kasih kepada Claudio Raniei untuk kerja kerasnya selama dua tahun terakhier. Kami berharap pelatih baru Ciro Ferrara akan menuai sukses.”
Sebelumnya, Jean-Claude Blanc dan Alessio Secco terlibat pembicaraan serius sebelum akhirnya memutuskan untuk memecat Ranieri. Ferrara yang sebelumnya memang diprediksikan akan menjadi pelatih Juve akhirnya bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Ranieri.
Ferrara akan menangani Alessandro Del Piero dan kawan-kawan di dua sisa laga Seri A musim ini, dan bisa jadi musim depan, Ferrara akan tetap menjadi pelatih Juve.
