
MILAN - Ternyata penyerang Inter Milan Zlatan Ibrahimovic 'bukanlah kacang yang lupa kulitnya'. Diam-diam dia rupanya memberi dukungan kepada mantan klubnya Juventus yang menginginkan dua gelar Scudetto-nya kembali.
Tanpa ragu-ragu, Ibra mengakui kalau gelar tersebut adalah sah milik Juve. Namun, poin yang paling ditekankan adalah bahwa dirinya juga punya andil besar dalam kesuksan itu.
"Scudetto Juventus? Mereka harus mengembalikannya" tutur pemain asal Swedia tersebut sebagaimana disitat GQ, Kamis (2/4/2009).
Kini Ibra berada di sisi yang berseberangan dengan Juve dan malah mendapatkan keuntungan dari pencopotan gelar itu. Tapi, dia sendiri mengaku tidak tertarik membicarakannya karena merasa juga punya hak atas prestasi skuad Delle Alpi.
"Saya tidak peduli dengan Calciopoli. Inter memang mendapatkan limpahan dan saya adalah bagian dari mereka saat ini. Namun di Juve, saya juga punya, karena telah berupanya melakukan yang terbaik," ungkapnya lagi.
TRANSLATE
02 April 2009
Ibra: Kembalikan Dua Gelar Juventus
Irlandia vs Italia 1-1

Italia cuma bermain imbang 1-1 saat menjamu Republik Irlandia. Unggul sejak awal laga meski bermain dengan 10 orang, gawang Gli Azzurri dibobol Robbie Keane jelang berakhirnya pertandingan.
Meski cuma dapat tambahan satu poin, posisi Italia di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2010 Grup 8 Zona Eropa belum tergeser. Andrea Pirlo cs punya 14 angka hasil empat kami menang dan dua hasil imbang.
Kondisi serupa terjadi buat Republik Irlandia. Hasil imbang yang menghindarkan mereka dari kekalahan pertamanya itu mempertahankan Robbie Keane cs di posisi dua klasemen dengan total poin didapat berjumlah 12.
Jalannya pertandingan
Bermain di depan pendukungnya sendiri, Italia malah mendapat bencana dini saat wasit mengkartu merah Giampaolo Pazzini saat pertandingan baru berjalan empat menit. Striker Sampdoria itu dianggap melakukan pelanggaran saat melakukan perebutan bola dengan John O'Shea.
Meski bermain dengan 10 orang, Italia justru mampu menjebol jala tamunya di menit 10. Diawali umpan cantik Andrea Pirlo Fabio Grosso, sang wingback kemudian mengirim umpan mendatar ke tengah kotak penalti dari sisi kiri pertahanan Republik Irlandia. Sontekan Vicenzo Iaquinta dari muka gawang memberi Azzurri keungulan 1-0.
Kekurangan satu pemain, Italia tak mampu menampilkan performa terbaiknya dan lebih banyak dalam posisi tertekan meski serangan lawan tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Gianluigi Buffon. Justru kesempatan utuk mencetak gol kedua datang di menit 33.
Kembali diawali kerjasama Pirlo dengan Grosso yang lolos dari jebakan offside, sepakan Iaquinta usai menerima umpan umpan Grosso bisa ditepis dengan baik oleh Shay Given. Italia masih berpeluang memperlebar keunggulan karena bola justru jatuh ke kaki Pepe di tiang jauh, namun upaya rebound Pepe dari sudut sempit cuma membentur sisi luar jala.
Peluang terakhir Irlandia di paruh pertama datang melalui Stephen Hunt saat tendangan setengah volinya ditepis dengan sangat baik oleh Buffon.
Dengan hanya diperkuat 10 pemain, Italia lebih banyak bertahan di babak kedua. Anak asuh Marcello Lippi beberapa kali terlihat jelas men-delay pertandingan saat akan membangun serangan.
Kondisi tersebut bukannya tidak coba dimanfaatkan oleh Republik Irlandia karena mereka terus berupaya membangun serangan. Namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat Kevin Doyle dkk tak kunjung bisa menjebol jala Buffon.
Enam menit sebelum bubaran, justru Italia punya peluang matang menambah jumlah golnya. Setelah memenangi perebutan bola di sisi kanan, Iaquinta mengirim umpan mendatar ke kotak penalti lawan. Malang buat Dossena yang terlambat menjatuhkan diri sehingga kakinya tak sampai menjangkau bola yang melintas tepat di depannya.
Setelah tendangan Kilbane dari luar kotak penalti ditepis dengan gemilang oleh Buffon. Tim tamu akhirnya menyamakan keududkan di menit 87.
Diawali tendangan bebas dari daerahnya sendiri yang diambil Given, bola yang sempat membentur kepala Folan jatuh tepat di depan Keane yang sambil menjatuhkan diri sukses mengarahkan bola ke dalam gawang.
Di menit-menit tersisa, Italia mendapat tekanan kuat dari tamunya yang seakan tak puas dengan hasil imbang. Namun sampai akhirnya peluit panjang dibunyikan wasit, kedudukan masih bertahan di angka 1-1.
Susunan Pemain
Italia: Gianluigi Buffon, Gianluca Zambrotta, Fabio Cannavaro, Giorgio Chiellini, Fabio Grosso, Matteo Brighi, Daniele De Rossi, Andrea Pirlo, Simone Pepe, Giampaolo Pazzini, Vincenzo Iaquinta
Republik Irlandia: Shay Given, Paul McShane, Richard Dunne, John O'Shea, Kevin Kilbane, Aiden McGeady, Glenn Whelan, Keith Andrews, Stephen Hunt, Kevin Doyle, Robbie Keane
01 April 2009
Quagliarella rela tinggalkan Udinese demi Juventus

UDINE - Udinese tampaknya harus waspada. Bomber andalan Fabio Quagliarella, terang-terangan menyebut jika dirinya bersedia meninggalkan Stadio Friuli apabila Juventus benar-benar meminangnya suatu saat nanti.
Seperti diketahui, klub besutan Claudio Ranieri kabarnya memang tengah mengincar striker 26 tahun tersebut. Beberapa waktu lalu, direktur olahraga Bianconerri disinyalir telah mengatur pertemuan dengan perwakilan Udinese, Pietro Leonardi guna membicarakan peluang kepindahan Quagliarella ke Olimpico Turin.
Spekulasi tersebut semakin diperkuat dengan adanya isu kepindahan striker gaek Juve, David Trezeguet yang sempat bersitegang dengan Ranieri.
Meski belum ada penawaran resmi dari Si Nyonya Tua, namun Udinese tampaknya sudah harus mulai mencari pengganti Quagliarella. Pasalnya, pemain internasional Italia itu sendiri dengan terus terang mengakui tidak akan menyia-nyiakan kesempatan membela Juventus.
"Jika Juventus memanggil saya, maka saya tidak bisa mengatakan tidak," cetusnya seperti dilansir Sportmediaset, Rabu (1/4/2009).
"Saya pernah bermain di Ascoli dan Udinese, satu-satunya kostum Bianconerri (hitam-putih) yang belum pernah saya kenakan adalah milik Juve," imbuh Quagliarella.
Chelsea incar Trezeguet

TURIN - Chelsea menyatakan berencan mengajukan penawaran resmi kepada Juventus untuk meminang striker David Trezeguet. Namun, The Old Lady mengabaikan keinginan The Blues mendapatkan Trezeguet.
Rumor kepindahan Trezeguet bukan kali pertama menghiasi halaman surat kabar di Eropa. Sebelumnya, Olympique Lyon juga menyatakan ingin memiliki mantan pemain AS Monaco tersebut.
Bila Lyon hanya sekadar wacana, berbeda dengan Chelsea. Klub yang dinahkodai Guus Hiddink itu kabarnya akan mengajukan penawaran resmi sebesar delapan juta poundsterling untuk Trezeguet. Chelsea memanfaatkan momentum retaknya hubungan antara Trezeguet dan Claudio Ranieri.
Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli menyatakan tidak sadar kalau Chelsea tertarik dengan Trezeguet. Ketika ditanya peluang Chelsea meminang Trezeguet, kepada Calcio Mercato, Rabu (1/4/2009), Gigli menyatakan, "Saya tidak tahu soal itu."
Gigli juga mengatakan mantan target Manchester City Gianluigi Buffon akan menjadi bagian dari sejarah klub.
"Saya merestui ketika Juventus meminangnya. Dan saya berharap ia akan terus bersama kami sampai akhir musim dan setelah itu juga. Juve memiliki kontrak dengan Buffon, yang telah membawa, membawa dan akan membawa banyak prestasi," pungkas Gigli.
Del Piero adalah masa depan Juventus

Presiden Giovanni Cobolli Gigli (foto) yakin sukses Juventus akan tetap bertahan dan diteruskan oleh Alessandro del Piero, baik sebagai kapten sekaligus pemain, atau menjadi figur penting di belakang meja ketika memasuki masa pensiun nanti.
Untuk alasan ini, Cobolli Gigli menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada Claudio Ranieri untuk membangun tim di sekeliling Pinturicchio.
"Ranieri membangun apa yang harus dibangun, menyusun skuad berdasarkan kapten kami," jelasnya kepada La Repubblica.
"Klub juga akan meninggalkan warisan kepada fans dalam generasi ini dan juga yang berikutnya, tim juara di seantero Italia dan Eropa."
Del Piero, 34 tahun, sudah bermain untuk Juve sejak 1993 dan sudah mengemas 184 gol dalam 425 penampilan di Serie A Italia.
Beli Ribery, Juve!

Turin - Masih mencari figur playmaker baru untuk musim depan, Juventus? Seorang punggawa Bianconeri, Claudio Marchisio, merekomendasikan satu nama yang layak diusahakan. Siapa? Franck Ribery.
Dengan semakin senjanya usia Pavel Nedved, bahkan ia sudah mengisyaratkan pensiun di akhir musim ini -- walaupun belum memutuskan final -- Juve sedang kasak-kusuk untuk mencari pemain tengah yang berkualitas tinggi.
Dari banyak playmaker ternama, Diego Ribas da Cunha adalah yang paling santer diisukan bakal digaet ke Turin. Namun sejauh ini kepindahan pemain Brasil dari klub Werder Bremen itu masih sulit dipastikan.
Dikatakan Marchisio, lini tengah Juve sudah cukup mumpuni. Akan tetapi, menambah pemain juara demi menaikkan kualitas tim, tetap saja bermanfaat termasuk untuk meningkatkan level teknis tim.
"Saya pikir Diego memang pemain yang sangat baik. Tapi kalau Anda menanyakan pada saya, tanpa ragu-ragu saya ingin kami bisa merekrut Ribery," tutur midfielder berusia 23 tahun itu seperti dilansir dari Channel4, Selasa (31/3/2009).
"Franck pemain yang luar biasa dan dia bisa membuat kami lebih kreatif kalau Pavel pensiun," sambung Marchisio.
Selain Diego, dua sosok lain yang tengah ramai disebut-sebut menjadi incaran "Si Nyonya Tua" adalah penyerang Antonio Cassano dan winger David Silva. Soal Cassano, Marchisio punya penilaian tersendiri.
"Antonio juga seorang juara dan dia terlahir kembali di Sampdoria setelah periode bermasalah di Real Madrid. Dia sudah menemukan lingkungan yang tepat dan sedang menunjukkan bakatnya yang besar. Apakah dia akan membantu Juve? Anda saja yang menilai... "
29 Maret 2009
Marchionni Harapkan Cassano & Silva

TURIN - Gelandang Juventus Marco Marchionni menyambut hangat niatan klubnya memboyong gelandang Valencia David Silva dan penyerang Sampdoria Antonio Cassano. Dengan sumringah dia meminta pihak klub untuk segera merealisasikannya.
Dua pemain veteran Juve Alessandro Del Piero dan Pavel Nedved sudah beranjak udzur. Kini, pihak klub mulai berupaya mencari pengganti tepat buat keduanya dan rupanya pilihan jatuh kepada Silva dan Cassano.
Mendengar hal itu, Marchionni pun bereaksi. Dengan spontan mantan punggawa AC Parma memberikan dukungan kepada klub untuk segera mengikat keduanya.
"Keduanya sangat cocok bergabung dengan Juve. Silva memang bukan pemain yang memiliki karakter serupa dengan Nedved, tapi saya yakin dia adalah orang yang tepat," ungkap pemain yang kerap menjadi pelapis bagi Mauro Camoranesi itu.
"Cassano? Kita sudah menantinya sejak tiga tahun silam. Saya rasa ini momen yang tepat. Del Piero adalah juara dan Cassano pun bisa jadi seperti itu pula," tandasnya seperti dikutip Goal.
Strategi Transfer Juventus

TURIN - Ternyata Juventus masih punya keraguan untuk mendatangkan nama besar di bursa transfer musim depan. Hal tersebut dikatakan langsung oleh presiden mereka Giovanni Cobolli Gigli.
Tidak membantah bahwa timnya akan mendatangkan punggawa anyar, Gigli tetap menolak menyebutkan nama yang jadi incarannya. Meski demikian sebuah petunjuk berani dia kemukakan, yakni masih menimbang kemungkinan memboyong nama besar.
"Tidak, saya tidak akan menyebutkan nama, yang jelas kami akan coba mencari pengganti Nedved. Nama besar? Saya rasa kami masih butuh pertimbangan," ungkap Gigli seperti dilansir Tuttomercato, Kamis (26/3/2009).
Rupanya Gigli punya alasan kuat, dia tidak ingin menyiayiakan uang. Lagipula timnya masih punya banyak waktu untuk mediskusikan pemain mana yang cocok untuk bergabung ke Olimpico Turin musim mendatang.
"Tentunya kami harus mempertimbangkan faktor pemasukan dan pengeluaran dengan baik. Saya rasa masih banyak waktu sebelum membuat keputusan dan tentunya kami akan memanfaatkan hal itu," tegasnya lagi.
Juve Yakin Bisa Kejar Inter

Meski pertandingan Liga Serie A tinggal 9 kali, tetapi Juve merasa perasaingan dengan Inter Milan belum berakhir. Tertinggal 7 poin tak mengurangi semangat "I Bianconeri" untuk mengejarnya.
"Persaingan masih terbuka dan kami siap mengejar Inter. Kami juga menginginkan gelar Coppa Italia," kata patron Juventus, John Elkann.
Inter di pundak klasemen sudah mengantongi nilai 69. Sedangkan Juventus berada di urutan kedua dengan nilai 62.
"Persaingan merebut scudetto belum berakhir. Kami harus mengalahkan Inter dan lihat apa yang akan terjadi. Itu bukan satu-satunya target, karena kami juga akan berusaha memenangkan Coppa Italia," tegas Elkann yang merupakan pewaris utama keluarga Ageneli, pemilik perusahaan mobil Fiat dan Juventus.
Juventus sudah masuk di semifinal Coppa Italia. Namun, pada leg pertama lawan Lazio, Juventus kalah 1-2. Di leg kedua mereka harus membalasnya, jika ingin menjuarai turnamen itu.
Sedangkan partai semifinal lainnya Inter lawan Sampdoria. Pada leg pertama, Inter kalah 3-0. (CH4)
POJOK JUVE : VETERAN

Inilah daftar 10 pemain veteran yang masih bermain bagi klubnya
10. Marco Materazzi
Inter
He may have been relegated to a peripheral role this season, but Materazzi is the ideal example of a late bloomer. The pugnacious centre-back was an unremarkable player until 2005, but then he transformed into a major protagonist with two Scudetti and a World Cup win.
9. Cristiano Doni
Atalanta
Something of an unsung hero, Doni is the king of the provinces and a deity in Bergamo. With Atalanta, the No 72 has scored nearly 100 goals in two spells but has only ever picked up seven Azzurri caps.
8. Marco Di Vaio
Bologna
This season, former Juventus hitman Di Vaio has played out of his skin. If Bologna do survive in Serie A they will owe so much to the 32-year-old marksman and current Capocannoniere.
7. Christian Panucci
Roma
He may be hotheaded, but Panucci is one of those players you’d rather have with you than against you. Having played for Milan, Inter, Real Madrid and Roma, the 35-year-old is a valuable font of experience but still has the gas to play as a wing-back.
6. Pavel Nedved
Juventus
The Czech Fury may be 36 but he still scampers around the pitch as if he were 18. Having finally decided to hang his boots up this summer, Nedved will leave Juventus with a huge void on the left wing.
5. Pippo Inzaghi
Milan
The ultimate poacher, Pippo Inzaghi has mellowed into a lethal super sub. Just when you forget he’s still around, the European goal king will make his presence felt with a timely hat-trick.
4. Javier Zanetti
Inter
The Argentine captain has been the constant during a time of great flux at Inter and has played a crucial part in the Beneamata’s ascent to Serie A supremacy. Versatility, humility and professionalism have allowed Zanetti to make over 450 appearances and become a Nerazzurri hero.
3. Francesco Totti
Roma
Francesco Totti’s Roma legacy is assured. A Giallorosso from birth, Er Pupone has stayed true to his team despite any number of other offers during a scintillating career. His importance to I Lupi in recent seasons cannot be overstated and he will never be forgotten.
2. Alessandro Del Piero
Juventus
Quite simply one of the greatest Italian players of all-time, Del Piero seems to have saved the best for last. Just as journalists started to predict the winding down of his career, Alex reached a new high when Juventus returned to the top-flight after Calciopoli.
1. Paolo Maldini
Milan
A legend of Italian football, a Milan hero and a true gentleman, Maldini will never be forgotten when he retires at the end of the current campaign. It is truly remarkable for any outfield player to remain at the top of the modern game until the age of 40.
