TRANSLATE

09 Januari 2010

Diego: Melawan Milan Seperti Final


Turin - Pertandingan melawan AC Milan bagai laga final bagi Juventus. Jika berhasil melewatinya, kans La Vecchia Signora untuk meraih scudetto akan semakin terbuka.


Juventus membutuhkan kemenangan lebih banyak untuk dapat mengembalikan kepercayaan diri tim. Dari tujuh pertandingan terakhirnya sejak ditekuk Bayern Munich 1-4 di fase grup Liga Champions, 'Si Nyonya Tua' baru mereguk dua kali kemenangan, sisanya kalah.

Kemenangan terakhir Juve diraih saat melawat ke kandang Parma dua hari lalu. Di pekan perdana Seri A tahun 2010 tersebut, Juve berhasil membawa pulang tiga angka setelah menang 2-1.

Pekan ini, Juventus akan menjamu lawan berat, Milan. Tim tamu tercatat memiliki track record yang lebih baik. Klub kota mode ini membukukan empat kemenangan, dua seri dan hanya satu kali kalah di tujuh pertandingan terakhirnya.

Di pertandingan Seri A terakhirnya, Milan melewatinya dengan sangat meyakinkan. Berlaga di kandang, Il Diavolo Rosso menggebuk Genoa 5-2. Terang saja dengan hasil ini, anak asuhan Leonardo kini tengah on fire.

Gelandang Juve, Diego mengaku puas dengan performa timnya kala menghadapi Parma pekan ini. Akan tetapi melawan Milan akan jauh lebih sulit dan akan seperti laga final buat Juve.

"Kami mendapatkan seperti apa yang kami rencanakan, sebuah kemenangan. Saya bahagia telah berkontribusi kepada kemenangan ini dan gembira dengan hasilnya," tutur Diego di situs resminya.

"Sangat menggembirakan untuk memulai tahun baru seperti itu. Kami mengklaim tiga angka krusial di Parma dan menemukan kembali kepercayaan diri kami."

"Sekarang kami menghadapi Milan dan itu akan seperti laga final untuk kami. Jika kami menang, kami akan kembali ke urutan dua."

Kemenangan atas Milan wajib diraih oleh Juventus jika mereka ingin memangkas jarak dengan Inter Milan sekaligus kembali ke trek perebutan scudetto.

"Kami memiliki sebuah kesempatan untuk finis di posisi teratas liga tapi kami butuh konsentrasi dan semangat untuk menang," tutup pemain bernama lengkap Diego Ribas da Cunha itu.

Baca Selengkapnya......

'Juve-Milan, Derby d'Italia Sebenarnya'


Milan - Big match Juventus kontra AC Milan dinilai pantas disebut sebagai Derby d'Italia. Soalnya kedua tim unggul jumlah gelar scudetto dibanding dengan partai Juventus-Inter Milan.


Penilaian tersebut dilontarkan oleh Adriano Galliani, Wakil Presiden Milan. Galliani menganggap perolehan scudetto kedua tim belum dapat disamai oleh tim manapun, termasuk Inter.

Seperti yang diketahui, sebutan Derby d'Italia saat ini disematkan pada pertandingan Juventus melawan Inter yang dianggap sebagai penguasa Italia. Juventus telah mengoleksi 27 scudetto, sembilan Coppa Italia dan dua juara Liga Champions.

Sementara Inter sudah menggondol scudetto sebanyak 17 kali, lima Coppa Italia dan dua gelar Liga Champions. Akan tetapi satu di antar scudetto Inter merupakan 'limpahan' gelar dari Juve yang gelarnya dicabut akibat terlibat calciopolli.

Penilaian Galliani tersebut memiliki alasan kuat. Pasalnya, Milan juga telah meraih 17 kali scudetto, lima Coppa Italia dan tujuh gelar Liga Champions sehingga ia merasa timnya lebih layak menempati posisi Inter di Derby d'Italia.

"Angka-angka (jumlah gelar) tersebut secara jelas telah menjelaskan," ungkap Galliani kepada La Gazzetta dello Sport.

"Juve adalah pihak yang telah memenangi Scudetti lebih banyak, sementara kami mengklaim lebih banyak titel juara secara umum," imbuh dia.

Akhir pekan ini (10/1/2010) waktu setempat, Milan akan melawat ke Olimpico Turin guna menghadapi Juventus dalam lanjutan kompetisi Seri A. Galliani berharap timnya dapat meraih hasil terbaik supaya mampu mengejar Inter.

"Sedangkan Juve-Milan di dalam pertandingan Minggu mendatang, pemenangnya akan melanjutkan pengejaran atas Inter," pungkas Galliani.
detiksport

Baca Selengkapnya......

07 Januari 2010

Ferrara Tak Pernah Risau Dipecat


Parma - Nasib Ciro Ferrara sebagai pelatih Juventus belakangan acap dispekulasikan. Tapi menyusul kemenangan atas Parma, Ferrara mengaku tak pernah khawatir akan dipecat.

Setelah tersingkir dari Liga Champions karena kalah dari Bayern Munich, Juve mengalami dua kekalahan beruntun di akhir tahun, yakni dari Bari dan Catania.

Hasil tak memuaskan tersebut ikut membuat Ferrara banyak dikritik yang pada prosesnya bikin masa depannya dispekulasikan. Bahkan jika kalah lagi atas Parma, Juve disebut-sebut siap merekrut Guus Hiddink untuk menggantikan Ferrara.

Akan tetapi, pada nyatanya Juve berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Parma di Ennio Tardini, Rabu (6/1/2010). Posisi Ferrara untuk sementara pun sepertinya aman, kendati yang bersangkutan sendiri mengaku santai-santai saja menanggapi isu pemecatan.

"Siapa pun yang bekerja sebagai seorang pelatih tak pernah bisa yakin mempertahankan pekerjaanya. Kemenangan itu memang penting, tapi aku tak pernah risau dengan kemungkinan dipecat. Aku hanya ingin mengatasi masalah kami," tukas Ferrara di Football Italia.

Hasil atas Parma itu sendiri tak diraih Juve dengan mudah karena harus bersusah payah mempertahankan keunggulan 2-1 hanya dengan 10 pemain setelah Martin Caceres dikartu merah pada menit 73.

"Hari ini Juve unjuk karakter sejati, segera unggul di laga yang seimbang. Parma bisa menyamakan kedudukan, tapi kami sangat fokus dan tangguh dalam bola mati."

"Wajar jika Parma membuat kami dalam tekanan, karena mereka tim solid dan kami harus main dengan sepuluh pemain," tandas Ferrara.
DETIKSPORT.COM

Baca Selengkapnya......

parma vs JUVENTUS 1-2


Parma - Juventus berhasil mengawali tahun 2010 dengan kemenangan. Bermain dengan 10 orang di babak kedua, 'Zebra'sukses menekuk Parma 2-1.

Dengan hasil ini Juve berhak naik ke peringkat dua klasemen sementara dengan 33 poin. Akan tetapi posisi mereka masih sangat rawan digeser Milan yang melakoni dua laga lebih sedikit dan baru akan bertanding melawan Genoa dinihari nanti.

Sedangkan bagi Parma yang gagal menambah angka, mereka merosot ke peringkat enam klasemen dengan 28 poin dari 18 laga.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Ennio Tardini, Rabu (1/6/2009) tersebut dua gol dari Juve dihasilkan oleh Hasan Salihamidzic dan bunuh diri dari bunuh diri dari Paolo Castellni. Sedangkan gol dari Parma dihasilkan Nicola Amoruso.

Meski keluar sebagai pemenang, Juve tampak inferior dalam penguasaan bola dengan perbandingan 57:43. Dikeluarkannya Martin Caceres di menit 74, juga berpengaruh terhadap angka statistik tersebut.


Jalannya pertandingan

Juve berhasil membuat kejutan publik tuan rumah di menit tiga. Memanfaatkan situasi tendangan pojok, Giorgio

Chiellini menanduk bola ke arah gawang parma dan diteruskan oleh Salimadzic untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Parma mendapat peluang matang melalui sepakan kaki kanan dari Jonathan Biabiany dari sisi kanan gawang Juve, namun untung saja masih dapat ditepis Alex Manninger.

Juve mendapat permasalahan di menit 22. David Trezeguet yang dimainkan sebagai penyerang tunggal mendapatkan cedera dan harus digantikan oleh Amauri.

Tiga menit kemudian Parma berhasil menyamakan kedudukan melalui skema serangan yang rapi. Berawal dari umpan matang Damiano Zenoni di sisi kanan, Nicola Amuroso yang berada di mulut gawang menanduk bola ke arah tiang dekat dan gagal dihalau oleh Manninger.

Akan tetapi Parma malah kecolongan oleh pemainnya sendiri di menit 39. Castellini yang tampak tidak siap ketika mendapat bola liar di udara tanpa sengaja menanduk bola ke gawangnya sendiri.

Meski unggul Juve benar-benar dibuat ketar-ketir di menit 73 setelah Martin Caceres mendapatkan kartu kuning keduanya. Tim tamu harus bermain dengan 10 orang, sementara tuan rumah sedang gencar-gencarnya melakukan serangan untuk mengejar ketertinggalan.

Tak mau meninggalkan lubang di jantung pertahanannya, pelatih Ciro Ferrara lantas menarik keluar Diego untuk digantikan dengan Zdenek Grygera yang merupakan pemain belakang. Apalagi ketika bermain dengan 11 orang lengkap pun, Juve lebih banyak didikte oleh tuan rumah.


Susunan pemain

Parma:
Mirante, Panucci, Zaccardo, Dellafiore, Gallopa (Paloschi '82), Dzemaili, Morrone, Castellini (Bojinov '66), Zenoni, Amoruso, Biabiany

Juve:
Manninger, Chiellini, Legrotaglie, Grosso,Caceres, Poulsen, Melo, Marchisio, Salihamidzic (de Ceglie '79), Trezeguet (Amauri 22'), Diego (Grygera '75)
DETIKSPORT.COM

Baca Selengkapnya......

RESMI: Molinaro Ke VfB Stuttgart


Tanda tanya seputar klub Cristian Molinaro akhirnya terjawab. Bukan Atletico Madrid yang sempat dikabarkan berpeluang besar mendapatkan full-back Juventus itu, tapi VfB Stuttgart, tim Bundesliga Jerman.


Molinaro bergabung dengan Stuttgart dengan status pinjaman selama setengah musim. Saat ini ia juga sudah berada di Jerman.

"Saya suka dengan Bundesliga. Saya akhirnya berada di sini, setelah melalui perjalanan panjang," kata Molinaro kepada televisi Sky Italia, Rabu (6/1).

Molinaro menjadi pemain Italia kedua yang berada di Stuttgart. Andrea Barzagli adalah pemain Italia lainnya yang sudah terlebih dahulu bergabung sejak musim lalu.

Molinaro kemungkinan akan melakukan debutnya pada 16 Januari saat Stuttgart menghadapi VfL Wolfsburg.

goal.com

Baca Selengkapnya......

19 Desember 2009

Hasil Drawing Liga Europa: Juventus Hadapi Ajax Di 32 Besar


Raksasa Italia Juventus mendapat lawan tangguh di babak 32 besar Liga Europa 2009/10, yaitu Ajax Amsterdam.



Kepastian ini didapatkan setelah drawing Liga Europa dilangsungkan hari ini di Nyon, Swiss memunculkan hasil 16 pertandingan.

Ada pun Juventus harus melakoni laga pertama di kompetisi Liga Europa itu di kandang Ajax Amsterdam pada 18 Februari, sebelum akhirnya menjamu tim Eredivisie Belanda itu seminggu kemudian.

Hasil drawing Liga Europa lainnya juga memunculkan sejumlah pertandingan menarik, di antaranya Liverpool yang menghadapi Unirea Urziceni, Villarreal menantang VfL Wolfsburg, FC Twente kontra Werder Bremen, dan juara bertahan Shaktar Donetsk yang akan menghadapi wakil Ingris, Fulham.

Untuk pertandingan leg pertama Liga Europa musim ini akan dilangsungkan pada 18 Februari dan leg kedua diadakan seminggu kemudian, pada 25 Februari.

UEFA juga sudah merilis jadwal laga perempat-final yang akan dilangsungkan pada 1 dan 8 April, semi-final pada 22 dan 29 April sebelum akhirnya melangsungkan laga final pada 12 Mei di Hamburg.

Hasil Drawing Babak 32 Besar Liga Europa: (Tim yang disebut pertama akan menjadi tuan rumah di leg pertama)
Rubin Kazan vs Hapoel tel Aviv
Atletico Bilbao vs Anderlecht
Kobenhavn vs Olympique Marseille
Panathinaikos vs Roma
Atletico Madrid vs Galatasaray
Ajax Amsterdam vs Juventus
Club Brugge vs Valencia
Fulham vs Shakhtar Donetsk
Liverpool vs Unirea Urziceni
Hamburg SV vs PSV Eindhoven
Villarreal vs VfL Wolfsburg
Standard Liege vs FC Salzburg
FC Twente vs Werder Bremen
Lille vs Fenerbahce
Everton vs Sporting Lisbon
Hertha Berlin vs Benfica


Baca Selengkapnya......

06 Desember 2009

Sensasi Spesial Juve Usai Tekuk Inter


Turin - Derby d'Italia yang dihelat Minggu (6/12/2009) dinihari WIB menjadi milik Juventus. Kapten Bianconeri, Alessandro Del Piero, mengatakan bahwa menang atas Inter Milan selalu memberikan sensasi spesial untuk timnya.Dalam duel yang dihelat Olimpico Turin, Juve unggul lewat Felipe Melo sebelum Samuel Eto'o membuat skor sama kuat di babak pertama. Claudio Marchisio menjadi pahlawan 'Si Nyonya Tua' dengan gol penentu kemenangan di babak kedua.

Juve yang sudah unggul 2-1 sejak menit 59, harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 85. Namun demikian, mereka mampu mempertahankan keunggulan tersebut sampai akhir.

"Hasil dan penampilan kami sangat menakjubkan, pertandingan ini memiliki sensasi spesial untuk kami," ujar Del Piero sembari tersenyum seperti dilansir Football Italia.

"Kami ingin memberikan sinyal mengenai kemampuan kamu, potensi kami dan apa yang bisa kami lakukan musim ini. Kami berhasil menunjukkannya dan hasil tersebut pun muncul. Jadi, kami amat sangat bahagia," tukasnya.

Dengan kemenangan ini, Juve serta merta membuat persaingan menuju scudetto menjadi hidup kembali. Walau pun masih tertahan di peringkat ketiga dengan 30 poin dari 15 laga berlalu, namun selisih delapan poin di minggu lalu berhasil dipangkas menjadi lima saja.

Kekalahan kedua ini La Beneamata musim ini pun masih menempatkan mereka di puncak klasemen dengan 35 poin, berjarak empat angka dari AC Milan di peringkat kedua.



Baca Selengkapnya......

Marchisio Seperti Messi


Turin - Claudio Marchisio menjadi bintang Juventus saat menekuk Inter Milan. Spesial karena Marchisio seperti Lionel Messi saja kala membuat gol tersebut.


Dalam laga Derby D'Italia di Olimpico Turin, Minggu (6/12/2009) dinihari WIB, baik Juve maupun Inter bernafsu memburu poin penuh guna menjaga posisinya di klasemen Seri A. Alhasil sedari peluit pertama dibunyikan, laga pun berjalan sengit dan terkadang menjurus ke arah yang kasar.

Felipe Melo membawa Juventus unggul ketika laga berusia 20 menit sebelum Samuel Eto'o membuat skor sama kuat 1-1 di menit ke-25. Dan itu bertahan hingga berakhirnya babak pertama.

Di paruh kedua Juve yang tak mau kehilangan muka di depan pendukungnya terus menekan Inter dan hasilnya terbukti jitu saat Marchisio mencetak gol penentu kemenangan La Vecchia Signora. Skor 2-1 pun akhirnya mampu dipegang Juve hingga akhir pertandingan.

Selain berarti besar buat Ciro Ferrara yang tengah dalam tekanan akibat hasil buruk yang dituai belakangan, gol tersebut juga bermakna istimewa bagi Marchisio yang musim ini lebih banyak menghabiskan waktu di ruang operasi akibat cedera lutut menderanya.

Itulah gol pertamanya di musim ini dalam sepuluh penampilannya bersama Juve di seluruh kompetisi.

Tak hanya itu, cara Marchiso membuat golnya terbilang cantik karena setelah mendapat bola, ia mengontrol dengan kaki kiri lalu memindahkan lagi ke kaki kanannya sambil menipu Walter Samuel yang terjatuh di depannya. Dan dengan dingin ia pun mencungkil si kulit bundar dengan kaki kirinya melewati hadangan Julio Cesar.

Cara tersebut mirip dengan apa yang sering Messi lakukan saat tampil bersama Barcelona maupun timnas Argentina. Sebelum mencetak gol Messi kerap melakukan trik dengan kedua kakinya serta melewati banyak pemain.

"Aku harus katakan kalau saat melawan Cagliari dan babak pertama malam ini, kondisi kakiku belum sebaik yang diharapkan. Aku berlatih dengan keras untuk memulihkan diri dari cedera ini dan selalu memberikan yang terbaik untuk tim," ungkap Marchisio kepada Football Italia.

"Sama untuk gol tersebut, aku mengutamakan kesenangan untuk seluruh anggota tim, tapi juga untuk fans dan aku harus mengakui juga sedikit untuk diriku," sambungnya.

Raihan tiga poin itu membawa 'Hitam Putih' kokoh di urutan ketiga dengan 30 poin. Selisih satu angka dari AC Milan di posisi kedua dan lima angka dari Inter di puncak. Dengan 15 laga yang baru dilalui, masih terbuka bagi ketiganya untuk bersaing merebut gelar juara di akhir musim.

"Kepercayaan dan keyakinan kami mengubah semuanya. Kita tahu kalau Inter adalah tim yang kuat dan mengalahkan mereka menjadi sangat penting," tukasnya.

"Kami harus terus tampil seperti ini dan tak keluar dari jalur kami. Tanpa melupakan kalau Milan juga berada di depan kami," demikian pemain yang sempat merumput bersama Empoli itu

detiksport.com

Baca Selengkapnya......

JUVENTUS VS inter milan 2-1


Turin - Juventus bermain cemerlang dalam Derby D'Italia melawan Inter Milan, Minggu (6/12/2009) dinihari WIB. Meski harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain, Bianconeri berhasil mereguk tiga poin dari Nerazzuri.

Dalam duel yang dihelat Olimpico Turin, Juve unggul lewat Felipe Melo sebelum Samuel Eto'o membuat skor sama kuat di babak pertama. Claudio Marchisio menjadi pahlawan 'Si Nyonya Tua' dengan gol penentu kemenangan di babak kedua.

Jose Mourinho dan Felipe Melo menjadi terdakwa di laga ini setelah keduanya diusir dari lapangan di masing-masing babak. Mourinho karena memprotes wasit sedang Melo karena terlibat insiden dengan Mario Balotelli.

Dengan kemenangan ini, Juve serta merta membuat persaingan menuju scudetto menjadi hidup kembali. Walaupun masih tertahan di peringkat ketiga dengan 30 poin dari 15 laga berlalu, namun selisih delapan poin di minggu lalu berhasil dipangkas menjadi lima saja.

Kekalahan kedua ini La Beneamata musim ini pun masih menempatkan mereka di puncak klasemen dengan 25 poin, berjarak tiga empat angka dari AC Milan di peringkat kedua.

Jalannya pertandingan

Juve mimpin lebih dulu di menit ke-21 lewat Del Piero. Free kick Diego dari sisi kiri pertahanan Inter mengarahkan bola ke kotak penalti dan bola berhasil ditanduk Melo. Julio Cesar memang berhasil menepisnya namun laju bola malah bergulir masuk ke jalanya.

Gol tersebut lantas diprotes oleh pelatih Inter Jose Mourinho yang membuatnya diusir keluar lapangan oleh wasit.

Inter balas mencetak gol lima menit berselang. Diawali crossing Dejan Stankovic dari sisi kanan dan Eto'o yang tak terkawal mulut gawang dengan mudah menanduk bola ke dalam jala Gianluigi Buffon. Skor sama kuat 1-1.

Di menit ke-34 Eto'o melepaskan tembakan spekulasi dari jarak 40 meter yang masih tepat mengarah ke pelukan Buffon. Del Piero gantian punya peluang di menit ke-39 dari sepakannya di dalam kotak penalti, namun bola masih lemah dan mampu diamankan Cesar.

Skor tersebut pun bertahan hingga turun minum.

Babak kedua berlangsung 15 menit atau tepatnya di menit ke-59 Juve kembali unggul. Diawali sepakan keras Momo Sissoko dari luar kotak penalti yang masih dapat dijinakkan Cesar, bola rebound pun mengarah ke Marchisio.

Dengan sekali gocek sambil menipu Walter Samuel di dekatnya, gelandang muda Italia itu dengan mudah menceploskan si kulit bundar ke jala Cesar.

Pada menit ke-62 Diego menguji Cesar lewat sebuah sepakan keras dari luar kotak penalti yang masih dapat ditepis oleh kompatriotnya di timnas Brasil itu.

Di menit ke-69 sepak pojok Mario Balotelli disambut tandukan Esteban Cambiasso namun bola masih jauh dari sasaran.

Pada menit ke-85 pertandingan sempat terhenti akibat pelanggaran Melo terhadap Balotelli yang menyebabkan keributan antara pemain dari kedua tim. Hasilnya? Melo dikartumerah wasit karena dituduh menyikut Balotelli sedangkan nama terakhir hanya mendapat kartu kuning.

Hingga berakhirnya laga, skor 2-1 pun menjadi milik Juve.

Susunan pemain

Juventus: Buffon, Caceres, Cannavaro, Chiellini, Grosso, Sissoko, Melo, Marchisio (Poulsen 79'), Diego (Grygera 90'), Amauri, Del Piero (Camoranesi 70').

Inter: Julio Cesar, Zanetti, Lucio, Samuel (Materazzi 90'), Chivu, Muntari (Balotelli 60'), Cambiasso (Mancini 78'), Thiago Motta, Stankovic, Eto'o, Milito.

Baca Selengkapnya......

05 Desember 2009

Susunan GRUP PIALA DUNIA 2010


Saat-saat yang dinantikan itu akhirnya datang juga, bagaimana susunan grup di Afrika Selatan?

Grup A
Afrika Selatan
Meksiko
Uruguay
Prancis

Grup B
Argentina
Nigeria
Korea Selatan
Yunani

Grup C
Inggris
Amerika Serikat
Aljazair
Slovenia

Grup D
Jerman
Australia
Serbia
Ghana

Grup E
Belanda
Denmark
Jepang
Kamerun

Grup F
Italia
Paraguay
Selandia Baru
Slowakia

Grup G

Brasil
Korea Utara
Pantai Gading
Portugal

Grup H
Spanyol
Swiss
Honduras
Cili


Baca Selengkapnya......