Juventus semakin terpuruk dan tertinggal oleh AC Milan dan Inter Milan, setelah ditahan imbang Reggina 2-2 dalam lanjutan Liga Serie-A di Stadion Oreste Granillo, Minggu (26/4).
Hasil ini membuat Juventus tetap di tempat ketiga, bahkan semakin jauh dari target finis di posisi runner-up.
Juventus memang belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Pada pertandingan itu, Reggina unggul 1-0 lebih dulu melalui gol Antonino Barilla pada menit ke-26. Memanfaatkan umpan silang Daniel Adejo, Barilla berhasil menanduk bola untuk menjebol gawang Juventus yang dijaga Emanuele Belardi.
Dua menit kemudian, giliran Juventus mendapat celah menyamakan kedudukan melalui Pavel Nedved. Setelah mendapat sodoran bola dari Alesandro Del Piero, Nedved melepas tendangan ke tengah gawang Christian Puggioni. Namun, alur tembakan yang lurus mendatar memudahkan Puggioni menangkapnya.
Juventus kembali menciptakan peluang pada menit ke-30 melalui Vincenzo Iaquinta. Memanfaatkan tendangan bebas Del Piero, Iaquinta menendang bola ke arah gawang Reggina. Namun, bola malah naik melambung di atas mistar gawang Puggioni.
Reggina masih belum membuat gebrakan, ketika serangan Juventus nyaris mengoyak gawang Puggioni pada menit ke-38. Melihat Iaquinta siap di tengah kotak penalti, Zdenek Grygera melepas umpan silang. Iaquinta menyambut bola dengan tendangan ke gawang Reggina. Lagi-lagi, sepakan Iaquinta meleset ke sisi kanan gawang Reggina.
Badai serangan Juventus terus mengalir. Pada menit ke-40, Juventus mendapat kesempatan untuk membobol gawang Puggioni melalui Del Piero. Melanjutkan bola dari Cristiano Zanetti, Del Piero menendangkan bola ke sudut kanan atas. Namun, mendekati sasaran, alur bola meninggi dan melewati mistar gawang Puggioni.
Menjelang akhir babak pertama, Del Piero melakukan tendangan jarak jauh, mengarah ke sisi kiri gawang Reggina. Puggioni masih mampu membaca arah bola dan mengamankannya. Skor 1-0 untuk Reggina bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Juventus langsung menekan lawan. Sebuah usaha penetrasi Iaquinta di kotak penalti hampir saja berujung eksekusi. Namun, belum sempat menyepak bola, Iaquinta keburu dilangar Daniel Adejo. Jadilah wasit Massimiliano Saccani menghadiahkan penalti bagi "Si Nyonya Tua".
Del Piero yang dipercaya mengeksekusi penalti berhasil melesakkan bola ke sudut kiri bawah gawang Puggiano. Skor imbang 1-1. Berhasil menyamakan kedudukan, Juventus melanjutkan misi mengejar tiga angka. Serangan terus dilancarkan.
Iaquinta kembali mendapatkan peluang membuat gol pada menit ke-50. Mendapat umpan dari Mauro Camoranesi, Iaquinta menanduk bola ke tengah kotak penalti. Namun, bola ternyata melenting melewati mistar gawang Reggina.
Lima menit kemudian, Juventus lagi-lagi nyaris mengungguli lawan. Kali ini, peluang diciptakan oleh Christian Molinaro. Dari luar kotak penalti, Molinaro melepas tendangan ke tengah gawang. Namun, alur bola masih terbaca Puggioni yang lantas berhasil menepis bola.
Reggina yang terus dipaksa bertahan, akhirnya kembali mendapat kesempatan pada menit ke-58 melalui usaha Bruno Cirillo. Memanfaatkan umpan Franco Brienza, Cirillo menanduk bola ke tengah jala Juventus. Namun, refleks Buffon masih bisa mementalkan peluang ini.
Juventus belum memberikan reaksi ketika Emil Hallfredson nyaris mengoyak jaring Buffon di menit ke-60. Setelah menerima sodoran bola dari Carlos Carmona, Hallfredson melepas tendangan jarak jauh. Sayang, bola masih berhasil diblok Buffon.
Hallfredson akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-69. Dalam sebuah serangan balik, Hallfredson mendapat umpan dari Franco Brienza. Hallfredson lantas meneruskan bola ke sudut kiri atas gawang Juventus, yang gagal dijangkau Buffon. Kedudukan berubah 2-1 untuk Reggina.
Kembali tertinggal, Juventus tak menyerah dan mempertahankan tensi serangan. Pada menit ke-72, "I Bianconeri" kembali mendapat peluang mencetak gol melalui Vincenzo Iaquinta. Dari luar kotak penalti, Iaquinta melepas tendangan keras ke arah gawang. Puggioni bergerak tepat dan menghentikan laju bola di sudut kanan atas gawangnya.
Gempuran intensif Juventus akhirnya berbuah gol penyama kedudukan pada menit ke-73. Adalah Cristiano Zanetti yang mencetak gol penyama kedudukan bagi Juventus. Setelah menerima sodoran bola dari Iaquinta, Zanetti melepas tendangan keras ke sudut kiri bawah gawang Puggiano. Kerasnya bola membuat Puggiano tak mampu memberikan perlawanan.
Reggina ganti mendesak. Pada menit ke-79, Hallafredson kembali berpeluang mempermalukan Buffon. Setelah menyambut bola Franco Brienza, Hallfredson melepas tendangan ke tengah jala Reggina. Buffon berhasil mematahkan usaha ini.
Juventus belum mengancam ketika Reggina kembali berpeluang unggul melalui usaha Fransesco Coazza di menit ke-83. Dari dalam kotak penalti, ia melepas bola ke arah gawang. Namun, pelannya tendangan tak menyulitkan Buffon untuk menghentikan ancaman.
Setelah beberapa kali digempur, Juventus akhirnya bisa melepaskan tekanan dan berpeluang mencetak gol pada menit ke-86. Setelah mendapat umpan dari Amauri, Nedved melepas tendangan dari luar kotak penalti. Kencangnya bola membuat Puggioni hanya mampu menepis bola.
Hingga akhir laga, papan skor tak beranjak dari skor 2-2. Tambahan satu angka tidak bagus bagi kedua kubu. Dengan koleksi 26 poin, Reggina masih tertahan di dasar degradasi.
Sementara Juventus menjauh dari kursi runner-up klasemen. Dengan 65 poin, Juventus berselisih dua angka dari AC Milan di peringkat kedua. Padahal, sebelumnya, Juventus hanya kalah selisih gol dari Milan.
Susunan pemain:
Reggina: Puggioni; Cirillo, Valdez, Santos, Adejo; Carmona, Hallfredsson, Vigiani (Cascione 72), Barilla; Brienza, Ceravolo (Cozza 59).
Juventus: Buffon; Grygera, Mellberg, Ariaudo, Molinaro; Camoranesi, Marchisio (Poulsen 37), Zanetti, Nedved; Iaquinta, Del Piero (Amauri 76).
TRANSLATE
26 April 2009
Reggina vs Juventus 2-2
Lippi tolak Juve
Pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi menegaskan kalau ia sama sekali tidak mempunyai rencana untuk kembali menangani Juventus setelah Piala Dunia 2010 berakhir.
Hal itu disampaikannya kepada Corriere dello Sport untuk menanggapi berita mengenai kemungkinan dirinya menjadi pengganti Claudio Ranieri. Spekulasi tersebut muncul setelah ia terlihat menikmati makan malam bersama direktur Bianconeri Jean-Claude Blanc.
"Tidak ada kemungkinan bagi saya untuk kembali ke Juventus. Saya bersahabat dengan Blanc dan saya terkait dengan klub. Tetapi hanya karena saya makan malam bersama, tidak berarti kalau saya akan kembali ke Juventus."
"Hal itu sama sekali tidak benar. Tak mungkin saya kembali ke Juve," tegas Lippi.
Bantahan lain yang diberikan oleh Lippi adalah mengenai dorongannya kepada Fabio Cannavaro untuk pindah ke Juventus.
"Saya tidak meminta Cannavaro untuk kembali ke Juve. Ia sendiri yang menelepon saya untuk memberitahu keputusannya."
23 April 2009
Coppa Italia : Juventus vs Lazio 1-2

Turin - Lazio berhak ke final Coppa Italia setelah memukul Juventus dengan skor 2-1. Ini sekaligus memupus harapan terakhir Juventus untuk setidaknya memperoleh satu trofi musim ini.
Dalam laga semifinal leg kedua yang dilangsungkan di Olimpico Turin, Kamis (23/4/2009) dinihari WIB, Lazio tampil cukup percaya diri. Keunggulan 2-1 hasil dari leg pertama membuat mereka tenang.
Bermain tanpa gol di setengah jam pertama, Lazio memecahkan kebuntuan di menit 38. Dari jarak 25 meter, Mauro Zarate mengelabui kiper Gianluigi Buffon dengan sebuah tendangan cungkil. 1-0 Lazio memimpin.
Di babak kedua, Juventus yang harus mencetak tiga gol untuk bisa lolos ke final memasukkan Pavel Nedved dan Mauro Camoranesi untuk lebih menggedor lini pertahanan Lazio.
Opsi ini mengandung risiko bagi Juve karena mereka jadi rentan terhadap serangan balik. Beberapa menit memasuki babak kedua, Buffon harus keluar sarang untuk mencegah Tommaso Rocchi mencetak gol kedua tim tamu dari situasi satu lawan satu.
Saat Juve asyik menyerang, justru Lazio yang berhasil memukul kembali tuan rumah. Tendangan Alexander Kolarov yang berbelok arah karena mengenai badan Zdenek Grygera menjadikan Gli Aquilotti unggul 2-0.
Sejumlah peluang dipetik Juve yang kian agresif menyerang. Sundulan David Trezeguet diselamatkan kiper Fernando Muslera dan tendangan Paolo De Ceglie disapu Francelino Matuzalem tepat di garis gawang.
Claudio Ranieri membuat perjudian terakhirnya ketika memasukkan Alessandro Del Piero di menit 60. Tiga menit kemudian, sepakan deras Del Piero berhasil memperkecil ketinggalan tuan rumah jadi 1-2.
Delapan menit sebelum bubaran, Juventus harus bermain dengan 10 orang karena Camoranesi diusir wasit. Camoranesi pertama dikartukuning karena melanggar Kolarov. Kartu merah menyusul beberapa saat kemudian karena pemain timnas Italia itu menghina wasit.
Hingga 90 menit waktu pertandingan terlampaui, keunggulan 2-1 Lazio tak berubah. Kemenangan ini mengantar mereka ke partai puncak dengan keunggulan agregat 4-2. Di partai final yang bakal digelar 13 Mei mendatang, Biancocelesti akan menunggu pemenang partai Inter Milan vs Sampdoria.
Sementara bagi Juve, kekalahan ini praktis memupus mimpi mereka menyelamatkan muka dengan meraih gelar di Coppa Italia. Di Seri A, asa Bianconeri juga sudah habis karena mereka tertinggal 10 angka dari Inter.
Susunan pemain
Juventus: Buffon; Grygera, Ariaudo, Mellberg, De Ceglie; Marchionni (Camoranesi 46), Marchisio, Tiago, Giovinco (Nedved 46); Trezeguet, Iaquinta (Del Piero 60)
Lazio: Muslera; Lichtsteiner, Siviglia, Rozehnal, Kolarov; Brocchi (De Silvestri 55), Ledesma, Matuzalem (Dabo 71), Foggia (Mauri 62); Zarate, Rocchi
22 April 2009
Juventus Bidik Final Coppa Italia

TURIN - Pelatih Juventus Claudio Ranieri meyakini timnya mampu menembus final Coppa Italia dan memenangkannya. Untuk itu, Ranieri meminta para punggawanya untuk tampil brilian saat menjamu Lazio pada leg kedua babak semifinal di Stadion Olimpico Turin, Kamis (23/4/2009) dinihari.
Ya, misi cukup sulit memang diemban Alesandro Del Piero dkk pada pertemuan kedua ini. Pasalnya, pada pertemuan pertama awal Maret lalu, Bianconerri harus tertunduk malu setelah kalah 1-2 di Stadion Olimpico Roma. Selain itu, dalam dua pertandingan terakhir Serie A, Lazio menunjukkan grafik permainan meningkat dengan menundukkan tim tangguh macam AS Roma (4-2) dan Genoa (1-0).
Fakta di atas berbanding terbalik dengan Juve yang tengah mengalami penurunan performa. Dalam dua laga terakhir, La Vecchia Signora tak mampu meraup kemenangan (kalah 2-3 dari Genoa dan imbang 1-1 menghadapi Inter Milan).
Melihat perbandingan itu, Juventus memang bakal kesulitan menundukkan Biancoceleste. Namun, hal tersebut tak mampu meredam optimisme Ranieri yang bertekad menggenapi gelar Coppa Italia milik Juve menjadi 10 trofi.
"Kami cukup banyak merasakan pertandingan melawan Lazio. Dan kami akan melakoni leg kedua nanti dengan tim yang penuh motivasi," tegas Ranieri sebagaimana dikutip Sky Sport Italia, Rabu (22/4/2009).
"Kami sadar, Lazio tengah dalam performa apik. Mereka menang pada derby Roma dan menundukkan Genoa akhir pekan lalu. Namun, kami juga bertekad tampil di final," tambahnya.
"Final? Ini adalah target objektif kami dan kami sangat ingin tampil di sana. Kami sudah memenangkan sembilan trofi Coppa dan akan menjadi 10 jika kami bisa menyentuh final dan memenangkannya," imbuh The Tinkerman.
"Bagaimanapun, kami harus fokus dan siap. Sebab, pertandingan nanti (lawan lazio-red) pasti akan sulit," lanjutnya.
Mengenai Balotelli, Ultras Juventus Menolak Minta Maaf

Sebuah kelompok ultras Juventus mengeluarkan sebuah pernyataan resmi yang intinya berisikan penolakan mereka untuk meminta maaf atas nyanyian bernada rasis yang ditujukan kepada pemain Inter Milan Mario Balotelli.
Kelompok yang menamakan dirinya Drughi tersebut membantah kalau nyanyian bagi Balotelli itu bersifat rasis dalam pernyataan mereka yang disebutkan di bawah ini.
"Jangan minta kami untuk meminta maaf kepada Balotelli, karena nyanyian baginya itu karena sikapnya yang provokatif dan bukan karena asal dirinya."
"[Patrick] Vieira dan [Sulley] Muntari yang juga mempunyai warna kulit yang sama bahkan tidak mendapatkan ejekan."
"Balotelli terlibat dalam beberapa tindakan yang tidak menghormati para suporter, termasuk masuk ke lapangan dua menit setelah semua pemain telah siap."
"Kami juga ingin mengingatkan kalau ada [Mohammed] Sissoko di antara para pemain Juventus. Pemain yang dapat kami banggakan saat memakai seragam Juventus. Jadi, kami tidak bisa meminta maaf."
Akibat dari nyanyian tersebut, Bianconeri dikenakan hukuman tak dapat bermain di kandang selama satu kali oleh hakim Giampaolo Tosel.
Permintaan banding terhadap hukuman tersebut telah dilakukan oleh pihak Juve Senin sore kemarin.
Ranieri Dukung Pembelian Cannavaro

Berita mengenai makin dekatnya bek nasional Italia Fabio Cannavaro untuk kembali ke Juventus dari Real Madrid semakin ramai saja.
Seperti dikutip dari situs channel4.com, pelatih Bianconeri Claudio Ranieri mengatakan kalau ia telah memberikan restu kepada direksi Juve untuk memboyong Cannavaro ke Turin.
Selain Juve, Napoli juga tadinya ingin membeli Cannavaro kembali. Tetapi mereka akhirnya batal melakukannya mengingat usia bek itu yang tidak muda lagi.
"Kami juga mempertanyakan usia Cannavaro, tetapi kami tak bisa membiarkan kesempatan ini lepas begitu saja."
"Kami juga akan dapat menduetkan dirinya dengan Giorgio Chiellini dan kami bisa membelinya dengan transfer bebas."
"Saat saya dikonsultasikan mengenai hal ini, saya memberikan persetujuan untuk meneruskan usaha pembelian itu," tegas Ranieri.
Hal ini sepertinya diungkapkan Ranieri untuk menjawab tentangan dari sebagian tifosi Juve yang tak setuju bila Cannavaro kembali. Mereka masih tidak dapat menerima hengkangnya pemain itu saat Juve terkena skandal calciopoli.
Ranieri juga memberikan pendapat mengenai sanksi yang diberikan kepada Bianconeri akibat nyanyian rasis dari para suporternya kepada Mario Balotelli.
Sang pelatih mengatakan kalau pihak legal Juventus tengah mempertimbangkan langkah yang akan diambil, tetapi ia juga menegaskan kalau mereka melakukan hal yang benar dengan mengajukan banding.
Sanksi Diskriminatif, Juventus Ajukan Banding

Seperti diberitakan sebelumnya, Juventus dijatuhi sanksi oleh komisi disiplin FIGC karena perilaku rasis beberapa pendukung mereka.
Aksi tidak simpatik itu ditujukan pada Mario Balotelli saat derby d'Italia di akhir pekan yang berkesudahan 1-1.
Sanksi laga kandang tanpa penonton untuk satu laga pun dijatuhkan untuk Juve dan sanksi tersebut berlaku saat Lecce bertandang ke Olimpico pada 3 Mei.
Namun, setelah mengetahui sanksi yang dijatuhkan sedikit diskriminatif, pihak Juventus akhirnya mengajukan banding.
"Pengadilan olahraga telah menjatuhkan sanksi kepada Juventus untuk memainkan laga kandang melawan Lecce pada 3 Mei dalam stadion tertutup karena teriakan yangditujukan pada pemain Inter Mario Balotelli. Pihak klub, setelah mempertimbangkan sanksi tersebut, telah memutuskan untuk mengajukan banding," demikian pernyataan resmi dari kubu Juventus.
Atas kasus yang sama, komisi disiplin FIGC hanya menjatuhkan sanksi denda pada pihak klub yang pendukungnya melakukan aksi rasis.
Fans Rasis, Juve Dijatuhi Sanksi Berat

Seperti diketahui, ada sedikit insiden tidak simpatik saat derby d'Italia digelar kemarin. Pada laga yang berkesudahan 1-1 antara Juventus kontra Inter, sekelompok pendukung Bianconeri menyoraki Mario Balotelli dengan kata-kata rasis.
Hal ini pada akhirnya diprotes beberapa pihak, di antaranya kubu Inter. Komisi Disiplin Lega Calcio pun menjadikan masalah tersebut menjadi catatan untuk dirapatkan.
Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, Juventus akhirnya dijatuhi sanksi larangan menggelar laga tanpa penonton untuk satu pertandingan kandang, demikian dilaporkan Channel4. Sanksi tersebut efektif berlaku ketika Juventus menjamu Lecce pada 3 Mei.
Sanksi yang diterima Juventus itu terbilang kontroversial dan sedikit tidak adil. Pasalnya, pada insiden sebelumnya yang juga menimpa Balotelli, pihak klub yang pendukungnya melakukan aksi rasisme hanya dikenai sanksi denda.
Manninger Siap Gantikan Buffon

Dalam beberapa pekan terakhir ini sempat beredar kabar kalau Buffon sedang diincar Manchester United dan Barcelona. Kiper nomor satu Italia bahkan dikabarkan siap hengkang di akhir musim nanti.
Meski kebenarannya masih dipertanyakan, Manninger berpendapat pihak Juve tak perlu panik dan segera mencari penggantinya kalau Buffon memang benar-benar akan pindah.
"Kalau Buffon memang pergi meninggalkan Juve, saya siap untuk menggantikannya. Manajemen klub tak perly repot-repot mencari penggantinya, saya rasa saya cukup pantas jadi penggantinya," tukasnya kepada Juventus Channel.
"Saya selalu ingin jadi pemain inti. Meski saat ini lebih sering menjadi cadangan, saya ingin memperkuat Juve dalam waktu lama."
Kiper berusia 31 tahun ini sudah tampil 16 kali di Serie A Italia musim ini. Ia sempat melakukan enam kali clean sheet dan tampil impresif selama penyisihan grup Liga Champions.
goal.com
19 April 2009
Ranieri: Inter Pantas Juara

Pelatih Juventus, Claudio Ranieri, mengakui Inter Milan memang pantas juara. Mereka tetap tampil solid dan mampu mempertahankan keunggulan 10 poin sampai pekan ke-32.
"Saya puas meski hanya seri saat menjamu Inter. Apalagi kami hanya bermain 10 orang. Di babak pertama, sebenarnya kami merepotkan Inter. Tapi, kemudian kami agak menurun di babak kedua," kata Ranieri.
Pada pertandingan itu, Inter unggul 1-0 lebih dulu lewat gol mario Balotelli. Namun, Juve membalasnya di masa injury time lewat Zdenek Grygera.
"Inter memiliki pertahanan terbaik di Serie-A dan mereka pantas juara. Maka, sulit mencetak peluang saat melawan mereka. Kami tahu tipe permainan tim di bawah asuhan Jose Mourinho," jelasnya.
Ranieri mengakui, Juventus hampir pasti tak bakal bisa mengejar Inter. Gelar scudetto pun hampir pasti menjadi milik "I Nerazzurri".
"Untungnya, kami tak pernah kehilangan rasa hormat dan karakter. Kami sering bermain bagus, tapi kurang beruntung," ujarnya.
Ranieri melupakan permusuhannya dengan Jose Mourinho. Bahkan, dia menjabat tangannya sebelum dan sesudah pertandingan.
"Kami berjabat tangan sebelum dan sesudah pertandingan. Banyak saksinya jika Anda tak percaya," katanya. (CH4)
