Pada tugas terakhirnya sebagai pelatih, untuk saat ini, Ciro Ferrara menempatkan duet Alessandro del Piero dan Vincenzo Iaquinta di lini depan. Pemain yang sudah memutuskan untuk pensiun, Pavel Nedved, bermain di posisi favoritnya di sayap kiri.
Pelatih Lazio, Delio Rossi, melakukan serangkaian perubahan dan tampil tanpa trio penyerang terbaiknya, Mauro Zarate, Goran Pandev, dan Tommaso Rocchi.
Pasukan Ferrara langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal. Iaquinta memberikan jawaban dengan menceploskan bola umpan Claudio Marchisio ke dalam gawang Juan Carrizo pada menit ketiga.
Pemain pelapis Lazio, Libor Kozak, nyaris menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian, namun bola cungkilannya jauh melampaui mistar gawang Gianluigi Buffon.
Tak mau kalah, Del Piero beraksi. Saat injury time babak pertama, tendangan salto sang kapten menyamping tipis dari tiang gawang Lazio.
Tuan rumah tetap tak tertandingi pada paruh kedua pertandingan. Nedved hampir menuntaskan pertandingan terakhirnya dengan gol. Sayang, tendangan volinya tidak tepat sasaran.
Keunggulan Juve digandakan Iaquinta pada menit ke-59. David Rozehnal gagal menyapubersih umpan Del Piero. Bola dicuri Nedved dan diberikan kepada Iaquinta, yang untuk kali kedua menaklukkan Carrizo.
Nedved dan Del Piero terus memberikan ancaman ke gawang lawan, tapi tak ada gol tambahan yang tercipta. Saat Nedved keluar lapangan untuk digantikan Tiago, segenap tifosi Bianconeri memberikannya tepuk tangan sambil berdiri. Semua rekan setim memberikan pelukan hangat kepadanya.
Susunan pemain:
Juventus Buffon; Zebina, Legrottaglie, Chiellini, Salihamidzic; Camoranesi, Zanetti / Amauri (54'), Marchisio, Nedved / Tiago (83'); Iaquinta / Giovinco (71'), Del Piero.
Lazio Carrizo; Lichtsteiner, Siviglia / Tuia (77'), Rozehnal, De Silvestri; Brocchi, Dabo / Meghni (63'), Ledesma, Foggia; Kozak, Del Nero / Mendicino (51').
goal.com
TRANSLATE
01 Juni 2009
Juventus vs Lazio 2-0
31 Mei 2009
29 Mei 2009
Diego milik Juve
Juventus resmi mendapatkan gelandang Diego Ribas da Cunha dari Werder Bremen. Diego terikat kontrak hingga 30 Juni 2014.
Kesepakatan tercapai setelah Juventus menyanggupi membayar 24,5 juta poundsterling atau Rp 400 miliar kepada Bremen. Pembayaran akan dilakukan dalam tiga tahap. Sebelum 1 Juli, "I Banconeri" akan menyerahkan 14 juta poundsterling atau sekitar Rp 229 miliar. Pembayaran berikutnya sebesar 5,5 juta poundsterling atau Rp 90 miliar pada musim depan. Sisanya senilai 5 juta poundsterling atau Rp 80 miliar dibayar pada Juli 2011. Nilai ini masih bisa bertambah 2,5 juta poundsterling atau Rp 42 miliar jika performa Diego memuaskan.
Direktur Juventus, Jean-Claude Blanc, mengaku puas bisa menyelesaikan proses transfer Diego ini. Menurutnya, energi dan keterampilan Diego akan membawa "La Vecchia Signora" kepada prestasi lebih baik.
"Kami selalu katakan bahwa target kami adalah memadukan pemain muda dan juara dan Diego adalah sintesis identitas tersebut," kata Blanc. "Saya yakin bahwa kontribusinya akan penting dalam membantu Juventus tumbuh dan melangkah lebih jauh ke depan."
Sementara itu, Diego sendiri juga optimistis dengan pilihannya pindah ke Turin. Bersama Juve, Diego yakin bisa meraih sukses. "Aku gembira dan bangga atas kesempatan bermain untuk klub yang prestisius. Aku sudah mengimpikannya sejak kecil," ungkapnya.
"Ini adalah momen yang tepat dalam karierku untuk membuat ini langkah yang penting. Aku yakin Juventus mampu melakukan hal besar," sambungnya.
Diego diharapkan bisa mengangkat Juventus seperti ia mengangkat Bremen. Selama tiga musim di Bremen, Diego mencetak 38 gol dalam 84 penampilan. Ia juga berhasil mengantar Bremen ke final Piala UEFA musim ini. (CH4)
26 Mei 2009
Ferrara: Del Piero Permudah Jalan Juve

Pelatih Juventus, Ciro Ferrara, gembira sebab timnya telah mengamankan tiket langsung ke Liga Champions seusai menaklukkan Siena dengan 3-0. Ia merasa kemenangan itu bukan berasal dari dirinya, tetapi berkat semangat dan tanggung jawab para pemain.
“Ini hari yang indah, tapi di atas semua itu saya senang dengan reaksi dan performa skuat,” kata Ferrara yang baru bertugas sebagai pelatih Juve awal pekan ini.
Dalam pertandingan itu, Ferrara sangat dibantu oleh permainan gemilang kapten Alessandro Del Piero. Del Piero tidak hanya mencetak dua gol di pertandingan tersebut, tetapi juga memberikan satu assist bagi gol Claudio Marchisio. Del Piero bahkan bisa mencetak hattrick jika tendangan bebasnya di babak kedua tak tertahan oleh kiper lawan.
“Saya harus memainkannya karena dia perlu membuat saya lebih santai di bangku cadangan," ujar Ferrara sambil bercanda. "Dia memiliki sejumlah peluang mengakhiri pertandingan dan seharusnya mencetak gol. Dia mencetak gol ketiga dengan baik, tapi dia perlu membantu kami semua agar membuatnya lebih mudah."
Keputusan Ferrara memasukkan Del Piero sejak menit awal tersebut memang cukup mengagetkan sebab kapten tim itu sempat mengalami cedera pada saat latihan. Sebelumnya, Del Piero beberapa kali tak dimainkan oleh pelatih sebelumnya, Claudio Ranieri. Pada akhirnya, keputusan Ferrara itu tepat karena Del Piero menjadi pahlawan kemenangan timnya.
“Saya tidak di sini pada laga sebelumnya, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang diminta dari pemain. Yang saya tahu, saya minta kerja keras dari Del Piero baik menyerang maupun membantu pertahanan," tambah Ferrara seperti dikutip Channel4.
Atas sukses ini, Ferrara menolak sebutan bahwa dirinya menjadi penyelamat tim untuk perebutan posisi tiga besar. Ia yakin, tanpa dirinya pun para pemain akan berjuang keras seperti yang sudah ditunjukkan di Stadion Franchi.
“Bahkan jika bukan saya yang berada di bangku pelatih, para pemain merasakan tanggung jawab dan menyadari secara tepat perjudian di sini. Kami harus mendapat akses langsung ke kualifikasi Liga Champions dan mungkin hal lain lebih dari itu," tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Juventus tidak hanya mengakhiri paceklik kemenangan dalam delapan pertandingan terakhirnya, tetapi juga memastikan satu tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Langkah Juve ini terbantu oleh kekalahan AC Milan dari AS Roma dan hasil seri Fiorentina lawan Lecce. Milan dan Fiorentina masih akan bersaing memperebutkan satu tiket langsung ke fase grup Liga Champions pada duel terakhir Serie A, pekan depan. (CH4)
Pemain Serie A Dominasi Daftar Nominasi Peraih Golden Foot Award

Beberapa pemain Serie A Italia masuk dalam daftar nominasi Golden Foot Award tahun ini, menurut laporan tuttomercatoweb.
Penghargaan prestisius itu diberikan kepada pemain yang banyak menunjukkan performa bagus dan memberikan kontribusi untuk timnya.
Faktor kepribadian dan kontribusi kepada masyarakat juga menjadi pertimbangan penilaian, ditambah masukan dari pakar sepakbola dunia. Penghargaan ini hanya akan diberikan kepada pemain yang berusia minimal 29 tahun.
Pemain Serie A mendominasi daftar ini, merujuk pada enam dari sepuluh pemain yang ada dalam daftar bermain di negeri Pizza. Mereka antara lain Gianluigi Buffon (Juventus), Luis Figo (Inter), Ronaldinho (Milan), Francesco Totti (Roma), David Trezeguet (Juventus) dan David Beckham (Milan).
Ada pun empat pemain lain merupakan perwakilan dari dua kompetisi terbaik lainnya, yakni Liga Primer Inggris yang diwakili Steven Gerrard (Liverpool) dan Ryan Giggs (Manchester United) dan La Liga Primera Spanyol oleh Thierry Henry (Barcelona) dan Raul Gonzalez (Real Madrid).
Penghargaan ini digagas sejak tahun 2003 dan pemain yang terpilih meraih award ini akan membubuhkan jejak kakinya di trotoar juara yang ada di Monaco. Enam orang yang sudah meninggalkan jejak kaki di sana antara lain Roberto Carlos (2008), Alessandro Del Piero (2007), Ronaldo (2006), Andriy Shevchenko (2005), Pavel Nedved (2004) dan Roberto Baggio (2003).
goal.com
Ranieri Diganti, Del Piero Unjuk Gigi

Turin - Performa Alessandro Del Piero mandeg belakangan ini. Tapi dia baru saja membuktikan kalau dirinya cuma tersendat karena Claudio Ranieri.
Berulang kali Del Piero dikesampingkan Ranieri dalam beberapa partai terakhir Juventus. Tak pelak dipecatnya sang allenatore yang digantikan Ciro Ferrara bak jadi berkah buat sang kapten.
Del Piero pun hadir lagi di starting XI dan langsung unjuk gigi. Menghadapi Siena, Minggu (24/5/2009), Del Piero bikin sepasang gol plus sebuah assist dalam kemenangan 3-0 untuk Juve.
Dengan penampilan apik tersebut, Del Piero seperti ingin memberi pesan khusus kepada Ranieri. Jika saja Tinkerman setia dengannya, mungkin saja nasibnya takkan seperti sekarang.
"Saya pikir Ranieri memiliki cara untuk melihat sesuatu, yang mana hanya dia yang bisa memahaminya," ceplos Del Piero di Channel 4, Senin (25/2009).
Del Piero memang tampak tak menutupi rasa heran terhadap keputusan Ranieri yang sudah mengabaikannya. Namun, pemain berusia 34 tahun itu juga tak mau menyalahkan si mantan allenatore.
"Saya selalu berusaha sekuat tenaga. Saya senang sudah bisa bikin dua gol di debut Ferrara, tapi jangan lupa saya sudah bikin 19 gol dengan Ranieri. Ferrara memberi saya kepercayaan diri dan terus menjaga hal itu sepanjang laga."
"Harus diakui bahwa saat tengah berjaya kami semua hebat, tapi dalam waktu-waktu sulit Ranieri tak bisa disalahkan sendirian. Semua pemain yang diturunkan, seperti diri saya sendiri hari ini, harus memberikan yang terbaik. Hal sama terjadi dengan (Nedved) dan Mauro (Camoranesi)," demikian Del Piero.
detik.com





