
Menurut La Gazzetta dello Sport, Sissoko mengalami cedera metatarsal pada kaki kirinya.
Cedera tersebut didapat Sissoko kala membela Juventus saat melawan Torino dalam lanjutan Serie A Italia pekan ini.
"Mohamed Sissoko mengalami trauma pada kaki kirinya yang disebabkan oleh keretakan metatarsal," demikian pernyataan pihak Juventus.
Karena kondisi itu, Sissoko kemungkinan akan absen hingga dua bulan ke depan. Bukan tidak mungkin laga Juventus kontra Torino menjadi laga terakhirnya di musim ini.
Kepastian masa istirahat Sissoko akan dibeberkan setelah dia menjalani pemeriksaan lebih lanjut pekan ini.
TRANSLATE
10 Maret 2009
Sissoko Cidera
08 Maret 2009
Torino vs Juventus 0-1

Gol sundulan Giorgio Chiellini pada pengujung pertandingan cukup memberikan Juventus tiga poin pada derby Turin.
Juventus membutuhkan tiga poin untuk menjaga jarak dengan Inter Milan, yang sukses membukukan angka penuh di kandang Genoa pada pertandingan yang berjalan beberapa jam sebelumnya.
Misi tersebut sukses dijalankan Giorgio Chiellini yang memberikan gol kemenangan Bianconeri atas rival sekota, Torino, sembilan menit sebelum bubaran.
Gol tercipta ketika pemain veteran Pavel Nedved melepaskan tendangan bebas dari sayap kiri yang disambut dengan sundulan oleh Chiellini untuk menaklukkan Matteo Sereni.
Claudio Ranieri tidak memainkan tim terbaiknya karena menjaga kekuatan menjelang pertandingan laga kedua Liga Champions melawan Chelsea pertengahan pekan depan. Nedved, Alessandro del Piero, dan David Trezeguet disimpan di bangku cadangan.
Babak pertama berlangsung menarik. Simone Barone melepaskan sundulan hasil umpan silang Marco Pisano untuk membuat Gianluigi Buffon berjibaku menyelamatkan gawangnya. Sebelumnya, tendangan keras Barone juga mampu dimentahkan Buffon.
Sereni tak mau kalah beraksi. Sundulan terukur Vincenzo Iaquinta diselamatkannya dengan gerak refleks pada menit ke-26.
Tak banyak peluang bersih yang tercipta hingga setelah jeda. Menit ke-73, Sereni kembali beraksi dengan mematahkan peluang Juve melalui sundulan Olof Mellberg. Bola muntah disambar Hasan Salihamidzic, tapi hebatnya Sereni masih mampu menepis bola keluar lapangan.
Setelah terjadinya gol Chiellini, Juve tak menemui masalah berarti dalam mempertahankan keunggulan. Kedudukan tidak berubah dan Juve tetap menjaga selisih tujuh poin dari Inter. Sementara itu, Torino berkutat di posisi ke-16 dengan kemungkinan kembali ke zona degaradasi, Minggu (8/3) ini.
Susunan pemain:
Torino Sereni; Dellafiore, Natali, Colombo, Pisano; Corini / Saumel (74'), Dzemaili, Baron / Gasbarroni (70'), Abate; Rosina / Ventola (50'), Stellone.
Juventus Buffon; Chiellini, Mellberg, Molinaro, Zebina / Ariaudo (59'); Marchisio, Poulsen / Sissoko (83'), Giovinco / Nedved (68'), Salihamidzic; Amauri, Iaquinta.
07 Maret 2009
Juventus siapkan £6 juta untuk dapatkan Deco

Rumor hengkangnya Deco (foto) dari Chelsea sebetulnya sudah berhembus sejak Luiz Felipe Scolari dipecat The Blues. Ditambah gelandang asal Portugal ini sering dihantam cedera, sehingga beberapa kali absen memperkuat klub berbasis di kota London tersebut.
Laman Tribal Football menyebutkan, keberadaan Deco di Chelsea semakin di ujung tanduk dengan datangnya Guus Hiddink yang menggantikan Scolari. Deco dikabarkan tidak masuk ke dalam skema permainan yang diinginkan arsitek asal Belanda tersebut.
Melihat kondisi itu, manajemen Juventus langsung tanggap. Pelatih Claudio Ranieri segera meminta petinggi klub segera mengajukan pinangan terhadap pemain berusia 31 tahun ini. Petinggi klub pun menyiapkan uang £6 juta untuk menggaet Deco.
Kebetulan Si Nyonya Besar sedang mencari pemain untuk menggantikan Nedved yang pensiun pada musim panas nanti. Juventus melihat Deco merupakan sosok yang tepat buat menempati pos yang ditinggalkan Nedved.
Mourinho pantas jadi pengacara Moggi

Mantan Manajer Umum Juventus Luciano Moggi ikut menyoroti Inter Milan dan pelatihnya, Jose Mourinho, yang baru-baru ini mengeluarkan komentar pedas, di mana salah satunya menyinggung Juve.
Moggi yang merupakan sosok figur skandal Calciopoli memang tak lagi berperan dalam dunia sepakbola. Tapi dia masih setia mengikuti perkembangannya.
Maka saat Mourinho mengeluarkan pernyataan pedas tentang klub-klub yang jadi rival Inter di Seri A, Moggi pun gatal ingin ikut berkomentar. Dia mencibir "kepintaran" Mourinho bicara.
"Mourinho bisa jadi pengacara saya. Tak ada orang lain yang sudah begitu memberikan perubahan di wajah sepakbola Italia seperti dirinya," sindir Moggi di Telecapri yang diwartakan Goal.
Dalam pernyataan Mourinho, salah satu yang dia katakan adalah Juve banyak memenangi partai berkat kesalahan perwasitan. Moggi melihat hal ini sebagai pintar-pintarnya Mourinho bicara saja, karena toh Inter juga sudah banyak diuntungkan wasit.
"Bahkan tim seperti Inter, yang secara objektif banyak difavoritkan para wasit, masih bisa menemukan cara mengeluh," cetus Moggi.
Del piero terfavorit versi stiker

Hal itu berdasarkan hasil poling yang dilakukan sebuah perusahaan stiker yang berbasis di Modena, Panini, sejak Desember lalu. Perusahaan tersebut selama ini dikenal sebagai produsen stiker bergambar bintang olahraga, termasuk pesepakbola.
Dalam poling selama dua bulan ini berdasarkan produk Seri A Italia musim kompetisi 2008-2009 serta diikuti 200 ribu orang, Del Piero (foto) menempati posisi teratas dengan jumlah suara 9.916, mengungguli Gianluigi Buffon, Zlatan Ibrahimovic, Ezequiel Lavezzi dan Kaka.
Poling ini pun memilih 11 pesepakbola di Italia untuk membuat komposisi pemain ideal dalam formula 3-4-3. Juventus menempati posisi teratas karena memasukkan empat pemain.
Berikut daftar susunan pemain hasil polling: Buffon (Juventus); Maicon (Inter), Chiellini (Juventus), Gamberini (Fiorentina); Kaka (Milan), Hamsik (Napoli), Cristiano Doni (Atalanta), Nedved (Juventus); Lavezzi (Napoli), Ibrahimovic (Inter), Del Piero (Juventus).
Buffon sayangkan komentar Mourinho
Mourinho mengklaim Juventus lebih banyak diuntungkan dan diberi kesempatan mendekati Inter oleh bantuan wasit.
"Komentarnya tidak membuat saya tertawa. Saya selalu menghormatinya sebagai seorang individu dan communicator, tapi saya yakin ada batasan yang harusnya dia tahu dengan baik," ujar Buffon kepada La Stampa.
Dia, sambung kiper utama Juventus itu, harusnya tidak melewati batas itu. Batasan pertama adalah tidak membawa sepakbola pada level untuk dibicarakan di bar-bar lokal kemudian membuatnya konyol.
"Lihat saja apa yang sudah terjadi, jika seorang director ingin memprotes mengenai sesuatu, maka dia memang harus melakukannya, tapi ketika seorang pelatih atau pemain melakukannya, hal itu cukup mengganggu saya."
"Dia minim sekali rasa hormat. Meskipun terkait kasus Mourinho, saya tak tahu apakah ini memang minimnya penghargaan kepada tim lain atau hanya mengesampingkan realita."
goal.com
05 Maret 2009
Derby della Mole

Ada 13 tangga klasemen memisahkan Juventus dengan Torino. Tetapi perbedaan kekuatan di atas kertas tidak mengurangi panasnya persaingan ketika keduanya beradu pekan ini.
Meski barangkali tak seakbar Derby della Madonnina di kota Milan, 103 tahun sudah rivalitas Juventus dan Torino menyala-nyala. Sejak keduanya bertarung untuk kali pertama pada tahun 1906, dua klub yang memiliki karakter dan sejarah berbeda itu telah melewati ratusan partai bertajuk Derby della Mole.
Sebelum keduanya bentrok di pekan ke-27 Liga Italia, Minggu (8/3/2009) dinihari WIB, Torino dan Juventus telah bersua sebanyak 223 kali. Artinya, partai di Olimpico Turin nanti bakal jadi edisi ke-224.
Pertemuan Torino kontra Juventus nanti sekali lagi akan mempertentangkan dua kutub yang bertolak belakang 180 derajat. Juventus yang kaya dan bergelimang piala melawan Torino yang kering prestasi tetapi lebih mengakar di kota Turin.
Para pendukung Juventus biasa meneriaki tifosi lawan dengan kata 'inferior' dan 'kecil'. Di lain kubu, para fans Il Toro bakal menyoraki pendukung kubu seberang dengan kata 'curang'.
Meski akan bertindak sebagai tim tamu, Juventus jelas lebih diunggulkan. Bukan karena sejarah memihak mereka yang telah memenangi 88 edisi Derby della Mole, tetapi juga atas pertimbangan kondisi aktual saat ini.
Juventus berada di jalur penantang scudetto dengan kukuh bertengger di posisi dua. Sementara Torino megap-megap berupaya keluar dari jeratan degradasi. Il Grande Torino saat ini berada di posisi 16, hanya berselisih satu angka dari zona maut.
Tetapi bisa dipastikan perbedaan kasta keduanya akan hilang begitu 22 pemain bertarung memperebutkan bola di lapangan hijau. Gengsi dan kehormatan dalam laga derby bisa menihilkan semua keunggulan teknis.
Bukti itu tersaji di derby edisi pertama musim ini. Oktober tahun lalu, Torino yang bertindak sebagai tamu 'hanya' kalah 0-1 berkat gol tunggal Carvalho Amauri di babak kedua.
Torino sendiri juga sedang berada di grafik yang cukup baik dengan tidak terkalahkan di tujuh pertandingan Seri A terakhir. Meski hanya dihiasi satu kemenangan, catatan skuad Walter Novellino itu perlu dijadikan perhatian khusus.
Tekad untuk memetik hasil maksimal dari tangan tetangganya yang lebih kuat dilontarkan oleh gelandang Torino, Ignazio Abate. Tujuannya, apalagi demi bertahannya Granata di level teratas sepakbola Italia.
"Ini adalah duel yang sangat penting bagi para fans dan juga kami," tegas Abate di Goal. "Kami harus menyelamatkan diri kami sendiri. Untuk melakukannya, kami perlu poin; dimulai melawan Juventus!"
Dengan kompleksnya faktor yang melingkupi Derby della Mole ini, maka ukuran teknis tidak bisa lagi jadi ukuran sahih tunggal untuk memprediksi siapa yang akan keluar jadi pemenang dalam partai ini.
Ujian Milan
Sementara itu pada hari Minggu (8/3) malam, AC Milan yang tengah guncang akan menjamu Atalanta di San Siro. Kemenangan menjadi kewajiban agar pasukan Carlo Ancelotti itu bisa menyelamatkan peluangnya di Seri A musim ini.
Milan memang sedang hancur-hancuran pekan ini. Tersingkir dari Piala UEFA plus menderita kekalahan dari tangan Sampdoria membuat kecaman kepada Ancelotti dan pemain-pemainnya kian deras.
Atalanta memang 'cuma' tim peringkat sembilan. Tetapi Cristiano Doni cs punya peluang untuk menjadikan Milan sebagai korban ketiga di kalangan klub besar setelah sebelumnya Gli Orobici memangsa Inter Milan dan AS Roma.

Langkah tiga wakil Italia di babak 16 besar Liga Champions cukup berat. Namun, Marcello Lippi punya penilaian sendiri. Menurutnya, tiga tim Serie A cukup berkompeten untuk bisa lolos ke babak perempatfinal.
Pelatih Timnas Italia tersebut berpikir persaingan di Liga Champions antara klub Italia dan Inggris tersebut, juga dipengaruhi oleh persaingan di tim nasional. Namun, Lippi masih yakin dengan peluang Inter, Juve dan Roma.
Inter akan bertandang ke Old Trafford dengan membawa modal 0-0 di leg pertama melawan Manchester United. Juve meladeni kekuatan baru Chelsea di bawah kepemimpinan Guus Hiddink, dengan membawa kekalahan 0-1 di leg pertama. Terakhir, Roma wajib menang atas Arsenal di Olimpico setelah kalah 0-1 di Emirates Stadium.
"Ini hanya mempertahankan Inter, Juve, dan Roma di Liga Champions. Jika tiga tim tersebut bisa menunjukan 100 persen teknik, psikologi dan potensial pemain, saya pikir mereka lebih baik dari tim Inggris. Melihat hasil di leg pertama, peluang masih sangat terbuka," jelas Lippi seperti dilansir Goal, kamis (5/3/2009).
Hanya Inter yang mengantongi hasil imbang. Sementara, dua tim lainnya bermodal kekalahan menghadapi leg kedua nanti. Lippi sangat berharap Juve dan Roma bisa membalikan keadaan di hadapan publik sendiri pada leg kedua nanti.
Juventus Frustrasi Kejar Sneijder

Berita ketertarikan Juventus terhadap playmaker Real Madrid Wesley Sneijder sudah tersebar luas. Tapi, adakah yang tahu kalau kini Bianconerri tengah frustrasi mendapatkan tanda tangan pemain asal Belanda itu?
Ya, Juve memang sudah mengincar Sneijder sejak lama, bahkan jauh hari sebelum mantan pemain Ajax Amsterdam itu memutuskan bergabung dengan El Real di Santiago Bernabeu.
Belakangan, kembali beredar gonjang-ganjing bahwa Juve kembali mengajukan ketertarikan. Mereka berharap bisa mendatangkan Sneijder guna menggantikan gelandang veteran Pavel Nedved yang akan pensiun akhir musim nanti.
Seperti dilansir Tuttosport, Kamis (5/3/2009), Juve belum juga mendapatkan sinyal positif dari sang pemain dan klub yang menaunginya, yakni Madrid. Kubu La Vecchia Signora pun putus asa.
Jawaban satu-satunya yang keluar dari mulut para petinggi Los Blancos adalah bahwa tim asuhan pelatih Claudio Ranieri harus bersabar jika masih menginginkan Sneijder. Mereka baru mau membahas segalanya tepat setelah pemilihan presiden baru Madrid digelar pada Juni mendatang.
Ranieri: Wasit Kejam kepada Juventus

Pelatih Juventus Claudio Ranieri menilai sikap wasit terlalu kejam kepada timnya saat duel lawan Lazio pada leg pertama babak semifinal Coppa Italia, Rabu (4/3) dini hari WIB.
Juventus, yang tengah menghadapi tudingan dari Inter Milan karena sering mendapat anugerah dari kesalahan wasit, menyerah 1-2 di kandang Lazio. Banjir kartu kuning mengalir dan lima pemain "I Bianconeri" mendapatkan kartu tersebut. Juve juga dikecewakan oleh keputusan wasit yang menganulir gol Vincenzo Iaquinta karena wasit menilai striker tersebut berdiri offside.
Ranieri menilai keputusan wasit itu bisa berlebihan. Namun, ia memahami tugas berat wasit tersebut, apalagi masalah kesalahan wasit sedang menjadi isu panas di media massa. Salah satu masalah yang hangat dipergunjingkan adalah penalti kontroversial kepada Mario Balotelli pada laga Inter Milan versus AS Roma.
"Saya tidak terkejut (dengan sikap wasit itu). Namun, saya kira, keputusan itu terlalu berlebihan. Tidak apa-apa, yang penting kami maju terus," jelas Ranieri seraya menambahkan bahwa wasit terlalu banyak memberikan kartu kuning kepada pemainnya.
Selain itu, Ranieri juga mengaku mempermasalahkan jadwal Coppa Italia. Menurutnya, jeda 50 hari antara leg pertama dan kedua terlalu jauh. "Saya kira tidak tepat jika leg pertama digelar saat ini karena itu membuat kami harus menunggu 50 hari untuk leg kedua. Jarak itu terlalu lama. Kami menghadapi jadwal berat sekarang. Namun, kami akan mencoba melaluinya," tandasnya.
Walau kalah, dengan satu gol tandang, peluang Juve lolos ke final masih terbuka. Tentu saja, Juve harus mampu mengatasi Lazio pada pertemuan kedua di Turin pada 22 April mendatang.