
Playmaker Juventus Diego telah mengawali karirnya di Juventus dengan kemegahan setelah menyandang status sebagai salah satu pemain mahal yang diboyong pada transfer musim panas kemarin.
Kini, pemain asal Brasil ini berambisi ingin memberikan skuad asal Turin itu seabrek gelar juara.
Dalam wawancaranya kepada majalah Don Balon, Diego mengaku tak pernah menyangka kalau kedatangannya di Juventus ini menjadi magnet besar.
"Kini saya berharap, semua dari kita bisa bersatu, baik itu pemain maupun para fans untuk bisa meraih hal-hal penting."
"Terus terang saya mempunyai antusiasme yang begitu besar dan kepercayaan yang tinggi. Saya ingin memainkan peranan penting juga di Liga Champions nanti."
"Saya juga sangat ambisius karena saya tak hanya ingin bermain saja di pentas kejuaraan ataupun Coppa Italia saja. Tetapi saya mempunyai cita-cita untuk mendapatkan prestasi yang paling penting lewat seragam ini."
goal.com
TRANSLATE
08 September 2009
Diego Ingin Beri Juventus Seabrek Gelar Juara
Di Canio: Diego Lebih Hebat Dari Kaka

Paolo Di Canio, salah satu legenda Lazio, memuji Diego Ribas dan menyebutnya jauh lebih baik dari Ricardo Kaka.
"Dia satu-satunya real trequartista dalam sepakbola modern. Dia contoh yang harus diikuti banyak pemain," ujar Di Canio.
"Cara dia bergerak sangat sempurna, sangat sulit untuk menjatuhkannya," lanjut mantan pemain West Ham dan Celtic itu.
Di Canio juga mengatakan teknik Diego sangat unik. Pemain seperti Wesley Sneijder, Goran Pandev, dan Dejan Stankovic, mungkin cukup bagus, tapi ketiganya harus beradaptasi bermain di posisi yang saat ini ditempati Diego.
"Kaka butuh ruang dan tidak bisa bergerak melintas garis seperti Diego lakukan," puji Di Canio.
Di Canio merasa aneh Carlos Dunga tidak memanggilnya ke timnas Brasil. Dia juga menyebut Diego sebagai pemain yang pantas mendapatkan Ballon d'Or.
"Mungkin Leo Messi lebih baik darinya. Pemain Argentina itu bergerak seperti pemain PlayStation," kata Di Canio.
Mengomentari hasil belanja Juve, Di Canio mengatakan Felipe Melo sebagai pemain yang pantas dibeli. Melo, kata Di Canio, memang tidak seperti Xabi Alonso tapi pemain seperti dia relatif telah hilang.
"Cara dia bertahan dan membangun serangan sangat penting bagi tim. Dia hanya perlu mengontrol diri. Bermain bersama Tiago Mendes juga membuat Melo lebih percaya diri," Di Canio mengakhiri.
goal.com
Hormati Juve, Trezeguet Tolak Milan

Musim ini menjadi akhir dari sepuluh tahun karir David Trezeguet bersama Juventus.
Penyerang asal Prancis ini akan meninggalkan Juventus begitu musim berakhir. Kepindahan bahkan bisa terjadi lebih dini karena beberapa penawaran sempat dipertimbangkan pada bursa transfer lalu.
Menurut agen Antonio Caliendo, AC Milan nyaris mendapatkan kliennya, meski demi menghormati klubnya saat ini, Trez memilih bertahan hingga semusim lagi.
"Trezeguet nyaris pindah ke Milan," ujar sang agen kepada Tuttomercatoweb.
"Dia tak mau melakukan tindakan yang berlawanan dengan keinginan klubnya, Juventus, dan tidak pula mengecewakan para fans."
"Apakah dia hengkang Januari ini? Kita tak pernah tahu, tapi aku rasa dia akan bertahan di Juve hingga akhir musim lagi-lagi sebagai tanda hormat kepada klub dan para suporter."
"Dia akan menunggu hingga klub menemukan pengganti sepadan dan baru membuat keputusan."
goal.com
Rossi Dibidik Untuk Gantikan Trezeguet
Masa depan striker veteran David Trezeguet di Juventus masih belum pasti. Rumor menyebutkan ia akan kembali bergabung dengan bekas klubnya Monaco.
Meski masih belum ada kepastian apakah Trezeguet akan kembali ke Monaco, namun Juve sudah berancang-ancang merekrut striker baru.
Juve dikabarkan mengincar Giuseppe Rossi. Mantan striker Manchester United yang kini bermain di Villarreal ini diproyeksikan menggantikan Trezeguet.
Juve sesungguhnya pernah memasukkan Trezeguet sebagai bagian dari kesepakatan transfer Rossi, awal tahun ini. Namun, rencana itu batal.
Kini, Villarreal tak menghendaki pertukaran pemain dan mematok harga €25 juta untuk Rossi.
Selain Rossi, Juve juga mengincar striker Napoli Ezequiel Lavezzi dan Goran Pandev yang masih membela Lazio.
goal.com
Ubah Komposisi Tim, Lippi Akan Turunkan Grosso & Marchisio

Komposisi skuad Italia untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2010 menghadapi Bulgaria dipastikan akan berbeda dari laga sebelumnya.
Pelatih Marcello Lippi menegaskan jika akan menurunkan pemain starter yang tidak sama dari sebelumnya. Fabio Grosso dan Claudio Marchisio adalah mereka yang akan mendapat kesempatan bermain.
"Grosso dipastikan bisa bermain, itu pasti," tegasnya dikutip Novantesimo.it.
"Sementara untuk Marchisio, saya rasa dia siap," lanjutnya lagi.
Seringnya Lippi merombak skuadnya memunculkan indikasi jika dia sedang melakukan eksperimen untuk menemukan komposisi terbaik timnya, yang oleh sebagian pihak diklaim belum ditemukan.
goal.com
06 September 2009
Dua Gol Bunuh Diri Kaladze Menangkan Italia
Tbilisi - Italia berhasil menekuk Georgia 2-0 di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010. Namun sepasang gol Azzurri di laga itu merupakan 'pemberian' Kakha Kaladze yang melakukan dua kali bunuh diri.
span class="fullpost">
Dalam laga yang digelar di Lokomotiv Stadium, Minggu (6/9/09) pagi WIB itu Italia yang mengandalkan permainan melebar dari dua winger Mauro Camoranesi dan Marco Marchionni bermain tidak begitu menggigit.
Terlepas dari hal itu, raihan tiga angka ini memantapkan posisi Italia di puncak klasemen Grup 8 Kualifikasi Piala Dunia dengan poin 17.
Jalannya pertandingan
Menghadapi Georgia yang di atas kertas bukan lawan sebanding, Italia mencoba mengambil inisiatif sejak awal. Fabio Cannavaro dan kawan-kawan mendominasi awal laga dan mengurung tuan rumah di daerah pertahanannya sendiri.
Namun duet Andrea Pirlo dan Angelo Palombo di pusat permainan Azzurri kurang luwes dalam mengembangkan permainan. Alhasil bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah.
Italia mendapat peluang di menit 14 melalui tandukan Camoranessi di depan gawang tuan rumah. Namun bola hasil sundulan gelandang Juventus itu masih belum menemui sasaran.
Tujuh menit kemudian Giorgio Chiellini hampir membuat tim tamu unggul jika saja tandukannya tidak melebar. Meski mendominasi permainan Italia tampak kesulitan melakukan tusukan langsung ke jantung pertahanan Georgia yang dikoordinir oleh Kaladze.
Sedangkan tuan rumah yang lebih banyak menumpuk pemainnya di belakang cenderung mengandalkan serangan balik. Di menit 32 Amiran Sanaia melepaskan tembakan jarak jauh namun masih dapat diamankan oleh Gianluigi Buffon. Skor imbang tanpa gol ini bertahan sampai berakhirnya babak pertama.
Keadaan tidak berubah banyak di awal babak kedua. Georgia yang sebelumnya bermain lugas mulai sedikit berani menahan bola lama.
Berulang kali serangannya dimentahkan Italia berhasil unggul di menit 56 melalui gol bunuh diri Kaladze. Pemain asal AC Milan itu salah mengantisipasi bola jauh dari Palombo dan malah tanpa sengaja menyundul bola ke gawangnya sendiri.
Mimpi buruk Kaladze rupanya belum berakhir. Ia kembali mengoyak jala timnya sendiri di menit 67.
JIka di gol pertama Kaladze melakukan keteledoran dengan kepala, kali ini ia menggunakan kakinya. Pemain berusia 31 tahun itu hendak membuang umpan silang yang masuk ke kotak penalti Georgia namun bola sepakan kaki kanannya malah melintir tajam ke gawangnya sendiri.
Unggul 2-0, Italia tampak sedikit mengendurkan tekanan. Pirlo yang merupakan pengatur serangan tim tamu lebih banyak membagi bola ke sisi lapangan daripada langsung mengirim umpan ke depan.
Fabio Quagliarella hampir menambah angka di menit 90 ketika tandukan jarak dekatnya membentur mistar gawang dan sempat menyentuh tubuh badan Bediashvili.
Hasil 2-0 untuk keunggulan Italia bertahan sampai wasit Marcin Borski meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Susunan pemain :
Georgia: Bediashvili, Khizanishvili, Kaladze, Sanaia, Lobzhanidze, Kobiasvili, Khmaladze, Kenia, Razamadze (Tskitshvili '73), Ananidze, Dvalishivili
Italia: Buffon, Cannvaro, Zambrotta, Chiellini, Criscito, Marchionni, Pirlo, Camoranesi (Santon '73), Palombo (D'Agostino '62), Iaquinta, Rossi (Quagliarella'59)
detiksport
Legrottaglie: Saya di Juve Saja, Mourinho

Turin - Nicola Legrottaglie disarankan pindah klub oleh Jose Mourinho, saat membalas ucapan Fabio Cannavaro. Tapi yang bersangkutan tak tertarik pada saran itu dan akan bertahan bersama Juventus.
Dalam satu pekan terakhir Cannavaro dan Mourinho terlibat perang kata-kata. Permasalahan bermula ketika pemain asal Juve tersebut menganjurkan Davide Santon dan Mario Balotelli untuk hengkang dari Inter terkait ketatnya kompetisi di skuad utama Nerrazuri .
Mourinho langsung melakukan serangan balik dengan mengatakan bahwa Legrottaglie, pemain yang terancam hanya duduk di bench saja karena kedatangan Cannavaro, seharusnya pergi saja dari Juve agar peluangnya bergabung bersama tim nasional Italia tetap terbuka.
Kisah berlanjut, komentar Mourinho itu mendapat tanggapan dari negatif dari Legrottaglie. Pemain berusia 32 tahun itu mengatakan bahwa dirinya sangat menikmati berada di Juve meski tidak banyak merumput.
"Saya menghormati pendapat Mourinho, namun saya senang di Turin. Cukup membahagiakan rasanya di Juve, meski saya tidak selalu bermain," tuturnya di Football Italia .
Menurut Legrottaglie ia hanya memerlukan kurang lebih 20 partai saja untuk membuktikan bahwa dirinya layak untuk diangkut ke Afrika Selatan tahun depan.
"Anda tidak harus terlibat di setiap laga untuk diikutkan pada Piala Dunia, 20 laga saja sudah cukup kompetitif," timpalnya.
detiksport
02 September 2009
Ferrara Puas Dengan Transfer Juve
Sebagaimana kebanyakan klub lain, Juventus ikut memaksimalkan masa belanja pemain tahap pertama musim 2009/10. Lima pemain didatangkan dengan nilai investasi lebih dari 50 juta euro.
Dengan pemain yang ada saat ini, pelatih Juventus Ciro Ferrara optimis skuadnya cukup mumpuni untuk bisa meraih hasil manis.
"Sebuah aktifitas transfer yang luar biasa. Semua pemain yang saya minta datang dan saya mendapati diri saya berada di dalam skuad yang kompetitif," tandas Ferrara kepada Tuttosport.
"Saya sangat bangga juga puas karena bukan menjadi hal yang biasa bagi seorang pelatih memulai seperti saya dengan tim yang ada seperti ini. Kami bukannya berimprovisasi selama jendela transfer. Ada proyek nyata dari awal dan kami mengikutinya dengan tepat."
Dengan kondisi yang ada ini, Ferrara sadar jika tanggung jawab yang diembannya menjadi cukup besar.
"Saya tahu dengan tanggung jawab dan target dari tim ini. Sekarang kami harus mulai memetik kemenangan," paparnya.
Juve-Fiorentina Tak Jauh Beda

Juventus menunjukkan performa bagus di awal musim ini. Dua kemenangan juga sudah dipetik Bianconeri dalam dua laga mereka.
Sementara Fiorentina tidak demikian. La Viola masih kesulitan menemukan performa terbaiknya sejauh ini, meski tetap dipertimbangkan akan kembali membuat kejutan di akhir musim.
Meski menunjukkan grafik penampilan yang jauh berbeda, Marco Marchionni menilai kualitas yang dimiliki kedua tim nyaris sama.
"Saya tak melihat banyak perbedaan antara kami dan Juventus," ujar mantan gelandang Juve yang kini membela Fiorenina itu.
"Fiorentina dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan performa yang bagus dan membuktikan bisa bersaing dengan tim mana pun," lanjutnya kepada sportmediaset.it.
"Kami harus berhati-hati dengan Genoa, Napoli dan Lazio, yang bermain sangat bagus."
goal.com
Buffon Gembira Ranieri Ke Roma

Kiper Juventus Gianluigi Buffon menyambut gembira kepindahan pelatih Claudio Ranieri ke bangku cadangan AS Roma. Pernyataan Buffon ini melanjutkan kabar yang menyebut Ranieri menjadi pengganti Luciano Spalletti yang telah menyampaikan pengunduran dirinya sebagai pelatih Giallorossi.
"Saya bahagia dengan kembalinya dia ke bangku cadangan," kata Buffon seperti dikutip situs Sportal.
Ranieri pernah didepak oleh Juventus pada musim lalu gara-gara dalam dua bulan meraih hasil tanpa kemenangan sehingga membuat klub berjuluk Bianconeri itu tersingkir dari perburuan mengincar gelar juara.
Buffon pada saat itu termasuk yang cukup lantang menyuarakan rasa tidak senangnya dengan hasil minim yang dialami Juventus semasa di era Ranieri.
Sebagai seorang pelatih, Ranieri ini sudah cukup memiliki segudang pengalaman melatih klub elit. Selain Juventus, dia pernah juga mengarsiteki Fiorentina, Valencia, Chelsea, dan Parma.
Ranieri bakal menjadi pengganti Spalletti menyusul dua kekalahan beruntun yang dialami AS Roma pada pertandingan kompetisi Serie A Italia musim ini.
goal.com