TRANSLATE

15 April 2009

Buffon : Tekuk Inter,perkokoh posisi 2


Turin - Juventus akan menjamu Inter Milan akhir pekan ini. 'Nerazzuri' boleh jadi nyaris pasti juara, tapi 'Bianconeri' tetap ingin menang untuk menyemen posisi di peringkat dua.

Turin akan jadi tempat perhelatan duel tim yang mengisi dua posisi teratas Seri A itu. Dengan tujuh laga sisa, Juve menguntit Inter yang memuncaki klasemen dengan sepuluh poin.

Juve sendiri sempat melaju dengan baik dan jadi ancaman serius buat si juara bertahan Inter. Namun, Gianluigi Buffon cs diganggu konsistensi sehingga tak kuasa meneruskan ancaman.

"Kami di Juve terbenam ke lumpur dan terjebak. Inter layak mendapat apapun yang sedang mereka miliki saat ini," kata Buffon dalam acara Chiambretti Night yang dikutip Channel 4.

Buffon menyadari kalau ketidakmaksimalan Juve belakangan banyak disebabkan problem di lini belakang. Tetapi si kiper enggan disalahkan sendirian.

"Saya mengakui kami menjadi goyah di belakang, hal-hal berubah. Tapi saat Anda kebobolan banyak gol, kesalahan harus dibagi-bagi," kilah dia.

Menghadapi partai penting lawan Inter, kendati pun menang Juve niscaya tetap sulit menyalip. Buffon sendiri realistis dengan mematok posisi runner-up.

"Kami tetap ingin menang Sabtu nanti untuk memberikan kebahagiaan buat fans. Untuk menempati posisi dua dengan rentang empat atau lima poin dari tim teratas lebih baik ketimbang tertinggal 10 atau 12 poin," tandas dia.


Baca Selengkapnya......

Spaletti ke Juve?

Luciano Spalletti dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk menduduki kursi pelatih Juventus bila Ranieri tidak dipercaya lagi menangani Si Nyonya Besar pada kompetisi Seri A Italia musim panas mendatang.

Sportmediaset.it mengklaim jajaran direksi Juventus merasa tidak puas dengan kinerja Ranieri yang sepertinya bakal sulit mewujudkan target menjadi juara Seri A musim ini. Arsitek AS Roma itu dikabarkan masuk dalam daftar bursa pelatih Juventus musim depan.

Kekecewaan jajaran direksi ini disebabkan mereka sudah haus gelar juara yang sudah lama tak dirasakan klub kota Turin ini. Satu-satunya harapan juara di Coppa Italia pun masih menjadi tanda tanya, karena Juventus dikalahkan Lazio 1-2 di leg pertama semi-final.

Presiden klub Giovanni Cobolli Gigli bersama Alessio Secco dan Jean-Claude Blanc sebelumnya juga sempata mengatakan ingin didatangkan untuk memperkokoh kekuatan Juventus dengan pelatih yang mampu membawa tim ini menjadi juara.

Baca Selengkapnya......

12 April 2009

Del piero : Juve masih punya peluang


Alessandro Del Piero mengakui bila permainan Juventus melawan Genoa buruk. Akibatnya, langkah Si Nyonya Besar untuk mendekati Inter pun semakin berat, karena mereka kini tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen sementara tersebut dengan Seri A menyisakan tujuh laga lagi.


Kendati demikian, Pinturicchio masih merasa yakin Juventus mampu merebut gelar juara musim ini. Ketertinggalan 10 poin dari Inter tidak menandakan Juventus telah lempar handuk dalam perburuan gelar.

“Kami sangat sedih setelah tersingkir dari Liga Champions, dan mungkin itu yang mempengaruhi penampilan kami di beberapa pertandingan terakhir. Tapi kami tak mau menjadikan ini sebagai alasan,” ujar Del Piero dalam acara Rete 4 bertajuk 'Controcampo'.

“Kami mempunyai kesempatan melakukan yang terbaik, dan kami pantas mendapat kredit dari hasil yang kami peroleh. Sekarang situasi menjadi sulit, tapi kami sama sekali belum menyerah.”

“Memang memalukan kami menelan kekalahan, namun hasil imbang pun saya anggap percuma saja. Kami harus mencoba lebih keras lagi, dan lebih menyerang ketika menghadapi Inter Sabtu nanti.”


Baca Selengkapnya......

Genoa vs Juventus 3-2

Seperti yang pernah terjadi sebelumnya, ketika Inter Milan kehilangan poin, Juventus gagal memanfaatkan kesempatan dan malah tersungkur 3-2 di kandang Genoa.


Tuan rumah tampil menekan sejak awal pertandingan. Peluang pertama tercipta pada menit ketujuh ketika Giandomenico Mesto memberikan umpan silang kepada lulusan akademi Juve, Raffaele Palladino. Eksekusi Palladino menaklukkan Gianluigi Buffon, tapi Nicola Legrottaglie masih mampu menyapu bola.

Vincenzo Iaquinta sempat mencetak gol, tapi dianulir wasit karena sang striker dianggap sudah berada dalam posisi off-side. Semenit kemudian, aksi Alessandro del Piero memaksa Ivan Juric berjibaku membuang bola keluar lapangan.

Setengah jam pertandingan, pendukung tuan rumah bersorak gembira. Giringan Mesto dari sayap kanan dihentikan pemain belakang Juventus, tapi bola lepas ke arah Thiago Motta. Tanpa berpikir dua kali, gelandang asal Brasil itu melepaskan tendangan keras mendatar yang tak sanggup dihalau Buffon.

Sebelum jeda, wasit memberi hadiah penalti yang dapat dipertanyakan. Del Piero beraksi di dalam kotak dan dihentikan oleh gasakan Matteo Ferrari yang terlihat bersih, tapi wasit punya pandangan lain. Eksekusi diambil sendiri oleh sang kapten dan gol.

Namun, saat injury time menginjak menit ketiga, Motta mengembalikan keunggulan tuan rumah. Tendangan penjuru Juric sukses disundul masuk Motta.

Grifoni tetap mengendalikan pertandingan sepanjang babak kedua. Juve tak mau kalah dan memperoleh peluang ketika Pavel Nedved melepas tendangan yang harus diselamatkan Giuseppe Biava dari garis gawang.

Pada menit ke-65, Mauro Camoranesi melakukan pelanggaran kasar terhadap Giuseppe Sculli. Tanpa ampun, wasit memberinya kartu merah. Juve tetap tidak gentar, Del Piero menciptakan peluang menyamakan kedudukan saat menerima umpan panjang dari Giorgio Chiellini. Setelah melewati Salvatore Bocchetti, aksi Del Piero dihentikan Rubinho yang sudah bergerak menutup ruang tembak sang kapten.

Enam menit pertandingan tersisa, Juve sukses menyamakan kedudukan. Bola liar di antara Nedved dan tiga pemain Genoa mampir ke kaki Iaquinta, yang tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menaklukkan Rubinho.

Kedudukan tak bertahan lama, Genoa kembali sukses mengembalikan keunggulan. Pemain pengganti Marco Rossi lolos dari jebakan off-side dan dengan leluasa memberi umpan mudah kepada Palladino untuk menciptakan gol kemenangan.

Kali ini keunggulan tuan rumah berakhir hingga peluit panjang. Grifoni sukses mempertahankan posisi di tempat keempat, sedangkan Bianconeri kini tertinggal sepuluh poin dari Inter di puncak klasemen Serie A.

Susunan pemain:
Genoa Rubinho; Biava, Ferrari, Bocchetti; Juric, Motta, Mesto / Rossi (42'), Criscito; Palladino, Jankovic / Olivera (80'), Sculli / Papastathopoulos (80').
Juventus Buffon; Zebina / Grygera (74'), Legrottaglie / Marchionni (74'), Chiellini, Molinaro; Marchisio, Poulsen, Nedved, Camoranesi; Iaquinta, Del Piero.



Baca Selengkapnya......

11 April 2009

Ranieri : Del piero seorang teladan


Dalam persiapan menghadapi Genoa akhir pekan ini, Juventus mendapat berita kurang sedap, terutama seputar pertengkaran antara Pavel Nedved dan kapten Alessandro Del Piero, dan juga antara sang kapten dengan pelatih Claudio Ranieri.

Tetapi, Ranieri tetap memuji Del Piero, dan seakan memberikan tanda tak adanya perselisihan di antara mereka.

"Del Piero adalah pemain hebat, dan fantastis untuk memilikinya di klub ini," tegas Ranieri dalam suatu wawancara dengan Sky.

Ranieri melanjutkan, "Saya telah berkata sebelumnya, dan saya akan mengatakan lagi, determinasinya tak dapat dikalahkan. Gayanya berlatih adalah contoh bagi setiap orang di klub ini, dan kami sangat bersyukur memilikinya bersama kami."

Untuk tetap membuka peluang menjadi Scudetto, kemenangan adalah segalanya saat Bianconeri bertandang ke Luigi Ferraris untuk menantang Genoa, Sabtu (11/4) malam waktu setempat.

Baca Selengkapnya......

Zoff: Ini bukan Juve 5 tahun yang lalu


Turin - Dino Zoff pernah jadi pemain penting Juventus. Dia bahkan memulai karir kepelatihan di sana. Tak heran kalau Zoff punya kedekatan dengan 'Si Nyonya Tua' yang dia nilai beda dengan lima tahun lalu.

Semasa aktif bermain dulu, Zoff dikenal sebagai benteng pertahanan terakhir nan tangguh. Namanya berkibar bersama Juve dan timnas Italia.

Saat ini, Juve yang membesarkan namanya relatif dapat memberikan persaingan buat Inter Milan si juara bertahan Seri A, kendati ada sejumlah keterpelesetan, seperti ketika diimbangi Chievo pekan lalu.

"Juve tak melaju dengan buruk. Mereka keliru melangkah (lawan Chievo) tapi saya yakin mereka masih pede terus berburu gelar juara. Mereka akan ke Genoa untuk mendapat hasil," tegas Zoff kepada surat kabar Il Secolo XIX yang dikutip Goal.

Menganalisa lebih jauh kekuatan yang dimiliki 'Bianconeri' saat ini, Zoff melihat Juve yang beda seperti pada masa jayanya di awal-awal tahun 2000 saat menjuarai Seri A 2001-02 dan 2002-03.

"Berapa bagus Juve yang ini? Mereka bagus dalam tiap aspek kendati pun para pemainnya tak lagi sama seperti delapan tahun lalu atau bahkan lima tahun lalu."

"Akan tetapi saya pikir ini adalah tahun yang penting, mereka nyaris siap bikin lompatan dalam hal kualitas. Dan mereka juga punya para pemain muda yang tampil bagus seperti (Sebastian) Giovinco. Saya juga pikir mereka akan dapat bala bantun dari bursa transfer (musim panas)," papar Zoff.

Menyoal laga Juve lawan Genoa yang sedang berusaha mengamankan posisi untuk Liga Champions musim depan, Zoff mengindikasikan kalau duel akan berlangsung sengit karena Genoa bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata.

"Mereka menjalani musim yang bagus. (Pelatih Giampiero) Gasperini bikin mereka bermain sangat bagus. Genoa enak dilihat, mereka banyak menang dan bersenang-senang," demikian Zoff.

Baca Selengkapnya......

Giovinco ingin dampingi Del piero lebih lama

Pemain muda Juventus berusia 22 tahun ini menjalani musim yang cukup cemerlang bersama Juventus tahun ini.

Semua ini tak terlepas dari bimbingan pemain senior Il Bianconeri, termasuk di antaranya Alessandro Del Piero. Giovinco pun berharap bisa terus bermain bersama kapten Juventus itu sebanyak mungkin.

"Untuk siapapun yang mengatakan kami tak bisa tampil bersama, saya tak setuju dengan anggapan tersebut," ungkap Giovinco kepada Juventus Channel.

"Saya sangat yakin kami bisa main bersama. Malah saya merasa kami bermain jauh lebih baik terutama karena kami turun bersama."

"Ini adalah tahun pertama kami bermain bersama, tapi kami tak bisa tampil bersama untuk untuk semua laga. Saya mendapat perasaan bagus tiap kali bermain dengannya, seperti halnya ketika saya bermain bersama [Pavel] Nedved."

"Jika Nedved memutuskan untuk bermain di tengah, maka kami bisa bermain bersama," tegas Giovinco.

Baca Selengkapnya......

Juve putus kontrak Andrade


Turin - Jorge Andrade kini berstatus free agent. Tak kunjung pulih dari cedera dan terancam tak bisa lagi mengikuti kompetisi profesional, Juventus memilih memutuskan kontrak pesepakbola asal Portugal itu.

Andrade dibeli Juventus dari Deportivo La Coruna pada tahun 2007 lalu. Namun hingga akhirnya diputus kontrak pada Rabu (8/4/2009) kemarin, dia tercatat cuma empat kali merumput bersama Bianconeri.

Bek tengah yang tahun ini menginjak usia 30 tahun itu mengalami cedera parah saat menghadapi AS Roma di 23 September 2007. Mengalami patah pada salah satu tulang lututnya, Andrade akhirnya absen membela Juventus di sepanjang musim itu.

Pada awal musim 2008, mantan pemain FC Porto itu mendapat kemalangan lain saat kembali dihantam cedera yang sama. Kondisi yang memaksanya kembali absen di sepanjang musim tersebut. Setelah permintaan memutus kontrak sang pemain pada Lega Calcio disetujui, Si Nyonya Tua pun memutuskan mengakhiri kebersamaan mereka.

“Juventus dan Andrade telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri hubungan profesional antara keduanya. Karena itulah sang pemain akan dibebaskan dan bisa mencari klub lain. Juventus berharap yang terbaik untuk karirnya dan juga untuk ajang internasional," demikian pernyataan Juventus di situs resminya.

Rencana memutus kontrak Andrade sudah dikeluarkan Juventus sejak tahun lalu. Saat itu mereka menyebut kalau pemilik 50 caps untuk timnas Portugal itu tak akan bisa lagi berkompetisi secara profesional.

Baca Selengkapnya......

08 April 2009

POJOK JUVE : TOP 10


inilah daftar-daftar peraih scudetto di liga italia

10. Napoli
The first name that comes to mind when Napoli and honours share the same sentence is Diego Maradona. During his reign, he led the Partenopei to their first Scudetto in 1987, and their second in 1990. The Neapolitans also won the UEFA Cup in 1989 and in 1987 picked up one of their three Coppa Italias.

9. Fiorentina
Tuscany’s top team won the first of their two Scudetti in 1956, led by the one and only Miguel Montuori, and their second in 1969. Other honours include six Coppa Italias, one Supercoppa and the first European Cup Winners Cup in 1961, in which they beat Scottish giants Rangers 4-1 on aggregate.

8. Lazio
Lazio’s first Scudetto arrived in 1974 – when they were led by the incomparable striker Giorgio Chinaglia. Their second followed in 2000 with top players like Roberto Mancini and Alessandro Nesta, coached by Sven Goran Eriksson. They were also the last club to win the Cup Winners Cup in 1999.

7. Roma
The Giallorossi have won just three Serie A titles – 1942, 1983 and 2001. However, they have won a record nine Coppa Italias and two Supercoppas. They also won the UEFA Cup, in its previous guise, beating Birmingham 4-2 on aggregate in 1961.

6. Bologna
Bologna have won no less than seven Scudetti, with their most successful era coming in the late 1930’s – when they lifted the title four times between 1936 and 1941. Their final win was in 1964 when they beat Inter 2-0 in a ‘spareggio’ – play-off. Other major trophies include two Coppa Italias.

5. Torino
Winning the first of their seven titles in 1928, il Grande Torino went on to win five in a row between 1943 and 1949. Sadly that illustrious team, led by the great Valentino Mazzola, was wiped out in an air disaster in 1949. Their final title was won in 1976 when coached by Gigi Radice.

4. Genoa
The Grifone won the first three Championships between 1898 and 1900. They then lifted another hat-trick of successive Scudetti, starting in 1902, before their last two wins arrived in 1923 and 1924. Since then they have endured a yo-yo relationship with Serie A and won just one Coppa Italia – in 1937.

3. Inter
The Beneamata have lifted the Serie A title 16 times, while on the international front they won the European Cup twice in succession in 1964 and 1965. That team, called il Grande Inter, featured legends like Luis Suarez, Mario Corso, Sandro Mazzola and the late, great, Giancinto Facchetti – skipper of the side.

2. Milan
Over the last five years the Rossoneri have won every top trophy available under Coach Carlo Ancelotti, except for the UEFA Cup. With 17 Scudetti wins behind them they have also lifted the European Cup seven times – a record for an Italian club. The 1990 win was unique in that Italy won all three European trophies that year, as Sampdoria lifted the Cup Winners Cup while Juventus took the UEFA Cup.

1. Juventus
The Bianconeri have won a record 27 Scudetti, their first in 1905 and their last in 2003. International honours include two European Cups, sadly the first in 1985, was overshadowed by the Heysel Stadium disaster. However, the last win in 1996 saw La Vecchia Signora triumph on penalties, with the magnificent Angelo Peruzzi stopping two spot-kicks.
Words: Dave Taylor



Baca Selengkapnya......

New Stadium: Final Phase Of Demolition Begins



Only the skeleton of the old Stadio Delle Alpi remains. On Friday 3rd April, in fact, the demolition of the cover of the ceiling of the structure began with the dismantling of the “sails” followed by the loosening of the steel support cables, the preparatory works, the dismantling and finally the segmenting of the cover.

The next step is the demolition of the two wafts which will take place in the coming weeks. In May the construction site will be cleared from all the materials left by the demolition and finally in June, as per schedule, the construction works on the new stadium will commence.

In the past weeks, as a farewell to the old stadium all the team was involved in a photo session which we are publishing entirely in a photo gallery on JuventusMember.com. For more details on the demolition works please read the press release in the Media section.

Juventus.com

Baca Selengkapnya......