
Usai menyelesaikan dua musim bersama Juventus dengan menjadi deputi Gianluigi Buffon, kiper Udinese Emanuele Belardi (foto) berharap dapat membantu klub lamanya saat menjamu Inter Milan.
Dalam wawancara kepada Sky, Belardi memaparkan nostalgia saat masih berada di Juve dan membandingkan Buffon dengan kiper Inter Julio Cesar, yang dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia.
"Aku tak bisa melupakan masa dua setengah tahun di Juventus. Sangat indah. Kini aku berharap bisa membantu fans Juve," cetus Belardi.
"Aku punya sedikit masalah, di lutut dan jariku, tapi sekarang aku harap bisa bermain di atas lapangan melawan Inter."
Belardi memang harus unjuk kemampuan ketika kiper utama Samir Handanovic tengah dirundung cedera.
"Memilih bermain untuk Juventus adalah pilihan yang berani karena sedikit tim di Serie A Italia yang menginginkanku, tapi aku rasa kuta tidak bisa bilang tidak untuk klub seperti Juve," lanjutnya.
"Pada akhirnya, aku terbukti tepat karena pada musim kedua aku bermain sebulan sebagai kiper pilihan utama dan aku bangga mengenakan seragam itu."
"Aku tentu menjagokan mereka untuk merebut scucetto, tapi aku rasa hanya Inter yang bisa melepas peluangnya. Juve takkan menyerah. Bagaimanapun, mereka jagonya."
Saat ditanyakan siapa yang terbaik antara Buffon dan Julio Cesar, Belardi menjawab, "Aku rasa Julio Cesar jadi yang terbaik di dunia dalam dua tahun ini, tapi Buffon sudah menjadi yang terbaik selama lebih dari sepuluh tahun, jadi butuh lebih banyak tahun untuk mencapai level seperti itu."
TRANSLATE
03 April 2009
Julio Cesar belum selevel Buffon
Sagna tak ingin tinggalkan Arsenal
Sebelumnya diberitakan, Juventus sedang mempersiapkan tawaran untuk memboyong Bacary Sagna ke Italia pada akhir musim untuk memperkuat lini belakang mereka.
Sagna berkembang menjadi salah satu bek terbaik Eropa setelah bergabung dengan tim asuhan Arsene Wenger itu dari Auxerre pada 2007.
Namun, bek Prancis itu menolak untuk pindah ke Turin karena ia menikmati suasana di Emirates.
"Saya berada dalam kontrak bersama Arsenal hingga 2014. Saya mencintai klub ini, saya berhubungan baik dengan seluruh tim dan saya senang," kata Sagna di situs Sky Sports.
Tetapi Sagna mengakui, "Juve adalah tim besar, namun jika Arsenal memutuskan untuk menjual saya, itu hal lain. Tetapi saya senang di sini dan sepengetahuan saya, saya berada dalam rencana manajer untuk waktu yang lama."
Juventus pemimpin dunia
Jean-Claude Blanc ingin menegaskan kebijakan transfer klubnya yang memilih untuk tidak menghamburkan banyak uang demi menjaga stabilitas keuangan, dan juga memastikan keamanan posisi pelatih Claudio Ranieri.
"Juventus harus kompetitif di olahraga, tapi juga seimbang di keuangan pada waktu yang sama. Kapasitas untuk investasi dengan cara yang seimbang adalah jaminan terbaik untuk masa depan. Saya setuju dengan penekanan (Michel) Platini dalam pengeluaran di sepakbola," kata Blanc seperti dikutip Guerin Sportivo.
Blanc yakin, "Juventus bukan hanya sekedar sepakbola atau Italia. Juventus adalah sesuatu yang spesial, suatu klub yang menjadi pemimpin di dunia."
Meskipun prestasi La Vecchia Signora sempat naik turun musim ini, Blanc yakin pelatih Claudio Ranieri dapat membawa klubnya maju.
"Ranieri adalah seorang profesional yang hebat, seorang dengan nilai yang cocok untuk menjadi bagian dari proyek ini. Ranieri telah melakukan hal-hal hebat dalam dua tahun terakhir dan ia tak diragukan lagi," tegas Blanc.
02 April 2009
Juventus Inginkan Sagna

TURIN - Juventus kembali merilis satu nama yang bakal direkrutnya musim depan. Pemain itu tidak lain adalah wing bek kanan Arsenal Bakari Sagna.
Niatan itu rupanya mengacu kepada kebutuhan tim. Seperti diketahui, musim ini lini kanan pertahanan Juve merupakan titik paling rentan ditembus para penyerang serta gelandang lawan.
Znedek Grygera yang biasanya mengisi pos tersebut, performanya masih turun naik dan yang pastinya belum bisa dijadikan andalan. Sementara pemain lain, yakni Jonathan Zebina masih sibuk dengan proses pemulihan cedera.
Sebagaimana disitat La Stampa, Kamis (2/4/2009) ketertarikan klub asuhan pelatih Claudio Ranieri itu kepada Sagna, rupanya sudah mencapai tahap yang cukup serius. Pasalnya, pihak ?Si Nyonya Tua' mengaku telah menyiapkan sejumlah dana.
Kubu The Gunners pastinya tidak akan mau melepas mantan pemain Auxerre itu secara cuma-cuma. Diyakini, dana sebesar 13 juta euro terlebih dahulu harus diberikan oleh Juve kepada Arsenal sebagai kompensasi kepindahan.
Ibra: Kembalikan Dua Gelar Juventus

MILAN - Ternyata penyerang Inter Milan Zlatan Ibrahimovic 'bukanlah kacang yang lupa kulitnya'. Diam-diam dia rupanya memberi dukungan kepada mantan klubnya Juventus yang menginginkan dua gelar Scudetto-nya kembali.
Tanpa ragu-ragu, Ibra mengakui kalau gelar tersebut adalah sah milik Juve. Namun, poin yang paling ditekankan adalah bahwa dirinya juga punya andil besar dalam kesuksan itu.
"Scudetto Juventus? Mereka harus mengembalikannya" tutur pemain asal Swedia tersebut sebagaimana disitat GQ, Kamis (2/4/2009).
Kini Ibra berada di sisi yang berseberangan dengan Juve dan malah mendapatkan keuntungan dari pencopotan gelar itu. Tapi, dia sendiri mengaku tidak tertarik membicarakannya karena merasa juga punya hak atas prestasi skuad Delle Alpi.
"Saya tidak peduli dengan Calciopoli. Inter memang mendapatkan limpahan dan saya adalah bagian dari mereka saat ini. Namun di Juve, saya juga punya, karena telah berupanya melakukan yang terbaik," ungkapnya lagi.
Irlandia vs Italia 1-1

Italia cuma bermain imbang 1-1 saat menjamu Republik Irlandia. Unggul sejak awal laga meski bermain dengan 10 orang, gawang Gli Azzurri dibobol Robbie Keane jelang berakhirnya pertandingan.
Meski cuma dapat tambahan satu poin, posisi Italia di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2010 Grup 8 Zona Eropa belum tergeser. Andrea Pirlo cs punya 14 angka hasil empat kami menang dan dua hasil imbang.
Kondisi serupa terjadi buat Republik Irlandia. Hasil imbang yang menghindarkan mereka dari kekalahan pertamanya itu mempertahankan Robbie Keane cs di posisi dua klasemen dengan total poin didapat berjumlah 12.
Jalannya pertandingan
Bermain di depan pendukungnya sendiri, Italia malah mendapat bencana dini saat wasit mengkartu merah Giampaolo Pazzini saat pertandingan baru berjalan empat menit. Striker Sampdoria itu dianggap melakukan pelanggaran saat melakukan perebutan bola dengan John O'Shea.
Meski bermain dengan 10 orang, Italia justru mampu menjebol jala tamunya di menit 10. Diawali umpan cantik Andrea Pirlo Fabio Grosso, sang wingback kemudian mengirim umpan mendatar ke tengah kotak penalti dari sisi kiri pertahanan Republik Irlandia. Sontekan Vicenzo Iaquinta dari muka gawang memberi Azzurri keungulan 1-0.
Kekurangan satu pemain, Italia tak mampu menampilkan performa terbaiknya dan lebih banyak dalam posisi tertekan meski serangan lawan tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Gianluigi Buffon. Justru kesempatan utuk mencetak gol kedua datang di menit 33.
Kembali diawali kerjasama Pirlo dengan Grosso yang lolos dari jebakan offside, sepakan Iaquinta usai menerima umpan umpan Grosso bisa ditepis dengan baik oleh Shay Given. Italia masih berpeluang memperlebar keunggulan karena bola justru jatuh ke kaki Pepe di tiang jauh, namun upaya rebound Pepe dari sudut sempit cuma membentur sisi luar jala.
Peluang terakhir Irlandia di paruh pertama datang melalui Stephen Hunt saat tendangan setengah volinya ditepis dengan sangat baik oleh Buffon.
Dengan hanya diperkuat 10 pemain, Italia lebih banyak bertahan di babak kedua. Anak asuh Marcello Lippi beberapa kali terlihat jelas men-delay pertandingan saat akan membangun serangan.
Kondisi tersebut bukannya tidak coba dimanfaatkan oleh Republik Irlandia karena mereka terus berupaya membangun serangan. Namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat Kevin Doyle dkk tak kunjung bisa menjebol jala Buffon.
Enam menit sebelum bubaran, justru Italia punya peluang matang menambah jumlah golnya. Setelah memenangi perebutan bola di sisi kanan, Iaquinta mengirim umpan mendatar ke kotak penalti lawan. Malang buat Dossena yang terlambat menjatuhkan diri sehingga kakinya tak sampai menjangkau bola yang melintas tepat di depannya.
Setelah tendangan Kilbane dari luar kotak penalti ditepis dengan gemilang oleh Buffon. Tim tamu akhirnya menyamakan keududkan di menit 87.
Diawali tendangan bebas dari daerahnya sendiri yang diambil Given, bola yang sempat membentur kepala Folan jatuh tepat di depan Keane yang sambil menjatuhkan diri sukses mengarahkan bola ke dalam gawang.
Di menit-menit tersisa, Italia mendapat tekanan kuat dari tamunya yang seakan tak puas dengan hasil imbang. Namun sampai akhirnya peluit panjang dibunyikan wasit, kedudukan masih bertahan di angka 1-1.
Susunan Pemain
Italia: Gianluigi Buffon, Gianluca Zambrotta, Fabio Cannavaro, Giorgio Chiellini, Fabio Grosso, Matteo Brighi, Daniele De Rossi, Andrea Pirlo, Simone Pepe, Giampaolo Pazzini, Vincenzo Iaquinta
Republik Irlandia: Shay Given, Paul McShane, Richard Dunne, John O'Shea, Kevin Kilbane, Aiden McGeady, Glenn Whelan, Keith Andrews, Stephen Hunt, Kevin Doyle, Robbie Keane
01 April 2009
Quagliarella rela tinggalkan Udinese demi Juventus

UDINE - Udinese tampaknya harus waspada. Bomber andalan Fabio Quagliarella, terang-terangan menyebut jika dirinya bersedia meninggalkan Stadio Friuli apabila Juventus benar-benar meminangnya suatu saat nanti.
Seperti diketahui, klub besutan Claudio Ranieri kabarnya memang tengah mengincar striker 26 tahun tersebut. Beberapa waktu lalu, direktur olahraga Bianconerri disinyalir telah mengatur pertemuan dengan perwakilan Udinese, Pietro Leonardi guna membicarakan peluang kepindahan Quagliarella ke Olimpico Turin.
Spekulasi tersebut semakin diperkuat dengan adanya isu kepindahan striker gaek Juve, David Trezeguet yang sempat bersitegang dengan Ranieri.
Meski belum ada penawaran resmi dari Si Nyonya Tua, namun Udinese tampaknya sudah harus mulai mencari pengganti Quagliarella. Pasalnya, pemain internasional Italia itu sendiri dengan terus terang mengakui tidak akan menyia-nyiakan kesempatan membela Juventus.
"Jika Juventus memanggil saya, maka saya tidak bisa mengatakan tidak," cetusnya seperti dilansir Sportmediaset, Rabu (1/4/2009).
"Saya pernah bermain di Ascoli dan Udinese, satu-satunya kostum Bianconerri (hitam-putih) yang belum pernah saya kenakan adalah milik Juve," imbuh Quagliarella.
Chelsea incar Trezeguet

TURIN - Chelsea menyatakan berencan mengajukan penawaran resmi kepada Juventus untuk meminang striker David Trezeguet. Namun, The Old Lady mengabaikan keinginan The Blues mendapatkan Trezeguet.
Rumor kepindahan Trezeguet bukan kali pertama menghiasi halaman surat kabar di Eropa. Sebelumnya, Olympique Lyon juga menyatakan ingin memiliki mantan pemain AS Monaco tersebut.
Bila Lyon hanya sekadar wacana, berbeda dengan Chelsea. Klub yang dinahkodai Guus Hiddink itu kabarnya akan mengajukan penawaran resmi sebesar delapan juta poundsterling untuk Trezeguet. Chelsea memanfaatkan momentum retaknya hubungan antara Trezeguet dan Claudio Ranieri.
Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli menyatakan tidak sadar kalau Chelsea tertarik dengan Trezeguet. Ketika ditanya peluang Chelsea meminang Trezeguet, kepada Calcio Mercato, Rabu (1/4/2009), Gigli menyatakan, "Saya tidak tahu soal itu."
Gigli juga mengatakan mantan target Manchester City Gianluigi Buffon akan menjadi bagian dari sejarah klub.
"Saya merestui ketika Juventus meminangnya. Dan saya berharap ia akan terus bersama kami sampai akhir musim dan setelah itu juga. Juve memiliki kontrak dengan Buffon, yang telah membawa, membawa dan akan membawa banyak prestasi," pungkas Gigli.
Del Piero adalah masa depan Juventus

Presiden Giovanni Cobolli Gigli (foto) yakin sukses Juventus akan tetap bertahan dan diteruskan oleh Alessandro del Piero, baik sebagai kapten sekaligus pemain, atau menjadi figur penting di belakang meja ketika memasuki masa pensiun nanti.
Untuk alasan ini, Cobolli Gigli menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada Claudio Ranieri untuk membangun tim di sekeliling Pinturicchio.
"Ranieri membangun apa yang harus dibangun, menyusun skuad berdasarkan kapten kami," jelasnya kepada La Repubblica.
"Klub juga akan meninggalkan warisan kepada fans dalam generasi ini dan juga yang berikutnya, tim juara di seantero Italia dan Eropa."
Del Piero, 34 tahun, sudah bermain untuk Juve sejak 1993 dan sudah mengemas 184 gol dalam 425 penampilan di Serie A Italia.
Beli Ribery, Juve!

Turin - Masih mencari figur playmaker baru untuk musim depan, Juventus? Seorang punggawa Bianconeri, Claudio Marchisio, merekomendasikan satu nama yang layak diusahakan. Siapa? Franck Ribery.
Dengan semakin senjanya usia Pavel Nedved, bahkan ia sudah mengisyaratkan pensiun di akhir musim ini -- walaupun belum memutuskan final -- Juve sedang kasak-kusuk untuk mencari pemain tengah yang berkualitas tinggi.
Dari banyak playmaker ternama, Diego Ribas da Cunha adalah yang paling santer diisukan bakal digaet ke Turin. Namun sejauh ini kepindahan pemain Brasil dari klub Werder Bremen itu masih sulit dipastikan.
Dikatakan Marchisio, lini tengah Juve sudah cukup mumpuni. Akan tetapi, menambah pemain juara demi menaikkan kualitas tim, tetap saja bermanfaat termasuk untuk meningkatkan level teknis tim.
"Saya pikir Diego memang pemain yang sangat baik. Tapi kalau Anda menanyakan pada saya, tanpa ragu-ragu saya ingin kami bisa merekrut Ribery," tutur midfielder berusia 23 tahun itu seperti dilansir dari Channel4, Selasa (31/3/2009).
"Franck pemain yang luar biasa dan dia bisa membuat kami lebih kreatif kalau Pavel pensiun," sambung Marchisio.
Selain Diego, dua sosok lain yang tengah ramai disebut-sebut menjadi incaran "Si Nyonya Tua" adalah penyerang Antonio Cassano dan winger David Silva. Soal Cassano, Marchisio punya penilaian tersendiri.
"Antonio juga seorang juara dan dia terlahir kembali di Sampdoria setelah periode bermasalah di Real Madrid. Dia sudah menemukan lingkungan yang tepat dan sedang menunjukkan bakatnya yang besar. Apakah dia akan membantu Juve? Anda saja yang menilai... "