TRANSLATE

27 Januari 2009

Capello ingin scudetto Juve dikembalikan


Bianconeri kehilangan dua titel juara Serie A Italia mereka beberapa musim lalu. Dua gelar scudetto itu dicabut lantaran pihak Juventus terbukti terlibat dalam pengaturan skor.


Adapun dua gelar Juve yang dicabut itu diraih saat Fabio Capello masih menangani tim. Berpendapat Juve mendapatkan titel tersebut dengan cara yang sah dan adil, Capello pun menuntut scudetto dikembalikan ke Juve.

"Saya menangani Juve selama beberapa tahun itu dan saya memenangi scudetti secara sah di atas lapangan," ujar Capello kepada Il Giornale.

"Karena itu, saya tak terkejut bila [presiden Giovanni] Cobolli Gigli dan fans Juve meminta dua gelar itu dikembalikan," tandasnya.


Baca Selengkapnya......

Malouda ke Juve?


Juventus sudah bergerak dengan mengajukan penawaran kepada sayap Chelsea asal Prancis, Florent Malouda (foto), untuk dipinjam hingga akhir musim. Jika tercapai, Malouda bisa lebih cepat bergabung dengan klub Serie A Italia itu setelah sebelumnya dikabarkan akan direkrut akhir musim nanti.



Malouda sulit memikat kepercayaan di Chelsea sejak bergabung dari Lyon dengan transfer senilai £13,5 juta, 2007 silam. Tiga manajer sudah berganti dan tidak ada yang meyakini kemampuan sang pemain beradaptasi dengan gaya sepakbola khas Liga Primer Inggris.

Pemain berusia 28 tahun itu juga disebut-sebut menjadi target Villarreal, yang siap mengucurkan dana £9 juta.

Chelsea belum mengumumkan keputusan mereka. Tapi yang jelas, penawaran peminjaman plus opsi transfer permanen musim panas nanti dari Juventus adalah jalan keluar terbaik bagi Malouda. Sepertinya fans Chelsea pun tanpa ragu akan meminta Malouda segera memastikannya.


Baca Selengkapnya......

Trez pensiun


Setelah empat bulan cedera, kembali bermain bagus untuk Juventus bukan lagi satu-satunya hal yang mendekam dalam benak David Trezeguet (foto). Masa depan karir internasionalnya masih dalam tanda tanya setelah menyatakan keinginan kembali ke timnas Prancis kepada L'Equipe, Desember lalu.


Setidaknya, beban pikiran Trez berkurang sekarang. Kepada France Football, Trez menyatakan tak lagi memendam hasrat membela tim Ayam Jantan.

"Selama cedera, aku punya banyak waktu untuk merenung," terangnya. "Aku menganalisa empat tahun terakhir bersama [pelatih timnas Prancis Raymond] Domenech baik sebelum maupun setelah Euro."

"Aku bukan orang yang mudah melupakan sesuatu dan mengubah pikiran. FFF memutuskan tetap mempercayai Domenech. Itu keputusan yang buruk! Aku tak bisa menyatu dengan tim asuhannya."

Meski telah dibujuk asisten pelatih Les Bleus Alain Boghossian dan pelatih juara dunia Aime Jacquet, Trez hanya ingin berkonsentrasi penuh untuk Juventus.

Selama 10 tahun karir internasional, Trezeguet sudah bermain 71 kali untuk negaranya dengan mengemas 34 gol. Pemain kelahiran Rouen 31 tahun lalu ini juga menjadi anggota tim yang menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa dua tahun setelahnya.


Baca Selengkapnya......

26 Januari 2009

Essien Tampil Lawan Juventus


Jelang laga 16 besar Liga Champions melawan Juventus pada Ferbruari dan Maret mendatang, kubu Chelsea punya kabar baik. Ya, gelandang andalan mereka Michael Essien dipastikan bisa tampil.

Essien tidak pernah hadir di skuad utama The Blues sejak akhir September lalu akibat menderita cedera ligamen lutut saat membela Timnas Ghana. Namun, dia dipastikan bisa tampil pada laga kedua melawan Juventus 10 Maret 2009 mendatang.

Seperti dilaporkan AP, Senin (26/1/2009) tanda-tanda kesembuhan Essien sudah mulai nampak sejak pekan lalu. Pemain yang direkrut dari Olympique Lyon itu terlihat sudah melakukan latihan ringan di lapangan terbuka.

Arti kehadiran Essien di lini tengah The Roman Emperor memang cukup vital. Bayangkan, performa luar biasa dengan tingkat determinasi tinggi yang ditampilan pemain 26 tahun itu sampai disejajarkan dengan kinerja lima pemain sekaligus oleh pelatih Chelsea Luiz Felipe Scolari.

"Essien, dia akan segera kembali. Dia luar biasa, saya seperti kehilangan lima pemain di lini tengah saat dia absen," ungkap Felipao (panggilan Scolari-red).

Pada leg kedua nanti, Chelsea akan bertandang ke markas Bianconerri, Olimpico Turin yang mana terkenal angker buat tim-tim asal Inggris. Dengan kehadiran Essien, mungkin bisa meningkatkan rasa percaya diri Frank Lampard dkk untuk meraih hasil maksimal.


Baca Selengkapnya......

Iaquinta Pindah Ke Zenit?


Pemain timnas Italia ini jarang diturunkan oleh Claudio Ranieri. Jangankan menjadi starter, Iaquinta (foto) pun hanya sesekali turun dari bangku cadangan. Padahal ia termasuk pemain yang produktif.

Iaquinta juga termasuk salah satu pemain yang berjasa membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Saat itu, ia masih bermain di Udinese. Tapi sejak pindah ke Juve pada 2007, pemain berusia 31 tahun ini mulai jarang jadi pemain inti.

Imbasnya, Iaquinta tak lagi jadi langganan timnas dan absen di Euro 2008. Di musim ini pun nasibnya tak jauh beda dan harus setia duduk di bangku cadangan.

Hal itu membuat tekad Iaquinta untuk hengkang semakin menggunung. Menurut Sportsmediaset, Zenit sedang mengincar Iaquinta dan siap mengajukan tawaran pada Juve sebesar € 13 juta.

Gaya permainan Iaquinta yang eksplosif dianggap sesuai dengan pola permainan klub asal Rusia tersebut. Apalagi mereka membutuhkan pelapis Andrei Arshavin yang sudah lama ingin hengkang.

Baca Selengkapnya......

Buang Jaket, Alex Tak Menyesal


Turin - Ketika ditarik keluar, Alessandro Del Piero terlihat marah dengan membuang jaket yang diberikan kepadanya. Meski mengaku hal itu tidak baik, Alex toh tidak merasa menyesal.

Pertandingan Juventus melawan Fiorentina di Olimpico Turin, Minggu (25/1/2009) dinihari WIB, memasuki menit ke-77. Del Piero yang mengapteni Juve ditarik keluar untuk digantikan oleh pemain muda Sebastian Giovinco.

Tak disangka, Del Piero yang selama ini cukup kalem bisa marah juga. Pemain berusia 34 tahun itu melempar jaket yang diberikan padanya ke tanah. Meski menanggapinya dengan gurauan, Del Piero tak menyembunyikan kekesalannya.

"Saya melemparnya karena mereka memberi saya jaket yang ukurannya salah lagi," ucap Del Piero berkelakar seperti dikutip Football Italia.

"Hal-hal seperti ini bisa terjadi dan alamiah untuk bereaksi seperti itu saat Anda sedang berada dalam momen-momen yang panas," terang Del Piero, kali ini agak serius.

"Itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan, namun saya juga tidak menyesalinya. Ketika Anda sedang bersemangat dan bermain baik, tak ada seorang pun yang suka digantikan," kata penyumbang tujuh gol bagi Juve di Seri A itu.

Ketika Del Piero digantikan, Juve masih dalam keadaan memimpin 1-0 melalui gol Claudio Marchisio. Keunggulan itu akhirnya bisa dipertahankan dan Bianconeri pun berhak menduduki puncak klasemen sementara Liga Italia.

"Setelah beberapa menit, rasa marah menguap dan semuanya berakhir. Tak ada yang perlu benar-benar dipermasalahkan di sini," tandas Del Piero.

Baca Selengkapnya......

25 Januari 2009

Juventus kalahkan Fiorentina 1-0


Turin - Gol tunggal Claudio Marchisio memastikan kemenangan Juventus atas Fiorentina 1-0. Hasil itu membawa Bianconeri menggeser posisi Inter Milan di puncak klasemen.

Persaingan perebutan Scudetto kini kembali terbuka. Tiga poin yang diraih di Olimpico, Minggu (25/1/2009), membuat Juve kini menyamai poin Inter yaitu 43 poin. Skuad besutan Claudio Ranieri ini berhak memimpin klasemen Seri A karena mereka unggul dalam selisih gol.

Ranieri patut berterima kasih kepada Marchisio yang mencetak gol tunggal kemenangan bagi skuadnya. Yang tak kalah gemilang adalah penampilan kiper Gianluigi Buffon setelah dia menggagalkan beberapa peluang emas La Viola.

Meski demikian, posisi Si 'Nyonya Tua' di puncak klasemen mungkin hanya sementara. Pasalnya, Inter berpeluang mengambil kembali posisinya kembali jika mampu mengatasi Sampdoria di Giuseppe Meazza, Senin (26/1/2009) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan

Juve langsung menekan di awal pertandingan. Pada menit ke-7, sebuah usaha Marco Marchionni masih gagal setelah tendangannya melambung. Satu menit kemudian giliran Alessandro Del Piero mengancam namun sontekannya masih berada tipis di atas mistar gawang Fiorentina.

Akhirnya serangan yang dilakukan oleh Juve berbuah hasil. Pada menit ke-20 Claudio Marchisio berhasil memanfatkan umpan terobosan Allesandro Del Piero dan mampu menyelesaikannya dengan baik dengan sepakannya.

Serangan masih terus dilakukan oleh I Bianconeri. Sebuah tendangan silang Pavel Nedved dari sayap kiri masih melebar. Sedangkan pemain Juve lainnya terlambat menyambut bola tersebut.

Sementara Fiorentina mencoba mengejar ketertinggalannya. Pada menit ke-25 sebuah umpan panjang coba dikejar oleh Alberto Gilardino namun Buffon sudah keluar dari gawangnya dan menghalau bola tersebut.

Pada menit ke-32, sundulan Mario Santana tertahan mistar gawang. Sementara Buffon dapat menepis bola dan Gilardino menyambut bola lepas itu ke dalam gawang Juve. Namun hakim garis telah mengangkat bendera dan gol tersebut dianulir.

Sebelum turun minum Sebastian Frey sukses menggagalkan dua kali usaha yang dilakukan oleh Marchionni di depan gawangnya. Hasil 1-0 bagi Juventus tak berubah hingga akhir babak pertama.

Di babak kedua, Fiorentina mencoba menguasai jalannya pertandingan. Namun belum ada serangan-serangan berbahaya yang mampu mengancam gawang Buffon. Sebuah usaha Gilardino masih melambung di atas gawang.

Pada menit ke-55, La Viola melakukan serangan cepat dan sebuah sebuah tendangan keras dari sudut sempit masih dapat diblok oleh Buffon. Tekakan masih terus coba dilakukan oleh Fiorentina.

Namun, di menit ke-60 sebuah ancaman mampu dilakukan oleh Juve. Bola sodoran Marchionni berhasil diteruskan oleh Zdenek Grygera ke gawang Fiorentina beruntung Frey berada di posisi yang tepat untuk menghalau bola tersebut.

Pada menit ke-64, usaha Amauri dengan melepaskan tendangan ke gawang Fioretina masih dengan mudah ditangkap oleh Frey. Begitu juga tendangan bebas Del Piero masih dapat diamankan Frey.

Kembali Del Piero gagal memanfaatkan peluangnya setelah mendapatkan bola dari Marchioso. Pada menit ke-70 , peluang dimiliki oleh Gilardino namun sontekannya di depan gawang masih mengenai Buffon.

Di menit ke-82, mencoba melakukan aksi solo Giovinco mendekati gawang Fioretina namun Frey dapat menggagalkannya. Kini Juve semakin mendominasi pertandingan namun skor 1-0 tetap tidak berubah hingga akhir pertandingan.

Susunan Pemain:

Juventus: Buffon; Grygera, Mellberg, Legrottaglie, De Ceglie; Marchionni, Marchisio, Zanetti (Poulsen 88), Nedved; Amauri, Del Piero (Giovinco 77)

Fiorentina: Frey; Zauri, Kroldrup, Gamberini, Pasqual; Felipe Melo, Gobbi (Kuzmanovic 46), Montolivo; Santana (Bonazzoli 72), Gilardino, Jovetic

Baca Selengkapnya......

24 Januari 2009

Juve and Milan in 'top four clubs'


The IFFHS has drawn up statistically the best club sides from 1991 to 2008 with Juventus and Milan in the top four.

The International Federation of Football History and Statistics named its All-Time Club World Ranking for the past 18 years by taking into account results of national championships, cup competitions, the six continental confederations and FIFA.

Barcelona have come out on top with 757 points, followed by Manchester United on 678, but the rest of the top four is all-Italian.

Juventus come in third with 621 points, just pipping Milan on 611. Both are in front of the Real Madrid ‘Galacticos’, who have 605 points.

There are another four Italian sides in the top 20, as Inter come in sixth, with Roma in 14th, Parma – relegated to Serie B last season – in 16th position and Lazio completing the rundown.

Torino get a mention in 63rd place and Fiorentina are in 65th position. Sampdoria are 76 in the rankings, Bologna 104, Genoa 112, Palermo 119, Udinese 122, Cagliari 133, Napoli 137, Perugia 140 and Vicenza 192.

1 Barcelona (Spain, 757 points)
2 Manchester United (England, 678)
3 Juventus (Italy, 621)
4 Milan (Italy, 611)
5 Real Madrid (Spain, 605)
6 Inter (Italy, 567)
7 Bayern Munich (Germany, 563)
8 Arsenal (England, 550)
9 River Plate (Argentina, 503)
10 Chelsea (England, 442)
11 Liverpool (England, 435)
12 Porto (Portugal, 425)
13 Boca Juniors (Argentina, 420)
14 Roma (Italy, 405)
15 Ajax (Holland, 400)
16 Parma (Italy, 373)
17 Sao Paolo (Brazil, 367)
17 Valencia (Spain, 367)
19 Glasgow Rangers (Scotland, 364)
20 Lazio (Italy, 342)

Baca Selengkapnya......

Buffon Tampil Lawan Fiorentina


Kiper utama Juventus Gianluigi Buffon diperkirakan bisa diturunkan pada lanjutan Serie A melawan Fiorentina, Minggu (25/1/2009) dinihari. Kesehatan Buffon dikabarkan telah membaik setelah sempat terserang flu, sejak satu pekan lalu.

Flu yang diderita Buffon menyebabkannya urung tampil pada laga melawan Lazio, Minggu (20/1/2009) dinihari. Kiper 30 tahun itu pun diragukan turun kala Bianconerri menjamu La Viola, akhir pekan nanti. Hingga kemarin, kesehatan Buffon masih belum menunjukkan perkembangan berarti.

Namun, Goal melansir, Kamis (22/1/2009) bahwa kondisi fisik mantan pemain Parma itu telah membaik secara dramatis dalam kurun waktu 24 jam. Buffon pun kemungkinan bakal ambil bagian dalam laga perdananya setelah dibekap cedera punggung, beberapa waktu lalu.

Buffon dijadwalkan mengikuti sesi latihan hari ini. Kemajuan dan kondisi fisiknya akan dipantau secara cermat oleh staf medis Juve. Pelatih Claudio Ranieri tentunya berharap bintang internasional Italia itu mampu kembali menjadi pusat pertahanan Si Nyonya Tua.

Setelah ditahan 1-1 oleh Lazio, bisa dipastikan Juve bakal mengerahkan segenap kekuatannya demi memperkecil selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara, Internazionale Milan.

Ranieri dipastikan semakin tersenyum lebar kala mengetahui kiper keduanya, Alex Manninger juga telah pulih dari cedera ringan yang dialaminya pada pertandingan pekan lalu. Sementara, defender Olof Mellberg yang sebelumnya juga menderita flu pun dinyatakan cukup fit untuk bertanding, akhir pekan ini.

Baca Selengkapnya......

Trezeguet Siap Beraksi Kembali


Pemain yang sudah menyatakan pensiun dari timnas Prancis ini sudah lama absen karena cedera lutut. Trezgoal (foto) terakhir bermain pada akhir September 2008.


Trezeguet sudah mulai berlatih ringan sejak beberapa pekan terakhir. Ia dinyatakan sudah fit dan bisa berlatih kembali dengan tim utama seperti biasa.

Meski begitu, Trez baru bisa diturunkan pada pekan mendatang, kalau memang dibutuhkan segera oleh pelatih Claudio Ranieri. Ia tak mau terburu-buru diturunkan karena ingin mencapai kondisi seratus persen fit saat kembali bermain nanti.

"Saya merasa sangat sehat dan fit saat ini. Tapi saya masih butuh waktu beberapa hari untuk mencapai kondisi puncak sehingga siap diturunkan oleh pelatih," terangnya.

"Saya sudah bergabung dengan tim sejak minggu lalu tapi masih berlatih ringan. Saya sudah lama absen jadi perlu penyesuaian lagi. Sekarang saya sudah tak sabar untuk kembali merumput," tutupnya.



Baca Selengkapnya......