TRANSLATE

16 Desember 2008

Leg 1 : Indonesia 0 Thailand 1


Jakarta - Indonesia gagal memanfaatkan kesempatan bermain di kandang saat menjamu Thailand dalam laga semifinal Piala AFF. Pasukan 'Merah Putih' dipaksa menyerah dengan skor 0-1.



Hasil ini memperpanjang rekor buruk Indonesia jika berhadapan dengan Thailand di ajang yang dulunya bernama Piala AFF ini. Sejak pertama dihelat tahun 1996, Indonesia lebih sering menelan kekalahan atas tim Gajak Putih

Kekalahan ini jelas mempersulit peluang Indonesia lolos ke babak final. Anak asuh Benny Dollo wajib memetik kemenangan pada leg kedua yang akan digelar di Thailand pada Sabtu (20/12/2008) mendatang untuk menjaga peluang melangkah ke partai puncak.

Meski menjalani laga tandang dan harus bermain di bawah tekanan publik Senayan, Thailand tetap menunjukkan kelasnya sebagai tim tangguh Asia Tenggara. Dengan tempo cepat mereka langsung menekan pertahanan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (16/12/2008).

Upaya tersebut terbukti sangat efektif karena Thailand mampu unggul cepat saat pertandingan baru berjalan lima menit melalui tandukan Teerasil Dangda yang menerima crossing dari sisi kiri. Gol ini tak lepas dari kesalahan Markus Horison yang terlihat ragu keluar dari sarangnya, bola yang mengarah ke sudut atas tiang jauh tak kuasa dihalau kiper Persik Kediri itu.

Dalam posisi unggul, Thailand sama sekali tak mengurangi tekanannya. Di menit 11 Nova Arianto bahkan sampai membuat gol bunuh diri saat berupaya menghalau bola tendangan bebas, namun gol tersebut dianulir wasit karena dalam prosesinya terjadi pelanggaran terhadap Nova.

Dalam beberapa menit kemudian, Thailand masih menguasai penuh jalannya pertandingan. Dengan permainan yang jauh lebih taktis Thailand terlihat mudah menembus lini pertahanan Indonesia.

Beberapa peluang tambahan pun tercipta di antaranya melalui tendangan bebas Datsakorn Thonglao. Sementara peluang emas Winothai saat tinggal berhadapan dengan gawang yang kosong gagal berujung gol karena sepakannya tak sempurna mengenai bola.

Indonesia baru memiliki peluang pertama di menit 25 saat shooting Firman Utina dari dalam kotak penalti masih membentur kaki pemain bertahan Thailand dan cuma membuahkan tendangan sudut.

Setelah peluang tersebut Indonesia seperti mendapat angin. Serangan yang terorganisir mulai bisa dipergakan, meski tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Thailand. Justru gawang Markus yang nyaris kebobolan di menit 39 kalau Ismed Sofyan tidak membuang bola yang bergulir mengarah masuk ke gawang setelah Isnan Ali kalah sprint dengan pemain Thailand sementara Markus gagal menghalau saat tinggal berhadapan satu lawan satu.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap kesulitan meladeni permainan Thailand. Saat upaya membangun serangan tak kunjung membuahkan hasil karena tak terpola dengan baik dan banyaknya umpan yang salah, Thailand jutru konsisten dengan serangan rapi yang selalu membahayakan.

Kesempatan tim tamu memperbesar keunggulan kembali datang di menit 52. Tendangan bebas Thonglao dari sisi luar kotak penalti membentur mistar saat Markus tak bereaksi menghalau bola yang datang.

Sebuah kesalahan umpan dari M.Ilham di daerah pertahanan sendiri sempat membuat publik Gelora Bung Karno kembali menahan napas. Beruntung buat tuan rumah karena sepakan keras Winothai yang memanfaatkan kesalahan tersebut melenceng jauh dari sasaran.

Secara umum tak banyak perubahan terjadi di babak kedua ini. Markus malah beberapa kali harus berjibaku mengamankan gawangnya dari tendangan dari luar kotak penalti yang bergantian dilepaskan Thonglao dan Winothai.

Lima menit sebelum laga berakhir Thonglao hampir memperdaya Markus saat bola yang dicungkilnya melewati kepala kiper plontos itu dan cuma melenceng tipis dari tiang jauh gawang Indonesia.

Indonesia memberikan tekanan sengit di masa injury time. Beberapa kesempatan mencetak gol menyamakan kedudukan sempat tercipta, salah satunya lewat sepakan Budi Sudarsono yang cuma membuahkan tendangan sudut karena bola yang diarahkannya masih membentur tubuh pemain belakang Thailand.

Baca Selengkapnya......

Chiellini tetap di Juve


Performa apik Giorgio Chiellini (foto) membuat City tertarik untuk merekrutnya. Pertahanan The Citizens yang kerap mudah ditembus membuat mereka membutuhkan kehadiran bek tengah yang tangguh seperti Chiellini. Meski ada belum ada tawaran resmi dari City, Chiellini sudah menyatakan penolakan.


Pernyataan itu datang dari saudara kembarnya, Claudio. Menurut Claudio, saudaranya sama sekali tidak berniat untuk pindah klub, apalagi di luar Italia. "Giorgio sudah memperbarui kontrak pada Juli lalu. Meski saya bukan agen atau manajernya, saya tahu dia masih ingin terus bermain bersama Juve," terangnya.

"Saya pikir memikirkan kemungkinan dia akan pindah seperti sebuah fantasi. Memang kemungkinan selalu ada. Kalau klub seperti Manchester City menawarkan kontrak super besar pada akhir musim nanti, bisa saja ada peluang untuk pindah."

Mantan pemain Fiorentina menjadi andalan utama Juventus dan timnas Italia. Ia selalu menjadi pilihan utama Claudio Ranieri dan membuatnya timnya sulit ditembus. Sampai pekan ke-16 Serie A Italia musim ini, Le Vecchia Signora baru kebobolan 12 gol, paling sedikit setelah Inter Milan.

Juve berada di peringkat kedua, terpaut enam poin dari Inter. Chiellini sudah 93 kali memperkuat Juve dan mencetak tiga gol di Serie A. "Dengan kondisi Juve saat ini, saya rasa mereka tak akan menjual salah satu bek terbaik di Italia dan bahkan di dunia," ucap Claudio.

Baca Selengkapnya......

Inter dalam jangkauan Juve

Kemenangan meyakinkan Si Nyonya Tua atas Milan mengubah pandangan orang terhadap peta kekuatan papan atas Serie A Italia, Juve dipercaya sebagai satu-satunya tim yang mampu menandingi Inter.

Direktur olahraga Juventus Alessio Secco mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan Bianconeri itu, yang membuat mereka membuat jarak dengan Rossoneri sekaligus tetap menjangkau Inter.

Hal positif ini datang setelah awal musim yang buruk bagi Juventus, yang banyak dilanda cedera, namun kini telah tampil maksimal dalam beberapa pekan terakhir.

"Kemenangan atas Milan memberikan kegembiraan besar. Seperti biasa, sepakbola menyimpan kejutan yang mengagumkan," ungkap Secco kepada Radio Kiss Kiss.

"Inter berada dalam jangkauan kami, tapi kami harus tetap pragmatis. Faktanya, dua bulan lalu, kami masih berada di papan bawah klasemen," lanjut Secco.

Secco memuji peran penting pelatih Claudio Ranieri dalam menyatukan tim, dan dapat melalui masa kritis itu, dan menungkapkan, "Sejak momen itu, kami memutuskan untuk tak membuat perhitungan apapun dan memikirkan pertandingan satu demi satu."

Kini, Juventus berada sendirian di posisi kedua Serie A, unggul tiga poin dari Milan, tapi tertinggal enam poin dari Nerazzuri.

Baca Selengkapnya......

15 Desember 2008

Del piero : scudetto? Belum saatnya...

Alessandro Del Piero mencetak gol pembukaan pada pertandingan penting itu, namun legenda Turin itu menolak untuk membicarakan peluang Scudetto timnya.

"Scudetto? (Pelatih Claudio) Ranieri benar dengan tak membicarakan itu. Kami bermain baik di Serie A dan Liga Champions, kami telah melewati masa buruk kami dan kami ingin menutup tahun ini dengan baik," cetus Del Piero, seperti dikutip Datasport.

Inter juga meraih kemenangan atas Chievo, dan juara Piala Dunia 2006 itu mengakui Nerazzuri menjadi sasaran tembak mereka. "Inter menjaga kecepatan yang luar biasa, tapi kami juga, saya senang kami tetap dapat menjangkau mereka," ungkap Alex.

Selain itu, penyerang berusia 34 tahun itu kecewa gagal mencetak gol kedua, karena membentur mistar gawang.

"Saya tak senang, (tendangan) saya membentur tiang, saya ingin mencetak gol pertama saya musim ini dari permainan terbuka," kata Del Piero, yang gol-gol sebelumnya musim ini di Serie A Italia berasal dari tendangan bebas atau penalti.

Baca Selengkapnya......

Ranieri puji Bianconeri

Tak ada alasan bagi Claudio Ranieri untuk tidak memuji Juventus usai tampil solid dan menumbangkan Milan 4-2.Juventus mengamankan jarak enam angka dengan pimpinan klasemen sementara Serie A Italia, Inter, dengan menumbangkan Milan 4-2.


Terlepas dari posisi di klasemen, performa Juve pada laga ini juga cukup solid. Sangat pantas jika Il Bianconeri menjadi salah satu kandidat kuat scudetto musim ini.

Claudio Ranieri pun juga berpendapat demikian. Diakuinya, performa anak asuhnya sangat luar biasa.

"Kami tahu Milan akan tampil ngotot sejak awal. Kami sedikit kesulitan di awal pertandingan dan tak bisa menemukan momen pergerakan yang pas, tapi saya tahu seiring berjalannya waktu kami akan tampil lebih baik menghadapi counter attacks."

"Lini tengah Milan juga memiliki kualitas luar biasa. kami juga demikian, tapi lebih memiliki stamina dan kekuatan, jadi sulit bagi mereka mengejar kami," ungkapnya seperti dikutip Football Italia.

"Saya harus mengatakan kepada tim untuk mengingat saat melawan Inter kami bukan sebenar-sebenarnya Juventus, jadi kami harus menunjukkan diri saat ini. Saya sangat senang dengan performa mereka dan kharakter yang kami tunjukkan," tuntas Ranieri.


Baca Selengkapnya......

Gigli :Juve akan lebih baik

Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli merasa kemenangan atas AC Milan akan membungkam semua kritik dan memperingatkan semua tim Bianconeri akan tampil lebih baik setelah Natal.


Juventus menghancurkan AC Milan 4-2, Minggu (14/12), malam untuk memastikan posisi kedua klasemen Serie A Italia dan menguntit Inter Milan dengan selisih enam poin.

"Aku ingin mempersembahkan kemenangan ini kepada semua pihak yang sungguh-sungguh mempercayai kami, dan juga kepada semua yang meragukan tim kami," tukas presiden Giovanni Cobolli Gigli usai pertandingan.

"Media tidak menyadari tim ini tak hanya memiliki mental juara, tapi juga sisi manusiawi."

Nyonya Tua kalah tipis atas Nerazzurri bulan lalu, bisakah mereka berdua terus menjadi saingan utama dalam memperebutkan scudetto?

"Hasil malam ini menjadi bukti jelas bagi suporter kami kalau Juve sudah bangkit dan bertekad meraih banyak gelar," ujar Gigli. "Kami akan tampil lebih baik saat tahun baru dan kami juga ingin berprestasi di Liga Champions."

"Kami harus tetap menjejak bumi, tapi aku bangga dengan penampilan kami. Aku juga ingin menekankan kami punya dua pemain muda jebolan akademi dalam tim, [Claudio] Marchisio dan [Paolo] De Ceglie, dan mereka jawaban terbaik untuk mereka yang mengklaim uang dibutuhkan untuk membangun tim yang kompetitif."

Baca Selengkapnya......

Juve benamkan Milan


Juventus menunjukkan diri sebagai tim yang lebih baik dari Milan dalam lanjutan Serie A Italia pekan ke-16 usai memetik kemenangan 4-2 di Olimpico, Turin.

Dengan kemenangan ini, Juventus berhasil mempertahankan selisih enam angka dari Inter yang masih memuncaki klasemen sementara Serie A dengan 39 angka.

Sementara Milan tetap dengan 30 poin, perolehan angka yang sama dengan Napoli.

Juventus langsung menyerang sejak peluit dimulainya pertandingan dibunyikan. Gol pun sudah tercipta di menit 16 lewat tendangan penalti Alessandro Del Piero setelah ia dilanggar Marek Jankulovski di kotak terlarang semenit sebelumnya.

Milan langsung beraksi dan tercipta peluang untuk menyamakan kedudukan lewat sundulan Massimo Ambrosini di menit 18 dan tendangan Andrea Pirlo di menit 22. Akan tetapi gol penyama kedudukan malah datang dari sontekan Alexandre Pato di menit 31.

Skor 1-1 tidak bertahan lama karena Giorgio Chiellini kembali memaksa Cristian Abbiati mengambil bola dari gawangnya di menit 34 setelah ia sukses menyambut bola sepak sudut Del Piero dengan kepalanya. Milan makin tertinggal setelah Carvalho Amauri berhasil menceploskan bola di menit 41 usai memaksimalkan umpan silang Paolo De Ceglie.

Milan memperkecil ketertinggalannya ketika paruh kedua baru berjalan 11 menit lewat tendangan Ambrosini yang mendapat bola sodoran dari Clarence Seedorf. Namun di menit 66 Milan harus kehilangan salah satu pemainnya, yaitu Gianluca Zambrotta, setelah ia mendapat kartu kuning kedua di menit 66.

Keunggulan satu pemain ini dimaksimalkan dengan baik oleh Juve untuk menegaskan dominasi mereka di pertandingan ini. Tiga menit setelah Zambrotta keluar, Amauri berhasil mencetak gol keduanya di laga ini.

Juve nyaris saja memperbesar keunggulannya jika saja tendangan Del Piero di menit 71 tida mengenai mistar gawang. Skor 4-2 akhirnya bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.


Baca Selengkapnya......

13 Desember 2008

POJOK JUVE : THE DERBY

Tahukah anda dengan derby-derby yang menjadi pertandingan Juve, yang akan selalu menghadirkan pertandingan yang selalu menarik,inilah the derby....

JUVE vs Inter Milan (Derby d'Italia)
JUVE vs AC Milan (The real Derby d'Italia)
JUVE vs Genoa
JUVE vs Torino (Derby Della Mole)
JUVE vs Manchester United
JUVE vs Ajax Amsterdam

Baca Selengkapnya......

12 Desember 2008

Ranieri: Spesial, Tapi Tak Menentukan

Milan dan Juve memang dijadwalkan untuk bertemu akhir pekan ini. Kedua tim akan berupaya mempertahankan jarak enam poin dengan Inter yang menguasai puncak klasemen sementara serie A Italia musim ini.

Banyak yang berpendapat laga ini akan menentukan langkah kedua tim menapaki scudetto musim ini, namun Ranieri tidak demikian.

"Pertandingan ini merupakan laga besar bagi dua tim yang sudah membawa sepakbola Italia menjadi perhatian dunia," ujarnya kepada Sky Sports Italia.

"Merupakan laga yang penuh arti, tapi tidaklah menentukan. saya yakin banyak tim lain yang akan berjuang hingga akhir musim."

Ranieri juga menyatakan keberuntungannya bisa ambil bagian dalam pertandingan yang disebutnya bakal menjadi sejarah itu.

"Ketika semua pemain hebat tampil di lapangan, dijamin akan ada pertandingan yang bagus, Ronaldinho, Alessandro Del Piero, mereka memberikan sesuatu yang unik dan tak akan bisa diulang. Saya beruntung bisa duduk di bangku terbaik di lapangan tanpa harus membayar tiket," tandasnya lagi.

Baca Selengkapnya......

Juve Harus Datangkan Diego


Oleh Angelo Di Livio, Juventus disarankan untuk bisa mendatangkan Diego Ribas dari Werder Bremen jika ingin meningkatkan performa dan kualitas bermain mereka saat ini.Juventus beberapa kali dikabarkan mendekati bintang Werder Bremen itu, walau sejauh ini tak ada perkembangan lebih lanjut.

Mantan pemain Juventus itu menilai manajemen klub sepatutnya bergegas mendatangkan pemain asal Brasil itu agar bisa lebih meningkatkan kualitas permainan mereka.

"Saya suka dengan tim Juve sekarang ini dan saya rasa Diego bisa menjadi pengganti yang tepat untuk [Pavel] Nedved," ujarnya seperti dikutip Channel4.

"Tiap sistem yang ada bisa diganti jika pemain yanag cukup rajin bermain," sambung mantan gelandang Juventus dan timnas Italia itu.

"Tim ini mengingatkan saya dengan Juventus saya yang dulu. Mereka memiliki semangat yang besar dan saya rasa tak akan ada masalah bila Diego jadi datang," tuntas Di Livio.

Baca Selengkapnya......