TRANSLATE

10 Desember 2008

Juve Bersiap Perpanjang kontrak Pemain Mudanya

Juventus tengah berencana untuk segera memberikan perpanjangan kontrak jangka panjang kepada dua pemain mudanya, gelandang Claudio Marchisio dan bek sayap Paolo de Ceglie.

Juventus saat ini memang bertumpu kepada beberapa pemain mudanya setelah mereka terdegradasi ke Serie B akibat skandal Calciopoli tahun 2006 lalu.

De Ceglie dan Marchisio merupakan dua pemain muda masa depan Juve, karenanya menurut Tuttosport mereka siap memberikan tawaran kontrak baru kepada keduanya

De Ceglie saat ini santer dikabarkan tengah diamati oleh dua tim papan atas Bundesliga, Bayern Muenchen dan VfL Wolfsburg.

Sedangkan Marchisio mulai mendapat kesempatan di tim utama dan ternyata pemain bernomor punggung 19 itu mampu menunjukkan kelasnya.

Beberapa klub ternama Eropa diketahui tertarik merekrut Marchisio. Untungnya Marchisio sendiri mengaku akan sangat senang dapat bertahan di Turin.

Baca Selengkapnya......

NEWS :

Ranieri Wants No Mistakes
Read More...

Juventus Have Concerns Ahead Of Milan Match
Read More...

Nedved Eyes Champions League Final With Juventus
Read More...

Del Piero Included For BATE Match
Read More...

Baca Selengkapnya......

Gigli: Giovinco Bukan Del Piero


Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli (foto) enggan terlibat dalam argumentasi perbandingan antara Alessandro del Piero dan Sebastian Giovinco.

Pemain timnas Italia U-21 itu bermain melawan Lecce dan mencetak gol melalui tendangan bebas, seperti halnya yang biasa dilakukan Del Piero.
Read More :

Baca Selengkapnya......

09 Desember 2008

NEWS :

Benitez ke Juve?
Read More :

Indonesia takluk
Read More :

Ranieri tak setuju Diego
Read More :

Baca Selengkapnya......

08 Desember 2008

Indonesia tekuk Kamboja 4-0

Tiga gol Budi Sudarsono ke gawang Kamboja memastikan langkah Indonesia melajui ke babak semi-final turnamen Piala AFF Suzuki 2008. Indonesia sukses melalui laga keduanya di ajang turnamen Piala AFF Suzuki 2008 dengan mengalahkan Kamboja 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/12) malam.

Adalah striker Budi Sudarsono yang mampu mencetak hat-trick di laga tersebut yang digenapkan Bambang Pamungkas pada menit ke-77. Dengan demikian, Indonesia meraih satu tiket ke semi-final dari Grup A mengikuti jejak Singapura yang telah lebih dahulu lolos usai mengalahkan Myanmar 3-1 di tempat yang sama. Sementara Kamboja harus mengubur ambisinya untuk melaju ke babak berikut.

Tampil percaya diri sejak menit awal membuat Indonesia mampu dominan. Serangan bergelombang terus dilancarkan ke jantung pertahanan Myanmar. Meski begitu, Indonesia sempat dikejutkan dengan serangan cepat Myanmar yang membuat Kouch Sokumpheak nyaris membobol gawang Markus Horison pada menit kedelapan.

Beruntung tendangan yang dilesakkan pemain bernomor punggung sepuluh itu tidak begitu keras sehingga dengan mudah diantisipasi penjaga gawang nomor satu Indonesia tersebut. Setelah itu, Indonesia kembali menggebrak. Budi Sudarsono mendapat peluang untuk mencetak gol dua menit kemudian. Sayang sontekannya tidak sempurna dan hanya melebar ke samping kiri gawang Kamboja. Padahal bomber bernomor punggung 13 itu tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Samret Seiha.

Tapi, tiga menit kemudian, Budi benar-benar membuat puluhan ribu penonton yang hadir di stadion utama bergemuruh, setelah tendangan kerasnya menembus gawang Kamboja dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Unggul satu gol tidak membuat Indonesia mengendurkan serangan.

Beberapa kali duet Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono merepotkan barisan pertahanan Kamboja yang memaksa kiper Samret Seiha harus jatuh bangun menahan gempuran. Sayang hingga turun minum tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga Indonesia menutup pertandingan dengan skor sementara 1-0.

Memasuki babak kedua, kendali permainan masih tetap dikuasai Indonesia. Tekad untuk kembali mencetak gol lebih dari satu membuat Charis Yulianto dan kawan-kawan terus tampil trengginas. Pada menit ke-60, Budi Sudarsono kembali memaksa kiper Kamboja Samreth Seiha memungut bola dari gawangnya.

Keperkasaan Budi sebagai bomber terus berlanjut pada menit ke-75 setelah tandukannya menyambut umpan cantik Firman Utina berhasil menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-0, yang ditutup dengan gol Bambang Pamungkas dua menit kemudian.

Kamboja yang sejak awal bertekad meraih kemenangan untuk menjaga kansnya lolos ke babak berikut sebetulnya bukan tanpa peluang. Tercatat beberapa kali mereka mampu menekan barisan pertahanan Indonesia yang dikawal trio Charis Yulianto, M Roby, dan Isnan Ali. Namun hingga pertandingan usai, gawang Indonesia tetap aman.

Baca Selengkapnya......

07 Desember 2008

'Lo Spiritto Juve' antarkan Juve raih kemenangan

Juventus mempertahankan jarak enam poin dengan pimpinan klasemen sementara Serie A Italia dengan menundukkan tuan rumah Lecce 2-1. Tampil di Via Del Mare, Juventus menunjukkan performa yang lebih dominan. Kendali permainan berada di tangan mereka.

Tak salah jika kemudian mereka banyak mendapat peluang mencetak gol di paruh pertama, di antaranya lewat sepakan Alessandro Del Piero dan Carvalho Amauri. Akan tetapi usaha kedua di paruh pertama tak ada yang membuahkan hasil.
Read More...

Baca Selengkapnya......

Camo & Alex out, Zanetti kembali

Camo dan Alex tak akan bermain saat Juve melawan Lecce, sedangkan Zanetti sudah siap untuk tampil, sedangkan pelatih Claudio Ranieri memasukkan nama 3 pemain muda yaitu Rossi, Pinsoglio dan Silva Yago.

Go Juve!!

Baca Selengkapnya......

06 Desember 2008

Interview with Sissoko

Q&A with Juventus midfielder Mohamed Sissoko:

Ciao Mohamed, how would you sum up Juventus' start to the season?

We've done pretty well I'd say. We've run into a bit of form and reacted well to the defeat against Inter. We are thereabouts in the league and I reckon we are capable of making up the six-point gap.

Did the Inter loss affect you?

No. Why should it? We beat them last year, didn't we? I don't think one match decides a championship. They were able to find the net that day and we weren't. That was the only difference.

Your coach Claudio Ranieri says Juve are the main rivals to Inter for the scudetto. Would you agree?

We are in the running but there's a long way to go. My personal philosophy is to take each game as it comes and see where we end up. I don't think teams like Milan, Fiorentina or Lazio have thrown in the towel yet. We just have to keep winning, beginning on Sunday.

(Gianluigi) Buffon reckons you have a better chance in the Champions League than in Serie A. Do you agree with him?

We're pleased to have qualified for the knockout stage but the Champions League is a very difficult tournament to win. There's no doubt that the Madrid wins have given us real belief in our abilities. Maybe we are more suited to that competition - it's a different kettle of fish.

Which teams would you like to avoid in the draw?

Barcelona are my favourites for the trophy but, to be honest, once you reach this stage one team is as difficult as the next.

Are Juve good enough to become European champions again or is that asking too much?

Let me say again that we have a strong squad, we believe in ourselves and can compete with the best of them. If that's enough, then fate will decide whether we are victorious or not.

Moving onto international football, did Ronaldo deserve to pick up the Golden Ball award?

Definitely. He had an amazing season, scoring 42 goals in all and winning the Premiership and Champions League. Basically, you can't ask for more than that.

After Lecce, Juve play Milan at home. Are they a side to be feared or are they going through a transformation phase?

Milan have a very strong squad but first there's Lecce which will be an extremely tough match to win. They are fighting for their lives so the points are not going to come easy.

Which team has made the biggest impression on you this season in Serie A?

Catania are playing well and both Lazio and Napoli have impressed me.

Alessandro Del Piero is having another great season. How would you describe the captain's influence on the team?

Everyone knows he's a great player with immense talent. I've played with some exceptional footballers in the past such as (Pablo) Aimar at Valencia and (Steven) Gerrard at Liverpool and Alex has the same influence on the team.

You've played in Spain, England and now in Italy. Which do you consider the best league?

They're different but I'd say the most difficult is Serie A. In Italy you are required to be tactically proficient at every instant of the match, while in the other leagues you can make a tactical mistake but won't be punished as often.

You were born in Paris but chose to play for the country of your parents, Mali. How come?

Because my heart is Malian. While I'm bound to France, my family is from Mali and, inside, I feel African and Malian.

The World Cup is only 18 months away. Playing on home soil, is it the time for an African nation to win?

I hope so. Mali still have to qualify but the World Cup is a great dream for everyone and motivates the players no end. To be the first African winners would be something unbelievable.

How do you like Turin?

It's grown on me. It's a beautiful and quiet city where my family has settled nicely into.

What don't you like about Italy? Racism?

I must admit that before coming here I was a bit scared of the things I saw on TV and read about but after being here for almost two years, I can say that things aren't as bad as they appear.

I know you've been asked this question a lot of times but next year will you be fasting again for Ramadan?

There has been too much fuss made about that this year. It's a private matter but something that I consider very important.

I don't know how many other footballers have 14 brothers and sisters. What was it like growing up in such a large family?

Brilliant! It allowed me to develop a sense of the family which I treasure. I care for them all very much.

Has football been everything to you in life?

I'd have to say yes. My family wasn't poor but there were some hard times too. Becoming a professional footballer has helped everyone out so that's made me happy.

What dreams do you have as a player and as a person?

As a player, to win something important with Juve and with Mali. As a person, to do something for the poor people of my country.

Baca Selengkapnya......

05 Desember 2008

Juve kembali dekati Joaquin

Tidak hanya Juventus, sejumlah klub juga akan memanfaatkan krisis finansial Valencia untuk mendapatkan pemain klub berjuluk Los Che. Juventus dikabarkan akan memanfaatkan kesulitan keuangan yang mencekik Valencia untuk mendapatkan winger Juan Mata dan Joaquin Sanchez.

Tuttosport melaporkan Alessio Secco, direktur olahraga Bianconeri, yakin klub berjuluk Los Che dipastikan akan melepas keduanya untuk mengatasi kesulitan keuangan. Namun surat kabar itu tidak menyebutkan berapa harga yang disodorkan Old Lady untuk kedua pemain itu.

Laporan lain menyebutkan Juve sejak lama mengincar Joaquin, tapi Valencia selalu menolak melepasnya. Pelatih Claudio Ranieri membutuhkan mantan ikon Real Betis itu untuk memperbaiki kinerja lini tengahnya.

Jika anggaran yang disediakan Juve cukup, Secco juga akan mencoba mendapatkan Mata, winger yang sedang naik daun. Secco yakin Mata akan dilepas Los Che, Januari 2009 mendatang.

Bukan hanya Juve yang akan menfaatkan krisis Valencia. Sejumlah klub Spanyol, terutama Real Madrid, juga akan akan berupaya mendapatkan David Villa dan David Silva.

Dari Inggris, Manchester City juga akan meramaikan persaingan mendapatkan pemain-pemain Los Che yang akan dikorbankan untuk menyelamatkan keuangan klub.

Juventus juga pernah dipakas melepas hampir seluruh pemain bintangnya, ketika terdemosi ke Seri B akibat Calciopoli.

Baca Selengkapnya......

Indonesia hajar Myanmar 3-0

Sukses mengalahkan Myanmar 3-0 di laga perdana turnamen Piala AFF 2008, Indonesia membuka peluang melaju ke babak berikut, sekaligus sukses melakukan revans atas dua kekalahan beruntun dari tim tersebut. Indonesia sukses memenuhi ambisinya meraih poin sempurna di laga perdana turnamen Piala AFF 2008 setelah mengalahkan Myanmar 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Jumat (5/12) kemarin malam.

Dengan demikian, timnas Merah Putih besutan pelatih Benny Dollo membuka peluang melaju ke babak berikut turnamen bergengsi di Asia Tenggara ini, sekaligus sukses melakukan revans atas dua kekalahan beruntun dari Myanmar di ajang Grand Royal Challenge beberapa waktu lalu.

Tampil menekan sejak menit awal membuat Indonesia tampak lebih dominan melakukan serangan. Ismed Sofyan sempat membuat puluhan ribu penontan yang hadir di stadion utama bergemuruh ketika tendangan bebas yang dilesakkannya pada menit ke-9 membentur mistar gawang Myanmar.

Tidak hanya itu, Arief Suyono sempat mencetak gol sepuluh menit kemudian, sayang asisten wasit satu Preecha Kangram asal Thailand mengangkat bendera karena melihat gelandang Arema Malang itu terlebih dahulu offside. Wasit R Krisnan asal Malaysia yang memimpin pertandingan itu pun menganulir gol tersebut.

Tapi pemain Indonesia tidak patah semangat. Serangan gencar terus dilakukan. Dan Budi Sudarsono membuat penonton bersorak setelah sukses memanfaatkan bola rebound dan menaklukkan penjaga gawang Mynamar Aung Aung Oo pada menit ke-25. Unggul satu gol, Charis Yulianto dan kawan-kawan semakin trengginas. Hanya selang empat menit, Firman Utina sukses menambah keunggulan Indonesia melalui tendangan melengkung. Kedudukan pun berubah menjadi 2-0 untuk Indonesia.

Setelah itu, Indonesia sedikit melanggarkan serangan. Hal itu dimanfaatkan Myanmar untuk balik menekan. Beruntung kiper Markus Horison tampil prima sehingga gawang Indonesia tetap aman. Peluang Indonesia untuk menambah keunggulan sebetulnya sempat tercipta di akhir babak kedua. Namun hingga turun minum, keunggulan 2-0 untuk Indonesia tidak berubah.

Memasuki babak kedua, dominasi Indonesia tetap berlanjut. Tapi Mynmar memberikan perlawanan sehingga membuat tensi pertandingan meninggi. Terlebih karena tim besutan pelatih Marcos Antonio Falopa itu bermain keras menjurus kasar yang membuat beberapa pemain Indonesia harus mendapat perawatan tim medis.

Terus menekan, Myanmar melupakan pertahanannya. Akibantnya, Bambang Pamungkas berhasil mencuri gol pada menit ke-65 sekaligus melebarkan keunggulan menjadi 3-0 bagi Indonesia. Suporter yang hadir pun kembali bersorak setelah sempat terdiam saat pertahanan Indonesia ditekan. Dan hingga pertandingan usai tidak ada tambahan gol yang tercipta, sehingga Indonesia menutup laga itu dengan skor 3-0.

Meski menang, Indonesia masih berada di peringkat kedua klasemen sementara di bawah Singapura yang mampu menang besar 5-0 atas Kamboja di pertandingan pertama. Hanya saja peluang Indonesia untuk memimpin klasemen Grup A cukup terbuka karena lawan yang akan di hadapi di laga berikut adalah tim lemah Kamboja.

Baca Selengkapnya......