TURIN - Agen Sebastian Giovinco, Claudio Pasqualin membantah tegas kliennya itu akan segera meninggalkan Turin. Berembus kabar, bintang muda Juventus tersebut bakalan kembali ke Inggris dan mengenakan kostum West Ham United.
Pasqualin mengakui, pemain belia Bianconeri itu bertemu dengan Gianfranco Zola. Namun, pertemuan keduanya tak lebih dari sekadar reuni, mengenang kebersamaan mereka di skuad Timnas Italia Under-21.
"Pertemuan itu tidak mengarah ke sana. Isu itu hanya bermuara dari pemberitaan, tidak ada faktanya," tukas Pasqualin seperti dilansir Goal, Jumat (28/11/2008).
"Giovinco memang rutin bertemu dengan Zola. Dan keduanya seringakali memperbincangkan pengalaman mereka di U-21," jelas sang agen.
La Formica Atomica memang berada di bawah pengawasan Zola, saat bos West Ham itu masih menjadi asisten Pier Luigi Casiraghi di Tim Azzurri. Keduanya bahkan bersahabat baik. Giovinco pun tak pernah ragu menyatakan kekagumannya pada Zola, bintang pujaannya sejak kecil.
Sementara Pasqualin enggan tetap saja enggan buka suara terkait kemungkinan pindahnya Giovinco ke West Ham. "Akankah dia pergi? Saya tidak membicarakan itu," tandasny.
TRANSLATE
28 November 2008
Giovinco-Zola Hanya Reuni?
PREVIEW Serie A Italia: 14a Giornata
Sabtu, 29 November 2008
24.00 WIB Catania vs. Lecce
02.30 WIB Juventus vs. Reggina
Minggu, 30 November 2008
21.00 WIB Atalanta vs. Lazio
21.00 WIB Cagliari vs. Sampdoria
21.00 WIB Genoa vs. Bologna
21.00 WIB Inter vs. Napoli
21.00 WIB Roma vs. Fiorentina
21.00 WIB Siena vs. Torino
21.00 WIB Udinese vs. Chievo
02.00 WIB Palermo vs. Milan
Catania vs. Lecce
Pekan lalu, kedua tim relatif bernasib sama. Catania pulang dari kandang Sampdoria dengan kekalahan tiga gol tanpa balas, dan Lecce digebuk AS Roma di kandang 3-0. Kini keduanya akan mencoba bangkit saat bertemu di Stadion Angelo Massimino, Sisilia.
Walter Zenga, pelatih Catania, optimistis bisa melakukannya karena hanya akan kehilangan striker Jorge Martinez dalam pertandingan itu. Zenga juga telah bisa menurunkan defender Gennaro Sardo dan Cristian Terlizz, yang absen saat Catania dibantai Il Samp.
Di kubu Lecce, pelatih Mario Beretta tak punya persoalan cedera pemain. Ia akan menurunkan tim yang sama seperti ketika dipermalukan Roma. Satu-satunya persoalan Beretta adalah siapa yang akan mendampingi Simone Tiribocchi di lini depan; Daniele Cacia atau Jose Castillo.
Juventus vs. Reggina
Tidak ada sejarah menarik dari pertemuan kedua klub. Kalau pun ada, Luciano Moggi -- mantan petinggi Juventus -- pernah menyuap wasit di Stadion Oreste Granillo, kandang Reggina, beberapa musim lalu.
Enam kali berkunjung ke kandang Juve sejak pergantian milenium, Reggina tak sekali pun membawa kemenangan. Kemenangan terakhir Reggina di kandang Juve adalah di Copa Italia tahun 2002. Setelah itu, Reggina membawa pulang kekalahan dengan lebih dari tiga gol, dan tanpa bisa memasukkan bola ke jala Juve.
Namun Juve kemungkinan akan dipaksa berupaya ekstra keras memenangkan laga ini, sehubungan kelelahan yang menerpa seluruh pemainnya. Juve baru saja menempuh perjalanan panjang dari St Petersburg, setelah hanya bisa menahan tuan rumah Zenit di Liga Champions.
Bianconeri juga akan kehilangan defende Tiago Mendez, yang pingsan hanya dua menit setelah derby d'Italia usai. Reggina akan mencoba memanfaatkan kelelahan dan ketimpangan di lini belakang Juve, untuk meraih minimal satu angka dari Turin.
Atalanta vs. Lazio
Kedua tim membutuhkan hasil positif agar tidak terus merosot. Beberapa pekan lalu Lazio berada di papan atas, tapi kini terperosok di peringkat lima akibat kekalahan dalam derby dan ditahan Genoa 1-1.
Pelatih Dellio Rossi berupaya menganalisis persoalan di timnya. Kesimpulannya, tiga serangkai di lini tengah Lazio tidak bisa padu dengan duet Mauro Zarate-Goran Pandev di lini depan. Ironisnya, kehadiran Rocchi -- setelah sekian lama cedera -- menjadi biang masalah.
Atalanta baru saja dipermalukan Reggina 3-1, tapi mereka yakin akan bisa meraih hasil positif di depan pendukungnya. Mereka memiliki rekor kandang yang lumayan, tujuh kali menang dari sembilan laga di Bergamo. Tapi kehilangan Antonino D’Agostino, Luca Cigarini dan Alessio Cerci, di lini tengah dan belakang membuat Atalanta harus kerja keras memperpanjang catatan positif laga kandangnya.
Cagliari vs. Sampdoria
Kedua tim sama-sama memiliki striker tangguh dan produktif. Cagliari memiliki Robert Acquafresca. Sampdoria punya Antonio Cassano, tapi nasib buruk keduanya relatif sama.
Cagliari gagal mengemas kemenangan sampai pekan ketujuh. Il Samp, julukan Sampdoria, baru bisa meraih kemenangan pada pekan kesembilan. Namu sejak saat itu mereka tampil luar biasa. Cagliari meraih empat kemenangan, dan mampu memaksa Napoli bermain 2-2, untuk menjadi tim pertama yang lolos dari kekalahan di San Paolo.
Sampdoria punya catatan laga tandang yang buruk. Mereka hanya meraih satu angka dari lima laga away, kebobolan 11, dan hanya bisa memasukkan dua. Situasi menjadi lebih buruk kaena Il Samp harus bermain tanpa Angelo Palombo, Marco Padalino dan Nenad Krsticic. Satu-satunya kabar gembira bagi Sampdoria adalah Hugo Campagnaro kembali memperkokoh lini belakang, dan Claudio Belucci akan bisa berpartner dengan Cassano.
Genoa vs. Bologna
Yang terbayang di benak pelatih Gian Piero Gasperini saat ini adalah Genoa harus memperpanjang catatan laga kandang sempurna. Sedangkan Sinisa Mihajlovic, pelatih Bologna, akan mencoba meraih kemenangan pertama setelah tiga kali berturutan bermain imbang.
Mihajlovic mendapat tambahan tenaga di lini belakang, menyusul pulihnya sejumlah defender. Namun ia menghadapi persoalan di lini depan, karena hanya mengandalkan Marco di Vaio. Opsi yang tersedia bagi Mihajlovic adalah memberi kesempatan Massimo Marazzina, striker yang berjasa besar mempromosikan Bologna ke Seri A, membuktikan kemampuannya di lini depan.
Gasperini masih harus memeriksa Marco Rossi dan Omar Minaletto, sebelum menyusun skuad yang akan menghadapi Bologna. Sedangkan Thiago Motta dan Domenico Criscito harus menjalani hukuman. Ivan Juric masih cedera kepala, dan tempanya akan diisi Anthony Vanden.
Inter vs. Napoli
Napoli mungkin tim paling beruntung. Meski baru saja melewati dua laga mengecewakan, Napoli masih bisa bercokol di tempat ketiga. Pekan ini Napoli akan mencoba meraih angka dari kandang Inter, untuk mempertahankan posisinya.
Sejak dikalahkan Milan, 2 November lalu, Edy Reja kesulitan menjaga konsistensi timnya. mereka masih dihantui trauma kekalahan atas Milan di San Siro. Yang lebih menggelisahkan Edy Reja, Napoli seperti punya penyakit kebobolan di menit-menit terakhir. Bahkan pekan lalu, ketika semua tim ingin merayakan pesta laga ke-100 Edy Reja besama Napoli dengan kemenangan, Cagliari menyamakan kedudukan lewat gol injury time.
Setelah sukses mememangkan derby d'Italia, Jose Mourinho yakin formati 4-4-2 dan formasi berlian di lini tengah, cukup efektif. Namun kedua sistem ini tidak bekerja dengan baik ketika Inter menjamu Panathinaikos di San Siro. Nerazzurri dikalahkan 1-0.
Edy Reja tampaknya boleh optimistis mampu menghapus trauma kekalahan atas Milan di San Siro, dengan menundukan Inter.
Roma vs. Fiorentina
Roma dan Fiorentina mengemas hasil positif pekan lalu, tapi punya nasib berbeda di Liga Champions. Roma berpeluang besar lolos ke babak 16, setelah membawa pulang kemenangan 3-1 dari kandang CFR Cluj. Sedangkan Fiorentina terdepak setelah dikalahkan Lyon 2-1 di depan publiknya.
Giallorossi berharap melanjutkan catatan kemenangannya agar bisa memperbiki posisinya di klasemen sementara. Sedangkan La Viola mulai fokus ke satu target, kembali ke papan atas agar bisa kembali ke zona Liga Champions musim depan.
Luciano Spaletti masih belum bisa menurunkan Alberto Aquilani sebagai starter, dan harus kehilangan Christian Panucci di lini belakang. Sedangkan Fiorentina tanpa Marco Donadel dan Martin Jorgensen. Laga ini mungkin menjadi menarik, karena mempertemukan dua tim yang kelelahan.
Siena vs. Torino
Torino dipastikan akan menghadapi laga tandang paling sulit di Artemio Franchi, karena tuan rumah sedang dalam performa terbaiknya.
Pekan lalu Siena membenamkan Chievo Verona ke dasar klasemen, dengan mengalahkannya 2-0. Sedangkan Torino berhasil memaksa AC Milan bermain 2-2 dalam laga penuh kontroversi.
Namun Torino harus membayar mahal atas suksesnya menahan Milan. Dominique Malonga, Eugenio Corini dan Ignazio Abate, yang membuat pelatih Gianni de Biassi berada dalam ancaman pemecatan jika kalah lagi. Siena juga tidak akan memainkan sejumlah pemain kuncinya akibat cedera.
Udinese vs. Chievo
Inilah saat paling sempurna bagi Udinese untuk bangkit setelah mengalami tiga kekalahan beruntun. Zebrette, tim yang akan dijamu Udinese, punya rekor lebih buruk lagi; kalah di seluruh dari enam laga terakhir dan tidak pernah bisa membawa pulang kemenangan dari Stadion Friuli.
Keadaan akan menjadi sedikit sulit bagi Udinese, karena akan tampil tanpa Simone Pepe, Maurizio Domizzi, Christian Zapata, dan Damian Tissone. Sedangkan Chievo akan kehilangan Kerlon, pemain muda Brasil.
Meski demikian pelatih Pasquale Marino masih bisa tersenyum dengan kembalinya Antonio Di Natale, yang akan berduet dengan Fabio Quagliarella.
Palermo vs. Milan
Milan membutuhkan tiga angka agar bisa terus menempel ketat Inter Milan, pimpinan klasemen sementara. Mereka yakin bisa melakukannya, karena Palermo sedang labil menyusul pernyataan Maruzio Zamparini yang akan memecat pelatih Davide Ballardini jika timnya kalah lagi.
Yang menjadi persoalan pelatih Carlo Acelotti adalah catatan laga tandang I Rossoneri tidak terlalu bagus. Mereka hanya bisa menang dua kali dari lima laga tandang.
Pelermo akan kehilangan Andrea Raggi. Sedangkan Milan akan bermain tanpa Kaka. Alessandro Nesta, Marco Borriello, Mathias Cardacio, Gianluca Zambrotta dan Massimo Ambrosini, masih cedera.
Iaquinta Siap Balas Inter
Derby d'Italia seri kedua melawan Inter kini sangat dinantikan Vincenzo Iaquinta, mengingat striker Juventus itu sangat berharap bisa melakukan pembalasan.
Kekalahan 1-0 dari Inter rupanya cukup menyesakkan Iaquinta. Ia menilai timnya tak pantas kalah.
Tak salah jika kemudian bomber Juventus berharap bisa bertemu lagi untuk bisa membalikkan keadaan, atau bahkan melakukan pembalasan yang lebih buruk untuk Inter.
"Kami tak kalah kelas dari Inter, kami akan menunggu mereka datang ke Olimpico," tuturnya kepada Tuttosport.
"Saya rasa kami membayar atas tekanan dan panasnya persaingan sebelum pertandingan melawan mereka. akan tetapi, kami tahu bagaimana caranya bisa bangkit dan saya tak bisa menunggu laga yang akan dilangsungkan di kandang kami," papar Iaquinta lagi.
Untuk bisa melakukan balas dendam ini, pemain yang kerap dibangkucadangan Claudio Ranieri itu masih harus menunggu cukup lama mengingat kedua tim akan bertemu pada 19 April tahun depan.
27 November 2008
LAGU SUPORTER JUVENTUS

Disini ada link yang menyediakan lagu-lagu yang sering dinyanyinkan tifosi Juventus di Stadion, selain itu disini juga terdapat Juventus Anthem Inno Juventus, silakn download DISINI......
THANKS,MATURNUWUN,TERIMAKASIH,DANKE,GRACIAS,GRAZIE
Winning 11 Juventus Sepanjang Masa

THE COACH:
Giovanni TRAPATTONI 1976-86 & 91-94
Coached Juventus in a club record 402 Serie A games over two spells in Turin. His first was significantly more successful than his last as Juventus went on to rule the roost at home and abroad. Labelled as defensive by some while with the Old Lady, Trap is Italy’s most successful boss ever.
Dino ZOFF 1967-72
Became a national hero when, at the age of 40, he captained Italy to World Cup glory. But Zoff had continually proved to be a consistent performer for Juventus prior to that triumph when he established himself as No 1 in Turin for 11 years after joining from Napoli in 1972. Won six Serie A titles, two Italian Cups and a UEFA Cup. Would later have a brief coaching stint with the club before going on to mange the Azzurri.
Gaetano SCIREA 1974-86
Elegance personified. A sweeper from the old school who would become an international regular for over a decade. He read the game as if he had studied it the night before. Scirea was a model professional and born leader. Tragically died in 1989 in a road accident while on a scouting mission for the club in Poland. Was a key member in the Azzurri side that won the 1982 World Cup. Made 377 League appearances for Juve.
Antonello CUCCUREDDU 1969-81
Picked up a staggering six championships with Juve between 1971 and 1981. A powerful defender who went on to win international honours. Started his career in Serie C with Torres in 1967, before joining Brescia for one term a year later.
Claudio GENTILE 1973-84
They don’t build defenders like this anymore. Uncompromising stopper who became a regular for the Bianconeri in his second season in Turin. Signed from Varese, Gentile made man marking an art form. Like Cuccureddu won six Serie A titles. Gentile played a starring role in the 1982 World Cup triumph.
Antonio CABRINI 1976-89
Joined Juventus in 1976 from Atalanta and instantly became a hit on the domestic and international scene. Equipped with a graceful left foot, many believe Juventus have never really replaced him. Another member of the 1982 World Cup winning team, he made history by missing a penalty in the Final against West Germany.
Marco TARDELLI 1975-85
A midfield general who joined the Bianconeri in 1975 from Serie B side Como. His impact was so immense that, less than a year later, he had already made his full international debut in a 3-1 win over Portugal. A veteran of five Scudetto triumphs and a key figure in Juve’s European success in the early 1980s. Went on to both play and Coach Inter.
Giampiero BONIPERTI 1946-61
An attack-minded midfielder who holds a club record of 444 appearances - with 178 goals - in Serie A. Originally started his career as a striker before being slowly moved into a deeper position. Would go on to become club captain and play for the Azzurri 38 times. Also became President of the club before quitting in the 1990s.
Zinedine ZIDANE 1996-01
Joined Juventus in 1996 from Bordeaux. The talented Frenchman would quickly establish himself as the world’s best player. Won two championships, a European Super Cup, a World Club Cup and an Italian Super Cup. Left for £48m to join Real Madrid where he hoped to fulfil his ambition of winning the Champions League after finishing runner-up with the Old Lady on two occasions.
Michel PLATINI 1982-87
The most influential player in Juve’s recent history. A true No 10 and midfield genius who could score more often than most strikers and hit passes of 40-50 yards to a teammate’s feet. European Player of the Year from 1983 to 1985 and an important cog in the success of the Bianconeri and the French national side.
Omar SIVORI 1957-65
Volatile South American forward with the scoring skills of John Charles, who could easily replace Sivori in this line-up, and the disciplinary record of Paolo Montero. Netted 134 League goals for the club in the late 1950s and early 60s. Finished as Capocannoniere in 1960 with 27 goals and scored six in Juve’s 9-1 defeat of Inter in 1960-61.
Roberto BAGGIO 1990-95
For the early part of the 1990s Roberto Baggio was Juventus. Having signed on the eve of the 1990 World Cup Finals for a world record £8m, his sale led to riots in the streets of Florence. A pony-tailed genius who played his best football in Turin, Baggio ended his stay in 1995 when the club were crowned champions of Italy.
VERSI LAIN DARI BERBAGAI SUMBER
Formasi: 4-3-3.
1.Dino Zoff (Kiper)
2.Gaetano Scirea (Sweeper/Kapten)
3.Carlo Parola (Bek Tengah)
4.Antonio Cabrini (Bek Kiri)
5.Ciro Ferrara (Bek Kanan)
6.Marco Tardelli (Gelandang Bertahan)
7.Pavel Nedved (Sayap Kiri)
8.Angelo Di Livio (Sayap Kanan)
9.Michel Platini (Playmaker/Striker)
10.Alex Del Piero (Striker)
11.Giampiero Boniperti (Striker)
Allenatore : Marcello Lippi
NEWS :
Juventus To Swoop For Zaccardo - Reports
Read More :
Del Piero: Inter Can Run, But Can't Hide From Juventus
Read More :
Del Piero Ingin Balas Inter di Turin
Read More :
Juventus Ponder Move For Udinese’s D’Agostino - Reports
Read More :
Xabi Alonso Not Closing Door On Serie A
Read More :
Trezeguet Back Up And Running At Juventus
Read More :
Juventus immediately back to work
Read More :
Slemania Dukung Rasionalisasi di PSS
Pendukung kesebelasan PSS Sleman, Slemania mendukung rencana manajemen melakukan rasionalisasi di tubuh tim Laskar Sembada ini dengan mencoret pemain yang dinilai tidak memberikan kontribusi yang signifikan selama kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia 2008 Wilayah Timur.
"Rencana manajemen memutus kontrak sejumlah pemain yang kurang maksimal dalam membela PSS merupakan kebijakan yang patut didukung. Kami berharap langkah itu segera direalisasikan terutama sebelum putaran kedua digelar, sehingga dapat secepatnya mencari pengganti," kata Ketua Slemania Supriyoko di Yogyakarta, Rabu (26/11).
Ia mengatakan, kebijakan memutus kontrak sejumlah pemain merupakan solusi yang terbaik untuk mengatasi persoalan kesulitan keuangan yang saat ini melanda tim. Kebijakan itu juga sebagai salah satu upaya memperbaiki dan membenahi penampilan tim sehingga dalam kompetisi putaran kedua dapat tampil lebih baik.
Langkah itu, menurut dia, cukup positif untuk meningkatkan penampilan tim dalam kompetisi putaran kedua, karena selama putaran pertama beberapa pemain tidak dapat menampilkan kemampuan terbaiknya. Kondisi itu membuat PSS tidak dapat "berbicara banyak" ketika menghadapi lawan-lawannya di wilayah timur sehingga hasil yang dicapai kurang memuaskan.
"Kami kecewa melihat hasil pertandingan yang dicapai PSS selama ini, apalagi beberapa pemain tidak dapat menampilkan kemampuan yang memadai. Adanya beberapa pemain yang tidak memberikan kontribusi yang memadai dalam bertanding membuat permainan PSS kurang maksimal dan mudah ’dibaca’ lawan," katanya.
Ia mengatakan, kondisi itu terlihat dalam pertandingan terakhir melawan Persema Malang di Stadion Maguwoharjo Sleman, Senin (24/11). Dalam pertandingan kandang itu PSS dikalahkan Persema dengan skor cukup telak 1-4.
Di depan mata ribuan pendukungnya, PSS harus mengakui keunggulan tim tamu. Padahal, pertandingan kandang merupakan kesempatan bagus untuk memenangi pertandingan, karena sebagai tuan rumah PSS memperoleh dukungan dari para penonton yang menjadi nilai tambah ketika bertanding.
Dalam pertandingan itu, menurut dia, nampak sejumlah pemain tampil kurang "greget" sehingga permainan tidak maksimal, baik ketika melancarakan serangan maupun mempertahankan gawang dari serangan lawan.
"Masak manajemen tim sudah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk menggaji pemain tetapi penampilan mereka kurang profesional. Kami kecewa dengan sikap kurang profesional yang ditunjukkan sejumlah pemain," katanya.
Ia mengatakan, sikap yang ditunjukkan sejumlah pemain ketika bertanding kemungkinan sebagai bentuk protes atas keterlambatan pembayaran gaji mereka. Namun, sikap kurang profesional itu merupakan bentuk pengingkaran terhadap kontrak yang telah disepakati antara manajemen dengan pemain.
"Seharusnya para pemain bercermin pada tim lain yang juga mengalami keterlambatan pembayaran gaji. Mereka tetap tampil profesional di lapangan meskipun gajinya belum dibayarkan lebih dari tiga bulan, dan kami berharap pemain PSS dapat bersikap seperti itu," katanya
Juventus Tidak Kenal Takut

TURIN - Juventus tidak kenal takut. Tim manapun siap dihadapi klub berjuluk La Vecchia Signora tersebut. Hal itu diungkapkan striker licin Juve, Vincenzo Iaquinta.
Laga melawan Zenit St Petersburg pada pertandingan Liga Champions dijadikan Iaquinta sebagai patokan. Meski hasil akhir imbang 0-0 Juve sudah mengamankan langkah ke babak berikut.
Menurut Iaquinta, karakter tidak kenal takut dipertontonkan Juve di St Petersburg. "Kami tidak takut siapapun," tegas Iaquinta seperti dikutip Gazzetta Dello Sport, Kamis (27/11/2008).
"Kami telah menunjukkan mampu bermain di manapun untuk meraih kemenangan dan semangat ini akan bertambah kuat selepas 16 besar," sambung dia.
"Saat melawan Zenit kami memperlihatkan tidak takut kepada tim manapun dan mampu menghadapi klub terbesar. Kami telah menemukan kembali permainan kami. Laga melawan Inter hanya kesalahan kecil," tambah penyerang lihai ini.
"Sekarang fokus kami menghadapi Reggina (di Serie A) meski hal itu tidak lah mudah," tutup dia.
Del Piero Lebih Baik Ketimbang Ibrahimovic
Untuk urusan bola mati, maskot Juventus Alessandro Del Piero memiliki skill lebih baik ketimbang striker Internazionale Milano Zlatan Ibrahimovic. Hal itu dikemukakan si Pele Putih Zico.
"Del Piero dan Ibrahimovic? Mereka berdua adalah pemain berbeda dengan gaya unik masing-masing," demikian komentar si Pele Putih diambil dari La Gazzetta Dello Sport.
"Tendangan bebas mereka berbeda, seperti Andrea Pirlo dan Ronaldinho, dua spesialis piawai bola mati lainnya," lanjut Zico.
"Ibra selalu menendang bola dengan keras, seperti yang diperlihatkannya kala melawan Palermo pekan lalu, Sementara Del Piero lebih kreatif. Dia memiliki teknik lebih kala menendang dan dia mampu merubah arah bola," beber Zico lagi.
Bukan tanpa sebab Zico memberikan pujian kepada Del Piero alias Alex. Sepanjang musim ini Alex sudah mencetak empat gol spektakuler dari tendangan bebas.
Schuster Incar Trezeguet

Pelatih Real Madrid Bernd Schuster dilaporkan akan meminta pihak klub mendatangkan striker Juventus David Trezeguet. Pemain depan Juventus, David Trezeguet (foto), dihubungkan dengan transfer ke Barcelona sepanjang dua musim terakhir. Tapi, kelihatannya Real Madrid pun tertarik mendatangkan eks striker Monaco itu.
Los Merengues masih terus mencari pemain pengganti Ruud van Nistelrooy yang cedera panjang hingga akhir musim. Menurut Tuttosport, pelatih Bernd Schuster menyertakan nama Trezeguet ke dalam daftar pemain incarannya.
Juventus bisa jadi melepas sang pemain karena Amauri tampil menjanjikan sejak didatangkan dari Palermo musim panas ini. Tapi, transfer itu diragukan dapat terjadi, karena sesuai peraturan Trezeguet sudah tidak dapat dimainkan di kancah Liga Champions lagi.
Juara Spanyol itu lebih mungkin mendekati striker Ajax Amsterdam Klaas-Jan Huntelaar, meski Schuster juga memilih tetap mendatangkan Trez sebagai pelapis striker muda Belanda itu.
Pertanyaannya kini, apakah dewan direksi Madrid mau mengucurkan dana untuk dua striker bernama besar di Eropa itu? Jawabannya baru diketahui Januari nanti.