Persema Malang membuat PSS Sleman harus menanggung malu. Mereka menggilas tim tuan rumah dengan skor 4-1 pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2008 Wilayah Timur di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (24/11).
Pada babak pertama, Persema sudah unggul melalui tendangan kaki Kamri pada menit 27. Namun, PSS menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tendangan Dicky Gautama dari titik penalti pada menit 33.
Menjelang pertandingan di bawah guyuran hujan deras sejak awal hinga akhir itu usai, Persema menambah satu gol. Tendangan pojok yang dilakukan Pitono pada menit ke-41 membentur kaki pemain belakang PSS, Piper Lipede, yang membuat bola melesak ke gawang PSS sendiri sehingga kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk Persema.
Usai jeda, Persema langsung menggebrak. Hasilnya mereka peroleh pada menit ke-48, ketika bola sundulan Hasmoko tak bisa dihalau penjaga gawang tuan rumah, membuat skor menjadi 3-1.
Defisit dua gol membuat para pemain PSS berusaha tampil lebih agresif untuk mengejarnya. Tak ayal, barisan belakang PSS kehilangan konsentrasi sehingga Persema yang mengandalkan serangan balik setelah unggul, bisa menambah satu gol lagi.
Pada menit ke-72, Persema memperoleh sepak pojok yang dilakukan Pitono. Tendangannya yang melambung ke arah gawang disambut Patrick dengan sundulannya sehingga menghasilkan gol untuk mengubah skor jadi 4-1 yang bertahan sampai laga usai.
Pelatih PSS, Yudhi Suryata, mengatakan timnya kalah segalanya dari Persema. Baik materi pemain maupun kolektivitas permainan, mereka belum bisa mengimbangi lawan.
Sementara itu pelatih Persema, Subangkit, mengatakan bahwa timnya bisa memanfaatkan peluang yang ada.
TRANSLATE
23 November 2008
PSS NEWS : PSS Dikalahkan Persema Di Kandang
PROFIL : GIORGIO CHIELLINI
Giorgio Chiellini (born August 14, 1984 in Pisa) is an Italian footballer who currently plays for Juventus of the Italian Serie A. He is a centre back who started his career playing as a left-back.
[edit] Club career
[edit] Early years
Giorgios parents are called Fabio and Lucia, he is one of three siblings, his twin brother Claudio and a brother & sister Giulio and Silvia. He started playing at 6 years of age for Livorno and at first was used as a central midfielder. As he grew up, he was switched on the wing and finally he found his position as a lateral defender. These days, thanks to his flexibility, he can be employed as a central defender too.
[edit] Juventus
He was signed by Juventus in summer 2004, for €6.5 million, but immediately sold on co-ownership deal to Fiorentina for €3.5 million, where he played for 2004–05 season.
After an excellent first season in Serie A, Chiellini was recalled by Juventus for the 2005–06 season, where Juventus paid €4.3 million for full-ownership. He has been a regular fixture in the Bianconeri backline in their return to Serie A and was named "Man of the Match" in a game against Inter Milan when he won a physical and heated duel with ex-Juve teammate Zlatan Ibrahimović, allowing the in-form hitman no goals. Chiellini extended his original contract from until 2009 to 2011 on October 12, 2006.[1]
After the Calciopoli scandal, Chiellini was a starter for Juventus in Serie B. After their triumphant return to Serie A, Giorgio Chiellini was converted by coach Claudio Ranieri into a center-back, having played left back in his career until this point. Chiellini had a tremendous season, named by many as the best center-back in all of Serie A. Alongside his reborn center-defense partner Nicola Legrottaglie, the duo led Juventus to the 2nd-least conceded goals for the season, despite many penalties awarded against Juventus controversially. The surprising aspect of this is that neither were considered remotely close to pinning down a center-back position in the summer before the season, with Domenico Criscito and Jorge Andrade preferred as the starting duo.
On August 17, 2008 Giorgio injured his left knee again during the Trofeo Luigi Berlusconi. The extent of the damage is yet to be determined, but he will be unable to play for at least 6 weeks, possibly even 6 months. However, he returned marvelously fast to duty, after only a month out. Despite this, many Juventus supporters believe he is not fully healed as he has made two uncharacteristic mistakes that led to goals in recent weeks.
[edit] International career
Chiellini made his debut for the Italian national team in November 2004 against Finland, and has since become a regular squad member. He won the European Under-19 Championship with Italy in 2003, and was also a member of the Italy team that won the bronze medals at the football tournament of the 2004 Summer Olympics. He was named in the 'UEFA Team of the tournament' of the 2007 U-21 Championships held in the Netherlands where they qualified for the 2008 Summer Olympics.
He was called up to Italy's squad for Euro 2008, however Chiellini stood out more in that tournament for injuring fellow team mate and former FIFA World Player of the Year Fabio Cannavaro in a training session at Coverciano. He initially was sidelined in the opening game against the Netherlands, Italy went on to lose the match 3-0 and Chiellini eventually received the nod to partner Christian Panucci at centre back after disappointing displays from Andrea Barzagli and Marco Materazzi in the opening match. Chiellini settled into the team by playing the next group matches against Romania and France his best display was to come against Spain where he kept both David Villa and Fernando Torres out of the game, although Italy lost the match on penalties with Iker Casillas saving both Daniele De Rossi and Antonio Di Natale's penalties.
[edit] International goal
Updated to games played November 21, 2007.[2]
# Date Venue Opponent Score Result Competition
1. November 21, 2007 Modena, Italy Faroe Islands 3–0 3-1 UEFA Euro 2008 Qualification
[edit] Personal life
Girgio Chiellini is close friends to A.S. Roma player Alberto Aquilani, where they first met training for the Italian National youth team. They keep in contact and on a numerous number of occasions Chiellini has hinted to Aquilani that life in Turin is beautiful and that he should consider moving to Juventus. He achieved a high school diploma in scientific subjects and was thus able to enrol at Turin University, where he's currently studying Business.
POJOK JUVE : Lagu Juventus
Tahukah anda bahwa Juve mempunyai anthem yang selalu dinyanyikan di stadion berjudul Juventus Inno, lagu ini diciptakan tahun 2002. Berikut liriknya
Forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la bella signora
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e' grande la juve ale'
Tu sei la squadra del cuore
sempre in campo undici eroi
vinci l'impossibile e vai
Ti seguiremo anche noi
metti un 'altra stella sul petto
mille mani al cielo per te... insieme
l'onda di una magica ora partira
Forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la bella signora
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e'magica juve ale'
forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la nostra bandiera
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e'grande la juve ale'
JUVE...JUVE...JUVE...JUVE!!
Notte di coppa campioni
notte che non finira mai
grande l'emozione che dai
quando tu vinci per noi
Tutti allo stadio a sognare
Aspettando l'urlo di un goal...insieme
l'onda di una magica ora partira
Forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la bella signora
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e'magica juve ale'
forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la nostra bandiera
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e'grande la juve ale'
JUVE......JUVE!!!!!
Forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la bella signora
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e'magica juve ale'
forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la nostra bandiera
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e'grande la juve ale'
Forza la juve la juve la juve ale'
e'bianconera la bella signora
ale'la juve la juve la juve ale'
solo la juve e'magica juve ale'
Derbi d'Italia dimenangkan Inter
Inter Milan 1 - 0 Juventus
Inter menyambut Juventus di Stadio San Siro dalam laga terpanas musim ini "Derby of Italy". Pelatih Nerazzurri Jose Mourinho menggunakan formasi berbeda dari biasanya, 4-1-3-2, dengan menjatuhkan pilihan penyerang pada Zlatan Ibrahimovic dan Adriano.
Sementara itu, Claudio Ranieri tetap yakin dengan formasi biasa yang digunakan, 4-4-2. Ia memercayakan lini depan kepada Alessandro Del Piero --sekaligus kapten-- dan Amauri.
Tidak lama dari babak pertama dimulai, tiga menit, Juventus terpaksa melakukan pergantian pemain. Adalah Tiago mengalami cedera, dan posisinya langsung digantikan oleh Claudio Marchisio.
Dominasi awal masih berada di tangan tim tamu, meski terlihat hanya untuk membatasi pergarakan permainan Inter ketimbang berusaha melakukan serangan-serangan tajam.
Namun, Inter tetap tampil menekan saat Walter Samuel melihat peluang kosong di tengah, menyodorkan bola kepada Dejan Stankovic sebelum kemudian langsung dipatahkan oleh Chiellini, meski sudah berada di depan Alex Manninger.
Juve menjadi berbahaya pada menit ke-25. Adalah Marco Marchionni membuat pergerakan cantik dari sayap kanan, menusuk ke tengah, memaksa Ali Muntari melakukan penyelamatan. Terlihat sedikit kesalahan, namun wasit memilih tidak menghadiahkan pinalti.
Inter terus berusaha mencetak gol. Pada menit ke-27, Zlatan berhasil tembus ke halaman belakang Juventus, mengecoh dua pemain belakang dan langsung melakukan tembakan ke arah gawang. Sayang, tendangan lemah tersebut terlalu mudah untuk ditangkap oleh Manninger.
Kebuntuan pada babak pertama masih berlanjut pada babak kedua. Baik Inter maupun Juve sama-sama agresif ingin mencetak gol.
Gol pun akhirnya tercipta pada menit ke-72 melalui tendangan Muntari. Gol yang tidak diduga-duga ini adalah bola muntah tendangan Ibrahimovic ke arah gawang yang menggelinding ke kaki pemain Gana tersebut.
Para pemain belakang Juve tidak berbuat banyak lantaran mereka berfikir Muntari berada pada posisi offside meski tidak demikian adanya.
Menit ke-82, hampir saja tecipta gol melalui sundulan Del Piero, hasil umpan tendangan bebas Mauro Camoranesi. Bola berhasil diselamatkan oleh Julio Cesar
Peluit kedua berbunyi, Inter keluar sebagai pemenang. Saat ini Inter berada pada puncak klasemen Serie A dengan 30 poin, sementara Juve meraih 24 poin.
Susunan Pemain:
Inter (4-1-3-2): Julio Cesar; Maicon, Materazzi, Samuel, Maxwell; Cambiasso; Zanetti, Muntari (90’ Vieira), Stankovic (85’ Burdisso); Ibrahimovic, Adriano (83’ Cruz). Coach: Mourinho.
Juventus (4-4-2): Manninger; Grygera, Legrottaglie, Chiellini, Molinaro; Marchionni (69’ Camoranesi), Sissoko, Tiago (3’ Marchisio), Nedved; Del Piero, Amauri (75’ Iaquinta). Coach: Ranieri.
21 November 2008
NEWS
Jelang Liga Italia
Memancing di Air Keruh 'Derby d'Italia
Read More
Jelang Derby d'Italia
Iaquinta: Juve Selalu Unggul
Read More
Elegan vs Sederhana
Read More
Mourinho dimata Ranieri

Turin - Claudio Ranieri berbicara soal pengalamannya disuksesi Jose Mourinho saat di Chelsea. Pembesut Juventus itu juga mengomentari perseteruannya dengan The Special One di awal musim. Apa saja komentar Ranieri?
Perseteruan antara dua pelatih ini bahkan sudah dimulai sebelum Seri A musim 2008/09 resmi dimulai. Pernyataan pedas Ranieri soal Mourinho langsung dibalas pelatih Portugal itu dengan komentar khasnya yang tak kalah pahit.
Perang antara keduanya kemudian tak berlangsung lama karena Mourinho kemudian kedatangan banyak "musuh" baru. Namun akhir pekan ini rivalitas keduanya akan kembali meletup saat Inter dan Juve saling berhadapan di pekan ke-13.
Lalu bagaimana sebenarnya Ranieri memandang Mourinho, pelatih yang menggusur dirinya saat di Chelsea dan kini untuk sementara melangkahinya mengingat Inter berada di puncak klasemen?
"Apakah saya menyukai sesuatu dari Mourinho? Ya, fakta bahwa para pemain selalu memuji dirinya berarti dia punya rapot yang bagus di sana," ungkap Ranieri pada La Gazzetta dello Sport seperti dikutip Channel4. "Tapi saya tidak suka caranya memicu kontroversi dari waktu ke waktu."
Saat ditanya soal pengalamannya digusur Mourinho saat masih bertugas di Stamford Bridge, pelatih 57 tahun itu menolak anggapan kalau perseteruan dirinya dengan Mourinho kini disebabkan masalah tersebut.
"Saya tahu kalau saat itu saya masih dalam masa-masa yang tak menentu, tapi saya masih yakin kalau saya telah menjalani musim yang hebat karena saya membawa Chelsea ke posisi empat tanpa uang banyak."
"Apakah saya cemburu pada Mourinho dengan gaji yang diterimanya? Sama sekali tidak. Semua orang mendapat sesuatu yang layak buat mereka. Saya bahkan tak tertarik dengan uang, itu bukan hal penting buat saya," lanjut mantan pelatih Valencia, Atletico Madrid, Napoli dan Fiorentina itu.
Di akhir wawancaranya Ranieri menyimpulkan kalau dirinya sama sekali berbeda dengan Mourinho. Meski gelar yang dikumpulkan belum sebanyak Mourinho, Ranieri merasa dirinya telah menjalani profesinya dengan baik.
"Fakta sederhananya adalah saya tak punya kesamaan dengan Jose. Dia mungkin sudah memenangi banyak tropi dan saya belum. Tapi saya sudah lama (berkutat) dengan sepakbola dan saya terus melakukan yang lebih baik, jadi saya pikir saya telah melakukan pekerjaan yang bagus," pungkas dia.
Waspadai Del Piero!
Dari 11 pemain yang akan diturunkan Claudio Ranieri pada derby d'Italia akhir pekan nanti, Walter Samuel memperingatkan rekan-rekannya untuk lebih memberi perhatian khusus pada Amuri dan Alessandro Del Piero. Mengetahui kekuatan lawan memang bisa menjadi modal tersendiri jelang melakoni duel. Hal itulah yang kini coba dilakukan Walter Samuel, bek tengah Inter.
Jelang melakoni duel derby d'Italia, pemain asal Argentina itu sedikit berbagi analisa tentang lawan Inter. Menurut Samuel, ada dua pemain Juve yang patut diwaspadai.
"Amauri adalah striker yang luar biasa dengan insting bagus di depan gawang. Ia bagus dalam melewati lini belakang lawan dan pekerja keras," tutur Samuel kepada Corriere dello Sport.
"Alessandro Del Piero akan menjadi ancaman. Julio Cesar harus mewaspadai tendangan bebasnya karena dia adalah pemain yang berbahaya di sepakbola Italia," simpulnya.
Tak salah bila Samuel berpendapat demikian, merujuk pada penampilan eksplosif dua pemain Juve tersebut. Khusus untuk Del Piero, ikon Juventus itu juga sudah beberapa kali menunjukkan kualitasnya meski kini usianya tak lagi muda. Kemenangan Juventus saat menghadapi Real Madrid di ajang Liga Champions adalah buah dari kepiawaian del Piero mengeksekusi tendangan bebas.
Terlepas dari siapa yang bakal memenangi laga ini, Samuel menilai jalannya pertandingan di Giuseppe Meazza akhir pekan nanti akan berjalan menarik.
"Pertandingan kami akan berjalan luar biasa dan kami akan menghadapi tim yang tampil sempurna dan memenangi tujuh laga mereka secara beruntun," pungkasnya.
Amauri tak sabar lawan Inter
Partai derby d'Italia yang tinggal hitungan hari membuat beberapa pemain, termasuk di antaranya Amauri, mengaku tak sabar segera bisa ambil bagian di laga itu. Sejak bergabung dari Palermo, Amauri menjelma jadi salah satu pemain andalan Juventus. Lima gol berhasil disumbangkan striker berbadan tegap itu.
Dengan kontribusi yang cukup bagus itu membuat Amauri berharap bisa memberi lebih, terutama saat laga derby d'Italia dihelat besok.
"Jika kami bisa bermain dengan mentalitas yang sama seperti tujuh laga sebelumnya, kami akan mengakhiri laga dengan hasil yang sesuai harapan," ungkapnya kepada Studio Sport.
"Hasil pada tahap ini tak cukup penting, tapi pertandingan ini cukup vital karena siapa yang memenanginya akan menguasai puncak klasemen."
Amauri juga menambahkan performa Juve tak kalah bagusnya dengan Inter sekarang ini, bahkan dibilangnya lebih baik dalam satu sudut pandang merujuk pada performa Bianconeri dalam tujuh laga terakhir dengan hasil tak terkalahkan.
Rumah baru Si Nyonya Tua

Delle Alpi akan dibongkar bagi stadion baru Juventus yang akan selesai tahun 2011. Juventus merencanakan untuk mengungkapkan detil stadion baru mereka dalam suatu acara malam ini.
Acara itu akan diadakan di Gianni Agnelli Auditorium dan undangan bagi 500 tamu telah disebar. Mereka yang akan hadir termasuk ketua Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Giancarlo Abete, presiden Lega Calcio Antonio Matarrese, dan juga pasukan Bianconeri sendiri.
Kandang baru Juve itu akan bertempat di stadion Delle Alpi (foto) lama yang akan dirobohkan agar pembangunan dapat dimulai pada musim gugur 2009. Diharapkan stadion tersebut sudah siap untuk digunakan pada Serie A musim 2011-12.
Dengan kapasitas yang dapat menampung 40,700 penonton, stadion itu juga akan memiliki pusat perbelanjaan mewah yang buka setiap hari, serta tempat parkir bagi 5,300 kendaraan.
Sebuah musium yang akan berisikan sejarah Juve juga akan disiapkan dalam stadion tersebut dan tak akan kalah dengan yang dimiliki Real Madrid di dalam Bernabeu.
Walau demikian, belum diketahui apa nama stadion baru tersebut. Tugas pencarian nama itu akan menjadi tanggung jawab perusahaan marketing olahraga Sportfive yang akan menjualnya kepada para perusahaan yang berminat.
Total biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan kandang baru Bianconeri diperkirakan akan mencapai €100 juta.
20 November 2008
Derbi d'Italia seperti Liverpool vs MU
Turin - Laga sengit antara Inter Milan kontra Juventus terhampar di akhir pekan. Eks punggawa Liverpool, Momo Sissoko, tak sabar menjalaninya dan membandingkan panasnya partai itu bak duel Liverpool versus Manchester United.
Sebelum diboyong 'Si Nyonya Tua' Januari lalu, Sissoko pernah berada di Anfield sejak tahun 2005. Menghadapi MU yang adalah rival berat Liverpool di Inggris pun bukanlah hal asing.
'Si Merah' memang memiliki Everton sebagai rival satu kota, tapi partai melawan 'Setan Merah' tetap selalu panas. Sissoko bahkan menilainya lebih panas ketimbang derby Merseyside.
Hal serupa hadir di Italia. 'Bianconeri' memang punya derby Turin nan panas lawan rival sekota, Torino. Namun, laga lawan Inter bisa lebih menggelegak lagi.
Belum lagi ditambahi bumbu kenangan akan skandal Calciopoli yang membuat dua gelar Seri A Juve dicabut, di mana salah satunya diserahkan untuk 'Nerazzuri'.
"Aku sudah pernah bermain membela Liverpol dalam menghadapi Manchester United dan partai itu memiliki tingkat kepentingan berbeda dibandingkan pertandingan lawan Everton. Sama saja di Italia dan aku lebih bersemangat melawan Inter ketimbang Torino," ucap Sissoko di Channel 4.
"Kami akan menjalani pertandingan nanti dengan sikap positif dan semua sudah sangat bersemangat. Aku pikir kami lebih menginginkan (kemenangan) dan itu akan membuat perbedaan," tuntas dia.