Bisa tampil dan menjadi bagian dari timnas Italia di event akbar Piala Dunia 2010 menjadi impian Alessandro Del Piero.
Del Piero sempat tak dipanggil Marcello Lippi dalam beberapa laga terakhir Italia. Dengan penampilan impresifnya dalam beberapa laga terakhir, akan sangat mengherankan bila kapten Juventus itu tidak diikutsertakan dalam skuad utama Azzurri.
Walau demikian, Del Piero tetap menyerahkan semua keputusan kepada Lippi. Sementara dirinya sendiri akan terus berusaha membujuk pelatih berambut putih itu dengan penampilannya.
"Saat ini Lippi sedang melakukan tes pada semua pemain dan hal itu bukanlah suatu masalah, karena saya tahu dia menghormati saya, seperti saya menghormati dia," tandas Del Piero seperti dikutip Football Italia.
Namun Del Piero juga berharap Lippi bisa mewujudkan ambisinya untuk tampil di Piala Dunia 2010, ajang terbesar dan terakhir yang mungkin bisa diikutinya.
"Piala Dunia 2010 bakal mewarnai karir saya. Memang masih jauh, jadi saya hanya bisa fokus pada performa saya untuk Juve. Yang pasti saya ingin menghabiskan karir saya dengan Piala Dunia 2010."
TRANSLATE
13 November 2008
NEWS : Del Piero Incar Piala Dunia 2010
Buffon Harapkan Anaknya Jadi Fans Juve
Penjaga gawang Juventus Gianluigi Buffon, dalam wawancara kepada sebuah majalah perempuan Italia, menuturkan keinginannya terhadap anak laki-lakinya, Louis Thomas, dan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah. Kiper sekaligus ikon Juventus Gianluigi Buffon dikenal sering melakukan penyelamatan di bawah mistar Bianconeri, tapi dalam sebuah wawancara baru-baru ini sang kiper mengungkapkan sisi kepribadiannya yang tak banyak diketahui publik.
"Saat pertama aku merasa betul-betul menjadi ayah adalah dua bulan setelah kelahirannya," tutur Buffon kepada Donna Moderna. "Alena sedang pergi dan aku sendirian bersama si kecil."
"Aku memberikannya makanan dan aku membuatnya tertidur tanpa banyak kerepotan. Emosi ini sungguh luar biasa karena dia sangat bergantung kepadaku."
Gigi juga sudah melihat potensi Louis Thomas. Dia yakin anaknya yang hampir berusia satu tahun itu akan mengikuti jejaknya sebagai atlit.
"Lihat betapa cepatnya Louis berjalan," sambungnya. "Dia sangat dewasa untuk seukuran usianya. Dia punya tungkai yang panjang, tinggi, dan punya struktur fisik selayaknya seorang olahragawan."
"Aku tak sabar melihatnya tumbuh besar sehingga aku bisa bermain sepakbola bersamanya!"
Portiere nomor satu Italia ini juga menyempatkan diri berkelakar dalam wawancara itu.
"Aku harap dia menjadi fans Juventus," seloroh Buffon. "Namun, jika dia menjadi fans Torino, aku harus ikhlas, karena bagaimanapun, soal ini bukan hal yang teramat penting."
Juventus: Daripada Inter, Kami Lebih Suka Milan
Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli mengaku berhasrat menaklukkan baik Inter Milan maupun AC Milan musim ini, tapi dia juga mengatakan Bianconeri punya hubungan lebih erat dengan Rossoneri.
Giovanni Cobolli Gigli bahagia dengan perkembangan yang dialami Juventus, apalagi dilengkapi inspirasi sang kapten Alessandro del Piero.
"Banyak persaingan dengan Inter Milan dan itu tak hanya sekadar Moggiopoli," cetus Gigli kepada wartawan sebelum pertemuan Lega Calcio.
"Normal saja bagi fans kami kalau tidak sejalan dengan Inter dan aku bahkan ingin mengalahkan mereka."
"Kami juga bersaing dengan Milan, tapi mungkin hubungan kami lebih erat dengan mereka. Bagaimanapun, kami juga berhubungan baik dengan [Ernesto] Paolillo di Nerazzurri."
"Del Piero? Dia salah satu yang terbaik. Dia tampil matang sejak menderita cedera di Udine beberapa tahun silam. Ballon d'Or? Aku harap itu untuknya."
"Genoa? Mereka berada dalam penampilan terbaiknya belakangan ini dan mereka memainkan sepakbola indah. Tentu saja, kami ingin menang agar segera tampil di puncak klasemen."
Juve akan menjamu Grifoni di stadion Olimpico, Kamis (13/11) malam nanti. Partai ini dimajukan karena berbenturan dengan jadwal pertandingan rugby antara Italia dan Argentina, Sabtu lusa.
PREVIEW Serie A Italia: Juventus Vs. Genoa
Juventus mengincar kemenangan keempat berturutan. Genoa ingin memperpanjang catatan tak terkalahkan di enam pertandingan. Di klasemen sementara Serie A Italia, Juventus dan Genoa hanya dipisahkan oleh selisih satu angka. Juve di peringkat keenam dengan 21 angka, dan Genoa di bawahnya. Tak pelak lagi pertemuan keduanya, Kamis (13/11), akan berlangsung menarik.
Juve sedang dalam performa terbaik, setelah mengemas serangkaian kemenangan di liga domestik dan Liga Champions. Tidak aneh jika pelatih Claudio Ranieri berambisi mengejar kemenangan keempat berturutan di Serie A Italia musim ini.
Tidak ada alasan bagi Juve untuk tidak optimistis memenangkan laga ini. Data statistik pertandingan memperlihatkan, Old Lady hanya kebobolan satu gol dari empat pertandingan terakhir. Ini membuktikan pertahanan Juve sangat solid, dan penyerang mereka berbahaya dan produktif.
Sukses di empat laga terakhir membuat persoalan cedera pemain yang mencekik Juve tak terdengar lagi. Padahal, sampai saat ini Ranieri masih belum bisa menurunkan Gianluigi Buffon, Dario Knezevic, Jonatahan Zebina, Christian Poulsen, Cristiano Zanetti, Hasan Salihamidzic, Albin Ekdal, dan David Trezeguet.
Ada beberapa berita gembira bagi Juve. Zdenek Grygera, Claudio Marchisio, dan Mauro Camoranesi, telah pulih dari cedera. Namun dua diantara mereka akan duduk di bangku cadangan dalam pertandingan ini.
Genoa jauh lebih sehat, namun mereka hanya punya Matteo Paro, Omar Milanetto, dan Francesco Modesto di lapangan tengah. Ini berarti Paro akan mendapat kesempatan menghadapi mantan klubnya. Juve memiliki banyak pemain berbakat, tapi fans Old Lady memiliki kenangan akan permainan cemerlang Domenico Criscito, Giuseppe Sculli, dan Rafaelle Palladino.
Grifoni, julukan Genoa, berupaya tidak terpengaruh dengan reputasi dan pencapaian terbaik Juve di empat pertandingan. Mereka juga punya target lain; memperpanjang catatan tak terkalahkan di enam pertandingan.
Sukses mengalahkan Reggina empat gol tanpa balas pekan lalu membuat Genoa lebih percaya diri. Namun catatan laga tandang Genoa cukup buruk, dengan tiga kali kalah, dan dua kali seri dari lima pertandingan. Genoa relatif hanya jago kandang, dengan mmenangkan seluruh dari enam pertandingan di Marassi.
Yang menarik perhatian adalah pemain belakang kedua tim akan sama-sama menjaga striker lawan. Juve dipastikan akan menjaga ketat Alberto Diego Milito, produsen sembilan gol dari sebelas pertandingan, dan Genoa menjaga Alessandro Del Piero -- yang sedang dalam performa terbaiknya.
Perkiraan Pemain:
Juventus: Alex Manninger, Zdenek Grygera, Nicola Legrottaglie, Giorgio Chiellini, Paolo De Ceglie, Marco Marchionni, Mohamed Sissoko, Tiago, Pavel Nedved; Amauri carvalho, Alessndro Del Piero.
Genoa : Rubinho, Giuseppe Biava, Matteo Ferrari, Domenico Criscito, Marco Rossi, Thiago Motta, Ivan Juric, Francesco Modesto, Giuseppe Sculli, Diego Milito, Rafaelle Palladino.
PSS NEWS : Kalahkan GU, PSS Raih Poin Tiga
PSS Sleman meraih poin penuh di kandang lawan dengan mempecundangi Gresik United (GU), 1-0, dalam Kompetisi Liga Utama 2008 di Stadion Tri Dharma Gresik, Rabu (12/11). Gol semata wayang PSS dicetak Slamet Nurcahyo menit ke-60, setelah menyelesaikan umpan Anton Hermawan.
PSS yang menurunkan duet barisan depan Dicky Gautama dan Anton Hermawan di dukung Zaenal di sayap, sejak babak pertama banyak menciptakan peluang. Gol Zaenal sempat dianulir menit ke-15, karena dianggap off side, padahal belakangnya masih ada pemain lawan. Tembakan Anton juga diselamatkan kiper GU Imam menit ke-15.
Babak kedua PSS makin gencar dan menit ke-60 Anton Hermawan menusuk ke kotak penalti. Saat dihadang lawan, Anton memberi umpan pada Slamet Nurcahyo yang berdiri bebas dengan tembakan terarah menjebol jala GU. PSS kemudian mulai dikerjai lawan. Menit ke-69 mendapat hukuman penalti tanpa sebab jelas, tapi tembakan Cristopher berhasil diblok Sahary Gultom.
Pelatih PSS Yudi Suryata pun bersyukur, karena dalam keadaan tim yang pas-pasan masih mampu merebut kemenangan di kandang lawan. Hasil ini akan membangkitkan semangat pemain PSS untuk tampil lebih baik lagi saat bertanding melawan Persibo Bojonegoro di Stadion Deltras Sidoarjo, Minggu (16/11).
Kemenangan itu juga harus dibayar mahal karena dua pemain andalan Lipede dan Edu Sibung tak bisa main lawan Persibo, karena akumulasi dua kartu kuning. Tapi dengan semangat yang ada PSS masih bisa berharap merebut poin dari Persibo. PSS pagi ini berangkat dari Gresik menuju Sidoarjo.
12 November 2008
Joaquin Tergiur Juventus
Valencia - Diincar oleh klub sebesar Juventus bisa mengundang reaksi yang beragam dari para pemain. Khusus untuk Joaquin Sanchez, ia mengaku tersanjung mendengar kabar ketertarikan Bianconeri.
Joaquin yang adalah winger Valencia kini dikabarkan tengah didekati oleh La Vecchia Signora untuk menjadi bagian dari skuad mereka di masa depan. Direktur Olahraga Juventus, Alessio Secco, secara khusus telah terbang ke Valencia pekan lalu untuk melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan transfer sang pemain.
Usaha Secco untuk mendatangkan mantan pemain Real Betis itu adalah untuk menambah amunisi di lini tengah Juventus. Kecepatan Joaquin yang biasa menyisir sisi lapangan bisa jadi senjata baru bagi "Tim Kuda Zebra" dalam membongkar pertahanan lawan.
"Sangat menyenangkan ketika ada klub lain yang melirik Anda. Itu merupakan sebuah hadiah bagi seorang pemain, apalagi jika datangnya dari klub sebesar Juventus," ujar Joaquin seperti dilansir Channel4.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa saya telah bermain dengan baik dan hal tersebut selalu membuat Anda bangga," tandasnya.
Gelandang berusia 27 tahun ini sudah membela Los Ches sejak tahun 2006. Sejak saat itu ia telah turun bertanding sebanyak 67 kali di La Liga dan mencetak sembilan gol.
Tiago Tetap Tinggal di Turin?
Ada yang berbeda mengamati susunan starting line-up yang dibuat Claudio Ranieri dalam empat pertandingan terakhir yang dilakoni Juventus. Sekonyong-konyong nama Tiago Mendes muncul kembali. Gelandang asal Portugal berusia 27 tahun itu menjadi tandem Mohammed Sissoko di ini tengah Bianconeri.
Hasilnya? Manjur. Juve selalu meraih hasil sempurna, termasuk saat melawat ke kandang macan, Santiago Bernabeu, markasnya Real Madrid dalam lanjutan babak penyisihan Grup H Liga Champions, Rabu (5/11) lalu. Alhasil, La Vecchia Signora tinggal selangkah lagi lolos ke babak knock-out. Di kompetisi lokal, posisi Juve mulai membaik dan kian merapatkan jarak dengan pemuncak klasemen sementara.
Apiknya penampilan Tiago di lapangan hijau tersebut, selain menebalkan kepercayaan dalam diri Ranieri, juga memuaskan para petinggi klub. Begitu pula dengan para pendukung Bianconeri. Karena itu, menurut harian Tuttosport, Juventus sedang menimbang untuk mempertahankan keberadaan Tiago di Turin sampai akhir musim.
Seperti diketahui, gara-gara tidak mendapat kesempatan bertanding secara reguler, Tiago—yang diboyong dari Olympique Lyonnais pada 21 Juni 2007 dengan fee transfer 13 juta euro (Rp 182 miliar)—sempat mengancam bakal meninggalkan Olimpico Grande Turin di bursa transfer musim dingin Januari dibuka (Baca: Tiago Gelar Ultimatum).
Di bursa transfer musim panas lalu, Juve nyaris ‘menceraikan’ Tiago. Rekrutmen gelandang Sevilla (saat itu) asal Denmark, Christian Poulsen kian menegaskan kebijakan klub (dan Ranieri) yang tidak membutuhkan lagi jasa Tiago.
Meski demikian, Tiago tetap tinggal di Turin dan sempat menolak ‘dibuang’ ke Goodison Park. Padahal, ketika itu Juve dan Everton diklaim telah mencapai kesepakatan (Baca: Tiago Enggan Balik ke Premiership). Pun begitu pula dengan klub Ligue Prancis, AS Monaco yang saat itu sesumbar telah berhasil merekrut Tiago (Baca: Monaco Boyong Recoba dan Tiago?).
Menurut Tuttosport, selain membaiknya kinerja Tiago di lapangan, faktor cederanya sejumlah pemain pilar di lini tengah, seperti Cristiano Zanetti dan Poulsen membuat Direktur Sport Klub, Alessio Secco berubah haluan dan berniat tetap memakai jasa Tiago, minimal, sampai akhir musim ini.
Del Piero Ingin Ballon d'Or Sebelum Pensiun
Turin - Dengan usia yang sudah menginjak angka 34, wajar kalau Alessandro Del Piero mulai berpikir pensiun. Sebelum itu, kapten Juventus tersebut berharap masih berkesempatan menggondol Ballon d'Or.
Del Piero tengah dalam performa memesona. Berdekatan dengan hari ulang tahunnya, dia bahkan mendapat tepuk tangan penghormatan dari publik tim lawan di Santiago Bernabeu berkat penampilan apiknya melawan Real Madrid.
"Itu malam spesial di Madrid, suatu atmosfer yang bisa diletakkan di atas karirku dan juga karena dua gol yang bagus," ujar Del Piero seperti dikutip Channel 4.
Bersama timnas Italia dan Juve, Del Piero telah memenangi Piala Dunia, lima Scudetti (plus dua yang dicabut akibat skandal Calciopoli), satu titel Seri B, satu Coppa Italia, empat Piala Super Italia. Selain itu masing-masing satu trofi Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Intercontinental dan Piala Intertoto juga diraihnya.
Salah satu trofi yang belum bisa diraih Del Piero adalah Ballon d'Or. Alhasil, dia pun tak menutupi keinginannya untuk menyabet penghargaan tersebut.
"Aku akan amat senang untuk memenanginya, tapi yang pasti aku takkan sampai terlalu memimpikannya. Saat ini aku hanya ingin fokus kepada apa yang kulakukan, itu saja," jelas Del Piero.
Untuk meraih Ballon d'or tampaknya hanya ada sejumput waktu yang tersisa buat Del Piero sebelum dia benar-benar gantung sepatu nanti. "Aku ingin menutup karir di Piala Dunia 2010," tandas dia.
11 November 2008
Juve Sambut Poulsen, Marchisio
Performa Juventus di lapangan yang terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir, juga berpengaruh di luar lapangan dengan kembalinya Christian Poulsen dan Claudio Marchisio dari cedera.
Setelah memulai musim ini dengan buruk, Bianconeri kembali bangkit dan menang dalam empat pertandingan berturut-turut di Serie A Italia yang menerbangkan mereka ke posisi keenam klasemen sementara.
Pekan ini, mereka akan menjamu Genoa di Turin, dan mereka optimis untuk kembali menambah kemenangan dalam tangan Si Nyonya Tua.
Harapan untuk menang ini semakin bertambah dengan kehadiran Christian Poulsen dan Claudio Marchisio, yang baru saja sembuh dari cedera ringan, dan kemungkinan akan ambil bagian dalam laga itu.
Berita yang dimuat di situs resmi Juventus itu tentu membuat para fans Juve bahagia dan berharap timnya tak akan mengecewakan mereka.
Sebelumnya, Marchisio diharapkan tampil saat menang 2-0 atas Chievo akhir pekan lalu, namun pihak klub memutuskan untuk memberi istirahat lebih untuk memulihkan cederanya.
Kedua pemain terbukti mampu mengikuti sesi latihan, Senin (10/11), dalam persiapan menjamu Rossoblu, Kamis ini.
Buffon Puji Juventus
Berkekuatan dengan tim seadanya, Juventus tampil bagus dan menjanjikan dalam beberapa laga terakhir. Tak salah bila kemudian Gianluigi Buffon melontarkan pujiannya untuk skuad Claudio Ranieri itu.
Juventus menunjukkan performa positif, baik di kompetisi Serie A Italia maupun Liga Champions. Bahkan terbuka kesempatan bagi Juve untuk bisa menjadi juara di dua kompetisi tersebut.
Catat saja apa yang sudah ditorehkan Juve di Serie A. Usai menaklukkan Chievo 2-0, Juve kini bertengger di peringkat enam dengan 21 angka, tertinggal tiga poin dari Inter Milan yang menguasai puncak klasemen.
Di Liga Champions, Juve juga menguasai tampil dominan usai menundukkan Real Madrid 2-0 di Santiago Bernabeu.
Fakta itu membuat Buffon gembira, sekaligus melontarkan pujian untuk skuad besutan Claudio Ranieri itu.
"Saya akan kembali pada tahun baru nanti. Meskipun demikian, saya harus menunggu sampai penampilan Juventus agak menurun," ungkapnya kepada Channel4.
"Permainan Juventus selama ini menunjukkan bahwa seorang Buffon tak terlalu penting. Ini adalah fakta. Rekan-rekan saya tahu bagaimana bereaksi atas situasi yang sulit," sambungnya.