
Madrid - Juventus akhirnya melenggang ke babak final turnamen Peace Cup. Di babak semifinal, Bianconeri menundukkan raksasa Spanyol, Real Madrid, dengan skor 2-1.
Pada laga yang dihelat Sabtu (1/8/2009) dinihari WIB, Juventus membuka keunggulan ketika pertandingan baru memasuki menit ketiga. Yang menjadi pencetak golnya adalah Fabio Cannavaro. Eks bek Madrid itu sukses menyundul masuk bola hasil tendangan bebas Alessandro Del Piero.
Namun demikian, Madrid mampu menyamakan kedudukan lima menit menjelang turun minum. Cristiano Ronaldo mencetak gol keduanya pada turnamen ini--sekaligus gol keduanya untuk Madrid--setelah tendangan penaltinya tak mampu dihalau oleh Gianluigi Buffon.
Bintang kemenangan Juventus dalam laga ini adalah Hasan Salihamidzic. Gelandang berkebangsaan Bosnia ini sukses memanfaatkan sepak pojok Del Piero menjadi gol pada menit 48.
Madrid yang relatif lebih dominan dalam pertandingan ini beberapa kali menciptakan peluang. Tetapi hingga akhir laga mereka tetap tak mampu menyamakan kedudukan, atau bahkan membalikkan keadaan.
Hasil ini pun mengantarkan La Vecchia Signora ke partai puncak Peace Cup. Di final, pasukan arahan Ciro Ferrara ini akan berhadapan dengan Aston Villa yang pada babak semifinal sukses menundukkan FC Porto 2-1.
Gol kemenangan The Villans oleh Emile Heskey di menit 14 dan Steve Sidwell pada menit 37. Villa kemudian bermain dengan 10 orang setelah Heskey diganjar kartu merah oleh wasit pada menit 69--akibat dari protes berlebihannya terhadap sang pengadil atas pelanggaran terhadap Ashley Young.
Tetqapi keunggulan jumlah pemain tak mampu dimanfaatkan oleh Porto. Sampai nyaris pertandingan berakhir, mereka tak mampu mencetak gol. Satu-satunya gol mereka hadir pada menit 90 melalui penalti yang dilesakkan Hulk.
( roz / roz )
DETIK.COM
TRANSLATE
01 Agustus 2009
PEACE CUP 2009: JUVENTUS VS REAL MADRID 2-1
29 Juli 2009
Diego, Kunci Kebangkitan Juve

Ketika mengalahkan Seongnam 3-0 di Peace Cup, Diego melakukan debutnya bersama Juventus sejak ditransfer dari Werder Bremen. Dalam pertandingan itu, Diego mencetak gol indah, sekaligus menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain yang pantas membela Juventus.
Setidaknya demikian penilaian yang diberikan Felipe Melo. Rekan Diego di Bianconeri yang juga sama-sama melakukan debut itu menilai, pemain asal Brasil tersebut akan bisa membawa Juventus meraih kejayaan dengan berbagai gelar juara.
"Kami akan menjalani musim yang panjang ke depan, dan kami bisa menggantungkan banyak harapan kepada Diego. Juara Serie A Italia adaah sebuah impian. Tapi dengan kerja itu bisa dicapai," ujar gelandang bertahan ini dilansir laman resmi klub.
"Sejak saya bergabung dengan rekan-rekan di tim ini, saya telah bekerja keras. Saya juga langsung sadar telah bergabung di sebuah keluarga besar, dan klub hebat. Ini sangat penting bagi saya."
PROFIL Classic Match: Juventus 1-0 Liverpool

Era 80-an menjadi masa keemasan perjalanan Juventus. Dominasi tim asal Italia ini tak hanya di Serie A Italia, tapi merambah di Benua Eropa.
Sejarah mencatat puncaknya terjadi 1985, ketika Juventus menjadi tim Eropa pertama yang berhasil meraih seluruh gelar UEFA. Rekor yang baru terpecahkan pada 1992 ketika Ajax Amsterdam dan Bayern Munich pada 1996.
Salah satu korban keperkasaan Juventus saat itu yakni Liverpool. The Reds takluk 1-0 dari La Vecchia Signora di Heysel Stadium, Brussels, dipartai puncak Piala Eropa, kompetisi yang menjadi cikal bakal lahirnya Liga Champions. Juventus merebut gelar pertamanya di kompetisi ini.
Meski gagal meraih gelar di Serie A Italia musim itu, gelar Piala Eropa cukup membuat Juventus ditakuti. Disandingkan gelar Piala Intercontinental.
Magis Juventus saat itu tak lain legenda sepakbola asal Prancis Michel Platini. Tak heran jika masa itu, mengenal Juventus tak terlepas dari Platini.
Gelar pertama Piala Eropa untuk Juventus membuat Platini mencetak hattrick sebagai pemain terbaik Eropa untuk tiga musim beruntun serta capocannoniere atau topskor terbanyak dalam jangka waktu sejak 1983-1985. Tahun yang sama, Platini terpilih sebagai pemain terbaik dunia versi majalah.
Hanya mendung sedikit memayungi gelar Juventus ini. Menyusul tragedi Heysel yang merenggut 39 nyawa pendukung Juventus. Runtuhnya tembok penahan di tribun penonton menjadi penyebab tragedy memilukan ini.
Jalannya pertandingan
29 Mei 1985
Heysel Stadium-Brussels
Wasit: Andre Daina (Swiss)
Juventus 1-0 Liverpool
(Platini 56)
Pertemuan Juventus melawan Liverpool dinantikan banyak pihak. Inilah laga antara Juventus sebagai juara Piala Winners dan Liverpool sebagai juara bertahan Piala Eropa.
Akibat tragedi yang memakan korban, laga final 1985 ini sempat tertunda satu setengah jam dari waktu sebenarnya. Namun agar para pendukung lain tidak kecewa dan bentrokan lebih hebat antar penonton, wasit Dina memutuskan pertandingan tetap dimainkan.
Hanya saja kapten Juventus Gaetano Scirea dan Phil Neal turun tangan untuk meredam emosi suporter. Pertandinganpun dimulai.
Dibabak pertama, sebagai juara bertahan Liverpool tampil lebih menekan. Sayang kokohnya pertahanan The Kop sempat bermasalah, ketika pertandingan baru berjalan empat menit Mark Lawrenson ditarik keluar pelatih Joe Fagan.
Untuk dapat memetik kemenangan, Fagan mencoba cara baru di awal dengan memasukan Gary Gillespie menggantikan posisi Mark Lawrenson. Begitupun Paul Walsh yang digantikan Craig Johnston. Namun mereka gagal menembus gawang Juventus.
Sebaliknya Giovanni Trapattoni, tak merubah formasi timnya. Kesempatan akhirnya datang menit 56. Bermula dari kesalahan fatal Gillespie yang menjatuhkan Zbigniew Boniek di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih.
Tak ada ampun, Platini yang mendapat tugas mencetak gol sukses menaklukan kiper Bruce Grobbelaar. Satu gol Platini membuat timnya juara dan tak terbalaskan hingga pertandingan berakhir. Bagi Platini gol ini menjadi pembuktian dirinya masih yang terbaik.
Susunan Tim
Juventus
Pelatih: Giovanni Trapattoni
Rossi (Vignola) - Briaschi (Pradelli)
Boniek - Platini - Tardelli - Bonini
Favero - Cabrini - Brio - Secirea (c)
Tacconi
Liverpool
Pelatih: Joe Fagan
Rush - Dalglish
Whelan - Walsh (Johnston) - Wark - Nicol
Neal (c) - Beglin - Lawrenson (Gillespie) - Hansen
Grobbelaar
Melo: Diego Dapat Bawa Juventus Juara Serie A

Tiket semi final Peace Cup 2009 akhirnya diraih Juventus. La Vecchia Signora memastikan lolos setelah menundukan Seongnam Ilhwa 3-0 di Chapin, Jerez, Rabu (29/7) dinihari.
Sukses ini berkat salah satu pemain baru Juventus Diego. Satu golnya di menit ke-52 melengkapi dua gol lainnya yang dicetak Vincenzo Iaquinta menit 40 serta gol Nicola Leggrotaglie pada menit ke-70.
Aksi Diego ini membuat rekan satu timnya Felipe Melo yakin, mantan pemain Werder Bremen itu dapat membawa Juventus meraih gelar Serie A Italia.
"Kami berhasil mendapatkan kemenangan ini setelah dua hari bermain imbang dengan Sevilla," kata Felipe Melo seperti dikutip situs resmi Juventus.
"Kami akan menghadapi musim yang panjang di depan dan kami memiliki motivasi tinggi bersama Diego. Scudetto salah satu mimpi kami, tapi untuk itu kami butuh kerja keras," kata Melo.
PEACE CUP 2009: JUVENTUS vs Seongnam ilhwal chunma 3-0

Klub asal Italia ini menjadi juara Grup A dengan mengumpulkan enam poin, mereka mengungguli Sevilla dan Seongnam yang masing-masing hanya meraih satu poin.
Dalam pertandingan terakhir penyisihan grup, Rabu (29/7) dinihari WIB, Juve menghadapi Seongnam di stadion Chapin, Jerez, Spanyol.
Tim asuhan Ciro Ferrara itu memang lebih menguasai permainan tapi mereka sempat kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain defensif.
Striker veteran Vincenzo Iaquinta mampu memecah kebuntuan dengan mencetak gol di menit ke-40. Gol tersebut membuat pemain Juve semakin bersemangat.
Sedangkan Seongnam juga tak mau menyerah begitu saja. Mereka berusaha membangun serangan, tapi sayangnya sulit membongkar pertahanan Buffon cs yang dikenal kokoh.
Seongnam justru harus kebobolan lagi melalui gol perdana Diego di menit ke-53, dan ditutup dengan pemain belakang Legrottaglie yang membuat gol di menit ke-70.
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Juve. Di gim pertama, Juve mengalahkan Sevilla dengan skor tipis 2-1.
25 Juli 2009
Amauri: Kalau Aku Inter, Aku Akan Pertahankan Ibra
Inter Milan akan rugi besar jika melepas Zlatan Ibrahimovic ke Barcelona, demikian penyerang Juventus, Amauri.
Amauri merasa Ibra masih lebih baik ketimbang Samuel Eto'o, penyerang asal Kamerun yang akan menjadi bagian kesepakatan transfer antara Inter dengan Barcelona.
"Ibrahimovic pergi dan Eto'o datang. Eto'o pemain hebat dan striker kelas satu. Namun, jika harus memilih, aku akan mempertahankan Ibra," ujar Amauri pascakemenangan Juventus 1-0 atas Sevilla pada partai perdana Peace Cup, Jumat (24/7) malam.
Hasil tersebut sekaligus mempertebal keyakinan Amauri bahwa Juve akan tampil baik musim ini.
"Aku akan mengerahkan kemampuan terbaikku untuk menjalani musim yang hebat bersama Juventus, dan siapa tahu, mungkin aku akan bermain di Piala Dunia," pungkasnya.
Del Piero: Janggal Rasanya Melihat Trezeguet Berseragam Milan

Alessandro del Piero merasa janggal jika melihat David Trezeguet memutuskan pindah ke AC Milan.
Spekulasi terakhir yang merebak di Italia menyebutkan, agen Trezeguet, Antonio Caliendo, belum merasa pasti akan masa depan kliennya.
Del Piero, yang sudah bermain bersama Trezeguet selama sembilan musim, mengakui agak aneh jika menghadapi rekannya di klub saingan.
"Sungguh janggal melihatnya [Trezeguet berganti seragam]," ujar sang kapten.
Del Piero bersikap waspada terhadap pertukaran Samuel Eto'o dengan Zlatan Ibrahimovic di kubu Inter Milan.
"Inter akan kehilangan sesuatu di Serie A Italia, tapi mereka memiliki sesuatu yang lain di Liga Champions. Aku tak bisa bilang mereka lebih lemah saat ini," lanjutnya.
"Eto'o pemain terbaik di dunia untuk posisinya."
Juventus akan berhadapan dengan Sevilla pada partai perdana Peace Cup, Jumat (24/7) malam ini.
PEACE CUP 2009: Juventus Taklukan Sevilla

Juventus sukses membuka kemenangan pertama di Peace Cup 2009, dengan mengalahkan Sevilla 2-1 di Estadio Olympico de Sevilla, Sabtu (25/7).
Dua gol Juventus tercipta berkat aksi Amauri menit 26 dan Vicenzo Iaquinta menit 68. Sedangkan satu gol balasan Sevilla terjadi menit 80 lewat tendangan Sébastien Squillaci.
“Saya senang dan puas. Saya harus memuji para pemain. Pertama yang saya katakan kepada mereka, bahwa mereka layak menang,” kata pelatih Juventus Ciro Ferrara.
Sejak awal pertandingan, tuan rumah Sevilla berhasil mendominasi laga pembuka dalam 25 menit babak pertama. Termasuk tendangan bebas Renato yang sempat membahayakan gawang Juventus.
Namun publik Sevilla sempat terdiam satu menit kemudian saat Alessandro Del Piero memberikan assist matang ke arah Amauri yang diselesaikan dengan baik.
Kesempatan Sevilla kembali datang menit 35 lewat Didier Zokora namun tendangan bebasnya dapat ditepis Alex Manninger. Keunggulan Juventus tak terbalaskan hingga babak pertama berakhir.
Dibabak kedua, pelatih Sevilla Manolo Jimenez memasukan Luis Fabiano untuk memulai serangan. Kesempatan sempat datang untuk kubu Sevilla saat Jesus Navas melakukan tendangan voli dari luar kota penalti Juventus, tapi lagi-lagi Manninger berhasil menyelamatkan gawangnya.
Saat Sevilla asyik menyerang, Jonathan Zebina pada menit 68 memberikan umpan panjang kearah Iaquinta. Aksi Iaquinta tak dapat dibendung pertahanan Sevilla, sehingga ia menggandakan gol Juventus.
Tertinggal dua gol, Sevilla akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat aksi sundulan kepala Squillaci memanfaatkan umpan Jose Carlos dari tendangan sudut.
18 Juli 2009
Melo: Saya Bukan Tentara Bayaran
Setelah melengkapi proses transfernya ke Juventus baru-baru ini, Felipe Melo membantah tuduhan ia pindah hanya karena alasan keuangan.
"Permusuhan antara Fiorentina dan Juventus sangat kuat, tetapi saya seorang profesional," cetus Melo kepada Globoesporte.
Melo yakin, "Ada banyak orang menganggap saya tentara bayaran, tetapi itu bukan yang sebenarnya. Suatu pasal disetujui dengan Fiorentina, dan Juventus datang dan membayar itu. Tawaran itu terlalu bagus untuk ditolak Fiorentina, karena mereka hanya membeli saya seharga €8 juta."
Selain itu, Melo mengaku bangga dengan prestasinya dalam musim perdananya yang hampir membawa La Viola ke Liga Champions, dan banyak fans akan senang dengan kontribusinya.
Melo juga tak sabar untuk segera tampil di Firenze, dan menunggu apakah ia akan diejek seperti yang dialami oleh Roberto Baggio dan Giorgio Chiellini.
"Saya tak akan melakukan apapun kecuali berkonsentrasi pada permainan saya dan memberikan kontribusi saya ke Juventus," lanjutnya.