Juventus dikabarkan tertarik memboyong striker belia Marko Arnautovic dari Twente Enschede, klub Eredivisie Belanda.
"Saya pastikan Juventus tertarik dengan Arnautovic," ujar Alberto Faccini, agen Arnautovic.
"Mungkinkah Arnautovic mengenakan kostum Juve? Segalanya tergantung petinggi kedua tim," lanjut Faccini kepada Tuttomercatoweb.
Juve, masih menurut Faccini, adalah tim penting di Serie A dan Eropa. Ia yakin Arnautovic akan lebih berkembang bersama Juventus.
Steve McClaren, pelatih Twente, akan memberi peran besar kepada Arnautovic ketika timnya menghadapi AZ Alkmaar akhir pekan ini.
Mantan pelatih timnas Inggris itu yakin sejumlah klub akan memperhatikan Arnautovic. Namun sejauh ini Twente belum memberi kepastian apakah akan melepas striker berbakatnya, atau mempertahankannya.
TRANSLATE
03 Mei 2009
Juventus Tertarik Arnautovic?
Marino Nasihati Juventus
Direktur olahraga Napoli Pierpaolo Marino yang sukses mendatangkan pemain muda berbakat macam Ezequiel Lavezzi, Marek Hamsik, Cristian Maggio, dan Fabiano Santacroce, memberikan saran kepada Juventus.
"Juventus tentu punya beberapa sasaran transfer," ujarnya dalam wawancara kepada Tuttosport.
"[Seandainya di sana] Aku akan mendekati [Emmanuel] Adebayor, karena aku rasa dia bisa diraih. Diego? Dia pemain penting, tapi aku rasa kedatangannya akan terwujud jika ada yang pergi."
Marino juga menyebut nama bek Sevilla Julien Escude, yang kabarnya tengah didekati Inter Milan.
"Di lini pertahanan, aku menyenangi Escude di Sevilla. Aku mencoba membawanya tahun lalu, tapi tak terwujud. Mungkin lain ceritanya dengan Inter."
Pelatih Juve Claudio Ranieri kerap diserang kritik setelah tampil mengecewakan musim ini dan Marino yakin pelatih Genoa, Gian Piero Gasperini, bisa menjadi pengganti yang luar biasa.
"[Pelatih Bari Antonio] Conte hebat, tapi aku yakin Gasperini sudah melalui jalur yang jelas dan membuktikan diri sebagai pelatih hebat di Serie A Italia," pungkasnya.
Walcott Jadi Sasaran Baru Juventus
Media massa Italia merasa yakin Claudio Ranieri tidak akan bertahan di Juventus pada akhir musim ini. Rumor baru menyebutkan mantan gelandang Bianconeri, Antonio Conte, bakal mengambil alih peran Ranieri di Stadion Olimpico Grande. Kehadiran Conte dipercaya memberikan perubahan besar dalam tubuh tim.
Fabio Cannavaro dikabarkan sudah mulai didekati manajemen klub untuk memperkokoh lini pertahanan. Sekarang jajaran direksi Juventus sedang mencari pemain untuk mengisi posisi tengah dan depan. Menurut suratkabar Corriere dello Sport, Si Nyonya Besar kini mengincar pemain muda Arsenal, Theo Walcott.
Pengalihan target pemain baru ini kemungkinan disebabkan Juventus sudah mulai menyerah mendapatkan playmaker Werder Bremen, Diego Ribas da Cunha. Negosiasi selama berpekan-pekan hingga sekarang belum membuahkan hasil menggembirakan bagi Juventus.
Sebetulnya Juventus juga membidik winger Valencia, David Silva. Namun Juventus tidak mau mengeluarkan uang lebih dari €20 juta [Rp281 miliar] untuk mendapatkan tanda tangan Silva. Pasalnya, Valencia mematok harga €25 juta [Rp351 miliar] terhadap pemain tersebut.
30 April 2009
Presiden Genoa : Juve inginkan Milito
Menurut Presiozi, Inter bukan satu-satunya klub yang tertarik untuk mengontrak Diego Milito, dan presiden Genoa itu mengakui kesulitan untuk menahan kepergian Milito.
Saat ditanya tentang spekulasi juara bertahan Serie A Italia itu telah sepakat dengan klubnya, Presiozi menyatakan kepada La Gazzetta dello Sport, "Tak ada apa-apa saat ini. Selain itu, sang pemain juga menarik minat Juventus. Diego adalah seorang yang luar biasa dan seorang juara. Terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan ia lakukan."
Preziosi juga mengakui relasi bisnisnya dengan Bianconeri saat mengungkapkan, "Kami mempunyai hubungan baik dengan Juve dan beberapa perjanjian lain sedang disiapkan. Kami akan bertemu sebentar lagi untuk membahas situasi (Raffaele) Palladino dan (Domenico) Criscito."
Palladino dimiliki secara bersamaan oleh kedua klub, sedangkan Criscito telah dipinjamkan ke Marassi sejak Januari 2008. Tetapi, Genoa siap menantang Juventus untuk mendapatkan kontrak Sergio Floccari yang baru saja menolak pinangan Napoli.
"Seperti yang saya katakan, saya sangat menyukai Floccari. Saya tak pernah mengatakan saya telah membelinya, saya hanya menyatakan minat saya kepada pemain yang sangat bagus. Tak ada yang pasti sebelum berbagai pihak sepakat dan kontrak ditandatangani," tambah Preziosi.
Diego akui ada penawaran dari Juve
Juventus telah lama menantikan kedatangan playmaker Werder Bremen Diego, dan jika semua berjalan sesuai rencana, Diego akan memakai kostum Bianconeri musim depan.
Bahkan, Diego mengaku telah mendapat penawaran resmi dari klub asal Turin itu.
"Juventus telah membahas tawaran dengan kami, tetapi saya tak bisa mengungkapkan hal apapun hingga saat ini," kata Diego kepada TMW.
Diego menambahkan, "Saya memiliki kontrak hingga 2011 dengan Werder Bremen, jadi kepindahan saya juga tergantung dari klub (Bremen) dan apa yang mereka inginkan. Bukan terserah saya apakah saya akan pergi atau bertahan."
Klub Bundesliga itu diperkirakan meminta uang transfer senilai €26 juta, tetapi Juve tampaknya hanya bersedia membayar €20 juta, dan tampaknya situasi itu telah berubah jika pernyataan Diego itu sungguh benar.
26 April 2009
Reggina vs Juventus 2-2
Juventus semakin terpuruk dan tertinggal oleh AC Milan dan Inter Milan, setelah ditahan imbang Reggina 2-2 dalam lanjutan Liga Serie-A di Stadion Oreste Granillo, Minggu (26/4).
Hasil ini membuat Juventus tetap di tempat ketiga, bahkan semakin jauh dari target finis di posisi runner-up.
Juventus memang belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Pada pertandingan itu, Reggina unggul 1-0 lebih dulu melalui gol Antonino Barilla pada menit ke-26. Memanfaatkan umpan silang Daniel Adejo, Barilla berhasil menanduk bola untuk menjebol gawang Juventus yang dijaga Emanuele Belardi.
Dua menit kemudian, giliran Juventus mendapat celah menyamakan kedudukan melalui Pavel Nedved. Setelah mendapat sodoran bola dari Alesandro Del Piero, Nedved melepas tendangan ke tengah gawang Christian Puggioni. Namun, alur tembakan yang lurus mendatar memudahkan Puggioni menangkapnya.
Juventus kembali menciptakan peluang pada menit ke-30 melalui Vincenzo Iaquinta. Memanfaatkan tendangan bebas Del Piero, Iaquinta menendang bola ke arah gawang Reggina. Namun, bola malah naik melambung di atas mistar gawang Puggioni.
Reggina masih belum membuat gebrakan, ketika serangan Juventus nyaris mengoyak gawang Puggioni pada menit ke-38. Melihat Iaquinta siap di tengah kotak penalti, Zdenek Grygera melepas umpan silang. Iaquinta menyambut bola dengan tendangan ke gawang Reggina. Lagi-lagi, sepakan Iaquinta meleset ke sisi kanan gawang Reggina.
Badai serangan Juventus terus mengalir. Pada menit ke-40, Juventus mendapat kesempatan untuk membobol gawang Puggioni melalui Del Piero. Melanjutkan bola dari Cristiano Zanetti, Del Piero menendangkan bola ke sudut kanan atas. Namun, mendekati sasaran, alur bola meninggi dan melewati mistar gawang Puggioni.
Menjelang akhir babak pertama, Del Piero melakukan tendangan jarak jauh, mengarah ke sisi kiri gawang Reggina. Puggioni masih mampu membaca arah bola dan mengamankannya. Skor 1-0 untuk Reggina bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Juventus langsung menekan lawan. Sebuah usaha penetrasi Iaquinta di kotak penalti hampir saja berujung eksekusi. Namun, belum sempat menyepak bola, Iaquinta keburu dilangar Daniel Adejo. Jadilah wasit Massimiliano Saccani menghadiahkan penalti bagi "Si Nyonya Tua".
Del Piero yang dipercaya mengeksekusi penalti berhasil melesakkan bola ke sudut kiri bawah gawang Puggiano. Skor imbang 1-1. Berhasil menyamakan kedudukan, Juventus melanjutkan misi mengejar tiga angka. Serangan terus dilancarkan.
Iaquinta kembali mendapatkan peluang membuat gol pada menit ke-50. Mendapat umpan dari Mauro Camoranesi, Iaquinta menanduk bola ke tengah kotak penalti. Namun, bola ternyata melenting melewati mistar gawang Reggina.
Lima menit kemudian, Juventus lagi-lagi nyaris mengungguli lawan. Kali ini, peluang diciptakan oleh Christian Molinaro. Dari luar kotak penalti, Molinaro melepas tendangan ke tengah gawang. Namun, alur bola masih terbaca Puggioni yang lantas berhasil menepis bola.
Reggina yang terus dipaksa bertahan, akhirnya kembali mendapat kesempatan pada menit ke-58 melalui usaha Bruno Cirillo. Memanfaatkan umpan Franco Brienza, Cirillo menanduk bola ke tengah jala Juventus. Namun, refleks Buffon masih bisa mementalkan peluang ini.
Juventus belum memberikan reaksi ketika Emil Hallfredson nyaris mengoyak jaring Buffon di menit ke-60. Setelah menerima sodoran bola dari Carlos Carmona, Hallfredson melepas tendangan jarak jauh. Sayang, bola masih berhasil diblok Buffon.
Hallfredson akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-69. Dalam sebuah serangan balik, Hallfredson mendapat umpan dari Franco Brienza. Hallfredson lantas meneruskan bola ke sudut kiri atas gawang Juventus, yang gagal dijangkau Buffon. Kedudukan berubah 2-1 untuk Reggina.
Kembali tertinggal, Juventus tak menyerah dan mempertahankan tensi serangan. Pada menit ke-72, "I Bianconeri" kembali mendapat peluang mencetak gol melalui Vincenzo Iaquinta. Dari luar kotak penalti, Iaquinta melepas tendangan keras ke arah gawang. Puggioni bergerak tepat dan menghentikan laju bola di sudut kanan atas gawangnya.
Gempuran intensif Juventus akhirnya berbuah gol penyama kedudukan pada menit ke-73. Adalah Cristiano Zanetti yang mencetak gol penyama kedudukan bagi Juventus. Setelah menerima sodoran bola dari Iaquinta, Zanetti melepas tendangan keras ke sudut kiri bawah gawang Puggiano. Kerasnya bola membuat Puggiano tak mampu memberikan perlawanan.
Reggina ganti mendesak. Pada menit ke-79, Hallafredson kembali berpeluang mempermalukan Buffon. Setelah menyambut bola Franco Brienza, Hallfredson melepas tendangan ke tengah jala Reggina. Buffon berhasil mematahkan usaha ini.
Juventus belum mengancam ketika Reggina kembali berpeluang unggul melalui usaha Fransesco Coazza di menit ke-83. Dari dalam kotak penalti, ia melepas bola ke arah gawang. Namun, pelannya tendangan tak menyulitkan Buffon untuk menghentikan ancaman.
Setelah beberapa kali digempur, Juventus akhirnya bisa melepaskan tekanan dan berpeluang mencetak gol pada menit ke-86. Setelah mendapat umpan dari Amauri, Nedved melepas tendangan dari luar kotak penalti. Kencangnya bola membuat Puggioni hanya mampu menepis bola.
Hingga akhir laga, papan skor tak beranjak dari skor 2-2. Tambahan satu angka tidak bagus bagi kedua kubu. Dengan koleksi 26 poin, Reggina masih tertahan di dasar degradasi.
Sementara Juventus menjauh dari kursi runner-up klasemen. Dengan 65 poin, Juventus berselisih dua angka dari AC Milan di peringkat kedua. Padahal, sebelumnya, Juventus hanya kalah selisih gol dari Milan.
Susunan pemain:
Reggina: Puggioni; Cirillo, Valdez, Santos, Adejo; Carmona, Hallfredsson, Vigiani (Cascione 72), Barilla; Brienza, Ceravolo (Cozza 59).
Juventus: Buffon; Grygera, Mellberg, Ariaudo, Molinaro; Camoranesi, Marchisio (Poulsen 37), Zanetti, Nedved; Iaquinta, Del Piero (Amauri 76).
Lippi tolak Juve
Pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi menegaskan kalau ia sama sekali tidak mempunyai rencana untuk kembali menangani Juventus setelah Piala Dunia 2010 berakhir.
Hal itu disampaikannya kepada Corriere dello Sport untuk menanggapi berita mengenai kemungkinan dirinya menjadi pengganti Claudio Ranieri. Spekulasi tersebut muncul setelah ia terlihat menikmati makan malam bersama direktur Bianconeri Jean-Claude Blanc.
"Tidak ada kemungkinan bagi saya untuk kembali ke Juventus. Saya bersahabat dengan Blanc dan saya terkait dengan klub. Tetapi hanya karena saya makan malam bersama, tidak berarti kalau saya akan kembali ke Juventus."
"Hal itu sama sekali tidak benar. Tak mungkin saya kembali ke Juve," tegas Lippi.
Bantahan lain yang diberikan oleh Lippi adalah mengenai dorongannya kepada Fabio Cannavaro untuk pindah ke Juventus.
"Saya tidak meminta Cannavaro untuk kembali ke Juve. Ia sendiri yang menelepon saya untuk memberitahu keputusannya."
23 April 2009
Coppa Italia : Juventus vs Lazio 1-2

Turin - Lazio berhak ke final Coppa Italia setelah memukul Juventus dengan skor 2-1. Ini sekaligus memupus harapan terakhir Juventus untuk setidaknya memperoleh satu trofi musim ini.
Dalam laga semifinal leg kedua yang dilangsungkan di Olimpico Turin, Kamis (23/4/2009) dinihari WIB, Lazio tampil cukup percaya diri. Keunggulan 2-1 hasil dari leg pertama membuat mereka tenang.
Bermain tanpa gol di setengah jam pertama, Lazio memecahkan kebuntuan di menit 38. Dari jarak 25 meter, Mauro Zarate mengelabui kiper Gianluigi Buffon dengan sebuah tendangan cungkil. 1-0 Lazio memimpin.
Di babak kedua, Juventus yang harus mencetak tiga gol untuk bisa lolos ke final memasukkan Pavel Nedved dan Mauro Camoranesi untuk lebih menggedor lini pertahanan Lazio.
Opsi ini mengandung risiko bagi Juve karena mereka jadi rentan terhadap serangan balik. Beberapa menit memasuki babak kedua, Buffon harus keluar sarang untuk mencegah Tommaso Rocchi mencetak gol kedua tim tamu dari situasi satu lawan satu.
Saat Juve asyik menyerang, justru Lazio yang berhasil memukul kembali tuan rumah. Tendangan Alexander Kolarov yang berbelok arah karena mengenai badan Zdenek Grygera menjadikan Gli Aquilotti unggul 2-0.
Sejumlah peluang dipetik Juve yang kian agresif menyerang. Sundulan David Trezeguet diselamatkan kiper Fernando Muslera dan tendangan Paolo De Ceglie disapu Francelino Matuzalem tepat di garis gawang.
Claudio Ranieri membuat perjudian terakhirnya ketika memasukkan Alessandro Del Piero di menit 60. Tiga menit kemudian, sepakan deras Del Piero berhasil memperkecil ketinggalan tuan rumah jadi 1-2.
Delapan menit sebelum bubaran, Juventus harus bermain dengan 10 orang karena Camoranesi diusir wasit. Camoranesi pertama dikartukuning karena melanggar Kolarov. Kartu merah menyusul beberapa saat kemudian karena pemain timnas Italia itu menghina wasit.
Hingga 90 menit waktu pertandingan terlampaui, keunggulan 2-1 Lazio tak berubah. Kemenangan ini mengantar mereka ke partai puncak dengan keunggulan agregat 4-2. Di partai final yang bakal digelar 13 Mei mendatang, Biancocelesti akan menunggu pemenang partai Inter Milan vs Sampdoria.
Sementara bagi Juve, kekalahan ini praktis memupus mimpi mereka menyelamatkan muka dengan meraih gelar di Coppa Italia. Di Seri A, asa Bianconeri juga sudah habis karena mereka tertinggal 10 angka dari Inter.
Susunan pemain
Juventus: Buffon; Grygera, Ariaudo, Mellberg, De Ceglie; Marchionni (Camoranesi 46), Marchisio, Tiago, Giovinco (Nedved 46); Trezeguet, Iaquinta (Del Piero 60)
Lazio: Muslera; Lichtsteiner, Siviglia, Rozehnal, Kolarov; Brocchi (De Silvestri 55), Ledesma, Matuzalem (Dabo 71), Foggia (Mauri 62); Zarate, Rocchi
22 April 2009
Juventus Bidik Final Coppa Italia

TURIN - Pelatih Juventus Claudio Ranieri meyakini timnya mampu menembus final Coppa Italia dan memenangkannya. Untuk itu, Ranieri meminta para punggawanya untuk tampil brilian saat menjamu Lazio pada leg kedua babak semifinal di Stadion Olimpico Turin, Kamis (23/4/2009) dinihari.
Ya, misi cukup sulit memang diemban Alesandro Del Piero dkk pada pertemuan kedua ini. Pasalnya, pada pertemuan pertama awal Maret lalu, Bianconerri harus tertunduk malu setelah kalah 1-2 di Stadion Olimpico Roma. Selain itu, dalam dua pertandingan terakhir Serie A, Lazio menunjukkan grafik permainan meningkat dengan menundukkan tim tangguh macam AS Roma (4-2) dan Genoa (1-0).
Fakta di atas berbanding terbalik dengan Juve yang tengah mengalami penurunan performa. Dalam dua laga terakhir, La Vecchia Signora tak mampu meraup kemenangan (kalah 2-3 dari Genoa dan imbang 1-1 menghadapi Inter Milan).
Melihat perbandingan itu, Juventus memang bakal kesulitan menundukkan Biancoceleste. Namun, hal tersebut tak mampu meredam optimisme Ranieri yang bertekad menggenapi gelar Coppa Italia milik Juve menjadi 10 trofi.
"Kami cukup banyak merasakan pertandingan melawan Lazio. Dan kami akan melakoni leg kedua nanti dengan tim yang penuh motivasi," tegas Ranieri sebagaimana dikutip Sky Sport Italia, Rabu (22/4/2009).
"Kami sadar, Lazio tengah dalam performa apik. Mereka menang pada derby Roma dan menundukkan Genoa akhir pekan lalu. Namun, kami juga bertekad tampil di final," tambahnya.
"Final? Ini adalah target objektif kami dan kami sangat ingin tampil di sana. Kami sudah memenangkan sembilan trofi Coppa dan akan menjadi 10 jika kami bisa menyentuh final dan memenangkannya," imbuh The Tinkerman.
"Bagaimanapun, kami harus fokus dan siap. Sebab, pertandingan nanti (lawan lazio-red) pasti akan sulit," lanjutnya.
Mengenai Balotelli, Ultras Juventus Menolak Minta Maaf

Sebuah kelompok ultras Juventus mengeluarkan sebuah pernyataan resmi yang intinya berisikan penolakan mereka untuk meminta maaf atas nyanyian bernada rasis yang ditujukan kepada pemain Inter Milan Mario Balotelli.
Kelompok yang menamakan dirinya Drughi tersebut membantah kalau nyanyian bagi Balotelli itu bersifat rasis dalam pernyataan mereka yang disebutkan di bawah ini.
"Jangan minta kami untuk meminta maaf kepada Balotelli, karena nyanyian baginya itu karena sikapnya yang provokatif dan bukan karena asal dirinya."
"[Patrick] Vieira dan [Sulley] Muntari yang juga mempunyai warna kulit yang sama bahkan tidak mendapatkan ejekan."
"Balotelli terlibat dalam beberapa tindakan yang tidak menghormati para suporter, termasuk masuk ke lapangan dua menit setelah semua pemain telah siap."
"Kami juga ingin mengingatkan kalau ada [Mohammed] Sissoko di antara para pemain Juventus. Pemain yang dapat kami banggakan saat memakai seragam Juventus. Jadi, kami tidak bisa meminta maaf."
Akibat dari nyanyian tersebut, Bianconeri dikenakan hukuman tak dapat bermain di kandang selama satu kali oleh hakim Giampaolo Tosel.
Permintaan banding terhadap hukuman tersebut telah dilakukan oleh pihak Juve Senin sore kemarin.