
Performa Juve dalam dua pekan terakhir ini sedang menurun. Setelah ditahan imbang Chievo, pada akhir pekan lalu mereka dikalahkan Genoa. Posisi mereka di urutan kedua pun makin terancam oleh Milan.
Meski begitu, Sissoko yakin timnya akan bangkit dan menjauh dari kejaran Rossoneri. Gelandang pekerja keras asal Mali ini belum bisa membantu rekan setimnya karena masih mengalami cedera.
"Saya tetap mengikuti perkembangan tim. Kami memang sedang mengalami masa-masa yang berat. Tapi saya yakin ini akan segera berlalu dan kami akan memetik kemenangan lagi," tuturnya melalui Juventus Channel.
Pemain yang biasa disapa Momo ini juga tak sabar segera bermain sehingga bisa membantu rekan-rekannya mencetak kemenangan.
"Saya yakin kami akan tetap finis di peringkat kedua. Milan rasanya tak akan bisa mengejar kami. Kondisi saya sendiri sudah mulai membaik dan siap berlatih kembali," pungkasnya.
The Old Lady sampai pekan ke-31 masih berada di peringkat kedua Serie A. Mereka tertinggal sepuluh poin dari pimpinan klasemen Inter, dan hanya unggul dua poin dari Milan yang menempati peringkat tiga. Mereka akan menghadapi Inter di akhir pekan ini.
TRANSLATE
17 April 2009
Sissoko: Juve Finis Peringkat Kedua
Buffon Diminati MU?

Tabloid Inggris the Daily Mail melaporkan, Manchester United sedang mempertimbangkan untuk mengontrak Gianluigi Buffon pada akhir musim.
Sebelumnya, kiper Italia itu sempat digosipkan akan bergabung dengan Manchester City pada jendela transfer januari, dan agen Silvano Martina menyatakan Buffon tertarik pindah ke Liga Primer Inggris.
Namun, Buffon sepertinya juga ingin menghabiskan karir bersama La Vecchia Signora setelah ia membuktikan kesetiannya dengan tetap bermain di Juventus meski mereka tersingkir ke Serie B Italia.
Dan sepertinya, berita tentang perpindahan kiper termahal dunia, setelah ditransfer dari Parma pada 2001 itu, cukup meragukan karena Edwin van der Sar telah memperpanjang kontrak satu tahun dan kiper cadangan Ben Foster disebut berpotensi untuk menjadi pemain bernomorpunggung satu berikutnya di Old Trafford.
Iaquinta Yakin Juventus Kalahkan Inter

Vicenzo Iaquinta menyambut kehadiran Inter di Stadion Olimpico Grande pada akhir pekan ini. Iaquinta sadar kalau pertandingan tersebut sangat menentukan nasib Juventus pada musim ini dalam persaingan memperebutkan gelar juara.
"Kami bertanding dengan target tiga angka, dan saya yakin [pelatih Inter Jose] Mourinho pun datang ke Turin bukan untuk mencari hasil imbang," ujar Iaquinta kepada La Gazzetta dello Sport.
"Di samping hal-hal lain, pertandingan ini sangat berarti bagi kami dan suporter. Kami hrus menang, karena kami juga mewaspadai Milan dan Genoa. Sedangkan Inter sudah jelas memiliki keuntungan lebih besar dari kami."
Mengenai masa depannya di Turin terkait rumor kedatangan Fabio Quagliarella dan Diego Milito, Iaquinta belum mau membahasnya. Menurutnya, ia masih memiliki ikatan kontrak bersama Si Nyonya Besar.
"Saya masih terikat tiga tahun di sini, dan bersiap untuk memperpanjangnya lagi. Ini adalah klub besar dengan ambisi hebat. Mungkin kami bisa memenangi salah satu gelar."
Demi Kebanggaan dan Kehormatan

Turin - Mengalahkan Inter Milan memang belum memuluskan jalan Juventus untuk mengejar rivalnya itu dalam perebutan titel scudetto. Tapi, membungkam Nerazzurri adalah soal memulihkan kehormatan.
Presiden Giovanni Cobolli Gigli beretorika demikian sehubungan dengan Derby d'Italia yang akan digelar hari Sabtu (18/4/2009) besok di kandang timnya.
Bagi Juve, tertinggal 10 poin dengan sisa tujuh pertandingan memang sulit untuk menyalip Inter, sekalipun pada pertandingan nanti berhasil memetik kemenangan.
Akan tetapi, "Si Nyonya Tua" pun perlu meluruskan jalurnya untuk meng-upgrate rasa kepuasan tifosinya. Soalnya, dari dua pertandingan terakhir Alessandro del Piero dkk cuma meraih satu poin, tapi kebobolan enam gol.
"Poin iya, tapi kami juga akan bertarung demi kebanggaan dan kehormatan kami," cetus Cobolli.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, terutama karena beberapa pemain penting kami terkena larangan main, dan beberapa yang lain baru pulih dari cedera," sambungnya, seperti dikutip dari Reuters.
"Kami merasa hancur ketika seri lawan Chievo (3-3) dan kalah (3-2) daeri Genoa. (Pelatih Claudio) Ranieri dan anak-anak terus mengkritik diri sendiri. Sekarang bukan saatnya melihat ke belakang, melainkan menatap ke depan."
Secara matematis Juve masih bisa mengejar Inter apabila besok bisa menang. Namun, Inter pun cuma butuh empat kemenangan lagi untuk memastikan kemenangannya. Oleh sebab itu, Cobolli mengatakan, "Peringkat dua pun sangat penting, dan kami harus melakukan apa saja untuk mempertahankannya. Kami ingin di atas AC Milan."
Akhir Rasa Pavel Nedved

Turin - Juventus masih coba membujuk Pavel Nedved yang telah melontarkan niatan pensiun. Tapi si pemain tetap pada pendirian karena memang sudah kehilangan "rasa" dengan sepakbola.
Pada usia 36, Nedved merasa sudah saatnya untuk gantung sepatu. Juve yang menaunginya merasa dia masih cukup bisa diandalkan sehingga sudah coba menahan.
"Saya takkan bermain lebih dari musim ini, saya akan berhenti," tegas Nedved kepada Tuttosport yang diwartakan Channel 4.
Pemain asal Republik Ceko tersebut kelihatannya sudah kehilangan antusiasme terhadap sepakbola sehingga bergeming pada keputusan. Nedved pun minta maaf jika keputusan tersebut belum bisa diterima sebagian kalangan.
"Saya takkan mundur dari keputusan. Partai-partai musim ini akan jadi yang terakhir buat saya dan setelah itu saya bakal mengucap selamat tinggal kepada sepakbola."
"Sepakbola sudah cukup buat saya. Sudah saatnya meluangkan waktu untuk hal-hal lain. Keputusan saya sudah pasti. Maaf kalau akhirnya jadi begini dan saya bahkan takkan bicara sepakbola lagi setelah pensiun nanti," demikian Nedved.
Juve vs Inter Masih Punya Arti

Turin - Banyak yang menilai bahwa laga Juventus melawan Inter Milan sudah tidak berpengaruh lagi. Namun striker Juve Vicenzo Iaquinta berpendapat sebaliknya. Apa alasannya?
Akhir pekan ini, Juventus akan menjamu rivalnya dalam perebutan gelar juara, Inter Milan. Namun laga ini dinilai sudah tidak terlalu berpengaruh lagi bagi perubahan peta persaingan scudetto.
Pasalnya, selisih nilai Juventus dengan Inter sudah cukup jauh, yakni 10 poin. Bahkan, meski bisa mengalahkan Nerazzuri sekalipun, Bianconerri tetap sulit untuk juara.
Namun di mata Iaquinta, laga bertajuk Derby d'Italia ini tetap memiliki arti. "Dengan mengesampingkan hal-hal lainnya, laga ini tetap memiliki arti bagi kami dan juga para Juventini," tukas Iaquinta dikutip dari Goal.
Menurut Iaquinta, kemenangan bagi Juve bukan hanya soal gengsi saja. Kemenangan akan mengamankan posisi kedua yang kini masih digenggam tim Zebra itu. "Kami tetap harus menang karena kami juga harus memperhitungkan AC Milan dan Genoa," tukas sang striker, sembari merujuk dua klub yang bisa mengganggu posisi Bianconerri.
Iaquinta pun memprediksi Inter juga akan serius menjalani laga ini. "Kami akan bermain demi tiga poin dan saya yakin bahwa Jose Mourinho tidak akan memerintahkan anak asuhnya untuk mencari hasil seri," pungkas eks striker Udinese ini.
15 April 2009
Buffon : Tekuk Inter,perkokoh posisi 2

Turin - Juventus akan menjamu Inter Milan akhir pekan ini. 'Nerazzuri' boleh jadi nyaris pasti juara, tapi 'Bianconeri' tetap ingin menang untuk menyemen posisi di peringkat dua.
Turin akan jadi tempat perhelatan duel tim yang mengisi dua posisi teratas Seri A itu. Dengan tujuh laga sisa, Juve menguntit Inter yang memuncaki klasemen dengan sepuluh poin.
Juve sendiri sempat melaju dengan baik dan jadi ancaman serius buat si juara bertahan Inter. Namun, Gianluigi Buffon cs diganggu konsistensi sehingga tak kuasa meneruskan ancaman.
"Kami di Juve terbenam ke lumpur dan terjebak. Inter layak mendapat apapun yang sedang mereka miliki saat ini," kata Buffon dalam acara Chiambretti Night yang dikutip Channel 4.
Buffon menyadari kalau ketidakmaksimalan Juve belakangan banyak disebabkan problem di lini belakang. Tetapi si kiper enggan disalahkan sendirian.
"Saya mengakui kami menjadi goyah di belakang, hal-hal berubah. Tapi saat Anda kebobolan banyak gol, kesalahan harus dibagi-bagi," kilah dia.
Menghadapi partai penting lawan Inter, kendati pun menang Juve niscaya tetap sulit menyalip. Buffon sendiri realistis dengan mematok posisi runner-up.
"Kami tetap ingin menang Sabtu nanti untuk memberikan kebahagiaan buat fans. Untuk menempati posisi dua dengan rentang empat atau lima poin dari tim teratas lebih baik ketimbang tertinggal 10 atau 12 poin," tandas dia.
Spaletti ke Juve?
Luciano Spalletti dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk menduduki kursi pelatih Juventus bila Ranieri tidak dipercaya lagi menangani Si Nyonya Besar pada kompetisi Seri A Italia musim panas mendatang.
Sportmediaset.it mengklaim jajaran direksi Juventus merasa tidak puas dengan kinerja Ranieri yang sepertinya bakal sulit mewujudkan target menjadi juara Seri A musim ini. Arsitek AS Roma itu dikabarkan masuk dalam daftar bursa pelatih Juventus musim depan.
Kekecewaan jajaran direksi ini disebabkan mereka sudah haus gelar juara yang sudah lama tak dirasakan klub kota Turin ini. Satu-satunya harapan juara di Coppa Italia pun masih menjadi tanda tanya, karena Juventus dikalahkan Lazio 1-2 di leg pertama semi-final.
Presiden klub Giovanni Cobolli Gigli bersama Alessio Secco dan Jean-Claude Blanc sebelumnya juga sempata mengatakan ingin didatangkan untuk memperkokoh kekuatan Juventus dengan pelatih yang mampu membawa tim ini menjadi juara.
12 April 2009
Del piero : Juve masih punya peluang

Alessandro Del Piero mengakui bila permainan Juventus melawan Genoa buruk. Akibatnya, langkah Si Nyonya Besar untuk mendekati Inter pun semakin berat, karena mereka kini tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen sementara tersebut dengan Seri A menyisakan tujuh laga lagi.
Kendati demikian, Pinturicchio masih merasa yakin Juventus mampu merebut gelar juara musim ini. Ketertinggalan 10 poin dari Inter tidak menandakan Juventus telah lempar handuk dalam perburuan gelar.
“Kami sangat sedih setelah tersingkir dari Liga Champions, dan mungkin itu yang mempengaruhi penampilan kami di beberapa pertandingan terakhir. Tapi kami tak mau menjadikan ini sebagai alasan,” ujar Del Piero dalam acara Rete 4 bertajuk 'Controcampo'.
“Kami mempunyai kesempatan melakukan yang terbaik, dan kami pantas mendapat kredit dari hasil yang kami peroleh. Sekarang situasi menjadi sulit, tapi kami sama sekali belum menyerah.”
“Memang memalukan kami menelan kekalahan, namun hasil imbang pun saya anggap percuma saja. Kami harus mencoba lebih keras lagi, dan lebih menyerang ketika menghadapi Inter Sabtu nanti.”
Genoa vs Juventus 3-2
Seperti yang pernah terjadi sebelumnya, ketika Inter Milan kehilangan poin, Juventus gagal memanfaatkan kesempatan dan malah tersungkur 3-2 di kandang Genoa.
Tuan rumah tampil menekan sejak awal pertandingan. Peluang pertama tercipta pada menit ketujuh ketika Giandomenico Mesto memberikan umpan silang kepada lulusan akademi Juve, Raffaele Palladino. Eksekusi Palladino menaklukkan Gianluigi Buffon, tapi Nicola Legrottaglie masih mampu menyapu bola.
Vincenzo Iaquinta sempat mencetak gol, tapi dianulir wasit karena sang striker dianggap sudah berada dalam posisi off-side. Semenit kemudian, aksi Alessandro del Piero memaksa Ivan Juric berjibaku membuang bola keluar lapangan.
Setengah jam pertandingan, pendukung tuan rumah bersorak gembira. Giringan Mesto dari sayap kanan dihentikan pemain belakang Juventus, tapi bola lepas ke arah Thiago Motta. Tanpa berpikir dua kali, gelandang asal Brasil itu melepaskan tendangan keras mendatar yang tak sanggup dihalau Buffon.
Sebelum jeda, wasit memberi hadiah penalti yang dapat dipertanyakan. Del Piero beraksi di dalam kotak dan dihentikan oleh gasakan Matteo Ferrari yang terlihat bersih, tapi wasit punya pandangan lain. Eksekusi diambil sendiri oleh sang kapten dan gol.
Namun, saat injury time menginjak menit ketiga, Motta mengembalikan keunggulan tuan rumah. Tendangan penjuru Juric sukses disundul masuk Motta.
Grifoni tetap mengendalikan pertandingan sepanjang babak kedua. Juve tak mau kalah dan memperoleh peluang ketika Pavel Nedved melepas tendangan yang harus diselamatkan Giuseppe Biava dari garis gawang.
Pada menit ke-65, Mauro Camoranesi melakukan pelanggaran kasar terhadap Giuseppe Sculli. Tanpa ampun, wasit memberinya kartu merah. Juve tetap tidak gentar, Del Piero menciptakan peluang menyamakan kedudukan saat menerima umpan panjang dari Giorgio Chiellini. Setelah melewati Salvatore Bocchetti, aksi Del Piero dihentikan Rubinho yang sudah bergerak menutup ruang tembak sang kapten.
Enam menit pertandingan tersisa, Juve sukses menyamakan kedudukan. Bola liar di antara Nedved dan tiga pemain Genoa mampir ke kaki Iaquinta, yang tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menaklukkan Rubinho.
Kedudukan tak bertahan lama, Genoa kembali sukses mengembalikan keunggulan. Pemain pengganti Marco Rossi lolos dari jebakan off-side dan dengan leluasa memberi umpan mudah kepada Palladino untuk menciptakan gol kemenangan.
Kali ini keunggulan tuan rumah berakhir hingga peluit panjang. Grifoni sukses mempertahankan posisi di tempat keempat, sedangkan Bianconeri kini tertinggal sepuluh poin dari Inter di puncak klasemen Serie A.
Susunan pemain:
Genoa Rubinho; Biava, Ferrari, Bocchetti; Juric, Motta, Mesto / Rossi (42'), Criscito; Palladino, Jankovic / Olivera (80'), Sculli / Papastathopoulos (80').
Juventus Buffon; Zebina / Grygera (74'), Legrottaglie / Marchionni (74'), Chiellini, Molinaro; Marchisio, Poulsen, Nedved, Camoranesi; Iaquinta, Del Piero.