TRANSLATE

08 April 2009

POJOK JUVE : TOP 10


inilah daftar-daftar peraih scudetto di liga italia

10. Napoli
The first name that comes to mind when Napoli and honours share the same sentence is Diego Maradona. During his reign, he led the Partenopei to their first Scudetto in 1987, and their second in 1990. The Neapolitans also won the UEFA Cup in 1989 and in 1987 picked up one of their three Coppa Italias.

9. Fiorentina
Tuscany’s top team won the first of their two Scudetti in 1956, led by the one and only Miguel Montuori, and their second in 1969. Other honours include six Coppa Italias, one Supercoppa and the first European Cup Winners Cup in 1961, in which they beat Scottish giants Rangers 4-1 on aggregate.

8. Lazio
Lazio’s first Scudetto arrived in 1974 – when they were led by the incomparable striker Giorgio Chinaglia. Their second followed in 2000 with top players like Roberto Mancini and Alessandro Nesta, coached by Sven Goran Eriksson. They were also the last club to win the Cup Winners Cup in 1999.

7. Roma
The Giallorossi have won just three Serie A titles – 1942, 1983 and 2001. However, they have won a record nine Coppa Italias and two Supercoppas. They also won the UEFA Cup, in its previous guise, beating Birmingham 4-2 on aggregate in 1961.

6. Bologna
Bologna have won no less than seven Scudetti, with their most successful era coming in the late 1930’s – when they lifted the title four times between 1936 and 1941. Their final win was in 1964 when they beat Inter 2-0 in a ‘spareggio’ – play-off. Other major trophies include two Coppa Italias.

5. Torino
Winning the first of their seven titles in 1928, il Grande Torino went on to win five in a row between 1943 and 1949. Sadly that illustrious team, led by the great Valentino Mazzola, was wiped out in an air disaster in 1949. Their final title was won in 1976 when coached by Gigi Radice.

4. Genoa
The Grifone won the first three Championships between 1898 and 1900. They then lifted another hat-trick of successive Scudetti, starting in 1902, before their last two wins arrived in 1923 and 1924. Since then they have endured a yo-yo relationship with Serie A and won just one Coppa Italia – in 1937.

3. Inter
The Beneamata have lifted the Serie A title 16 times, while on the international front they won the European Cup twice in succession in 1964 and 1965. That team, called il Grande Inter, featured legends like Luis Suarez, Mario Corso, Sandro Mazzola and the late, great, Giancinto Facchetti – skipper of the side.

2. Milan
Over the last five years the Rossoneri have won every top trophy available under Coach Carlo Ancelotti, except for the UEFA Cup. With 17 Scudetti wins behind them they have also lifted the European Cup seven times – a record for an Italian club. The 1990 win was unique in that Italy won all three European trophies that year, as Sampdoria lifted the Cup Winners Cup while Juventus took the UEFA Cup.

1. Juventus
The Bianconeri have won a record 27 Scudetti, their first in 1905 and their last in 2003. International honours include two European Cups, sadly the first in 1985, was overshadowed by the Heysel Stadium disaster. However, the last win in 1996 saw La Vecchia Signora triumph on penalties, with the magnificent Angelo Peruzzi stopping two spot-kicks.
Words: Dave Taylor



Baca Selengkapnya......

New Stadium: Final Phase Of Demolition Begins



Only the skeleton of the old Stadio Delle Alpi remains. On Friday 3rd April, in fact, the demolition of the cover of the ceiling of the structure began with the dismantling of the “sails” followed by the loosening of the steel support cables, the preparatory works, the dismantling and finally the segmenting of the cover.

The next step is the demolition of the two wafts which will take place in the coming weeks. In May the construction site will be cleared from all the materials left by the demolition and finally in June, as per schedule, the construction works on the new stadium will commence.

In the past weeks, as a farewell to the old stadium all the team was involved in a photo session which we are publishing entirely in a photo gallery on JuventusMember.com. For more details on the demolition works please read the press release in the Media section.

Juventus.com

Baca Selengkapnya......

Juventini Hilang Kesabaran


TURIN - Kompetisi Serie A hanya menyisakan delapan laga. Aura persaingan serta tekanan masing-masing klub kian memanas. Tak ayal, sejumlah tifosi Juventus bereaksi cukup keras terhadap hasil imbang yang diraih tim kesayangannya kala menjamu Chievo, akhir pekan lalu.

Klub besutan Claudio Ranieri hanya mampu mencatat hasil 3-3 dalam menghadapi tim kecil Chievo di Olimpico Turin, Minggu (5/4/2009). Hattrick striker Sergio Pellissier memastikan pasukan Domenico Di Carlo berbagi poin dengan La Vecchia Signora. Sementara, gol Giorgio Chiellini dan Vincenzo Iaquinta serta gol bunuh diri Andrea Mantovani berhasil menyelamatkan muka Juve.

Meski Alessandro Del Piero dkk tampil menawan pada dua laga sebelumnya (menang 4-1 atas AS Roma dan Bologna), namun hasil ini tetap membuat Juventini berang. Pasalnya, Inter Milan makin mantap di puncak klasemen dengan raihan 72 poin usai menumbangkan Udinese 1-0. AC Milan pun sudah mengintai di peringkat ketiga dengan perolehan nilai 58, hasil dari kemenangan 2-0 atas Lecce.

Mengingat persaingan yang semakin ketat, Juventini pun melontarkan kritik pedas terhadap Bianconerri melalui berbagai media massa Italia. Mereka bahkan terang-terangan menuding kiper Gianluigi Buffon sebagai biang keladi hasil tersebut. Performa Buffon tampaknya memang tengah menurun setelah dibekap cedera panjang, beberapa waktu lalu.

"Berapa lama lagi kami harus menanggung rasa malu ini? Kapan mereka akan kembali menjadi Juve yang biasa? Pertahanan tim ini tidak bisa diterima, dengan Buffon kebobolan dua hingga tiga gol dalam satu pertandingan. Dia tidak layak memulai pertandingan sekarang. Kembalikan Alex Manninger (menjadi starter)!" demikian tulis salah satu Juventini kepada Tuttosport, Selasa (7//4/2009).

Sementara, Juventini lain melampiaskan kekesalannya kepada The Tinkerman. "Ranieri, selama dua tahun Juve selalu memberikan keunggulan di babak pertama kepada lawan. Kami lelah! Ingat, ini adalah Juve. Kami ingin menang, tapi Anda memberikan poin serta kemenangan di kandang sendiri kepada tim-tim kecil. Sudah cukup kami dibuat seperti orang bodoh," kecamnya.

Ranieri tentunya harus segera memutar otak memikirkan strategi ampuh guna meraih poin penuh pada sisa laga Serie A. Apalagi, pekan depan, Juve harus menjamu Nerazzurri yang dipastikan bakal ngotot mempertahankan keunggulan mereka di papan klasemen.

Baca Selengkapnya......

Ranieri-Del Piero Bersitegang?



Atmosfer di internal klub Juventus memang tidak cukup baik. Pasalnya Bianconeri melepas kesempatan untuk terus membayangi Inter di akhir pekan usai bermain seri 3-3 saat melawan Chievo.


Dan rupanya susana negatif tersebut sedikit banyak mempengaruhi psikologi para pemain dan jajaran pelatih. Kabarnya, hanya karena insiden kecil di ruang ganti, beberapa pihak sempat terlibat perang dingin.

Pihak yang dimaksud adalah pelatih Ranieri dengan Del Piero. Sementara insiden yang memantik perang dingin kedua pihak itu adalah telat datangnya Del Piero saat Ranieri memberikan pengarahan kepada anggota skuad.

Dilaporkan Corriere dello Sport, Del Piero datang saat Ranieri memberikan pernyataan secara serius.

Kabarnya, Del Piero sengaja telat datang dalam pertemuan tersebut. Hal ini dilakukannya untuk menunjukkan bentuk keberatan karena diganti usai turun minum di laga melawan Chievo.

Meski demikian, belum ada penjelasan dari pihak klub menanggapi rumor ini, demikian juga dari Ranieri maupun Del Piero.


Baca Selengkapnya......

Juventus Perluas Pasaran Asia


Juventus dikabarkan sedang mencoba bek muda asal China, Yang Yun, untuk mengikuti ujian bergabung dengan tim Turin tersebut.


Bianconeri berharap bisa memperkokoh pasar mereka di kawasan Asia dengan memberikan kesempatan kepada Yun mengikuti latihan sekaligus ujian masuk ke dalam tim. Pemain Shanghai Shenhua itu menarik perhatian Juve saat melakukan tur Asia Pasifik musim panas lalu.

Menurut Oberto Petricca, agen sang pemain, kepada Channel4, mengatakan, kehadiran Yun mempunyai arti penting bagi pencitraan Juventus di kawasan Asia, sekaligus menjalin kerjasama dengan runner-up Liga Primer China 2008 tersebut.

“Dia [Yun] sebetulnya tidak terlalu dikenal di China. Saya hanya melihat permainan dia beberapa kali. Yun tidak hanya bernilai dari sisi teknik saja, tapi juga mewakili hubungan sinergi antara Bianconeri dengan Shanghai Shenhua,” ujar Petricca.

“Yun akan meningkatkan pamor Juventus di China. Bocah ini bisa menjadi jembatan komunikasi antara dua negara. Selain itu, ini juga sangat penting bagi persepakbolaan China tentang pemahaman arti profesional.”

Baca Selengkapnya......

07 April 2009

Gattuso : Serie A sudah berakhir


Serie A Italia musim 2008/09 masih menyisakan delapan laga lagi. Namun dalam perolehan poin di papan klasemen, Inter cukup jauh meninggalkan rival-rivalnya.


Setelah Juventus hanya bisa memperoleh poin satu saat ditahan Chievo 3-3, Inter berhasil menyegel tiga angka penuh dengan menumbangkan Udinese 1-0.

Dengan hasil itu, Inter unggul sembilan poin dari Juventus yang hingga pekan ke-30 sudah mengumpulkan 63 angka.

Melihat fakta tersebut, Rino Gattuso menilai kompetisi menuju scudetto di Serie A Italia sudah berakhir, meskipun secara matematis segalanya masih mungkin terjadi.

"Kompetisi sudah selesai. Inter akan memenangi scudetto," ungkap Gattuso dalam situs Milan.

Jika merujuk pada perolehan angka, Inter memang lebih dominan ketimbang Juve. Namun semuanya bisa berbalik 180 derajat apabila di delapan laga tersisa, di mana Juventus, Napoli, Lazio, Chievo dan Cagliari sudah menunggu, Inter tersandung.

Baca Selengkapnya......

Cech : Del piero penendang penalti terbaik


Chelsea akan menghadapi Liverpool dalam perempat-final Liga Champions musim ini. Pertemuan kedua tim selalu berakhir dengan skor ketat dan pernah diakhiri dengan adu tendangan penalti.


Sebagai kiper andalan Chelsea, Cech tentu sudah menyiapkan diri buat menghadapi kemungkinan tersebut. Meski diakui sebagai salah satu kiper terbaik dunia, ia justru memuji kiper lain yang dianggapnya lebih baik.

Secara tidak langsung ia mengakui rekornya kurang bagus dalam adu penalti. Cech menyebutkan beberapa nama yang pantas disebut lebih baik darinya.

"Ada beberapa kiper yang menurut saya terbaik. Ada Buffon, Casillas, Van der Sar, Julio Cesar dan Reina. Mereka semua kiper terbaik, termasuk dalam menghadang tendangan penalti," ujarnya melalui situs resmi UEFA.

Meski punya banyak pilihan, untuk penendang penalti terbaik Cech hanya punya satu nama yang dianggapnya paling terbaik.

"Siapa paling ahli dalam mengambil tendangan penalti? Tak diragukan lagi, Del Piero yang terbaik," tukasnya.

Penjaga gawang berusia 26 tahun itu pernah merasakan kehebatan Alex dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Del Piero mencetak satu gol lewat tendangan penalti yang mampu mengelabui Cech.


Baca Selengkapnya......

05 April 2009

Juventus vs Chievo 3-3


Gol dramatis Sergio Pellisier pada menit-menit akhir memberikan hadiah satu poin bagi tuan rumah Juventus, dan hasil ini semakin menyulitkan ambisi mereka untuk meraih Scudetto dari tangan Inter Milan.


Juventus memiliki kesempatan emas untuk unggul di menit-menit awal, tetapi Alessandro Del Piero yang menerima umpan matang Hassan Salihamidzic terlalu lambat dan Santiago Morero berhasil menghambatnya.

Chievo pun bangkit menyerang dan tampak hidup, sehingga mereka layak untuk meraih keunggulan pada menit ke-25 saat Pellisier menggunakan kecepatannya untuk mengalahkan Giorgio Chiellini dan kemudian melewati kiper Gianluigi Buffon.

Chiellini pun membayar kesalahannya sepuluh menit berselang melalui tendangan voli kerasnya yang tak mampu ditepis kiper Stefano Sorrentino.

Tetapi, kelemahan di lini belakang Juventus kembali terlihat, dan Pellisier kembali memanfaatkan keadaan satu menit sebelum jeda dengan mengalahkan Olof Mellberg sebelum tendangannya tak terjangkau Buffon.

Saat jeda, pelatih Juventus Claudio Ranieri memutuskan untuk memasukkan David Trezeguet dan menarik Del Piero yang tampil mengecewakan, dan striker Prancis itu langsung menjawab dengan keberadaannya yang membuat lini belakang Chievo panik.

Mario Yepes pun menjadi korban dan terpaksa membelokkan sundulan Mauro Camoranesi pada menit ke-54 untuk menyamakan kedudukan bagi Bianconeri.

Si Nyonya Tua tampak berhasil mengatasi ambisi Chievo untuk meraih satu poin penting saat Vincenzo Iaquinta berhasil memanfaatkan umpan silang Mauro Camoranesi 11 menit sebelum bubaran.

Tetapi, Pellissier yang akhirnya berjaya, saat memanfaatkan umpan Antonio Langella dengan kepalanya untuk memberikan poin yang layak didapatkan Chievo, dan kini Chievo unggul tujuh poin dari tim di zona degradasi.


Baca Selengkapnya......

Diego siap ke Juve


Usaha Juve untuk mendatangkan gelandang asal Werder Bremen itu rupanya belum berakhir. Mereka bahkan sudah menyiapkan bujet yang cukup besar.

Menurut Tuttosport, Bianconeri hanya akan membeli satu atau dua pemain pada musim panas mendatang. Itu berarti mereka hanya akan mendatangkan pemain berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Rencana itu juga berkaitan dengan kemungkinan pensiunnya Pavel Nedved di akhir musim ini. Sejumlah nama kabarnya sudah disiapkan dalam daftar pemain yang akan mereka incar.

Pemain yang diincar itu diantaranya, Diego, David Silva, Franck Ribery dan Marek Hamsik. Nama Diego menjadi prioritas utama dan lebih realistis, apalagi Juve memang sudah lama mengincar pemain asal Brasil tersebut.

Apalagi tidak muda buat mendatangkan Silva, Ribery dan Hamsik yang pasti akan dilabeli dengan harga tinggi oleh klubnya masing-masing.

Untuk Diego, Juve dikabarkan sudah menyiapkan tawaran sekitar €25 juta. Selain itu, beredar juga rumor kalau mereka siap menjual Gianluigi Buffon dan David Trezequet kalau nilai jualnya dirasa cocok. Kedua pemain itu kabarnya sedang diincar Barcelona dan Chelsea.


Baca Selengkapnya......

Ranieri akan ubah posisi Nedved


Claudio Ranieri harus memutar otaknya karena banyak pemain dalam kondisi tidak fit. Karena itu, Ranieri pun melakukan eksperimen dalam sesi latihan yang digelar menjelang duel melawan Chievo di Stadion Olimpico Grande Torino, Minggu (5/4) malam WIB.


Dalam beberapa kali sesi latihan itu, Ranieri menempatkan Nedved sebagai gelandang tengah. Namun, ternyata Ranieri mempunyai rencana lain dengan menggeser posisi Nedved lebih keluar, yaitu menggoda pemain tersebut menunda pensiunnya pada akhir musim.

“Dengan banyaknya pemain yang absen karena cedera, saya mencoba Nedved lebih keluar dari posisinya sekarang. Mungkin perubahan ini akan membuat dia tergoda bermain beberapa tahun lagi,” ujar Ranieri dilansir Channel4.

“Ketika kami menghadapi masalah sulit, dia selalu mengorbankan dirinya untuk tim. Siapa tahu ini menjadi kesempatan untuk meyakin Pavel memikir ulang rencana pensiunnya. Saya mempertaruhkan segalanya di sini, dan kita lihat apa yang akan terjadi.”

Baca Selengkapnya......