
Atmosfer di internal klub Juventus memang tidak cukup baik. Pasalnya Bianconeri melepas kesempatan untuk terus membayangi Inter di akhir pekan usai bermain seri 3-3 saat melawan Chievo.
Dan rupanya susana negatif tersebut sedikit banyak mempengaruhi psikologi para pemain dan jajaran pelatih. Kabarnya, hanya karena insiden kecil di ruang ganti, beberapa pihak sempat terlibat perang dingin.
Pihak yang dimaksud adalah pelatih Ranieri dengan Del Piero. Sementara insiden yang memantik perang dingin kedua pihak itu adalah telat datangnya Del Piero saat Ranieri memberikan pengarahan kepada anggota skuad.
Dilaporkan Corriere dello Sport, Del Piero datang saat Ranieri memberikan pernyataan secara serius.
Kabarnya, Del Piero sengaja telat datang dalam pertemuan tersebut. Hal ini dilakukannya untuk menunjukkan bentuk keberatan karena diganti usai turun minum di laga melawan Chievo.
Meski demikian, belum ada penjelasan dari pihak klub menanggapi rumor ini, demikian juga dari Ranieri maupun Del Piero.
TRANSLATE
08 April 2009
Ranieri-Del Piero Bersitegang?
Juventus Perluas Pasaran Asia

Juventus dikabarkan sedang mencoba bek muda asal China, Yang Yun, untuk mengikuti ujian bergabung dengan tim Turin tersebut.
Bianconeri berharap bisa memperkokoh pasar mereka di kawasan Asia dengan memberikan kesempatan kepada Yun mengikuti latihan sekaligus ujian masuk ke dalam tim. Pemain Shanghai Shenhua itu menarik perhatian Juve saat melakukan tur Asia Pasifik musim panas lalu.
Menurut Oberto Petricca, agen sang pemain, kepada Channel4, mengatakan, kehadiran Yun mempunyai arti penting bagi pencitraan Juventus di kawasan Asia, sekaligus menjalin kerjasama dengan runner-up Liga Primer China 2008 tersebut.
“Dia [Yun] sebetulnya tidak terlalu dikenal di China. Saya hanya melihat permainan dia beberapa kali. Yun tidak hanya bernilai dari sisi teknik saja, tapi juga mewakili hubungan sinergi antara Bianconeri dengan Shanghai Shenhua,” ujar Petricca.
“Yun akan meningkatkan pamor Juventus di China. Bocah ini bisa menjadi jembatan komunikasi antara dua negara. Selain itu, ini juga sangat penting bagi persepakbolaan China tentang pemahaman arti profesional.”
07 April 2009
Gattuso : Serie A sudah berakhir

Serie A Italia musim 2008/09 masih menyisakan delapan laga lagi. Namun dalam perolehan poin di papan klasemen, Inter cukup jauh meninggalkan rival-rivalnya.
Setelah Juventus hanya bisa memperoleh poin satu saat ditahan Chievo 3-3, Inter berhasil menyegel tiga angka penuh dengan menumbangkan Udinese 1-0.
Dengan hasil itu, Inter unggul sembilan poin dari Juventus yang hingga pekan ke-30 sudah mengumpulkan 63 angka.
Melihat fakta tersebut, Rino Gattuso menilai kompetisi menuju scudetto di Serie A Italia sudah berakhir, meskipun secara matematis segalanya masih mungkin terjadi.
"Kompetisi sudah selesai. Inter akan memenangi scudetto," ungkap Gattuso dalam situs Milan.
Jika merujuk pada perolehan angka, Inter memang lebih dominan ketimbang Juve. Namun semuanya bisa berbalik 180 derajat apabila di delapan laga tersisa, di mana Juventus, Napoli, Lazio, Chievo dan Cagliari sudah menunggu, Inter tersandung.
Cech : Del piero penendang penalti terbaik

Chelsea akan menghadapi Liverpool dalam perempat-final Liga Champions musim ini. Pertemuan kedua tim selalu berakhir dengan skor ketat dan pernah diakhiri dengan adu tendangan penalti.
Sebagai kiper andalan Chelsea, Cech tentu sudah menyiapkan diri buat menghadapi kemungkinan tersebut. Meski diakui sebagai salah satu kiper terbaik dunia, ia justru memuji kiper lain yang dianggapnya lebih baik.
Secara tidak langsung ia mengakui rekornya kurang bagus dalam adu penalti. Cech menyebutkan beberapa nama yang pantas disebut lebih baik darinya.
"Ada beberapa kiper yang menurut saya terbaik. Ada Buffon, Casillas, Van der Sar, Julio Cesar dan Reina. Mereka semua kiper terbaik, termasuk dalam menghadang tendangan penalti," ujarnya melalui situs resmi UEFA.
Meski punya banyak pilihan, untuk penendang penalti terbaik Cech hanya punya satu nama yang dianggapnya paling terbaik.
"Siapa paling ahli dalam mengambil tendangan penalti? Tak diragukan lagi, Del Piero yang terbaik," tukasnya.
Penjaga gawang berusia 26 tahun itu pernah merasakan kehebatan Alex dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Del Piero mencetak satu gol lewat tendangan penalti yang mampu mengelabui Cech.
05 April 2009
Juventus vs Chievo 3-3

Gol dramatis Sergio Pellisier pada menit-menit akhir memberikan hadiah satu poin bagi tuan rumah Juventus, dan hasil ini semakin menyulitkan ambisi mereka untuk meraih Scudetto dari tangan Inter Milan.
Juventus memiliki kesempatan emas untuk unggul di menit-menit awal, tetapi Alessandro Del Piero yang menerima umpan matang Hassan Salihamidzic terlalu lambat dan Santiago Morero berhasil menghambatnya.
Chievo pun bangkit menyerang dan tampak hidup, sehingga mereka layak untuk meraih keunggulan pada menit ke-25 saat Pellisier menggunakan kecepatannya untuk mengalahkan Giorgio Chiellini dan kemudian melewati kiper Gianluigi Buffon.
Chiellini pun membayar kesalahannya sepuluh menit berselang melalui tendangan voli kerasnya yang tak mampu ditepis kiper Stefano Sorrentino.
Tetapi, kelemahan di lini belakang Juventus kembali terlihat, dan Pellisier kembali memanfaatkan keadaan satu menit sebelum jeda dengan mengalahkan Olof Mellberg sebelum tendangannya tak terjangkau Buffon.
Saat jeda, pelatih Juventus Claudio Ranieri memutuskan untuk memasukkan David Trezeguet dan menarik Del Piero yang tampil mengecewakan, dan striker Prancis itu langsung menjawab dengan keberadaannya yang membuat lini belakang Chievo panik.
Mario Yepes pun menjadi korban dan terpaksa membelokkan sundulan Mauro Camoranesi pada menit ke-54 untuk menyamakan kedudukan bagi Bianconeri.
Si Nyonya Tua tampak berhasil mengatasi ambisi Chievo untuk meraih satu poin penting saat Vincenzo Iaquinta berhasil memanfaatkan umpan silang Mauro Camoranesi 11 menit sebelum bubaran.
Tetapi, Pellissier yang akhirnya berjaya, saat memanfaatkan umpan Antonio Langella dengan kepalanya untuk memberikan poin yang layak didapatkan Chievo, dan kini Chievo unggul tujuh poin dari tim di zona degradasi.
Diego siap ke Juve

Usaha Juve untuk mendatangkan gelandang asal Werder Bremen itu rupanya belum berakhir. Mereka bahkan sudah menyiapkan bujet yang cukup besar.
Menurut Tuttosport, Bianconeri hanya akan membeli satu atau dua pemain pada musim panas mendatang. Itu berarti mereka hanya akan mendatangkan pemain berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Rencana itu juga berkaitan dengan kemungkinan pensiunnya Pavel Nedved di akhir musim ini. Sejumlah nama kabarnya sudah disiapkan dalam daftar pemain yang akan mereka incar.
Pemain yang diincar itu diantaranya, Diego, David Silva, Franck Ribery dan Marek Hamsik. Nama Diego menjadi prioritas utama dan lebih realistis, apalagi Juve memang sudah lama mengincar pemain asal Brasil tersebut.
Apalagi tidak muda buat mendatangkan Silva, Ribery dan Hamsik yang pasti akan dilabeli dengan harga tinggi oleh klubnya masing-masing.
Untuk Diego, Juve dikabarkan sudah menyiapkan tawaran sekitar €25 juta. Selain itu, beredar juga rumor kalau mereka siap menjual Gianluigi Buffon dan David Trezequet kalau nilai jualnya dirasa cocok. Kedua pemain itu kabarnya sedang diincar Barcelona dan Chelsea.
Ranieri akan ubah posisi Nedved

Claudio Ranieri harus memutar otaknya karena banyak pemain dalam kondisi tidak fit. Karena itu, Ranieri pun melakukan eksperimen dalam sesi latihan yang digelar menjelang duel melawan Chievo di Stadion Olimpico Grande Torino, Minggu (5/4) malam WIB.
Dalam beberapa kali sesi latihan itu, Ranieri menempatkan Nedved sebagai gelandang tengah. Namun, ternyata Ranieri mempunyai rencana lain dengan menggeser posisi Nedved lebih keluar, yaitu menggoda pemain tersebut menunda pensiunnya pada akhir musim.
“Dengan banyaknya pemain yang absen karena cedera, saya mencoba Nedved lebih keluar dari posisinya sekarang. Mungkin perubahan ini akan membuat dia tergoda bermain beberapa tahun lagi,” ujar Ranieri dilansir Channel4.
“Ketika kami menghadapi masalah sulit, dia selalu mengorbankan dirinya untuk tim. Siapa tahu ini menjadi kesempatan untuk meyakin Pavel memikir ulang rencana pensiunnya. Saya mempertaruhkan segalanya di sini, dan kita lihat apa yang akan terjadi.”
03 April 2009
Julio Cesar belum selevel Buffon

Usai menyelesaikan dua musim bersama Juventus dengan menjadi deputi Gianluigi Buffon, kiper Udinese Emanuele Belardi (foto) berharap dapat membantu klub lamanya saat menjamu Inter Milan.
Dalam wawancara kepada Sky, Belardi memaparkan nostalgia saat masih berada di Juve dan membandingkan Buffon dengan kiper Inter Julio Cesar, yang dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia.
"Aku tak bisa melupakan masa dua setengah tahun di Juventus. Sangat indah. Kini aku berharap bisa membantu fans Juve," cetus Belardi.
"Aku punya sedikit masalah, di lutut dan jariku, tapi sekarang aku harap bisa bermain di atas lapangan melawan Inter."
Belardi memang harus unjuk kemampuan ketika kiper utama Samir Handanovic tengah dirundung cedera.
"Memilih bermain untuk Juventus adalah pilihan yang berani karena sedikit tim di Serie A Italia yang menginginkanku, tapi aku rasa kuta tidak bisa bilang tidak untuk klub seperti Juve," lanjutnya.
"Pada akhirnya, aku terbukti tepat karena pada musim kedua aku bermain sebulan sebagai kiper pilihan utama dan aku bangga mengenakan seragam itu."
"Aku tentu menjagokan mereka untuk merebut scucetto, tapi aku rasa hanya Inter yang bisa melepas peluangnya. Juve takkan menyerah. Bagaimanapun, mereka jagonya."
Saat ditanyakan siapa yang terbaik antara Buffon dan Julio Cesar, Belardi menjawab, "Aku rasa Julio Cesar jadi yang terbaik di dunia dalam dua tahun ini, tapi Buffon sudah menjadi yang terbaik selama lebih dari sepuluh tahun, jadi butuh lebih banyak tahun untuk mencapai level seperti itu."
Sagna tak ingin tinggalkan Arsenal
Sebelumnya diberitakan, Juventus sedang mempersiapkan tawaran untuk memboyong Bacary Sagna ke Italia pada akhir musim untuk memperkuat lini belakang mereka.
Sagna berkembang menjadi salah satu bek terbaik Eropa setelah bergabung dengan tim asuhan Arsene Wenger itu dari Auxerre pada 2007.
Namun, bek Prancis itu menolak untuk pindah ke Turin karena ia menikmati suasana di Emirates.
"Saya berada dalam kontrak bersama Arsenal hingga 2014. Saya mencintai klub ini, saya berhubungan baik dengan seluruh tim dan saya senang," kata Sagna di situs Sky Sports.
Tetapi Sagna mengakui, "Juve adalah tim besar, namun jika Arsenal memutuskan untuk menjual saya, itu hal lain. Tetapi saya senang di sini dan sepengetahuan saya, saya berada dalam rencana manajer untuk waktu yang lama."
Juventus pemimpin dunia
Jean-Claude Blanc ingin menegaskan kebijakan transfer klubnya yang memilih untuk tidak menghamburkan banyak uang demi menjaga stabilitas keuangan, dan juga memastikan keamanan posisi pelatih Claudio Ranieri.
"Juventus harus kompetitif di olahraga, tapi juga seimbang di keuangan pada waktu yang sama. Kapasitas untuk investasi dengan cara yang seimbang adalah jaminan terbaik untuk masa depan. Saya setuju dengan penekanan (Michel) Platini dalam pengeluaran di sepakbola," kata Blanc seperti dikutip Guerin Sportivo.
Blanc yakin, "Juventus bukan hanya sekedar sepakbola atau Italia. Juventus adalah sesuatu yang spesial, suatu klub yang menjadi pemimpin di dunia."
Meskipun prestasi La Vecchia Signora sempat naik turun musim ini, Blanc yakin pelatih Claudio Ranieri dapat membawa klubnya maju.
"Ranieri adalah seorang profesional yang hebat, seorang dengan nilai yang cocok untuk menjadi bagian dari proyek ini. Ranieri telah melakukan hal-hal hebat dalam dua tahun terakhir dan ia tak diragukan lagi," tegas Blanc.