TRANSLATE

07 April 2009

Cech : Del piero penendang penalti terbaik


Chelsea akan menghadapi Liverpool dalam perempat-final Liga Champions musim ini. Pertemuan kedua tim selalu berakhir dengan skor ketat dan pernah diakhiri dengan adu tendangan penalti.


Sebagai kiper andalan Chelsea, Cech tentu sudah menyiapkan diri buat menghadapi kemungkinan tersebut. Meski diakui sebagai salah satu kiper terbaik dunia, ia justru memuji kiper lain yang dianggapnya lebih baik.

Secara tidak langsung ia mengakui rekornya kurang bagus dalam adu penalti. Cech menyebutkan beberapa nama yang pantas disebut lebih baik darinya.

"Ada beberapa kiper yang menurut saya terbaik. Ada Buffon, Casillas, Van der Sar, Julio Cesar dan Reina. Mereka semua kiper terbaik, termasuk dalam menghadang tendangan penalti," ujarnya melalui situs resmi UEFA.

Meski punya banyak pilihan, untuk penendang penalti terbaik Cech hanya punya satu nama yang dianggapnya paling terbaik.

"Siapa paling ahli dalam mengambil tendangan penalti? Tak diragukan lagi, Del Piero yang terbaik," tukasnya.

Penjaga gawang berusia 26 tahun itu pernah merasakan kehebatan Alex dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Del Piero mencetak satu gol lewat tendangan penalti yang mampu mengelabui Cech.


Baca Selengkapnya......

05 April 2009

Juventus vs Chievo 3-3


Gol dramatis Sergio Pellisier pada menit-menit akhir memberikan hadiah satu poin bagi tuan rumah Juventus, dan hasil ini semakin menyulitkan ambisi mereka untuk meraih Scudetto dari tangan Inter Milan.


Juventus memiliki kesempatan emas untuk unggul di menit-menit awal, tetapi Alessandro Del Piero yang menerima umpan matang Hassan Salihamidzic terlalu lambat dan Santiago Morero berhasil menghambatnya.

Chievo pun bangkit menyerang dan tampak hidup, sehingga mereka layak untuk meraih keunggulan pada menit ke-25 saat Pellisier menggunakan kecepatannya untuk mengalahkan Giorgio Chiellini dan kemudian melewati kiper Gianluigi Buffon.

Chiellini pun membayar kesalahannya sepuluh menit berselang melalui tendangan voli kerasnya yang tak mampu ditepis kiper Stefano Sorrentino.

Tetapi, kelemahan di lini belakang Juventus kembali terlihat, dan Pellisier kembali memanfaatkan keadaan satu menit sebelum jeda dengan mengalahkan Olof Mellberg sebelum tendangannya tak terjangkau Buffon.

Saat jeda, pelatih Juventus Claudio Ranieri memutuskan untuk memasukkan David Trezeguet dan menarik Del Piero yang tampil mengecewakan, dan striker Prancis itu langsung menjawab dengan keberadaannya yang membuat lini belakang Chievo panik.

Mario Yepes pun menjadi korban dan terpaksa membelokkan sundulan Mauro Camoranesi pada menit ke-54 untuk menyamakan kedudukan bagi Bianconeri.

Si Nyonya Tua tampak berhasil mengatasi ambisi Chievo untuk meraih satu poin penting saat Vincenzo Iaquinta berhasil memanfaatkan umpan silang Mauro Camoranesi 11 menit sebelum bubaran.

Tetapi, Pellissier yang akhirnya berjaya, saat memanfaatkan umpan Antonio Langella dengan kepalanya untuk memberikan poin yang layak didapatkan Chievo, dan kini Chievo unggul tujuh poin dari tim di zona degradasi.


Baca Selengkapnya......

Diego siap ke Juve


Usaha Juve untuk mendatangkan gelandang asal Werder Bremen itu rupanya belum berakhir. Mereka bahkan sudah menyiapkan bujet yang cukup besar.

Menurut Tuttosport, Bianconeri hanya akan membeli satu atau dua pemain pada musim panas mendatang. Itu berarti mereka hanya akan mendatangkan pemain berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Rencana itu juga berkaitan dengan kemungkinan pensiunnya Pavel Nedved di akhir musim ini. Sejumlah nama kabarnya sudah disiapkan dalam daftar pemain yang akan mereka incar.

Pemain yang diincar itu diantaranya, Diego, David Silva, Franck Ribery dan Marek Hamsik. Nama Diego menjadi prioritas utama dan lebih realistis, apalagi Juve memang sudah lama mengincar pemain asal Brasil tersebut.

Apalagi tidak muda buat mendatangkan Silva, Ribery dan Hamsik yang pasti akan dilabeli dengan harga tinggi oleh klubnya masing-masing.

Untuk Diego, Juve dikabarkan sudah menyiapkan tawaran sekitar €25 juta. Selain itu, beredar juga rumor kalau mereka siap menjual Gianluigi Buffon dan David Trezequet kalau nilai jualnya dirasa cocok. Kedua pemain itu kabarnya sedang diincar Barcelona dan Chelsea.


Baca Selengkapnya......

Ranieri akan ubah posisi Nedved


Claudio Ranieri harus memutar otaknya karena banyak pemain dalam kondisi tidak fit. Karena itu, Ranieri pun melakukan eksperimen dalam sesi latihan yang digelar menjelang duel melawan Chievo di Stadion Olimpico Grande Torino, Minggu (5/4) malam WIB.


Dalam beberapa kali sesi latihan itu, Ranieri menempatkan Nedved sebagai gelandang tengah. Namun, ternyata Ranieri mempunyai rencana lain dengan menggeser posisi Nedved lebih keluar, yaitu menggoda pemain tersebut menunda pensiunnya pada akhir musim.

“Dengan banyaknya pemain yang absen karena cedera, saya mencoba Nedved lebih keluar dari posisinya sekarang. Mungkin perubahan ini akan membuat dia tergoda bermain beberapa tahun lagi,” ujar Ranieri dilansir Channel4.

“Ketika kami menghadapi masalah sulit, dia selalu mengorbankan dirinya untuk tim. Siapa tahu ini menjadi kesempatan untuk meyakin Pavel memikir ulang rencana pensiunnya. Saya mempertaruhkan segalanya di sini, dan kita lihat apa yang akan terjadi.”

Baca Selengkapnya......

03 April 2009

Julio Cesar belum selevel Buffon


Usai menyelesaikan dua musim bersama Juventus dengan menjadi deputi Gianluigi Buffon, kiper Udinese Emanuele Belardi (foto) berharap dapat membantu klub lamanya saat menjamu Inter Milan.


Dalam wawancara kepada Sky, Belardi memaparkan nostalgia saat masih berada di Juve dan membandingkan Buffon dengan kiper Inter Julio Cesar, yang dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia.

"Aku tak bisa melupakan masa dua setengah tahun di Juventus. Sangat indah. Kini aku berharap bisa membantu fans Juve," cetus Belardi.

"Aku punya sedikit masalah, di lutut dan jariku, tapi sekarang aku harap bisa bermain di atas lapangan melawan Inter."

Belardi memang harus unjuk kemampuan ketika kiper utama Samir Handanovic tengah dirundung cedera.

"Memilih bermain untuk Juventus adalah pilihan yang berani karena sedikit tim di Serie A Italia yang menginginkanku, tapi aku rasa kuta tidak bisa bilang tidak untuk klub seperti Juve," lanjutnya.

"Pada akhirnya, aku terbukti tepat karena pada musim kedua aku bermain sebulan sebagai kiper pilihan utama dan aku bangga mengenakan seragam itu."

"Aku tentu menjagokan mereka untuk merebut scucetto, tapi aku rasa hanya Inter yang bisa melepas peluangnya. Juve takkan menyerah. Bagaimanapun, mereka jagonya."

Saat ditanyakan siapa yang terbaik antara Buffon dan Julio Cesar, Belardi menjawab, "Aku rasa Julio Cesar jadi yang terbaik di dunia dalam dua tahun ini, tapi Buffon sudah menjadi yang terbaik selama lebih dari sepuluh tahun, jadi butuh lebih banyak tahun untuk mencapai level seperti itu."

Baca Selengkapnya......

Sagna tak ingin tinggalkan Arsenal

Sebelumnya diberitakan, Juventus sedang mempersiapkan tawaran untuk memboyong Bacary Sagna ke Italia pada akhir musim untuk memperkuat lini belakang mereka.

Sagna berkembang menjadi salah satu bek terbaik Eropa setelah bergabung dengan tim asuhan Arsene Wenger itu dari Auxerre pada 2007.

Namun, bek Prancis itu menolak untuk pindah ke Turin karena ia menikmati suasana di Emirates.

"Saya berada dalam kontrak bersama Arsenal hingga 2014. Saya mencintai klub ini, saya berhubungan baik dengan seluruh tim dan saya senang," kata Sagna di situs Sky Sports.

Tetapi Sagna mengakui, "Juve adalah tim besar, namun jika Arsenal memutuskan untuk menjual saya, itu hal lain. Tetapi saya senang di sini dan sepengetahuan saya, saya berada dalam rencana manajer untuk waktu yang lama."

Baca Selengkapnya......

Juventus pemimpin dunia

Jean-Claude Blanc ingin menegaskan kebijakan transfer klubnya yang memilih untuk tidak menghamburkan banyak uang demi menjaga stabilitas keuangan, dan juga memastikan keamanan posisi pelatih Claudio Ranieri.

"Juventus harus kompetitif di olahraga, tapi juga seimbang di keuangan pada waktu yang sama. Kapasitas untuk investasi dengan cara yang seimbang adalah jaminan terbaik untuk masa depan. Saya setuju dengan penekanan (Michel) Platini dalam pengeluaran di sepakbola," kata Blanc seperti dikutip Guerin Sportivo.

Blanc yakin, "Juventus bukan hanya sekedar sepakbola atau Italia. Juventus adalah sesuatu yang spesial, suatu klub yang menjadi pemimpin di dunia."

Meskipun prestasi La Vecchia Signora sempat naik turun musim ini, Blanc yakin pelatih Claudio Ranieri dapat membawa klubnya maju.

"Ranieri adalah seorang profesional yang hebat, seorang dengan nilai yang cocok untuk menjadi bagian dari proyek ini. Ranieri telah melakukan hal-hal hebat dalam dua tahun terakhir dan ia tak diragukan lagi," tegas Blanc.


Baca Selengkapnya......

02 April 2009

Juventus Inginkan Sagna


TURIN - Juventus kembali merilis satu nama yang bakal direkrutnya musim depan. Pemain itu tidak lain adalah wing bek kanan Arsenal Bakari Sagna.

Niatan itu rupanya mengacu kepada kebutuhan tim. Seperti diketahui, musim ini lini kanan pertahanan Juve merupakan titik paling rentan ditembus para penyerang serta gelandang lawan.

Znedek Grygera yang biasanya mengisi pos tersebut, performanya masih turun naik dan yang pastinya belum bisa dijadikan andalan. Sementara pemain lain, yakni Jonathan Zebina masih sibuk dengan proses pemulihan cedera.

Sebagaimana disitat La Stampa, Kamis (2/4/2009) ketertarikan klub asuhan pelatih Claudio Ranieri itu kepada Sagna, rupanya sudah mencapai tahap yang cukup serius. Pasalnya, pihak ?Si Nyonya Tua' mengaku telah menyiapkan sejumlah dana.

Kubu The Gunners pastinya tidak akan mau melepas mantan pemain Auxerre itu secara cuma-cuma. Diyakini, dana sebesar 13 juta euro terlebih dahulu harus diberikan oleh Juve kepada Arsenal sebagai kompensasi kepindahan.

Baca Selengkapnya......

Ibra: Kembalikan Dua Gelar Juventus


MILAN - Ternyata penyerang Inter Milan Zlatan Ibrahimovic 'bukanlah kacang yang lupa kulitnya'. Diam-diam dia rupanya memberi dukungan kepada mantan klubnya Juventus yang menginginkan dua gelar Scudetto-nya kembali.

Tanpa ragu-ragu, Ibra mengakui kalau gelar tersebut adalah sah milik Juve. Namun, poin yang paling ditekankan adalah bahwa dirinya juga punya andil besar dalam kesuksan itu.

"Scudetto Juventus? Mereka harus mengembalikannya" tutur pemain asal Swedia tersebut sebagaimana disitat GQ, Kamis (2/4/2009).

Kini Ibra berada di sisi yang berseberangan dengan Juve dan malah mendapatkan keuntungan dari pencopotan gelar itu. Tapi, dia sendiri mengaku tidak tertarik membicarakannya karena merasa juga punya hak atas prestasi skuad Delle Alpi.

"Saya tidak peduli dengan Calciopoli. Inter memang mendapatkan limpahan dan saya adalah bagian dari mereka saat ini. Namun di Juve, saya juga punya, karena telah berupanya melakukan yang terbaik," ungkapnya lagi.

Baca Selengkapnya......

Irlandia vs Italia 1-1


Italia cuma bermain imbang 1-1 saat menjamu Republik Irlandia. Unggul sejak awal laga meski bermain dengan 10 orang, gawang Gli Azzurri dibobol Robbie Keane jelang berakhirnya pertandingan.

Meski cuma dapat tambahan satu poin, posisi Italia di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2010 Grup 8 Zona Eropa belum tergeser. Andrea Pirlo cs punya 14 angka hasil empat kami menang dan dua hasil imbang.

Kondisi serupa terjadi buat Republik Irlandia. Hasil imbang yang menghindarkan mereka dari kekalahan pertamanya itu mempertahankan Robbie Keane cs di posisi dua klasemen dengan total poin didapat berjumlah 12.

Jalannya pertandingan

Bermain di depan pendukungnya sendiri, Italia malah mendapat bencana dini saat wasit mengkartu merah Giampaolo Pazzini saat pertandingan baru berjalan empat menit. Striker Sampdoria itu dianggap melakukan pelanggaran saat melakukan perebutan bola dengan John O'Shea.

Meski bermain dengan 10 orang, Italia justru mampu menjebol jala tamunya di menit 10. Diawali umpan cantik Andrea Pirlo Fabio Grosso, sang wingback kemudian mengirim umpan mendatar ke tengah kotak penalti dari sisi kiri pertahanan Republik Irlandia. Sontekan Vicenzo Iaquinta dari muka gawang memberi Azzurri keungulan 1-0.

Kekurangan satu pemain, Italia tak mampu menampilkan performa terbaiknya dan lebih banyak dalam posisi tertekan meski serangan lawan tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Gianluigi Buffon. Justru kesempatan utuk mencetak gol kedua datang di menit 33.

Kembali diawali kerjasama Pirlo dengan Grosso yang lolos dari jebakan offside, sepakan Iaquinta usai menerima umpan umpan Grosso bisa ditepis dengan baik oleh Shay Given. Italia masih berpeluang memperlebar keunggulan karena bola justru jatuh ke kaki Pepe di tiang jauh, namun upaya rebound Pepe dari sudut sempit cuma membentur sisi luar jala.

Peluang terakhir Irlandia di paruh pertama datang melalui Stephen Hunt saat tendangan setengah volinya ditepis dengan sangat baik oleh Buffon.

Dengan hanya diperkuat 10 pemain, Italia lebih banyak bertahan di babak kedua. Anak asuh Marcello Lippi beberapa kali terlihat jelas men-delay pertandingan saat akan membangun serangan.

Kondisi tersebut bukannya tidak coba dimanfaatkan oleh Republik Irlandia karena mereka terus berupaya membangun serangan. Namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat Kevin Doyle dkk tak kunjung bisa menjebol jala Buffon.

Enam menit sebelum bubaran, justru Italia punya peluang matang menambah jumlah golnya. Setelah memenangi perebutan bola di sisi kanan, Iaquinta mengirim umpan mendatar ke kotak penalti lawan. Malang buat Dossena yang terlambat menjatuhkan diri sehingga kakinya tak sampai menjangkau bola yang melintas tepat di depannya.

Setelah tendangan Kilbane dari luar kotak penalti ditepis dengan gemilang oleh Buffon. Tim tamu akhirnya menyamakan keududkan di menit 87.

Diawali tendangan bebas dari daerahnya sendiri yang diambil Given, bola yang sempat membentur kepala Folan jatuh tepat di depan Keane yang sambil menjatuhkan diri sukses mengarahkan bola ke dalam gawang.

Di menit-menit tersisa, Italia mendapat tekanan kuat dari tamunya yang seakan tak puas dengan hasil imbang. Namun sampai akhirnya peluit panjang dibunyikan wasit, kedudukan masih bertahan di angka 1-1.

Susunan Pemain
Italia: Gianluigi Buffon, Gianluca Zambrotta, Fabio Cannavaro, Giorgio Chiellini, Fabio Grosso, Matteo Brighi, Daniele De Rossi, Andrea Pirlo, Simone Pepe, Giampaolo Pazzini, Vincenzo Iaquinta

Republik Irlandia: Shay Given, Paul McShane, Richard Dunne, John O'Shea, Kevin Kilbane, Aiden McGeady, Glenn Whelan, Keith Andrews, Stephen Hunt, Kevin Doyle, Robbie Keane

Baca Selengkapnya......