
Pelatih Juventus Claudio Ranieri kesal dengan Jose Mourinho dan sikap Inter yang membela pelatihnya itu. Menurut Ranieri, memang Inter suka membela pelatihnya meskipun salah.
Permusuhan Ranieri-Mourinho memanas setelah Mourinho menuduh media Italia bersekongkol dengan sejumlah klub untuk memunculkan kesan Inter dibantu wasit. Menurut Mourinho, pemberitaan itu menyesatkan publik. Mourinho bahkan menyebut Juventus sebagai pihak yang lebih sering diuntungkan oleh kesalahan wasit.
Terhadap tuduhan itu, Juventus sudah mengirimkan surat resmi yang meminta Inter meminta Mourinho menarik ucapan dan minta maaf. Namun, respons dari Inter jauh dari harapan. Inter malah mendukung Mourinho dengan mengatakan, "Mourinho hanya mencoba bersikap jujur."
"Ya, seperti itulah gaya Inter di hadapan media (saat menanggapi kritik)," kata Ranieri menanggapi Inter dan Mourinho.
Persoalan antara Ranieri dan Mourinho itu ternyata berujung pada permasalahan pribadi. Media di Italia mengendus masalah tersebut saat mendengar bahwa Mourinho tak mau mengangkat panggilan telepon Ranieri. Ranieri pun membenarkan kejadian tersebut meski ia menolak tujuannya menelepon "The Special One" itu.
"Saya tidak terganggu oleh masalah itu. Itu persoalan pribadi. Jika saya bertemu dia lagi, dan saya ingat apa yang akan saya katakan, saya akan bilang kepadanya," aku Ranieri.
TRANSLATE
05 Maret 2009
Ranieri: Inter Memang Suka Mengelak
'Inter Posisi 4 Kalau Bukan karena Wasit'

Roma - Sebuah penelitian di Italia dijamin menambah panas Seri A. Studi itu menyebut Inter Milan sang pemuncak klasemen hanya akan duduk di posisi 4 jika bukan karena kesalahan dalam perwasitan.
Tensi Seri A kini tengah meninggi. Muaranya adalah laga Inter kontra AS Roma akhir pekan lalu, di mana kubu 'Giallorossi' mencela skor 3-3 yang jadi hasil akhir adalah merupakan "hadiah" dari wasit.
Merasa 'Nerazzuri' kian dipojokkan, allenatore Jose Mourinho membalas dengan menyebut Inter cuma satu kali menang karena kesalahan wasit. Dia bahkan mencibir Juventus yang dia nilai lebih banyak dapat keuntungan dari korps baju hitam.
Berseberangan dengan argumentasi Mourinho, penelitian dari hasil survei 'Observasi Kesalahan Arbitrasi' yang bekerjasama dengan Adisoncum, menyebut sudah ada 163 kesalahan perwasitan di musim 2008-09, yang mana akan bikin 171 poin diatur ulang.
Dari penelitian tersebut, kekeliruan perwasitan terindikasi sudah membantu Inter menempati posisi puncak yang saat ini mereka jejak. Jika tak ada kesalahan wasit, maka tempat pertama seharusnya diisi oleh AC Milan dengan poin 53.
Tempat kedua, masih menurut penelitian itu, akan diisi oleh Fiorentina dengan 51 angka. Sedangkan Juve turun satu tempat ke posisi tiga.
Lalu bagaimana dengan Inter? Penelitian itu menempatkan 'La Beneamata' di posisi empat.
Hasil penelitian yang dikutip Goal ini sendiri tidak memaparkan mekanisme studi yang dipakai untuk menghasilkan penjabaran tersebut. Biar demikian, hasil ini niscaya kian memanaskan suasana.
Cobolli: Inter Paling Sering Dibantu Wasit

Komentar kontroversial Jose Mourinho pun menuai sambutan dari rival-rivalnya, di antaranya dari kubu Juventus.
Seperti diketahui, The Special One mengeluarkan komentar menyerang tim lain.
Di antara banyak tim yag menjadi sasaran, Juventus termasuk salah satunya. Disebut Mourinho, Il Bianconeri "telah mendapatkan banyak angka akibat kesalahan wasit."
Seperti diprediksi banyak orang, komentar itupun menuai sambutan. Juventus, lewat presiden mereka Giovanni Cobolli Gigli, malah berpendapat sebaliknya, yaitu Inter yang kerap mendapat bantuan.
"Ada kalanya kesalahan wasit terkadang menguntungkan, dan kadang kala malah sebalinya. Tapi saya tidak menilai mereka [wasit] melakukannya dengan sengaja," ujar Cobolli.
Dia juga mempertanyakan komentar Mourinho, Inter tidak diuntungkan dengan sanksi penalti untuk mereka.
"Inter adalah tim yang bukan termasuk banyak mendapat hukuman, benarkah demikian? Statistik menyebutkan Inter belum pernah dijatuhi sanksi penalti dalam setahun," ketusnya.
Meski demikian, Cobolli tak ingin terlalu merespon komentar Mourinho dan menjadikannya senjata untuk menyerang balik pelatih Inter itu.
"Saya hanya tak mengerti perkataan Mourinho. Semua orang memiliki hak untuk berbicara yang mereka inginkan, seperti halnya saya tak ingin mengomentari pernyataan pelatih Inter itu," tutup Cobolli.
04 Maret 2009
Diego incar Ballon d'Or lewat Juve

Bremen - Trofi Bola Emas atau Ballon d'Or ternyata jadi salah satu yang paling diidamkan oleh Diego. Untuk meraihnya, dia disebut siap pindah ke Juventus.
Nama Diego belakangan dikaitkan dengan sejumlah klub besar. Bintang Werder Bremen itu konon tengah didekati Chelea, Manchester City, Real Madrid, serta juga Juventus.
Diego yang baru saja berulangtahun sebenarnya telah meneguhkan kesetiaannya untuk Bremen. Tapi sang ayah menguak kalau putranya ternyata juga memendam keinginan lain.
"Diego menginginkan Juventus dan dia bisa memenangi Ballon d'Or dalam kostum Bianconeri," ungkap Djair da Cunha di The Sun.
Salah satu alasan yang disebutkan Diego setia di Bremen adalah karena tersentuh oleh kecintaan fans terhadap dirinya. Namun, fans Juve yang sangat menginginkan dia untuk datang pun diakui sang ayah telah meninggalkan kesan tersendiri.
"Adalah sebuah kepuasan besar mengetahui semua fans Juve mengagumi dia dan saya akan sangat senang jika ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Werder Bremen. Impian putra saya adalah bermain untuk sebuah klub yang berjaya di Eropa," tuntas Djair.
Juve geram dengan komentar Mourinho

Komentar teranyar Jose Mourinho yang turut menyinggung Juventus menuai rasa geram 'Bianconeri'. Selain menilai Mourinho tak punya rasa hormat, Juve juga minta Inter Milan tak ikutan mendukung pernyataan pelatihnya tersebut.
Dalam pembelaan buat Inter, Mourinho juga menyerang klub-klub rival di Seri A. Juve, AC Milan dan AS Roma disebutnya dengan nada negatif dalam pernyataan itu.
Tak butuh waktu lama untuk Juve merespon dalam situsnya. "Setelah mencermati pernyataan serius dari pelatih Inter, Juventus menyatakan keterkejutan dan kegeraman, dan minta Inter melepaskan diri secara publik dari komentar tadi."
"Dengan pernyataannya, pelatih Inter bukan hanya tak menghormati Juventus dan 14 juta fansnya, tapi juga seluruh sepakbola Italia," papar keterangan Juve seperti dikutip Goal.
Dalam pernyataan tersebut, Juve juga menyarankan agar perwakilan klub-klub di Seri A menunjukkan sikap bertanggung jawab sebelum, saat dan setelah pertandingan, ketimbang mengipasi budaya kecurigaan, demi mendukung evolusi sepakbola Italia dan citranya secara internasional.
Coppa Italia : Lazio vs Juventus 2-1

Berlaga di Olympico, Roma, Rabu (4/3) dinihari WIB, Lazio berada dalam posisi tertekan di menit-menit awal.
Vicenzo Iaquinta bahkan nyaris membobol gawang tuan rumah jika saja bola hasil sontekannya tidak mengarah keluar sasaran.
Nestor Muslera juga dipaksa melakukan penyelamatan penting di menit 15 kala menghalau tendangan bomber Juventus itu.
Tommaso Rocchi membuka peluang pertama bagi Lazio beberapa saat kemudian lewat tendangan voli. Namun Alex Manninger tak kesulitan menghalau bola yang mengarah ke gawangnya.
Tekanan beruntun Juve akhirnya membuahkan hasil di menit 34. Adalah Marco Marchionni yang menjebol gawang Lazio lewat tendangan volinya. Sebelumnya, Iaquinta sempat menjebol gawang Lazio, namun harus dianulir karena dia terlebih dahulu berada dalam posisi offside.
Lazio nyaris saja menyamakan kedudukan tak lama kemudian jika saja Manninger tak bereaksi cepat menghalau bola sepakan Rocchi.
Di paruh kedua, gantian Lazio yang tampil lebih dominan. Setelah beberapa kali mengadu peruntungan mereka, gol penyama kedudukan akhirnya tercipta di menit 65.
Manninger sukses mementahkan bola hasil sundulan Stephan Liechsteiner, namun gagal menghalau bola sepakan Goran Pandev yang menyambut rebound bek Lazio itu. Kedudukan pun menjadi 1-1.
Lazio terus menekan dan gol kemenangan akhirnya tercipta di menit 78 lewat sontekan Rocchi yang berhasil mencuri start dan posisi untuk mengelabuhi Giogio Chiellini.
Hasil ini membuka kesempatan Lazio untuk lolos ke partai puncak. Untuk laga kedua di Turin, Lazio hanya butuh hasil seri, sementara Juventus harus menang.
03 Maret 2009
Ranieri inginkan Cassano

Juventus tertarik terhadap striker Sampdoria, Antonio Cassano. Presiden Juve, Giovanni Cobolli Gigli, mengatakan, mantan pemain AS Roma dan Real Madrid itu akan menjadi target transfer timnya pada akhir kompetisi nanti.
Juventus memang sudah lama mengagumi pemain bengal itu. Juve ingin mendapatkan pemain berumur 26 tahun itu sebagai pengganti Alessandro Del Piero yang kini mulai menua.
"Dia anak muda yang begitu cepat menjadi dewasa. Dia juga pemain yang baik," puji Cobolli Gigli di Radio Anch'io lo Sport.
"Direktur Olahraga kami, Alessio Secco, sudah mengatakan bahwa kami akan membeli beberapa pemain di akhir kompetisi nanti. Cassano merupakan salah satu nama yang kami pertimbangkan," tambahnya.
Cassano berada di Turin, Minggu (15/2). Dia membela Sampdoria melawan Juventus yang berakhir imbang 1-1.
Coppa Italia : Ranieri istirahatkan 3 pilar

Turin - Juventus tanpa tiga pemain andalan kala menghadapi Lazio dalam laga Coppa Italia. Para pemain tersebut sengaja tidak diikutsertakan allenatore Claudio Ranieri dengan dua alasan berbeda.
Stadion Olimpico Roma yang jadi markas Lazio akan menanti kedatangan Juventus, Rabu (4/3/2009) dinihari WIB, dalam partai pertama babak semifinal Coppa Italia.
Dengan padatnya jadwal pertandingan karena juga harus memikirkan partai Seri A di akhir pekan nanti, serta laga Liga Champions pertengahan pekan depan, Ranieri pun sengaja tidak memasukkan ketiga pemain bintangnya dalam skuad melawan Lazio.
Alessandro Del Piero dan Gianluigi Buffon akan beristirahat, dengan Alex Manninger bakal ditugasi mengawal gawang Juve dari menit awal. Satu pemain lagi, Nicola Leggrotaglie, absen karena cedera lutut.
Sementara itu Antonio Chimenti akan jadi pelapis Manninger di bawah mistar, dengan satu kiper cadangan lain, Pinsoglio, yang merupakan pemain Primavera Juve. Satu pemain muda lainnya yang diikutsertakan adalah bek Ariaudo, seperti dikutip dari situs Juve.
Skuad Juve: Chimenti, Manninger, Pinsoglio; Chiellini, Mellberg, Grygera, Molinaro, Ariaudo; Salihamidzic, Nedved, Poulsen, Marchisio, Sissoko, Tiago; Amauri, Giovinco, Trezeguet, Iaquinta.
Partai Semifinal Coppa Italia Leg I:
Lazio vs Juventus, Rabu (4/3/2009) dinihari WIB
Inter Milan vs Sampdoria, Kamis (5/3/2009) dinihari WIB
Peruzzi pilih Buffon

Klaim untuk menjadi penjaga gawang terbaik di Serie A terbaik musim ini masih menjadi milik Gianluigi Buffon menurut Angelo Peruzzi.
Kepada Tuttosport, mantan kiper Juventus itu lebih memilih rekan senegaranya dibandingkan kiper Inter Milan Julio Cesar yang kali ini menjadi pilihan banyak pengamat.
"Julio Cesar memang sangat hebat, tetapi bagi saya Buffon tetaplah yang paling hebat. Kritik yang diterima Buffon terlalu berlebihan mengingat ia belum dapat tampil dengan kemampuan sebenarnya setelah cedera selama tiga bulan."
Peruzzi yang kini menjadi pelatih kiper tim nasional Italia juga mengharapkan kalau Alessandro Del Piero dapat bergabung kembali dengan tim Azzurri segera.
"Del Piero sangat fantastis dan ia selama ini selalu menjadi pemain utama dalam bertahun-tahun. Saya masih berpendapat kalau kita akan melihatnya bersama tim nasional kembali."
Buffon dan Del Piero diperkirakan akan diistirahatkan oleh pelatih Claudio Ranieri saat Bianconeri bertarung melawan Lazio di ajang Coppa Italia malam ini.
Chiellini minta maaf karena gaya selebrasinya

Giorgio Chiellini (foto) sadar gaya perayaan gol ketika Juventus mengalahkan Napoli, Sabtu (28/3) kemarin, seharusnya tidak dilakukan.
Tindakan provokatif tersebut membuatnya ingin meminta maaf.
"Aku disiuli penonton sepanjang pertandingan, dan berakhir dengan agak pelik, karena adanya perdebantan antara wasit dan lawan dan kami sendiri," cetus pemain internasional Italia ini kepada Sky Sport 24.
"Itu sesuatu yang seharusnya tidak kulakukan dan aku bisa menghindarinya. Aku tak bermaksud menyerang siapapun."
"Apa yang kumaksud sebenarnya adalah, ‘lihat, pada akhirnya kami menang,'" sambungnya. "Tapi aku ingin meminta maaf.”
Pemain berusia 24 tahun ini punya riwayat melakukan bahasa tubuh yang provokatif, tapi merasa tingkahnya sudah jauh lebih baik saat ini.
"Aku memutuskan pada awal musim, aku harus berhenti melakukan hal seperti itu, dan secara umum, aku harus menghindari semua momen seperti itu," ungkapnya.
"Kemarin atmosfir pertandingan mempengaruhi emosiku, dan aku membiarkannya, tapi aku rasa aku bisa mengendalikan diri dengan baik."
Chiellini dan Juventus kini berkonsentrasi menghadapi laga tandang Coppa Italia melawan Lazio dan juga laga kedua Liga Champions menghadapi Chelsea.