TRANSLATE

12 Desember 2008

Milan yang Tak Menakutkan di Mata Grygera

Turin - Di Liga Champions Juventus dua kali sukses menekuk raksasa Eropa Real Madrid. Alhasil, kini bisa dibilang 'Bianconeri' sedang pede-pedenya dan tak takut melawan siapapun. Termasuk juga AC Milan yang dijamu pada akhir pekan.

Juve sukses menyungkurkan Madrid di matchday 3 Liga Champions. Kesuksesan itu juga dipermanis dengan kemenangan kedua atas lawan yang sama di matchday 4.

Dua kesuksesan itu bak menyulut motivasi. Dengan semangat menggelora, 'Si Nyonya Tua' yang sempat mencatat hasil kurang mengesankan di Seri A perlahan mendaki papan klasemen dan kini menghuni posisi dua di bawah Inter Milan dengan selisih enam angka.

Pada giornata 16, Juve punya peluang terus membayangi 'Nerazzuri'. Tapi takkan mudah karena lawan yang akan dihadapi adalah Milan yang poinnya setara Juve dan sama-sama punya misi menguntit Inter.

Namun demikian, Juve tetap menatap laga itu dengan percaya diri. Mereka mewaspadai Milan, tapi sama sekali tidak gentar apalagi takut.

"Kami tak takut akan Milan dan kami seharusnya tidak takut akan mereka. Mereka punya serangan berbahaya, tapi mereka tak bikin kami ngeri," ucap bek Juve Zdenek Grygera di Goal.

Milan boleh punya dua mantan Pemain Terbaik Dunia FIFA dalam diri Ronaldinho (meraihnya pada 2004 & 2005) serta Kaka (2007), tapi Grygera percaya para punggawa Juve juga tak kalah kelas.

"Kami setara dengan tim seperti Inter dan Milan, karena kami punya pemain berkualitas yang bisa membuat perbedaan pada tahap manapun dalam pertandingan," simpul dia.

Baca Selengkapnya......

'Inilah Derby d'Italia Sejati'


Derby d'italia adalah cap yang disematkan buat partai Juventus versus Inter Milan. Padahal menurut petinggi Juve, Lapo Elkann, duel Juve kontra AC Milan lebih tepat mendapat label derby-nya Italia itu.

Menurut Nationmaster.com, sebutan "Derby d'Italia" untuk laga Juve versus Inter kali pertama dilontarkan tahun 1967 oleh Gianni Brera, seorang jurnalis olahraga Italia. Saat itu 'Bianconeri' dan 'Nerazzuri' adalah dua klub tersukses di Seri A dan sama-sama belum pernah degradasi.

Setelah Brera tutup usia tahun 1992, raihan Scudetti Inter malah sudah bisa disusul Milan --Inter kini punya 16 sementara Milan 17 dan Juve sendiri masih memimpin dengan 27 titel. Selain itu, Juve pun telah mencicipi Seri B akibat dari skandal Calciopoli.

Terkait dengan hal tersebut Elkann yang adalah pewaris kerajaan bisnis Agnelli yang menyokong Juve menilai kalau partai Juve lawan Inter sudah tak tepat dijuluki derby-nya Italia. Saat ini Juve versus Milan-lah yang layak mendapat sebutan itu.

"Juventus-Milan adalah derby d'Italia sejati. Ini bukan seperti partai-partai lainnya, karena di lapangan kita akan melihat dua klub tersukses di dunia, dua tim raksasa dengan lemari penuh dengan trofi," sebut dia di Channel 4.

Kini, derby d'Italia antara Juve kontra Inter lebih sering dikaitkan dengan "dendam" akibat kasus Calciopoli, di mana Juve terdegradasi dan satu dari gelar juara Seri A miliknya diserahkan ke Inter.

Sejauh ini baru Juve, Milan dan Inter yang berhak mengusung bintang emas di atas logo klubnya karena baru ketiganya yang sudah meraih Scudetto lebih dari sepuluh kali. Juve mengenakan dua bintang (27 titel), sementara Milan (17) dan Inter (16) masing-masing satu bintang.

Baca Selengkapnya......

Maldini Siap Matikan Alex

Milan - Big Match Juventus versus AC Milan akan tersaji pekan ini. Kapten Paolo Maldini sudah menunjuk Alessandro del Piero sebagai target yang harus dijaga dengan ketat.

Rivalitas kedua tim semakin panas karena dengan sama-sama meraih 30 poin dan tertinggal enam angka dari Inter Milan. Siapa yang keluar sebagai pemenang dalam laga ini tentu akan krusial dalam perebutan scudetto.

Maldini pun yakin benar Milan masih bisa mengejar Inter dan berada di jalur juara. "Kami semua masih dalam jalur juara," sergahnya.

"Mereka harus dan faktanya sudah menjadi kandidat untuk mengalahkan Inter di puncak klasemen," sambung Maldini seperti dilansir Channel4.

jika diturunkan oleh Ancelotti, Maldini sudah mengincar Del Piero sebagai daftar teratas pemain yang harus dimatikan. Performa mumpuni Alex bersama Juve di musim inilah yang membuat kapten berusia 40 tahun ini merasa bahwa calon lawannya itu sangat berbahaya.

"Jika saya main, saya pikir saya harus menjaga Ale Del Piero. Saya sangat senang dengan performanya saat ini. Dengan talentanya yang luar biasa ia adalah pemimpin yang layak dicintai," ujar Maldini.

"Saya bertemu dengannya pada liburan lalu dan melihat bagaimana ia dengan tekun berlatih. bahkan sepanjang musim panas. Ia terlhat panjang umur karena hasratnya yang kuat di dalam dunia olahraga," imbuh pemain yang akan pensiun pada akhir musim ini.

Laga Juventus kontra Milan akan dihelat di stadion Olimpico Turin pada Minggu (14/12/2008) malam.

Baca Selengkapnya......

11 Desember 2008

Diego Hargai Juventus

BREMEN - Bintang Werder Bremen Digeo Ribas sadar akan ketertarikan raksasa Italia Juventus terhadap dirinya. Diego pun menghormati ketertarikan itu dan tidak menutup diri dari pendekatan Juve.

Juventus memang sudah lama menjadi pengagum pengatur serangan asal Brasil ini. Juve sudah sering menyatakan tertarik dan siap mengajukan penawaran. Hanya, pihak Bremen belum memberikan sinyal positif kepada Nyonya Besar.

Diego kini malah akan merampungkan kontrak baru dengan Bremen. Klub yang bermarkas di Weserstadium ini akan memberikan kontrak hingga musim 2012. Pemain yang bersangkutan memang belum memberikan tanda tangannya pada surat perpanjangan kontrak. Peluang Juve mendapatkan Diego pun dianggap masih terbuka.

"Sangat menggembirakan mendengar klub sebesar Juve tertarik dengan saya. Tapi, sejujurnya untuk sekarang saya masih belum bisa memberikan keputusan. Saya hanya mengucapkan terima kasih kepada Juve," jelas Diego seperti dilansir Chennel4, Kamis (11/12/2008).

Pemain internasional Brasil ini mengaku cukup tertarik merasakan ketatnya persaingan di Serie A. "Beberapa rekan saya membicarakan sepakbola Serie A. Terdengar sangat menyenangkan dan suatu hari saya harus bermain disana," tutup Diego.

Baca Selengkapnya......

Juve Hampir Dapatkan Gallas

TURIN, KAMIS - Beberapa media massa di Italia mengabarkan, Juventus melakukan gerak cepat dan mengalahkan para pesaingnya untuk mendapatkan defender Arsenal, William Gallas. Klub berjuluk La Vecchia Signora itu tinggal selangkah lagi mendapatkannya.


Gallas memang sudah tak betah lagi di Arsenal, setelah jabatannya sebagai kapten dilepas. Beberapa klub Eropa langsung memburunya. AC Milan merupakan klub pertama yang tertarik kepadanya. Namun, menurut Tuttosport, Juventus bergerak paling cepat untuk melakukan perundingan dengannya.

Kedekatan pelatih Claudio Ranieri dengan Gallas juga bakal menjadi faktor penting kepindahan pemain itu ke Juventus. Ranieri pula yang membeli Gallas saat masih melatih Chelsea pada 2001.

Menurut Tuttosport, Direktur Olahraga Juventus, Alessio Secco, sudah terbang ke London, Selasa (9/12) malam. Dia menemui Ketua Eksekutif Arsenal yang baru, Ivan Gazidis, untuk mendiskusikan pembelian Gallas.

Pertemuan itu digambarkan berjalan lancar. Kemungkinan, Juve bisa membawa Gallas pada Januari dengan harga 6,5 juta pounds (sekitar Rp105,4 miliar)

Baca Selengkapnya......

Inilah Kontestan 16 Besar Liga Champions

Babak grup Liga Champions resmi berakhir pagi ini dengan 16 tim memegang satu tiket ke fase knock out dan delapan lainnya memiliki tiket ke babak 32 besar Piala UEFA.
Matchday terakhir Liga Champions memastikan tiga tiket tersisa menjadi milik AS Roma, Chelsea dan Panathinaikos. Sementara 13 tiket lain sudah diambil oleh 13 klub di pertandingan kelima.

Roma dan Chelsea memang masih harus menunggu hingga matchday keenam karena perolehan poin tiga tim di Grup A cukup berdekatan. Bordeaux akhirnya menyerah dan harus puas dengan satu tiket ke Piala UEFA.

Di Grup B, Inter yang sudah memastikan lolos sejak matchday kelima didampingi Panathinaikos yang akhirnya menjadi pemuncak klasemen. sementara jatah Piala UEFA menjadi milik Werder Bremen. Barcelona dan Sporting Lisbon menjadi peraih tiket babak 16 besar Liga Champions dari grup C dengan Shakhtar Donetsk meraih tiket Piala UEFA. Di grup D, Liverpool dan Atletico Madrid juga lolos ke perdelapanfinal. Sementara Marseille mengambil tempat di Piala UEFA.

Delapan tim lain yang memastikan mendapat tiket perdelapanfinal Liga Champions adalah Manchester United dan Villarreal dari Grup E, Olympique Lyon dan Bayern Muenchen dari Grup F, Arsenal dan FC Porto dari Grup G dan Juventus serta Real Madrid dari grup H.

Sedangkan empat tim yang berhak mendapat tiket lanjutan ke Piala UEFA adalah Aab Aalborg, Dynamo Kiev dan Zenit St Petersburg.

Menurut rencana, drawing fase knock out Liga Champions akan dihelar pada 19 Desember di Nyon, Swiss. Semua juara grup akan ditempatkan di pot A dan runner up di pot B. Di waktu dan tempat yang sama, drawing untuk babak 32 besar dan 16 besar Piala UEFA juga akan dihelat.

Inilah kontestan fase knock out Liga Champions:
Juara Grup: Roma, Panathinaikos, Barcelona, Liverpool, Manchester United, Bayern Muenchen, Porto dan Juventus
Runner Up Grup: Chelsea, Inter, Sporting Lisbon, Atletico Madrid, Villarreal, Lyon, Arsenal, Real Madrid.


Baca Selengkapnya......

Duel Alot Dua Raksasa

Milan - AC Milan berhadapan dengan Juventus akhir pekan ini. Itulah duel dua tim raksasa Italia yang punya poin raihan poin setara dan sama-sama berhasrat menang untuk selangkah lebih dekat ke titel juara. Hasilnya? Pasti sengit!


Milan saat ini enam poin di belakang pemuncak klasemen Inter dan bersiap melakukan laga tandang di Turin. Di sana menantilah Juve yang juga punya poin sama, 30 angka.

"Partai lawan Juve sangatlah penting. Ini pertemuan dua tim besar di Italia, bahkan di dunia, berhadapan dengan poin setara dan keinginan menang sama besarnya," tegas penyerang Milan Andriy Shevchenko yang dikutip Channel 4.

Apa yang dipertaruhkan di laga itu jelas bukan hanya perkara tiga angka. Tapi juga gengsi, suntikan semangat tambahan jika mampu menekuk salah satu rival berat, serta modal penting untuk terus berburu Scudetto.

Artinya, di mata Sheva, Milan harus bisa pulang dengan tiga angka penuh.

"Saya pikir itu akan jadi partai alot buat kedua tim. Scudetto memang masih panjang, tapi kami ingin menang dan kami akan membidik poin maksimal lawan Juventus," lugas Sheva.

Baca Selengkapnya......

Giovinco Tetap Pede Eksekusi Penalti

Sebastian Giovinco punya peluang besar memenangkan Juventus dari sebuah titik berjarak 11 meter ke arah gawang, di mana dia tinggal berhadapan dengan kiper BATE Borisov. Gagal menuntaskan peluang, dia pun minta maaf meski tetap pede untuk mengeksekusi penalti lagi jika ada peluang.


Pada menit 55 partai Juve kontra BATE di matchday 6 Liga Champions, Kamis (11/12/2008) dinihari WIB, 'Bianconeri' dihadiahi tendangan penalti. Tapi Alessandro Del Piero yang biasanya jadi eksekutor sepakan 12 pas masih berada di bangku cadangan.

Alhasil, tugas menjebol gawang lawan dari titik putih diserahkan kepada Giovinco yang juga piawai menuntaskan bola-bola mati. Gelandang serang 21 tahun itu maju, siap menyepak si kulit bundar melewati hadangan kiper lawan.

Akan tetapi, sepakannya malah melayang di atas mistar gawang. Kegagalan Giovinco mengeksekusi penalti lantas membuat 'Si Nyonya Tua' juga tak kuasa mengalahkan BATE, meski Juve tetap lolos jadi juara grup.

Giovinco pun menyatakan penyesalan. Tapi dia juga sekaligus menambahkan kalau kegagalan tak bikin kepercayaan dirinya pupus untuk mengambil penalti lagi suatu hari nanti.

"Aku benar-benar minta maaf kepada rekan-rekan setim dan kepada fans, tapi aku janji akan mencoba lagi," ucap dia kepada Sky, seraya menyunggingkan senyum.

"Untungnya itu tak membuat kami kehilangan posisi atas grup, jadi kami tetap senang dengan penampilan kami walau cuma bermain seri," demikian Giovinco.

Giovinco boleh lega karena dia sudah dimaafkan, setidaknya oleh allenatore-nya sendiri, Claudio Ranieri.

Baca Selengkapnya......

Giovinco Dimaafkan


Turin - Sebastian Giovinco semestinya bisa membuat Juventus mengalahkan BATE Borisov, namun ia gagal melakukannya. Meski begitu hal tersebut tidak membuat pelatih Claudio Ranieri murka. Kenapa?

Dalam pertandingan Grup H Liga Champions di Olimpico Turin Kamis (11/12/2008) dinihari WIB, Giovinco gagal mengeksekusi penalti yang didapat Juve pada menit ke-53 setelah sepakannya melayang diatas mistar. La Vecchia Signora pun harus menyudahi laga dengan skor 0-0.


Kemenangan yang hilang akibat gagalnya penalti tersebut tidak membuat Ranieri kecewa pada Giovinco. Hal ini disebabkan karena pemain yang disebut-sebut sebagai 'The Next Del Piero' ini menunjukkan performa yang gemilang di laga tersebut.

"Saya sangat senang dengan performa Giovinco. Kegagalan penalti tersebut memalukan, namun itu bisa terjadi pada semua orang," tukas Ranieri seperti dilansir Channel4.

"Dia bermain dengan sikap yang luar biasa, bermain sesuai arahan saya. Dan dia juga melakukan operan yang baik. Permainannya lebih dari sekadar positif," yakin mantan pembesut Chelsea dan Valencia ini.

Dalam pertandingan tersebut, Giovinco yang dipasang sebagai starter memang acap membahayakan pertahanan BATE. Tusukannya dengan aksi individu menawan, umpan, plus tendangan bebas indahnya hampir saja merobek pertahanan tim tamu. Namun sayang baginya, performa baiknya di lapangan harus dinodai dengan kegagalannya mengeksekusi penalti.

Saat melawan Lecce pada Liga Italia pekan lalu, Giovinco bermain baik dan menjadi bintang kemenangan Juve dengan melesakkan gol indah melalui tendangan bebas. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk "Si Nyonya Tua".

Baca Selengkapnya......

Ranieri Puas Target Tercapai

Turin - Juventus hanya bermain imbang tanpa gol melawan juru kunci BATE Borisov. Meski demikian, Claudio Ranieri tetap puas karena capaian Sebastian Giovinco cs telah sukses mencapai target. Apa?



Dalam pertandingan Kamis (11/12/2008) dinihari WIB, Juve gagal meraih poin penuh karena gagal mencetak sebiji gol pun ke gawang tamunya. Laga tersebut berakhir imbang 0-0.

Hasil tersebut tetap membawa Juve lolos ke babak berikutnya sebagai juara Grup H karena unggul head to head atas Real Madrid yang sama-sama mengumpulkan 12 poin.

Dalam pertandingan ini, Ranieri memasang Giovinco sejak awal untuk diduetkan dengan Carvalho Amauri di lini depan. Hasilnya, beberapa kali pemain yang pernah dipinjamkan ke Empoli ini merepotkan pertahanan BATE melalui aksi-aksi individu dan tendangan bebasnya.

Namun sayang, Giovinco gagal mengeksekusi penalti yang didapat pada menit ke-53 karena bola sepakannya melayang jauh diatas mistar gawang BATE.

Namun hal itu tidak mengurangi kepuasan yang didapat oleh Ranieri. Selain karena "Si Nyonya Tua" lolos sebagai pemuncak grup, keberhasilan timnya tidak kebobolan dan bebas cedera membuat mantan pembesut Chelsea senang.

"Kami mencoba untuk tidak kebobolan. Adalah penting bahwa tidak ada satu pun yang cedera," tukas Ranieri kepada Rai Television.

Juve, yang baru kembali ke Liga Champions setelah dilempar ke Seri B dari kasus Calciopoli di tahun 2006, menyelesaikan putaran grup sebagai juara.

"Siapapun lawan kami di babak 16 besar akan sulit," ujar winger Marco Marchionni tentang calon lawannya di babak 16 besar.

Dalam laga ini, Cristiano Zanetti juga sukses menjalani laga perdananya musim ini. Ia bahkan mampu menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami masalah fisik yang sempat memaksanya menjalani perawatan lama.

"Setelah empat bulan, atau faktanya musim lalu, Zanetti tidak bisa diharapkan bermain dengan hebat. Di babak pertama dia sedikit kesulitan dengan tempo dan tekanan para gelandang BATE. Namun ia bermain lebih baik dan menemukan ritmenya. Jadi (performa terbaiknya) tinggal menunggu waktu saja," pungkas Ranieri.

Baca Selengkapnya......