Juventus memperingatkan Real Madrid agar tidak berupaya mendatangkan striker Brasil Amauri pada bursa transfer musim dingin nanti. Dua kali sudah Real Madrid ditekuk Juventus di atas lapangan hijau. Kini, mereka kembali dipermalukan setelah tawaran €50 juta untuk striker Amauri ditolak mentah-mentah.
Presiden Ramon Calderon mengincari striker Brasil itu untuk menggantikan Ruud van Nistelrooy yang akan absen hingga akhir musim akibat cedera.
Menurut Tuttosport, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Bianconeri.
"Amauri tidak dijual dengan harga berapapun, lupakan dia," ujar seorang sumber klub kepada Tuttosport.
Juventus mengincar scudetto dan trofi Liga Champions musim ini, tentu saja mereka menolak menyerahkan aset berharga di lini depan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tuttosport, pemain Juventus lain, Sebastian Giovinco, kemungkinan akan hengkang. Tapi, Juve menepis rumor ini.
Striker Inter Milan Hernan Crespo juga dikaitkan dengan transfer ke Madrid, tapi Nerazzurri pun membantahnya.
TRANSLATE
15 November 2008
Juve tolak tawaran Real untuk Amauri
Gio terima dicadangkan
Tak seperti pemain lain yang kerap protes karena sering dibangkucadangkan, gelandang Juventus Sebastian Giovinco menegaskan akan tetap menunggu Claudio Ranieri mempercayai kemampuannya.
Giovinco memang banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan Juventus. Padahal kemampuannya dinilai banyak pihak di atas rata-rata dan menjanjikan.
Pelatih Claudio Ranieri rupanya masih lebih mempercayai pemain lain ketimbang dirinya. Walau demikian hal ini tidak membuat Giovinco patah arang.
"Saya sangat senang dengan situasi di tim ini dan juga masa-masa kesulitan yang berada di belakang kami. Tentu saja saya berharap dapat lebih banyak bermain, namun saya tetap menghormati keputusan pelatih," ungkapnya seperti dilansir Channel4.
"Situasi ini sangat sulit bagi saya untuk dapat mengganggu kinerjanya saat ini, namun saya tetap mencoba dan terus mengamati Alex [Del Piero, panutan Giovinco] di sesi latihan, sehingga saya dapat mengadaptasi gaya permainannya.
"Saya siap apabila diminta untuk menggantikan peran Pavel [Nedved]," imbuh mantan pemain Empoli itu.
14 November 2008
Juve kandaskan Genoa 4-1
Juventus kembali merayakan kemenangannya yang ketujuh berturut-turut. Rasa percaya diri Juventus semakin tumbuh setelah berhasil menang dalam Liga Champions (menekuk Real Madrid) dan Serie A Italia (mengalahkan Chievo Verona). Dan, kemenangan itu pun berlanjut.
Di kandang sendiri, Alessandro del Piero menjadi komando skuad asuhan Claudio Ranieri mempersembahkan kemenangan sekaligus tiga poin penuh.
Juve hadir tanpa Andrade, Zanetti, Zebina, Trezeguet, Buffon, Poulsen, Knezevic dan Salihamidzic. Sementara Marchioni masih bermain sebagai starting dan baru digantikan oleh Camoranesi pada menit ke-68.
Hanya butuh waktu lima menit bagi Juventus menjebol gawang Genoa yang dijaga oleh Rubinho. Zdnek Grygera berhasil memaksimalkan umpan dari Alessandro del Piero.
Dua puluh menit berselang, Juventus menggandakan kemenangan melalui kaki Amauri, bola umpan silang kanan pencetak gol pertama Grygera.
Babak kedua berjalan lambat, dan Genoa lebih banyak menekan, terutama melalui pemain depan mereka Milito.
Namun, ketajaman Juventus belum bisa tersaingi setelah kerja sama Amauri dan Iaquinta berbuah gol yang ketiga untuk Si Nyonya Tua melalui pemain terakhir.
Tiga menit sebelum pertandingan berakhir, Legrottaglie melakukan kesalah hands-ball di kotak pinalti, dan wasit pun memberikan hadiah pinalti kepada tim tamu.
Milito yang dipercaya sebagai eksekusi pinalti melakukannya dengan baik, berhasil mengecoh kiper lapis dua Juventus Manninger.
Unggul 3-1 tidak membuat Juventus berpangku tangan. Mereka terus menekan hingga memaksa pemain belakang Genoa "grogi" dan membuat blunder yang berakhir dengan gol bunuh diri. Pemain pengganti Sokratis tidak sengaja mengarahkan bola Camoranessi ke gawang sendiri.
Susuan Pemain:
Juventus: Manninger, Grygera, Legrottaglie, Chiellini, Molinaro, Marchionni (Camoranesi 68), Sissoko, Tiago, Nedved, Del Piero (Giovinco 87), Amauri (Iaquinta 84)
Genoa: Rubinho, Biava (Sokratis 79), Ferrari, Criscito, Rossi, Motta, Juric, Potenza (Bocchetti 60), Gasbarroni (Sculli 46), Milito, Palladino
13 November 2008
NEWS : Del Piero Incar Piala Dunia 2010
Bisa tampil dan menjadi bagian dari timnas Italia di event akbar Piala Dunia 2010 menjadi impian Alessandro Del Piero.
Del Piero sempat tak dipanggil Marcello Lippi dalam beberapa laga terakhir Italia. Dengan penampilan impresifnya dalam beberapa laga terakhir, akan sangat mengherankan bila kapten Juventus itu tidak diikutsertakan dalam skuad utama Azzurri.
Walau demikian, Del Piero tetap menyerahkan semua keputusan kepada Lippi. Sementara dirinya sendiri akan terus berusaha membujuk pelatih berambut putih itu dengan penampilannya.
"Saat ini Lippi sedang melakukan tes pada semua pemain dan hal itu bukanlah suatu masalah, karena saya tahu dia menghormati saya, seperti saya menghormati dia," tandas Del Piero seperti dikutip Football Italia.
Namun Del Piero juga berharap Lippi bisa mewujudkan ambisinya untuk tampil di Piala Dunia 2010, ajang terbesar dan terakhir yang mungkin bisa diikutinya.
"Piala Dunia 2010 bakal mewarnai karir saya. Memang masih jauh, jadi saya hanya bisa fokus pada performa saya untuk Juve. Yang pasti saya ingin menghabiskan karir saya dengan Piala Dunia 2010."
Buffon Harapkan Anaknya Jadi Fans Juve
Penjaga gawang Juventus Gianluigi Buffon, dalam wawancara kepada sebuah majalah perempuan Italia, menuturkan keinginannya terhadap anak laki-lakinya, Louis Thomas, dan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah. Kiper sekaligus ikon Juventus Gianluigi Buffon dikenal sering melakukan penyelamatan di bawah mistar Bianconeri, tapi dalam sebuah wawancara baru-baru ini sang kiper mengungkapkan sisi kepribadiannya yang tak banyak diketahui publik.
"Saat pertama aku merasa betul-betul menjadi ayah adalah dua bulan setelah kelahirannya," tutur Buffon kepada Donna Moderna. "Alena sedang pergi dan aku sendirian bersama si kecil."
"Aku memberikannya makanan dan aku membuatnya tertidur tanpa banyak kerepotan. Emosi ini sungguh luar biasa karena dia sangat bergantung kepadaku."
Gigi juga sudah melihat potensi Louis Thomas. Dia yakin anaknya yang hampir berusia satu tahun itu akan mengikuti jejaknya sebagai atlit.
"Lihat betapa cepatnya Louis berjalan," sambungnya. "Dia sangat dewasa untuk seukuran usianya. Dia punya tungkai yang panjang, tinggi, dan punya struktur fisik selayaknya seorang olahragawan."
"Aku tak sabar melihatnya tumbuh besar sehingga aku bisa bermain sepakbola bersamanya!"
Portiere nomor satu Italia ini juga menyempatkan diri berkelakar dalam wawancara itu.
"Aku harap dia menjadi fans Juventus," seloroh Buffon. "Namun, jika dia menjadi fans Torino, aku harus ikhlas, karena bagaimanapun, soal ini bukan hal yang teramat penting."
Juventus: Daripada Inter, Kami Lebih Suka Milan
Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli mengaku berhasrat menaklukkan baik Inter Milan maupun AC Milan musim ini, tapi dia juga mengatakan Bianconeri punya hubungan lebih erat dengan Rossoneri.
Giovanni Cobolli Gigli bahagia dengan perkembangan yang dialami Juventus, apalagi dilengkapi inspirasi sang kapten Alessandro del Piero.
"Banyak persaingan dengan Inter Milan dan itu tak hanya sekadar Moggiopoli," cetus Gigli kepada wartawan sebelum pertemuan Lega Calcio.
"Normal saja bagi fans kami kalau tidak sejalan dengan Inter dan aku bahkan ingin mengalahkan mereka."
"Kami juga bersaing dengan Milan, tapi mungkin hubungan kami lebih erat dengan mereka. Bagaimanapun, kami juga berhubungan baik dengan [Ernesto] Paolillo di Nerazzurri."
"Del Piero? Dia salah satu yang terbaik. Dia tampil matang sejak menderita cedera di Udine beberapa tahun silam. Ballon d'Or? Aku harap itu untuknya."
"Genoa? Mereka berada dalam penampilan terbaiknya belakangan ini dan mereka memainkan sepakbola indah. Tentu saja, kami ingin menang agar segera tampil di puncak klasemen."
Juve akan menjamu Grifoni di stadion Olimpico, Kamis (13/11) malam nanti. Partai ini dimajukan karena berbenturan dengan jadwal pertandingan rugby antara Italia dan Argentina, Sabtu lusa.
PREVIEW Serie A Italia: Juventus Vs. Genoa
Juventus mengincar kemenangan keempat berturutan. Genoa ingin memperpanjang catatan tak terkalahkan di enam pertandingan. Di klasemen sementara Serie A Italia, Juventus dan Genoa hanya dipisahkan oleh selisih satu angka. Juve di peringkat keenam dengan 21 angka, dan Genoa di bawahnya. Tak pelak lagi pertemuan keduanya, Kamis (13/11), akan berlangsung menarik.
Juve sedang dalam performa terbaik, setelah mengemas serangkaian kemenangan di liga domestik dan Liga Champions. Tidak aneh jika pelatih Claudio Ranieri berambisi mengejar kemenangan keempat berturutan di Serie A Italia musim ini.
Tidak ada alasan bagi Juve untuk tidak optimistis memenangkan laga ini. Data statistik pertandingan memperlihatkan, Old Lady hanya kebobolan satu gol dari empat pertandingan terakhir. Ini membuktikan pertahanan Juve sangat solid, dan penyerang mereka berbahaya dan produktif.
Sukses di empat laga terakhir membuat persoalan cedera pemain yang mencekik Juve tak terdengar lagi. Padahal, sampai saat ini Ranieri masih belum bisa menurunkan Gianluigi Buffon, Dario Knezevic, Jonatahan Zebina, Christian Poulsen, Cristiano Zanetti, Hasan Salihamidzic, Albin Ekdal, dan David Trezeguet.
Ada beberapa berita gembira bagi Juve. Zdenek Grygera, Claudio Marchisio, dan Mauro Camoranesi, telah pulih dari cedera. Namun dua diantara mereka akan duduk di bangku cadangan dalam pertandingan ini.
Genoa jauh lebih sehat, namun mereka hanya punya Matteo Paro, Omar Milanetto, dan Francesco Modesto di lapangan tengah. Ini berarti Paro akan mendapat kesempatan menghadapi mantan klubnya. Juve memiliki banyak pemain berbakat, tapi fans Old Lady memiliki kenangan akan permainan cemerlang Domenico Criscito, Giuseppe Sculli, dan Rafaelle Palladino.
Grifoni, julukan Genoa, berupaya tidak terpengaruh dengan reputasi dan pencapaian terbaik Juve di empat pertandingan. Mereka juga punya target lain; memperpanjang catatan tak terkalahkan di enam pertandingan.
Sukses mengalahkan Reggina empat gol tanpa balas pekan lalu membuat Genoa lebih percaya diri. Namun catatan laga tandang Genoa cukup buruk, dengan tiga kali kalah, dan dua kali seri dari lima pertandingan. Genoa relatif hanya jago kandang, dengan mmenangkan seluruh dari enam pertandingan di Marassi.
Yang menarik perhatian adalah pemain belakang kedua tim akan sama-sama menjaga striker lawan. Juve dipastikan akan menjaga ketat Alberto Diego Milito, produsen sembilan gol dari sebelas pertandingan, dan Genoa menjaga Alessandro Del Piero -- yang sedang dalam performa terbaiknya.
Perkiraan Pemain:
Juventus: Alex Manninger, Zdenek Grygera, Nicola Legrottaglie, Giorgio Chiellini, Paolo De Ceglie, Marco Marchionni, Mohamed Sissoko, Tiago, Pavel Nedved; Amauri carvalho, Alessndro Del Piero.
Genoa : Rubinho, Giuseppe Biava, Matteo Ferrari, Domenico Criscito, Marco Rossi, Thiago Motta, Ivan Juric, Francesco Modesto, Giuseppe Sculli, Diego Milito, Rafaelle Palladino.
PSS NEWS : Kalahkan GU, PSS Raih Poin Tiga
PSS Sleman meraih poin penuh di kandang lawan dengan mempecundangi Gresik United (GU), 1-0, dalam Kompetisi Liga Utama 2008 di Stadion Tri Dharma Gresik, Rabu (12/11). Gol semata wayang PSS dicetak Slamet Nurcahyo menit ke-60, setelah menyelesaikan umpan Anton Hermawan.
PSS yang menurunkan duet barisan depan Dicky Gautama dan Anton Hermawan di dukung Zaenal di sayap, sejak babak pertama banyak menciptakan peluang. Gol Zaenal sempat dianulir menit ke-15, karena dianggap off side, padahal belakangnya masih ada pemain lawan. Tembakan Anton juga diselamatkan kiper GU Imam menit ke-15.
Babak kedua PSS makin gencar dan menit ke-60 Anton Hermawan menusuk ke kotak penalti. Saat dihadang lawan, Anton memberi umpan pada Slamet Nurcahyo yang berdiri bebas dengan tembakan terarah menjebol jala GU. PSS kemudian mulai dikerjai lawan. Menit ke-69 mendapat hukuman penalti tanpa sebab jelas, tapi tembakan Cristopher berhasil diblok Sahary Gultom.
Pelatih PSS Yudi Suryata pun bersyukur, karena dalam keadaan tim yang pas-pasan masih mampu merebut kemenangan di kandang lawan. Hasil ini akan membangkitkan semangat pemain PSS untuk tampil lebih baik lagi saat bertanding melawan Persibo Bojonegoro di Stadion Deltras Sidoarjo, Minggu (16/11).
Kemenangan itu juga harus dibayar mahal karena dua pemain andalan Lipede dan Edu Sibung tak bisa main lawan Persibo, karena akumulasi dua kartu kuning. Tapi dengan semangat yang ada PSS masih bisa berharap merebut poin dari Persibo. PSS pagi ini berangkat dari Gresik menuju Sidoarjo.
12 November 2008
Joaquin Tergiur Juventus
Valencia - Diincar oleh klub sebesar Juventus bisa mengundang reaksi yang beragam dari para pemain. Khusus untuk Joaquin Sanchez, ia mengaku tersanjung mendengar kabar ketertarikan Bianconeri.
Joaquin yang adalah winger Valencia kini dikabarkan tengah didekati oleh La Vecchia Signora untuk menjadi bagian dari skuad mereka di masa depan. Direktur Olahraga Juventus, Alessio Secco, secara khusus telah terbang ke Valencia pekan lalu untuk melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan transfer sang pemain.
Usaha Secco untuk mendatangkan mantan pemain Real Betis itu adalah untuk menambah amunisi di lini tengah Juventus. Kecepatan Joaquin yang biasa menyisir sisi lapangan bisa jadi senjata baru bagi "Tim Kuda Zebra" dalam membongkar pertahanan lawan.
"Sangat menyenangkan ketika ada klub lain yang melirik Anda. Itu merupakan sebuah hadiah bagi seorang pemain, apalagi jika datangnya dari klub sebesar Juventus," ujar Joaquin seperti dilansir Channel4.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa saya telah bermain dengan baik dan hal tersebut selalu membuat Anda bangga," tandasnya.
Gelandang berusia 27 tahun ini sudah membela Los Ches sejak tahun 2006. Sejak saat itu ia telah turun bertanding sebanyak 67 kali di La Liga dan mencetak sembilan gol.
Tiago Tetap Tinggal di Turin?
Ada yang berbeda mengamati susunan starting line-up yang dibuat Claudio Ranieri dalam empat pertandingan terakhir yang dilakoni Juventus. Sekonyong-konyong nama Tiago Mendes muncul kembali. Gelandang asal Portugal berusia 27 tahun itu menjadi tandem Mohammed Sissoko di ini tengah Bianconeri.
Hasilnya? Manjur. Juve selalu meraih hasil sempurna, termasuk saat melawat ke kandang macan, Santiago Bernabeu, markasnya Real Madrid dalam lanjutan babak penyisihan Grup H Liga Champions, Rabu (5/11) lalu. Alhasil, La Vecchia Signora tinggal selangkah lagi lolos ke babak knock-out. Di kompetisi lokal, posisi Juve mulai membaik dan kian merapatkan jarak dengan pemuncak klasemen sementara.
Apiknya penampilan Tiago di lapangan hijau tersebut, selain menebalkan kepercayaan dalam diri Ranieri, juga memuaskan para petinggi klub. Begitu pula dengan para pendukung Bianconeri. Karena itu, menurut harian Tuttosport, Juventus sedang menimbang untuk mempertahankan keberadaan Tiago di Turin sampai akhir musim.
Seperti diketahui, gara-gara tidak mendapat kesempatan bertanding secara reguler, Tiago—yang diboyong dari Olympique Lyonnais pada 21 Juni 2007 dengan fee transfer 13 juta euro (Rp 182 miliar)—sempat mengancam bakal meninggalkan Olimpico Grande Turin di bursa transfer musim dingin Januari dibuka (Baca: Tiago Gelar Ultimatum).
Di bursa transfer musim panas lalu, Juve nyaris ‘menceraikan’ Tiago. Rekrutmen gelandang Sevilla (saat itu) asal Denmark, Christian Poulsen kian menegaskan kebijakan klub (dan Ranieri) yang tidak membutuhkan lagi jasa Tiago.
Meski demikian, Tiago tetap tinggal di Turin dan sempat menolak ‘dibuang’ ke Goodison Park. Padahal, ketika itu Juve dan Everton diklaim telah mencapai kesepakatan (Baca: Tiago Enggan Balik ke Premiership). Pun begitu pula dengan klub Ligue Prancis, AS Monaco yang saat itu sesumbar telah berhasil merekrut Tiago (Baca: Monaco Boyong Recoba dan Tiago?).
Menurut Tuttosport, selain membaiknya kinerja Tiago di lapangan, faktor cederanya sejumlah pemain pilar di lini tengah, seperti Cristiano Zanetti dan Poulsen membuat Direktur Sport Klub, Alessio Secco berubah haluan dan berniat tetap memakai jasa Tiago, minimal, sampai akhir musim ini.